Kasus Cacar Monyet Terus Bertambah, Dekati 50 Kasus dan Terbanyak di Wilayah Jakarta Selatan

Written by

in

7cloud.asia – Memasuki pertengahan bulan November, kasus cacar monyet atau Mpox terus meningkat. Hingga Kamis (16/11/2023) total pasien kini berjumlah 48 orang. Terbanyak dari wilayah Jakarta Selatan, 16 orang.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan kasus cacar monyet kedua terbanyak adalah wilayah  Jakarta Barat, 8 orang.

Kemudian Jakarta Timur: 5 orang tertular cacar monyet, Jakarta Utara 4 orang, Jakarta Pusat  3 orang.

Kemudian sebanyak 2 orang ditemukan di Tangerang, 2 orang di Tangerang Selatan dan 1 orang di Kota Tangerang.

Cacar monyet juga ditemukan di Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Cirebon, Kota Depok, Kabupaten Cirebon, Kepulauan Riau, Kota Batam, Provinsi Jawa Timur, Kota Madiun, masing-masing satu.

baca: jumlah kasus cacar monyet bertambah terbanyak dari jakarta

Menurut Maxi sebagian besar penyintas cacar monyet mengeluhkan gejala demam, muncul lesi dan ruam di kulit.

Dari keseluruhan pasien, hanya tiga orang yang asimptomatis atau tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Biasanya gejala muncul pasca satu hingga tujuh hari setelah pasien terpapar cacar minyet.

Tetapi tidak sedikit dari mereka baru mengeluhkan gejala di lima sampai 14 hari setelah terinfeksi.

Sementara dua kasus ditemukan mengalami masa inkubasi gejala lebih lama yakni 15 hingga 21 hari.

“Kondisi penyerta HIV 35 orang, sifilis 15 orang, hipertensi 2 orang, tuberkulosis aktif 2 orang,” jelas dr Maxi seperti yang dilansir detikcom Jumat (17/11/2023).

baca: jumlah kasus cacar monyet terus meningkat ahli perkirakan bisa tembus 3600 kasus

Sementara itu sebanyak 27 orang dari keseluruhan kasus yang dilaporkan dinyatakan sembuh. Sisanya masih menjalani perawatan di ruang isolasi RS.

Meski begitu, seluruh pasien terpantau tidak memiliki gejala berat. “Semua kasusnya ringan,” tegas dr Maxi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, masa inkubasi cacar monyet biasanya berkisar dari 6 hingga 13 hari tetapi dapat pula 5 hingga 21 hari.

Gejala dan tanda cacar monyet :

  • Sakit kepala
  • Demam akut >38,5oC
  • Limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening)
  • Nyeri otot/Myalgia
  • Sakit punggung
  • Asthenia (kelemahan tubuh)
  • Lesi cacar (benjolan berisi air ataupun nanah pada seluruh tubuh)

Dalam 1 sampai 3 hari (kadang-kadang lebih lama) setelah munculnya demam, penderita akan mengalami ruam, sering dimulai pada wajah kemudian menyebar ke bagian lain dari tubuh.

Penyakit ini biasanya berlangsung selama 2−4 minggu. Di Afrika, cacar monyet telah terbukti menyebabkan kematian pada 1 dari 10 orang yang terinfeksi penyakit tersebut.

baca: kasus cacar monyet di jakarta bertambah dinkes dki imbau masyarakat waspada

Pencegahan Cacar Monyet

Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi virus cacar monyet, yang meliputi :

  • Hindari kontak dengan hewan yang dapat menjadi reservoir virus (termasuk hewan yang sakit atau yang ditemukan mati di daerah di mana cacar monyet terjadi).
  • Hindari kontak dengan bahan apa pun, seperti tempat tidur, yang pernah bersentuhan dengan hewan yang sakit.
  • Pisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang mungkin berisiko terinfeksi.
  • Lakukan cuci tangan yang baik dan benar setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi.
  • Menggunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien yang terinfeksi
  • Memasak daging dengan benar dan matang

Reporter: Nurakhmayani

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *