Tag: erupsi

  • Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik 1000 Meter

    Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik 1000 Meter

    7cloud.asia – Gunung Anak Krakatau kembali erupsi dengan melontarkan abu vulkanik setinggi 1000 meter. Erupsi ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi kurang 3 menit 28 detik.

    Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Andi Suardi membenarkan erupsi tersebut. “Tinggi kolom letusan teramati sekitar 1000 meter diatas puncak gunung atau sekitar 1.157 meter di permukaan laut dengan durasi kurang lebih tiga menit dua detik,” jelas Andi seperti yang dikutip dari Antaranews.

    Selanjutnya ia memaparkan kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya laut.

    Baca Juga: Pemerintah Indonesia Kirim Bantuan untuk Korban Maroko

    Pengamatan kegempaan 2 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 22-50 mm dan lama gempa 58-208 detik.

    Selain itu terjadi 2 kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 22-50 mm, S-P 4-9 detik dengan durasi gempa 1,1-1,8 detik.

    Kemudian terjadi 1 kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 3-35 mm, dominan 7 mm.

    Dengan kondisi seperti ini, Andi mengimbau masyarakat dan nelayan untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau pada radius lima kilometer.

    Baca Juga: Meski Stok Beras Aman Pemerintah Putuskan Impor Beras, Ini Alasannya

    “Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada level III, siaga. Dengan rekomendasi masyarakat, nelayan, pendaki gunung tidak mendekati gunung dengan radius lima kilometer,” urainya.

    Sebelumnya, gunung yang berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan ini mengalami erupsi pada Minggu (10/09/2023) pada pukul 12.36 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 1000 meter.

    Kolom abu gunung yang memiliki posisi geografis di Latitude -6.102°LU, Longitude 105.423°BT dan memiliki ketinggian 157 mdpl tersebut, teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah timur laut.

    Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi sekitar 3 menit 52 detik.

    Baca Juga: Rawan Kekeringan dan Kebakaran Hutan, Kabupaten Penajam Paser Utara Dinyatakan Darurat El Nino

    Erupsi ini bukan yang pertama kalinya. Selama bulan Juni 2023, Gunung Anak Krakatau telah erupsi sebanyak 6 kali dengan ketinggian kolom abu bervariasi.

    Pada Kamis (20/07/2023) pukul 08.52 WIB, erupsi terjadi kembali dan melontarkan abu vulkanik setinggi 2000 meter. Terekam di seismogram amplitudo maksimum kala itu 61 milimeter dan durasi lebih kurang 3 menit 2 detik.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Sabtu Pagi, Gunung Ili Lewotolok Dua Kali Meletus

    Sabtu Pagi, Gunung Ili Lewotolok Dua Kali Meletus

    7cloud.asia – Gunung Ili Lewotolok di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (11/11/2023) pagi meletus 2 kali. Letusan pertama terjadi pada 04.51 WITA dan kedua pada 05.32 WITA.

    Petugas Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok, Stanislaus Ara Kian mengatakan erupsi berupa semburan abu vulkanik mengarah ke barat laut.

    “Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan,” jelasnya.

    Baca: Lagi gunung ili lewotolok meletus 2 kali

    Melansir Antaranews, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekam erupsi pertama melontarkan abu vulkanik setinggi lebih kurang 350 meter di atas puncak Gunung Ili Lewotolok.

    Erupsi Gunung Ili Lewotolok itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 24,9 milimeter dan durasi 37 detik.

    Kemudian, letusan dengan tinggi kolom abu teramati lebih kurang 400 meter. Amplitudo maksimum erupsi tersebut sebesar 21,1 milimeter dengan durasi selama 119 detik.

    Baca: Gunung ililewotolok meletus

    Gunung Ili Lewotolok merupakan gunung api paling sering erupsi. Sejak 1 Januari sampai 11 November 2023, tercatat sebanyak 88 kali letusan.

    Gunung Ili Lewotolok adalah gunung berapi stratovolcano yang terletak di bagian utara Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

    Gunung api itu memiliki ketinggian 1.423 meter atau 4.669 kaki di atas permukaan laut.

    Puncak gunung memiliki kawah besar menyerupai kaldera berbentuk bulan sabit yang Metong Lamataro oleh penduduk setempat.

    Baca: Jalan-jalan ke kawah Ijen

    Adanya letusan ini, PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius dua kilometer dari pusat aktivitas vulkanik.

    Sementara bagi masyarakat yang berada di Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu meningkatkan kewaspadaan.

    Potensi ancaman bahaya dari guguran maupun longsoran lava dan awan panas mengarah ke bagian timur kawah Gunung Ili Lewotolok.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Sehari Tiga Kali Erupsi, Gunung Anak Krakatau dalam Status Siaga

    Sehari Tiga Kali Erupsi, Gunung Anak Krakatau dalam Status Siaga

    7cloud.asia – Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan kembali erupsi pada Minggu (26/11/2023) sekitar pukul 21.08 WIB.

    Karen aerupsi ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan status Gunung Anak Krakatu berada pada level III atau siaga.

    PVMBG merekam aktivitas erupsi gunung Anak Krakatau berupa tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 1.157 meter di atas permukaan laut.

     

    Baca: Gunung Anak Krakatau erupsi abu vulkanik setinggi 1000 meter

    Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran,  Lampung Selatan, Andi Suardi mengatakan kolom abu teramati berwarna kelabu kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat laut. 

    “Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 78 mm dan durasi 45 detik,” jelasnya seperti dikutip dari Antaranews.

    Sebelumnya PVMBG merekam 2 kali aktivitas erupsi pada Gunung Anak Krakatau.

    Erupsi pertama berupa lontaran abu vulkanik setinggi lebih kurang 450 meter dari atas puncak Gunung Anak Krakatau pada Minggu siang sekitar pukul 12.28 WIB.

    Baca: Gunung Dukono meletus warga diminta waspada

    Saat itu, tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 450 meter di atas puncak 607 meter di atas permukaan laut.

    Tinggi kolom letusan teramati sekitar 450 meter di atas puncak atau sekitar 607 meter di atas permukaan laut dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 32 detik.

    Sementara erupsi kedua tercatat terjadi pada pukul 19.48 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 400 meter di atas puncak.

    Dengan aktivitas tersebut, Andi mengimbau masyarakat dan nelayan untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau pada radius lima kilometer.

    Baca: Peneliti Jepang temukan mikroplastik di awan puncak gunung Fuji

    “Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada level III, siaga, dengan rekomendasi masyarakat, nelayan, pendaki gunung, tidak mendekati gunung dengan radius lima kilometer,” sambungnya.

    Sementara pemukiman terdekat dari Gunung Anak Krakatau berada pada Pulau Sebesi yang berjarak 16,5 kilometer.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Operasi Pencarian Korban Erupsi Gunung Marapi Resmi Dihentikan

    Operasi Pencarian Korban Erupsi Gunung Marapi Resmi Dihentikan

    7cloud.asia – Operasi pencarian korban erupsi Gunung Marapi, di Bukittinggi Sumatera Barat sejak Rabu (6/12/2023) malam resmi dihentikan. 

    Wakil Kepala Kepolisian Negara Repulblik Indonesia Daerah (Wakapolda) Sumatera Barat Brigjen Edi Mardiyanto mengungkapkan, dari total 75 pendaki yang terperangkap erupsi gunung Marapi,  tercatat ada 52 orang yang selamat.

    “Sedangkan 23 pendaki Gunung Marapi dinyatakan meninggal dunia. Mulai malam ini seluruh tim yang ikut dalam operasi pencarian akan kembali ke satuan masing-masing,” kata Edi dilansir Antara

    Baca: Korban meninggal akibat erupsi Gunung Marapi mencapai 23 orang

    Seluruh korban meninggal dunia tersebut, ujar Edi, telah dibawa ke Rumah Sakit Achmad Mchtar  (RSAM) Kota Bukittinggi guna pencocokan data (identifikasi) oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Sumbar.

    Lebih lanjut dia menduga ada pelanggaran terkait pendakian ke gunung Marapi  yang menewaskan 23 oang tersebut.

    “Ada dugaan pelanggaran, kenapa memberikan izin dan apa masalahnya, kami akan mendalami ini,” katanya.

    Baca: Seperti ini kondisi saat Gunung Marapi erupsi

    Atas dugaan tersebut, Edi Mardiyanto mengatakan, akan memeriksa seluruh pihak terkait, terutama yang menerbitkan izin kepada 75 orang pendaki.

    Ia juga akan menggali soal larangan-larangan yang telah diterbtkan pihak berwenang  terkait status level I (Waspada) gunung Marapi sejak 3 Agustus  2011.

    Berdasarkan data PVMBG Kementerian ESDM, gunung Marapi sudah berstatus level II atau waspada sejak 3 Agustus 2011.

    Baca: Gunung Anak Krakatau juga erupsi

    Oleh karena itu masyarakat sekitar dan pendaki tidak boleh berkegiatan di radius 3 kilometer dari kawah.

    Namun faktanya, sejumlah korban yang meninggal dunia ditemukan di sekitar kawah gunung itu.

    Dengan bertambahnya korban meninggal dunia, jumlah pendaki yang berhasil dievakuasi sebanyak 75 orang, meliputi 40 pendaki telah kembali ke rumah masing-masing dan 12 orang luka-luka dan 23 orang meninggal dunia.

    Sumber: Antaranews.com

  • Gunung Marapi Erupsi Kembali, Warga Dilarang Mendekat

    Gunung Marapi Erupsi Kembali, Warga Dilarang Mendekat

    7cloud.asia – Gunung Marapi yang berada di Sumatera Barat, Rabu (13/12/2023) pukul 05.52 WIB mengalami erupsi dan melontarkan abu vulkanik setinggi kurang lebih 500 meter di atas puncak gunung.

    Melansir Antaranews, petugas Pos Pengamatan Gunung Marapi, Ahmad Rifandi kolom abu tebal berwarna kelabu yang keluar dari Marapi mengarah ke timur.

    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan Gunung Marapi berada pada level II atau waspada.

    Dengan status ini, PVMBG melarang warga di sekitar Gunung Marapi maupun pengunjung untuk berada di area dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak gunung.

    Baca: Korban meninggal akibat letusan Gunung Marapi 23 orang

    Menurut pengamatan PVMBG, Gunung Marapi selama periode 12 Desember 2023 pukul 00.00 sampai 24.00 WIB mengalami 44 kali gempa hembusan, empat kali gempa letusan, empat kali gempa tektonik jauh, satu kali gempa vulkanik dalam, dan satu kali gempa tektonik lokal.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya gunung yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar, pada 3 Desember 2023 pukul 14.54 WIB lalu meletus.

    Ketinggian  kolom abu teramati sekitar 3000 meter di atas puncak (5891 m di atas permukaan laut). Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur.

    Letusan ini terekam di Seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 4 menit 41 detik.

    Baca: Operasi pencarian korban letusan Gunung Marapi dihentikan
    Letusan itu disertai dengan adanya aliran piroklasik ke arah utara dengan jarak luncur 3 km.

    Berdasarkan pengamatan instrumental PVMBG letusan ini tidak didahului oleh peningkatan gempa vulkanik yang signifikan.

    Akibat letusan besar ini, sebanyak 23 orang meninggal dunia dan 52 orang berhasil diselamatkan.

    “Saya ingin update informasi, dari 75 pendaki yang tercatat itu, 52 orang sudah berhasil diselamatkan, walaupun ada yang luka ringan, luka berat dan lain sebagainya. Dan, 23 itu dinyatakan meninggal dunia,” jelas Kapolda Sumatera Barat, Irjen Suharyono.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Aktivitas Meningkat, Status Gunung Lewotobi Laki-laki Naik Menjadi Awas

    Aktivitas Meningkat, Status Gunung Lewotobi Laki-laki Naik Menjadi Awas

    7cloud.asia – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Rabu pukul 07.34 WITA mengalami erupsi. status gunung naik menjadi level IV atau awas.

    Pada erupsi kali ini Gunung Lewotobi Laki-laki tampak melontarkan abu vulkanik setinggi kurang lebih 2.000 meter dari kawahnya.

    “Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut,” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki Herman Yosef S Mboro dalam laporannya.

    Menurut Herman, erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada Rabu pagi terekam di seismograf memiliki amplitudo maksimum 47 milimeter dan durasi sementara lebih kurang 16 menit 40 detik.

    Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status level IV atau awas yang mulai berlaku sejak 9 Januari 2024 pukul 23.00 WITA.

    Level IV merupakan status tertinggi gunung api yang mengindikasikan erupsi atau letusan dapat mengancam permukiman di sekitar gunung api tersebut.

    Sebelumnya status Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada level III atau siaga. Namun, status kini naik menjadi level IV seiring dengan adanya peningkatan aktivitas gunung.

    Baca: Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi

    “Tremor menerus cenderung mengalami peningkatan amplitudo yang menunjukkan terjadinya peningkatan energi erupsi,” jelas Kepala PVMBG Hendra Gunawan seperti yag dikutip Antaranews.

    Berdasarkan catatan PVMBG, sejak 1 hingga 9 Januari 2024, terjadi peningkatan tinggi kolom erupsi maksimum 1.500 meter dari pusat erupsi yang berada pada area sebelah barat laut-utara kawah Gunung Lewotobi Laki-laki.

    Selama kurun waktu sembilan hari tersebut, tercatat gempa letusan sebanyak 3 kali, gempa guguran 1 kali, gempa hembusan 90 kali, gempa frekuensi rendah 1 kali.

    Selain itu juga terjadi gempa vulkanik dangkal 45 kali, gempa vulkanik dalam 150 kali, gempa tektonik lokal 4 kali, gempa tektonik jauh 14 kali, dan gempa tremor menerus 5 kali.

    PVMBG juga mencatat tampak sinar api dan lontaran material pijar di bagian puncak serta aliran lava di bagian rekahan mengarah barat laut hingga utara dari puncak juga terlihat dari pos pengamatan.

    Baca: Ahli geologi imbau masyarakat patuh aturan di kawasan rawan bencana

    “Erupsi menerus Gunung Lewotobi Laki-laki menandakan aktivitas masih tinggi,” katanya.

    Dengan kenaikan status ini, ia meminta masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi dan perluasan sektor 5 kilometer pada arah barat laut hingga utara.

    Masyarakat juga harus mewaspadai banjir lahar dingin pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki di saat intensitas hujan tinggi.

    Selain itu, ia mengimbau masyarakat mengenakan masker untuk menghindari gangguan pernafasan akibat abu vulkanik.

    “Masyarakat yang terdampak hujan abu agar memakai masker untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan,” katanya.

    Baca: Gunung Marapi meletus

    Gunung Lewotobi yang memiliki ketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut tersebut adalah gunung berapi kembar yang terletak di bagian tenggara Pulau Flores.

    Gunung itu terdiri dari dua puncak, yaitu Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Lewotobi Perempuan.

    PVMBG memantau secara visual dan instrumental dari pos pengamatan yang berlokasi di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

    Sementara itu Tim SAR Gabungan Pos SAR Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki mengevakuasi 11 warga Desa Dulipali yang masih bertahan setelah kenaikan status gunung menjadi Level IV atau Awas.

    Baca: Gunung Anak Krakatau meletus hingga 8 kali

    “Kami evakuasi malam hari, ada orang tua dan usia rentan kurang lebih enam orang, lalu bapak-bapak ibu sekitar empat orang, anak satu orang,” ujar Koordinator Operasi Basarnas Gunung Lewotobi Laki-laki, Yudha Pradana Putra pada Rabu (10/01/2024) dini hari.

    Tim SAR Gabungan melakukan proses evakuasi setelah koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki.

    Pos pengamatan memberi rekomendasi agar desa tersebut harus dikosongkan karena menjadi desa paling terdampak erupsi magmatik pada Rabu dini hari.

    Secara umum, menurut Yudha warga desa itu telah melakukan evakuasi mandiri karena melihat dampak dari erupsi yang terjadi terus menerus. Namun, masih ada 11 warga yang memilih bertahan di sana.

    Yudha menyebut proses evakuasi 10 warga Desa Dulipali dapat berjalan dengan lancar, sedangkan satu warga rentan yang merupakan tuan tanah tidak bersedia meninggalkan rumah yang ia tempati.

    Baca: Gunung Dukono meletus

    Oleh karena itu, upaya untuk mengevakuasi orang tua lanjut usia (lansia) itu dilakukan sebanyak dua kali.

    Pada upaya kedua, Tim SAR Gabungan melakukan pendekatan humanis melalui seorang anggota yang juga warga lokal.

    Setelah upaya negosiasi berjalan 10 menit, pria lansia itu mau dibawa ke posko pengungsian di Kecamatan Wulanggitang.

    “Semua proses evakuasi dilakukan bersama seluruh Tim SAR Gabungan yakni Basarnas, PMI Sikka, Brimob Polda NTT, Polairud Polda NTT, dan potensi SAR lainnya,” terangnya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Tujuh Bandara Ditutup Sementara Akibat Erupsi Gunung Ruang

    Tujuh Bandara Ditutup Sementara Akibat Erupsi Gunung Ruang

    7cloud.asia – Menyusul erupsi Gunung Ruang, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia atau AirNav Indonesia menutup sementara tujuh bandara di sekitar wilayah Sulawesi.

    Penutupan sementara tujuh bandara di Sulawesi ini tertuang dalam Notice to Airmen (NOTAM) atau informasi penerbangan yang dirilis Selasa (30/4/2024)

    Langkah itu diambil sehubungan adanya erupsi Gunung Ruang pada Selasa (30/4/2024) pukul 01.30 WITA, sesuai dengan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

    Adapun tinggi letusan gunung Ruang teramati kurang lebih 2.000 meter dan menyebar ke arah utara.

    Baca Juga: Gunung Ruang Meletus, Status Naik Jadi Awas

    Erupsi Gunung Ruang di Kepulauan Sitaro ini juga mengakibatkan hujan abu vulkanik dan listrik padam.

    Dihimpun dari data sementara, terdapat total 50 penerbangan yang terdampak di tujuh bandara tersebut, yaitu 25 keberangkatan dan 25 kedatangan.

    “Adapun jumlah penumpang yang terdampak sekitar 3.842 pax,” kata Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu(1/5/2024).

    Adapun bandara-bandara yang terdampak sebagai berikut.

    Pertama, Bandara Gorontalo (WAMG) dengan nomor NOTAM: C0575/24 NOTAMN, ditutup sejak 30 April 13.17 WITA sampai dengan 1 Mei 2024 pukul 12.00 WITA.

    Baca Juga: Usai Letusan Gunung Ruang, Pulau Ruang Akan Dijadikan Kawasan Konservasi

    Kedua, Bandara Siau/Sitaro (WAMO) dengan nomor NOTAM: C0578/24 NOTAMN, ditutup sejak 30 April 10.49 WITA sampai dengan 1 Mei 2024 pukul 12.00 WITA.

    Ketiga, Bandara Bolaang Mongondow (WAMI) dengan nomor NOTAM: C0577/24 NOTAMN, ditutup sejak 30 April 10.48 WITA sampai dengan 1 Mei 2024 pukul 12.00 WITA.

    Keempat, Bandara Tahuna/Naha (WAMH) dengan nomor NOTAM: C0576/24 NOTAMN, ditutup sejak 30 April 10.42 WITA sampai dengan 1 Mei 2024 pukul 12.00 WITA.

    Kelima, Bandara Pohuwato (WAFZ) dengan nomor NOTAM: C0581/24 NOTAM, ditutup sejak 30 April 12.02 WITA sampai dengan 1 Mei 2024 pukul 12.00 WITA.

    Baca Juga: Setelah 22 Tahun Tertidur Gunung Ruang Kembali Aktif, 272 Kepala Keluarga Mengungsi

    Keenam, perpanjangan penutupan Bandara Sam Ratulangi Manado (WAMM) dengan nomor NOTAM: A1148/24 NOTAMR A1144/24, diperpanjang penutupannya sejak 30 April pukul 11.13 WITA sampai dengan 1 Mei 2024 pukul 12.00 WITA.

    Ketujuh, Bandara Pogogul (WAFY) dengan nomor NOTAM: C0587/24 NOTAM, ditutup sejak 30 April pukul 15.28 WITA sampai dengan 1 Mei 2024 pukul 18.00 WITA.

    “AirNav Indonesia akan terus memonitor dan bersinergi dengan seluruh stakeholder terkait untuk informasi ter-update dan dampak erupsi Gunung Ruang untuk keselamatan dan keamanan penerbangan,” ucap Hermana.

    Sumber:Antaranews.com

  • Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Tewaskan 8 Warga, ESDM Tetapkan Batas Zona Bahaya Sejauh 7 Kilometer

    7cloud.asia – Dinas Kominfo Kabupaten Flores Timur melaporkan bahwa delapan orang meninggal dunia akibat letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang.

    “Saat ini sesuai identifikasi ada delapan orang dilaporkan meninggal dunia akibat terkena material letusan gunung api,” kata Kadis Kominfo Flores Timur Hery Lamawuran saat dihubungi dari Kupang, Senin (4/11/2024) pagi.

    Hal ini disampaikannya berkaitan dengan perkembangan dampak erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur.

    Berdasarkan laporan dari Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) gunung Lewotobi Laki-Laki tersebut erupsi pada Senin dini hari pukul 02.48 waktu Indonesia tengah.

    Erupsi disertai semburan material namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 17 milimeter dan durasi kurang lebih tiga menit lima detik.

    Dia menanmbahkan bahwa selain menimbulkan korban jiwa yang meninggal dunia, erupsi tersebut juga mengakibatkan sejumlah rumah dan gedung sekolah ikut terbakar.

    “Tetapi saat ini kita belum terima data resmi berapa rumah atau gedung yang rusak akibat erupsi gunung berapi, tetapi ada satu sekolah yang dilaporkan terbakar,” ujar dia.

    Masyarakat diminta untuk tetap waspada dengan erupsi gunung api tersebut, mengingat saat ini statusnya telah naik dari Level III (awas) menjadi Level IV (siaga).

    Baca: Gunung Lewotobi Laki-Laki erupsi pada Januari 2024

    Sebelumnya PVMBG telah menaikkan status Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dari level III Siaga menjadi Level IV awas mulai Minggu (3/11/2024) pukul 24.00 WITA.

    Peningkatan status tersebut berdasarkan hasil evaluasi aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki periode 23 Oktober 3 November 2024 pukul 18.00 WITA, kata Kepala PVMBG P Hadi Wijaya dalam keterangan yang dilaporkan di Kupang, Senin.

    “Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas vulkanik pada Gunung Lewotobi Laki-laki yang cukup signifikan,” katanya.

    Untuk mencegah kembali jatuhnya korban, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan batas zona bahaya untuk aktivitas masyarakat berada pada radius tujuh kilometer dari puncak Gunung Lewotobi Laki-laki.

    “Kami rekomendasikan untuk tidak ada aktivitas apapun dalam radius tujuh kilometer dari pusat erupsi,” kata Kepala Badan Geologi M Wafid dalam keterangan di Jakarta.

    Badan Geologi menjabarkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Lewotobi dalam beberapa hari terakhir, hingga Jumat (1/11/2024) terjadi erupsi dengan tinggi kolom erupsi mencapai 1.500-2.000 meter di puncak.

    Pada periode ini juga terekam gempa getaran banjir yang terjadi di Desa Dulipali, Kecamatan Ille Bura, Flores Timur.

    Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Badan Geologi di Desa Pululera, Kecamatan Walanggitang mendapati adanya tumpukan material lava pada bagian timur laut yang pergerakannya sangat lambat.

    Baca: Status Gunung Lewotobi Laki-Laki naik menjadi awas

    Dari citra satelit Sentinel 2 juga terlihat material yang berpotensi menjadi lahar di area utara dan timur kawah Gunung Lewotobi Laki-laki.

    Bahkan terbaru hasil pengukuran petugas menggunakan drone tercatat jarak aliran lava berada di sekitar 4,3 kilometer dari pusat kawah gunung api itu.

    Pengaruh kemiringan lereng dan suhu lava yang masih tinggi memungkinkan lava dapat bergerak meskipun sangat perlahan.

    Di saat yang sama juga tercatat kenaikan gempa vulkanik dalam dan dangkal, yakni sebanyak 119 kali gempa vulkanik dalam, 19 gempa vulkanik dangkal dan 6 kali gempa tremor harmonik yang berlanjut sampai Sabtu (2/11/2024).

    Sebelumnya jumlah vulkanik dalam rata-rata 10-12 kali dalam sehari. Gempa frekuensi rendah masih terekam pada periode ini mengindikasikan adanya aliran magma menuju permukaan.

    Masyarakat yang berada di radius tujuh kilometer atau lebih dekat, juga patut mewaspadai potensi banjir lahar dingin pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Desa Dulipali, Padang Pasir dan Nobo.

    Sumber:Antaranews.com

  • Pasca Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Badan Geologi Ingatkan Potensi Banjir Lahar

    7cloud.asia – Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir lahar di sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, Nusa Tenggara Timur (NTT).

    “Masyarakat agar waspada terhadap potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, utamanya di daerah Dulipali, Padang Pasir, dan Nobo,” katanya dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Senin (4/11/2024).

    Wafid menegaskan tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki hingga kini telah dinaikkan dari level III (siaga) menjadi level IV (awas) terhitung mulai Senin (4/11/2024) pukul 24:00 WITA.

    Ia memaparkan berdasarkan pengamatan Badan Geologi pada Sabtu (2/11/2024), terekam getaran banjir yang memungkinkan terjadinya aliran lahar di daerah sekitar sungai di Dulipali.

    “Hal ini terjadi karena intensitas hujan yang tinggi sehingga material yang menumpuk di area puncak terbawa aliran menuju area yang lebih rendah,” ucapnya.

    Namun, menurut Penyelidik Bumi Madya dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Sofyan Primulyana, hingga Minggu (3/11/2024) belum terdapat informasi mengenai banjir lahar.

    Baca: Erusi Gunung Lewotobi Laki-laki mengakibatkan 10 orang tewas

    Banjir lahar, kurang lebih seminggu atau dua minggu yang lalu pernah terjadi, dan kalau ada hujan di bagian puncak, biasa terjadi banjir lahar ke arah utara.

    “Sedangkan di awal tahun juga pernah terjadi banjir lahar ke arah timur laut, namun untuk saat ini pascaerupsi tanggal 3 November 2024 belum terdengar informasi banjir lahar,” tuturnya.

    Badan Geologi juga mengimbau masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki agar memakai masker atau penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan.

    Sementara Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia Cabang Kupang melaporkan ada empat bandara di Pulau Flores NTT tidak beroperasi sementara akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

    “Ada empat bandara yang ditutup dengan adanya erupsi Gunung Lewotobi,” kata General Manager Airnav Cabang Kupang I Nyoman Oka Wiraman saat dihubungi di Kupang, Senin.

    Empat bandara yang ditutup sementara itu adalah Bandara H Hasan Aroeboesman di Kabupaten Ende, Soa Bajawa, Gewayantana Larantuka dan Bandara Frans Seda Maumere Kabupaten Sikka.

    Baca: Gunung Lewotobi Laki-laki beberapa kali erupsi

    Untuk Bandara Frans Seda Maumere menurut dia, sudah tidak beroperasi selama kurang lebih dua bulan lebih sebagai dampak dari erupsi gunung tersebut.

    Kemudian tiga bandara lainnya diputuskan tidak beroperasi sementara setelah adanya surat dari pihak maskapai yakni Wings Air yang membatalkan sejumlah penerbangan ke tiga lokasi tersebut.

    Ia mengatakan, pihak maskapai khawatir adanya debu vulkanik berdampak pada keselamatan penerbangan.

    Sementara Kepala Bandara Ende Patah Atabri dihubungi dari Kupang mengatakan pada dasarnya Bandara Ende tidak melakukan penutupan, namun maskapai yang membatalkan penerbangan ke Ende karena erupsi.

    Ia mengatakan, pihak maskapai melaporkan erupsi yang terjadi pada pukul 4.30 WITA pagi tadi mengakibatkan abu vulkanik beterbangan hingga abu tersebut menutup ruang pandang pilot.

    “Penerbangan yang dibatalkan mulai hari ini hingga beberapa hari ke depan hingga cuaca normal kembali,” ujar dia. (Sumber: Antaranews.com)

  • Gunung Ibu di Halmahera Barat Kembali Erupsi, Ribuan Warga Diungsikan

    Gunung Ibu di Halmahera Barat Kembali Erupsi, Ribuan Warga Diungsikan

    7cloud.asia – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat, Maluku Utara, pada Rabu (15/1/2025) malam mengevakuasi warga enam desa di Kecamatan Tabaru untuk mengantisipasi ancaman bahaya abu vulkanik yang disertai lava pijar akibat erupsi Gunung Ibu.

    “Warga enam desa di kabupaten itu harus dievakuasi setelah Gunung Ibu dinaikkan status dari Level III Siaga menjadi Level IV Awas,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Barat Irfan Idrus dilansir Antaranews.com.

    Belum ada laporan resmi berapa jumlah warga yang dievakuasi, namun diestimasikan ada lebih kurang 3.000 jiwa. Jumlah ini diketahui sebagaimana pengalaman penanganan tanggap darurat saat erupsi Gunung Ibu pada bulan Mei 2024.

    Para warga diungsikan ke gereja di Desa Tongute Sungi dan Desa Akesibu yang menurut BPBD Halmahera Barat merupakan kawasan aman.

    Dia mengatakan evakuasi warga ini bertujuan menghindari ancaman bahaya dari dampak erupsi Gunung Ibu, karena erupsi itu disertai lava pijar.

    Dia menjelaskan Rabu (15/1/2025) malam ini pihaknya bersama TNI dan Polri melakukan evakuasi warga enam desa di Kecamatan Tabaru, dimulai dari Desa Sangaji Nyeku dan selanjutnya warga di lima desa lain.

    “Lima desa itu yakni Desa Tuguis, Desa Togoreba Sungi, Desa Borona, Desa Soa Sangaji dan Desa Todoku,” ujarnya.

    Dia mengatakan enam desa itu dievakuasi lantaran masuk di kawasan rawan bencana, karena berada di kaki Gunung Ibu, sehingga perlu dievakuasi mereka ke lokasi yang lebih aman.

    “Lokasi pengungsian yang disiapkan Pemkab Halmahera Barat ada dua lokasi yakni di gereja Desa Tongute Sungi dan Desa Akesibu, sebab dua lokasi ini sangat aman serta akan ditempati kisaran 3.000 jiwa,” kata Irfan.

    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi menaikkan status Gunung Ibu dari Level III Siaga menjadi Level IV Awas pada Rabu (15/1/2025) pagi sekitar pukul 10 Waktu Indonesia Timur (WIT).

    Kenaikan status Gunung Ibu ini setelah erupsi setinggi 4.000 meter pada pukul 07.11 WIT.

    Masyarakat maupun wisatawan yang berada di sekitar Gunung Ibu diimbau tidak beraktivitas, mendaki maupun mendekati gunung itu di dalam radius lima kilometer dan sektoral enam kilometer dari arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif gunung api itu.

    Jika terjadi hujan abu, lanjutnya, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan masker dan kacamata agar terhindar dari paparan abu vulkanik.

    Masyarakat yang berada di luar radius lima kilometer dan berada di luar sektoral enam kilometer harus meningkatkan kewaspadaan dengan tetap mematuhi arahan dari pemerintah daerah.

    Masyarakat di sekitar Gunung Ibu diharapkan mewaspadai potensi lahar di sungai-sungai yang berhulu di bagian puncak gunung setinggi 1.325 meter dari permukaan laut itu, terutama bila terjadi hujan lebat di bagian puncak.

    Petugas Pos pengamatan Gunung Ibu di Desa Gam Ici, Halmahera Barat mencatat kejadian erupsi mencapai rata-rata 70 kejadian per hari.

    Pada periode Januari 2025, ketinggian kolom erupsi fluktuatif dan teramati gejala peningkatan tinggi kolom erupsi menjadi maksimal 4 kilometer dari atas puncak.

    Dalam rentang waktu tersebut dilaporkan sebanyak 748 kali gempa letusan, 70 kali gempa guguran, 1.643 gempa hembusan, 6.976 kali gempa vulkanik dangkal, 346 kali gempa vulkanik dalam, 60 kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo dominan 3 milimeter.

    Untuk itu, Badan Geologi tetap mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ibu maupun wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 5 kilometer dan perluasan sektoral berjarak 6 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu, karena berbahaya.