7cloud.asia – Kebakaran yang melanda sabana alun-alun Suryakencana Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) pada Senin (18/09/2023) diduga dilakukan secara sengaja.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Sapto Aji Prabowo mengatakan dugaan ini berdasarkan hasil penyelidikan dan analisis rekaman CCTV.
“Ada dugaan unsur kesengajaan (dibakar),” ujar Sapto melansir Kompas.com.
Dalam rekaman CCTV tersebut tampak seseorang berjalan menjauh dari lokasi kepulan asap.
“Dalam video ada sosok berbaju putih yang ada di lokasi awal titik api, baik sebelum asap muncul maupun setelah muncul asap,” ungkapnya.
Menurutnya, orang yang diduga membakar tersebut berjalan dari arah Gunung Putri menuju Gunung Gemuruh.
Tetapi hingga kini pihaknya kesulitan untuk mengidentifikasi identitas pelaku karena kamera perekaman dalam posisi zoom out full.
“Dengan digital zoom, (kualitas gambar) pecah sehingga penyidik kami kesulitan untuk mengidentifikasi orang tersebut,” kata Sapto.
Namun, lanjut Sapto, berdasarkan informasi dan keterangan dari para relawan di lokasi kejadian, pihaknya berhasil mendapatkan ciri-ciri pelaku.
“Menurut informasi yang menyampaikan ke kami, orangnya seperti kurang normal. Pas ditanyain diam, pas mau difoto reaksinya gitu, kayak nggak normal, seperti linglung,” ungkapnya.
Tetapi ciri-ciri yang lebih spesifik lagi, pihaknya kini masih mendalaminya. “Sejauh ini satu orang (pelaku), ya, sebagaimana yang tampak di gambar CCTV di lokasi kejadian,” katanya.
Seperti yang diwartakan sebelumnya, sabana alun-alun Suryakencana Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) terbakar pada Senin (19/6/2023) siang.
Berdasarkan hasil rekaman CCTV, kepulan asap mulai nampak pada pukul 12.39 WIB di dua titik sebelah barat.
Empat jam kemudian, tim gabungan yang berjumlah 100 pesonel berhasil memadamkan api sehingga tidak sampai meluas ke kawasan hutan.
Walaupun tak sempat meluas, kebaran ini menghanguskan lahan seluas 3 hektare sabana di Alun-alun Suryakencana.
Termasuk menghanguskan tanaman Edelweis seluas 2.500 meter persegi. Sisanya adalah rumput dan cantigi.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply