7cloud.asia – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyebut program lumbung pangan atau food estate yang digagas Presiden Joko Widodo sebagai kejahatan lingkungan.
Hasto Kristiyanto juga menyebut adanya penyalahgunaan pengembangan program lumbung pangan atau food estate ini.
“Kami memberikan suatu catatan yang sangat kuat terkait dengan upaya yang telah dilakukan oleh Presiden Jokowi untuk membangun food estate,” kata Hasto Kristiyanto di Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/8/2023).
Baca: Pupuk kandang lebih disarankan ketimbang pupuk kimia
Pernyataan Hasto Kristiyanto itu dilontarkan saat ia dimintai pendapat soal dugaan aliran dana kejahatan lingkungan (dari food estate) sebesar Rp1 triliun yang masuk ke partai politik untuk pembiayaan Pemilu 2024.
Hasto Kristiyanto mengingatkan bahwa politik seharusnya merawat kehidupan dan menjaga Bumi Pertiwi.
Namun, dalam konteks program lumbung pangan atau food estate, dia menyebut terjadi penyalahgunaan sehingga, misalnya, penebangan hutan hingga habis.
“Dalam praktik pada kebijakan itu ternyata disalahgunakan, kemudian hutan-hutan justru ditebang habis, dan food estate-nya tidak terbangun dengan baik. Itu merupakan bagian dari suatu kejahatan terhadap lingkungan,” ucap Hasto.
Baca: Food Estate Keerom difokuskan untuk tanam jagung
Pernyataan Hasto Kristiyanto ini berbeda dengan pidatonya di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Juli 2022 lalu.
Saat itu, Hasto Kristiyanto mendukung proyek Food Estate yang diserahkan kepada Menteri Pertahanan Prabowo Soebianto dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo ini.
Hasto saat itu mengajak pemerintah maupun masyarakat meningkatkan semangat dan optimisme dalam mewujudkan kedaulatan di bidang pangan dengan memberikan dukungan pada program food estate.
Baca: Perubahan iklim membuat kemarau semakin kering
“Untuk itu kita memberikan dukungan sepenuhnya terhadap upaya Presiden Joko Widodo membangun food estate di Kalteng,” ujarnya, sebagaimana dikutip Antaranews.com.
Lantas bagaimana Prabowo Subianto, merespons pernyataan Hasto Kristiyanto “Oh yang bener,” kata Prabowo selepas sebuah acara seminar di Jakarta, Selasa (15/8/2023).
Bakal calon presiden itu kemudian berlalu, tak lagi menanggapi pertanyaan para wartawan dan malah melayani sejumlah orang yang ingin berfoto bersamanya.
Baca: Sawit, antara ketahanan pangan dan anvaman bagi lingkungan
Program food estate digagas Presiden Joko Widodo sejak awal kepemimpinan pada periode kedua.
Presiden Jokowi menugaskan Kementerian Pertanian, yang dipimpin politikus Partai Nasdem, Syahrul Yasin Limpo, untuk memimpin program tersebut.
Presiden Jokowi juga menugasi Kementerian Pertahanan, di bawah kendali Prabowo Subianto, untuk membantu program ini.
Jokowi beralasan bahwa sektor pertahanan tak serta-merta hanya mengurus perihal alat utama sistem persenjataan (alutsista) saja.
Baca: Pestisida alami buatan brin dibuat dari mikroorganisma
“Namanya pertahanan itu bukan hanya urusan alutsista, tetapi juga ketahanan di bidang pangan menjadi salah satu bagian dari itu,” ujar Jokowi kepada wartawan di Istana Merdeka, Senin (13/7/2020), dikutip dari Kontan.
Mengacu Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2022 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2023, program food estate menjadi proyek prioritas strategis.
Sejumlah provinsi dijadikan sebagai sentra produksi pangan ini, yakni Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Selatan.
Dalam pelaksanaannya, masing-masing wilayah lumbung pangan mengembangkan komoditas yang berbeda-beda.
Baca: DPR usulkan insentif untuk daerah penghasil oksigen
Gagal panen
Kenyataannya, program lumbung pangan mengalami tantangan serius. Hal ini yang terjadi dalam proyek lumbung pangan di Kalimantan Tengah.
Perkebunan singkong seluas 600 hektare mangkrak dan 17.000 hektare sawah baru tak kunjung panen.
Penelusuran BBC News Indonesia bersama LSM Pantau Gambut menemukan proyek lumbung pangan di wilayah ini hanya memicu persoalan baru, bencana banjir kian meluas dan berkepanjangan, serta memaksa masyarakat Dayak mengubah kebiasaan mereka menanam.
Baca: Dampak El Nino mulai dirasakan petani dari Ciamis
Pejabat Kementerian Pertanian mengakui ada kekurangan dalam pelaksanaan program food estate. Tapi dia mengatakan lumbung pangan di Kalimantan Tengah tak sepenuhnya gagal.
Pejabat Kementerian Pertahanan mengeklaim mangkraknya kebun singkong disebabkan ketiadaan anggaran dan regulasi pembentukan Badan Cadangan Logistik Strategis.
Esti Utami, dari berbagai sumber









