7cloud.asia – Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Selatan telah menyerahkan sarana dan prasarana (sapras) untuk mengelola sampah bagi 576 rukun warga (RW) di wilayah itu.
Pengadaan sarana pengolahan sampah di Jakarta Selatan ini menghabiskan anggaran kurang lebih mencapai Rp4 miliar.
“Semua sarpras pengolahan sampah telah terdistribusi,” kata Kepala Suku Dinas LH Jakarta Selatan Mohamad Amin di Jakarta, Rabu (13/3/2024).
Menurut dia, total RW di Jakarta Selatan mencapai 579, sedangkan yang menerima hibah sararana pengolahan sampah sebanyak 576 RW karena ada RW yang di lingkungan apartemen dan mereka tidak mau menerima.
Baca: Pemkab Bantul bangun tiga pengolahan sampah terpadu
Ia menjelaskan, bantuan sarana pengolahan sampah yang diberikan terdiri dari sembilan item berupa gerobak, timbangan gantung, timbangan duduk, ember, tong komposter, tong sampah, karung, tong “dust bin.
Selain itu Sudin LH juga memberikan bantuan cairan untuk fermentasi sampah/kompos EM4, dengan total anggaran kurang lebih Rp4 miliar.
“Kami serahkan semua sarpras pengolahan sampah itu melalui Satuan Pelaksana LH kecamatan untuk selanjutnya diserahkan langsung kepada perwakilan RW di tiap kelurahan,” katanya.
Amin menjelaskan, bantuan tersebut bertujuan membantu pengelolaan sampah sejak dini mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) 77 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Lingkup Rukun Warga.
Baca: Pengolahan sampah berbayar diwacanakan di Kota Yogyakarta
“Pemilahan dan pengelolaan sampah sejak dini akan sangat membantu mengurangi sampah yang dibuang ke TPST Bantargebang yang sudah semakin penuh,” ujarnya.
Amin menambahkan bahwa, para Kasatpel juga sudah diinstruksikan untuk terus memonitor pengelolaan sampah dan mengerahkan anggota penyedia jasa lainnya perorangan (PJLP) dalam melakukan pengawasan sampah di setiap RW.
“Saya berharap warga secara sadar dan mandiri untuk membiasakan diri memilah, mengolah atau memanfaatkan sampah rumah tangga sendiri,” katanya.
Sebelumnya, data Sudin LH Jaksel menyebutkan bahwa produksi sampah rumah tangga di 10 kecamatan daerah itu per hari mencapai 1.559 ton.
Baca: Ketinggalan jaman, pengelolaan sampah dengan ditimbun saatnya ditinggalkan
Pengolahan sampah di Jakarta memang cukup pelik. Produksi sampah yang mencapai 7000 ton sehari tak bisa semuanya diolah di TPST.
Untuk itu warga Jakarta didorong untuk mulai mengelola sampah rumah tangganya sejak dari rumah.








