Tag: kebakaran lahan

  • Kebakaran Lahan di Hawaii Tewaskan 67 Orang, Disebut sebagai Terburuk dalam Sejarah

    Kebakaran Lahan di Hawaii Tewaskan 67 Orang, Disebut sebagai Terburuk dalam Sejarah

    7cloud.asia – Para pejabat negara bagian Hawaii, Amerika Serikat (AS), Jumat (11/8/2023) waktu setempat, masih berupaya mencari penyebab kebakaran lahan fatal di kawasan Lahaina di Pulau Maui hingga menewaskan setidaknya 67 orang.

    Kebakaran lahan yang merambat dengan cepat itu menghancurkan kota resor bersejarah di Hawaii, dan terjadi nyaris tanpa peringatan kepada para penduduknya.

    Dilansir VOA Indonesia, jumlah korban tewas akibat kebakaran lahan di Hawaii ini diperkirakan akan bertambah karena tim SAR dengan bantuan anjing pelacak menyisir puing-puing bangunan yang terbakar di kota itu.

    Baca: PBB Ingatkan 2023-2027 sebagai periode terpanas

    Api kebakaran lahan melalap 1,000 bangunan dan membuat ribuan warga kehilangan tempat tinggal. Para pejabat menyebut kebakaran lahan itu sebagai bencana alam paling parah dalam sejarah negara bagian Hawaii tersebut.

    “Seiring dengan berlanjutnya upaya pemadaman kebakaran, 12 tambahan korban tewas telah dikonfirmasi per hari ini, pukul 13.00 di tengah kebakaran aktif Lahana. Tambahan itu menambah jumlah korban tewas menjadi 67 orang,” kata pemerintah Maui County dalam pernyataannya.

    Gubernur Josh Green sudah memperingatkan bahwa jumlah korban tewas kemungkinan besar akan terus bertambah.

    Baca: Gelombang panas sangat parah di Eropa, dampak perubahan iklim?

    Peninjauan atas dampak kehancuran yang disebabkan oleh kebakaran lahan di pulau Hawaii, Maui, pada Kamis (10/8/2023) mengungkapkan bahwa sejumlah area telah musnah dan beberapa tempat bersejarah hangus dan tak bisa dikenali lagi. 

    Para korban yang selamat menceritakan kisah mengerikan tentang upaya penyelamatan diri dari kebakaran hutan itu. Mereka pergi hanya dengan membawa pakaian yang melekat di badan mereka.

    Pemantauan dari jembatan layang Lahaina yang bersejarah menunjukkan seluruh lingkungan yang sebelumnya semarak dengan warna dan kehidupan pulau kini berubah menjadi abu abu.

    Baca: Emisi gas rumah kaca catat rekor tertinggi

    Blok demi blok yang tampak hanyalah puing-puing dan fondasi yang menghitam, termasuk di sepanjang area Front Street yang terkenal, tempat turis berbelanja dan makan beberapa hari yang lalu.

    Kapal-kapal di pelabuhan hangus, dan asap membubung di atas kota, yang berasal dari tahun 1700-an dan merupakan komunitas terbesar di sisi barat pulau itu.

    “Lahaina, dengan beberapa pengecualian langka, telah terbakar habis,” kata Gubernur Hawaii Josh Green kepada kantor berita Associated Press. Lebih dari 1.000 bangunan telah hancur oleh api, yang masih berkobar hingga saat ini, katanya.

    Baca: Gelombang panas tewaskan lebih seratus orang di India

    Diperkirakan, kebakaran lahan ini akan menjadi bencana alam paling mematikan di negara bagian itu sejak tsunami tahun 1961 yang menewaskan 61 orang di Big Island.

    “Kami sangat sedih,” kata Green.

    Toko hadiah milik Tiffany Kidder Winn, Whaler’s Locker, yang merupakan salah satu toko tertua di kota itu, termasuk di antara banyak bisnis yang hancur.

    Ketika kerusakan ditinjau pada Kamis, ia menemukan barisan kendaraan yang terbakar, beberapa dengan tubuh hangus di dalamnya.

    Baca: Negara miskin paling terdampak perubahan iklim

    “Sepertinya mereka berusaha untuk keluar namun terjebak di kemacetan dan tidak bisa keluar dari Front Street,” ujar Winn.

    Winn menambahkan, dirinya juga menemukan mayat di dekat dinding laut.

    Sumber: VOA Indonesia.

  • Hati-Hati! Peningkatan Suhu Bumi Picu Kebakaran Lahan Makin Sering Terjadi

    Hati-Hati! Peningkatan Suhu Bumi Picu Kebakaran Lahan Makin Sering Terjadi

    7cloud.asia – Kebakaran lahan di Maui, negara bagian Hawaii AS yang menewaskan hampir 110 orang mengagetkan dunia.

    Kebakaran lahan merupakan hal yang jamak terjaid di Hawaii. Otoritas setempat melaporkan, setiap tahun 0.5 persen di wilayah itu dilanda kebakaran. 

    Namun, kebakaran lahan yang terjadi pada 8 Agustus lalu tidak bisa diatasi sehingga menghanguskan sebagian besar wilayah Maui termasuk kota bersejarah Lahaina, sehingga disebut sebagai kebakaran terbesar sepanjang sejarah AS.

    Kebakaran lahan makin sering terjadi di berbagai belahan dunia beberapa tahun belakangan. Meningkatnya suhu bumi disebut sebagai salah satu penyebabnya.

    Baca: Kebakaran di Hawaii tewaskan puluhan orang

    Dilansir DW, Global Forest Watch Fires (GFW Fires) menghitung lebih dari 4,5 juta kebakaran lahan dan hutan di seluruh dunia yang luasnya lebih dari satu kilometer persegi pada tahun 2019.

    Artinya, angka ini 400.000 lebih banyak daripada kebakaran lahan yang terjadi tahun 2018.

    Mengapa kebakaran lahan dan hutan makin meluas dan lebih sering terjadi? Alasannya memang kompleks.

    Namun para ahli kini menunjuk hubungan jelas antara meningkatnya risiko kebakaran hutan dan suhu lautan yang lebih hangat sebagai dampak dari perubahan iklim.

    Baca: PBB Ingatkan periode 2023-2027 bakal jadi tahun yang panas

    Gas rumah kaca yang dihasilkan manusia telah memicu peningkatan suhu rata-rata bumi sekitar satu derajat Celcius sejak abad ke-19.

    Permukaan laut menghangat sekitar 0,8 derajat Celcius. Semakin hangat samudra, semakin sedikit energi dan CO2 yang dapat diserap dan disimpan oleh air dari atmosfer.

    Konsekuensinya bisa sangat menghancurkan. Jika laut terus menghangat, itu akan memiliki dampak besar pada sistem klim, mulai dari suhu ekstrem, badai, kekeringan, hingga banjir dan musim hujan yang panjang.

    Hembusan angin kencang di atas kontinen yang sedang panas dan kering seperti yang terjadi di Australia pada 2019 bisa meningkatkan risiko kebakaran hutan secara drastis.

    Baca: SOS! Emisi karbon cetak rekor tertinggi 2022

    Bahkan di daerah yang dulunya beriklim sedang dan dingin risiko kebakaran hutan juga meningkat.

    Kebakaran sebenarnya adalah proses alami dalam regenerasi dan pembaruan ekosistem.

    Namun saat ini sekitar 96% kebakaran hutan, baik disengaja maupun tidak sengaja, disebabkan oleh manusia.

    Hanya 4% kebakaran yang terjadi secara alami; misalnya karena sambaran petir, seperti yang disebutkan dalam sebuah laporan WWF.

    Banyak hutan yang dibuka untuk lahan pertanian dengan cara menebang dan membakar pohon dan tanaman, khususnya di Indonesia dan di wilayah Amazon.

    Baca: Peingatan soal perubahan iklim sudah ada sejak 70 tahun silam

    Di Indonesia, lebih 27 juta hektar hutan telah dihancurkan sejak 1990 untuk industri kertas dan kelapa sawit.

    Deforestasi, perubahan iklim, dan risiko kebakaran hutan semuanya terkait secara langsung.

    Dan kobaran api pada gilirannya akan meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Menurut kelompok lingkungan Greenpeace, sekitar 8 miliar ton CO2 dilepaskan oleh api setiap tahunnya.

    Kebakaran hutan di Australia saat ini telah melepaskan setengah jumlah CO2 yang dihasilkan benua itu selama setahun. Dan asap kebakaran itu sekarang menyebar melintasi Samudra Pasifik sampai ke Argentina dan Chile.

    Sumber: DW Indonesia

  • Kebakaran Lahan di Yunani Meluas, Korban Tewas Mencapai 20 Orang

    Kebakaran Lahan di Yunani Meluas, Korban Tewas Mencapai 20 Orang

    7cloud.asia – Kebakaran lahan di Yunani dilaporkan telah merembet ke wilayah perbatasan dengan Turki.

    Setidaknya 20 orang tewas akibat kebakaran lahan yang terjadi sejak sejak Juli lalu di sejumlah wilayah di Yunani.

    Kebakaran lahan di Yunani ini dipicu udara panas dengan suhu udara mencapai 45C, dan sejumlah wilayah antara lain pulau Rhodes telah dimasukkan ke dalam keadaan darurat

    Kebakaran lahan di Yunani masih terus berkobar tak terkendali di kaki bukit dekat Athena dan wilayah Evros dekat perbatasan dengan Turki.

    Baca: Gelombang panas di Eropa mengganas, dampak perubahan iklim?

    Delapan belas korban tewas diperkirakan adalah pengungsi dan migran yang baru-baru ini melintasi perbatasan, bersembunyi di hutan di utara kota Alexandroupolis. 

    Jenazah mereka ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di sebuah pondok di lokasi kebakaran lahan tersebut.

    Pemerintah Yunani telah menyatakan duka mendalamnya atas kematian di hutan Dadia dekat perbatasan Turki.

    Petugas pemadam kebakaran juga berusaha menghentikan penyebaran api dari lereng Gunung Parnitha arah barat laut Athena.

    Baca: PBB ingatkan periode 2023-2027 bakal jadi periode yang panas

    Upaya pemadaman kebakaran lahan ini terhambat oleh angin kencang yang memicu api dan panas yang membakar hingga 40C (104F).

    Dikutip BBC, para korban ditemukan pada Selasa (22/8/2023) oleh petugas pemadam kebakaran di dekat sebuah gubuk di luar desa Avantas, di sebelah utara Alexandroupolis.

    Dilansir BBC, foto udara menunjukkan kebakaran lahan di Yunani yang terjadi sejak akhir Juli lalu terus meluas.

    Puluhan ribu orang telah menyelamatkan diri dari kobaran api yang mengamuk di Pulau Rhodes. Ini merupakan evakuasi kebakaran terbesar yang pernah terjadi di Yunani.

    Baca: Gelombang panas di India tewaskan hampir 100 orang

    Sekitar 16.000 orang telah dievakuasi melalui darat dan 3.000 lainnya dievakuasi melalui laut, kata polisi. Yang lainnya harus pergi melalui jalan darat atau menggunakan kendaraan mereka sendiri.

    Mereka termasuk ribuan wisatawan yang harus mencari tempat perlindungan sementara seperti stadion olahraga sebelum mendapatkan pesawat darurat yang ditugaskan untuk evakuasi.

    Musim panas ekstrem di Yunani telah meningkatkan risiko kebakaran hutan di seluruh negeri. 

    Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mengatakan negaranya sedang “berperang” melawan kebakaran hutan dan memperingatkan bahwa negaranya akan menghadapi masa sulit sebelum suhu diperkirakan turun.

    Baca: Perubahan iklim picu kebakaran lahan makin sering terjadi

     

    Citra satelit menunjukkan asap dari kebakaran di dekat Kassiopi di Corfu
    Situasi di Yunani adalah akibat dari gelombang panas yang melanda Eropa bagian selatan dan Afrika bagian utara.

    Gelombang panas ini turut menciptakan kondisi kering dan juga menyebabkan kebakaran terjadi di Sisilia, Kroasia, Aljazair, dan Tunisia.

    Peta itu menunjukkan risiko kebakaran di Eropa Selatan dan Afrika Utara. Situasi ini “hampir tidak mungkin terjadi” tanpa perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia, kata para ilmuwan .

    Mereka menambahkan bahwa hal itu telah membuat gelombang panas di Eropa belakangan ini menjadi 2,5 derajat Celcius lebih panas dibanding sebelumnya.

    Baca: Kebakaran lahan di Hawaii tewaskan puluhan orang

  • Kebakaran Hutan di Lereng Bromo Menghanguskan 274 Hektare

    Kebakaran Hutan di Lereng Bromo Menghanguskan 274 Hektare

    uangkota.com – Kebakaran yang terjadi membakar hutan dan lahan (karhutla) kawasan Gunung Bromo terlihat di Pos Jemplang, Malang, Jawa Timur.

    Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, hingga Sabtu (9/9/2023),  luas kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sejak 30 Agustus itu sekitar 274 hektar dan diduga sumber api akibat suar yang dinyalakan pengunjung.

    Sebelumnya, pihak berwenang telah merilis imbauan kepada semua pihak untuk berhati-hati dan tidak membuat api di sekitar kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)

    Imbauan ini dirilis Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS Septi Eka Wardhani di Kota Malang, Jawa Timur, menyusul kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sejak Jumat (18/8/2023) lalu.

    Septi mengingatkan kondisi sangat kering akibat musim kemarau di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) rentan memicu kebakaran.

    Baca: Pemanasan suhu bumi picu kebakaran kian sering terjadi

    Kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terjadi di sejumlah titik dan menghanguskan vegetasi alang-alang, semak, serasah dan sebagian pohon cemara gunung.

    Sebagian savana di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) juga dilaporkan mengering akibat frost (keadaan dingin) beberapa waktu lalu. 

    Puluhan petugas dikerahkan untuk memadakan kebakaran lahan ini. Tim gabungan tersebut terdiri dari petugas TNBTS, dibantu Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Ranupani, Desa Ngadas, dan Desa Argosari, serta TNI/Polri dan sejumlah unsur terkait.

    Baca: PBB ingatkan periode 2023-2027 bakal jadi periode yang panas

    Berdasarkan pemantauan Sistem Pengawasan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi), pada 18 Agustus 2023 tampak beberapa titik api di kawasan TNBTS di blok Oro-Oro Ombo di bawah puncak Gunung Semeru.

    Septi menjelaskan area yang terbakar tersebut masuk dalam Resor Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Wilayah Ranupani Lumajang. Vegetasi yang terbakar berupa alang-alang, semak, serasah dan sebagian pohon cemara gunung.

    Petugas TNBTS melakukan pemantauan dan pengecekan langsung di lapangan dan ditemukan kebakaran di areal tersebut.

    Baca: Emisi gas rumah kaca cetak rekor tertinggi pada 2022

    Selain itu petugas juga telah membuat aliran api dan diklaim berhasil melokalisir api pada Sabtu, 19 Agustus 2023.

    “Itu dilakukan untuk mencegah api merambat ke Panggonan Cilik Ranu Kumbolo. Saat ini petugas gabungan masih berada di lokasi untuk pendinginan pemadaman sekitar Jambangan dan Keling,” ujarnya.

    Tim kedua dikirimkan pada Minggu, 20 Agustus 2023 untuk memperkuat tim sebelumnya.

    Baca: Fenomena El Nino dan dampaknya bagi lingkungan

    Penyebab kebakaran tersebut hingga kini masih belum diketahui dan masih dalam proses identifikasi.

    “Penyebab kebakaran dan luas area masih dalam proses identifikasi,” ucap Septi seperti dikutip Antaranews.com.

    Akibat kebakaran ini, hingga kini pendakian Gunung Semeru masih ditutup. Setelah dilakukan cek jalur trekking ditemukan sejumlah spot yang berpotensi jadi kendala bagi pendaki.

  • Kebakaran Lahan di Gunung Arjuno Berhasil Dipadamkan, Lebih dari 900 Hektare Lahan Hangus Terbakar

    Kebakaran Lahan di Gunung Arjuno Berhasil Dipadamkan, Lebih dari 900 Hektare Lahan Hangus Terbakar

    7cloud.asia – Kebakaran lahan di Gunung Arjuno, Jawa Timur yang berlangsung sejak 1 September 2023 akhirnya berhasil dipadamkan. Dipantau pada Rabu (13/9/2023) sudah tidak terlihat lagi titik api. 

    Kebakaran lahan yang terjadi selama hampir dua pekan itu menghanguskan hutan dan lahan seluas 916,33 hektare.

    Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Agung Sedayu di Kota Batu, menjelaskan berdasarkan pantauan visual maupun dari aplikasi Sipongi kebakaran lahan benar-benar berhasil dikuasai.

    Meski demikian, pihaknya tetap melakukan monitoring dan evaluasi kondisi terkini terkait kebakaran lahan ini.

    “Kami terus melakukan pemantauan, monitoring, dan evaluasi situasi terkini perkembangan kebakaran hutan Gunung Arjuno,” kata Agung seperti dikutip Antaranews.

    Baca: Kebakaran lahan di Gunung Ciremai hanguskan 150 hektare lahan

    Kebakaran lahan tersebut mengakibatkan matinya flora dan fauna yang ada di dalam kawasan. Area yang terbakar semakin meluas setiap hari, hingga total luas lahan yang hangus 916,33 hektare.

    “Luas area yang terbakar di Gunung Arjuno dan masuk di wilayah Kota Batu kurang lebih seluas 916,33 hektare,” ungkapnya.

    Dalam menangani kebakaran lahan ini, BPBD bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait sudah mengirimkan relawan.

    Tim gabungan yang diberangkatkan dari jalur pendakian Brakseng, Kecamatan Bumiaji untuk melakukan pemadaman api.

    “Upaya pemadaman darat sudah dilakukan kurang lebih pada 27 titik koordinat atau titik api Gunung Arjuno Wilayah Kota Batu,” katanya.

    Baca: Kebakaran lahan di Yunani tewaskan puluhan orang

    Tim gabungan yang terlibat dalam operasi pemadaman api tersebut adalah personel dari BPBD Kota Batu, Tahura Raden Soerjo, Dinas Kesehatan Kota Batu, TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Batu, Perhutani, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan Tagana.

    Operasi pemadaman api dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pada Sabtu (02/09/2023). 

    Operasi pemadaman yang dilakukan adalah dengan teknik water bombing atau penyiraman dari udara oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

    Operasi pemadaman juga melibatkan Agen Bencana Provinsi Jawa Timur, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batu, Linmas, Brigade Penoling 13.38 Kota Batu, sejumlah organisasi relawan dan masyarakat setempat.

    Pemerintah Kota Batu juga telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan Gunung Arjuno di Wilayah Kota Batu Nomor 188.45/269/KEP/422.012/2023 oleh Pj Wali Kota Kota Batu Aries Agung Paewai.

    Baca: PBB ingatkan periode 2023-2027 jadi masa yang panas

    Kebakaran lahan di kawasan Gunung Arjuno, pertama kali terjadi di kawasan Bukit Budug Asu, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang pada 26 Agustus 2023.

    Kebakaran lahan tersebut meluas hingga ke berbagai wilayah seperti Kabupaten Pasuruan, Mojokerto dan Kota Batu.

    (Nurakhmayani)

  • Kebakaran Lahan Akibatkan Kualitas Udara Kotawaringin Timur Bahaya, Masyarakat Diimbau Kenakan Masker

    Kebakaran Lahan Akibatkan Kualitas Udara Kotawaringin Timur Bahaya, Masyarakat Diimbau Kenakan Masker

     

    7cloud.asia – Kebakaran lahan di wilayah Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah telah membuat kualitas udara berstatus bahaya. Masyarakat diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

    Imbauan ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah  Multazam.

    “Sejak pukul 05.00 wib (Minggu, 01/10/2023) tadi status ini menghitam (berbahaya),” ujar Multazam menjelaskan kualitas udara di Kotawaringin seperti yang dikutip Antaranews.

    Aplikasi pemantau pencemaran udara ISPUNET milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kotawaringin Timur menunjukkan kualitas udara Berbahaya.

    Baca: Ombudsman sebut butuh langkah komprehensif untuk atasi polusi udara di Indonesia

    Angka pencemaran PM 2.5 mencapai 309. Status diberi penanda warna hitam. Artinya tingkat kualitas yang dapat merugikan kesehatan serius pada populasi dan perlu penanganan cepat.

    Pada hari Minggu kemarin, kualitas udara terpantau terus memburuk. Pukul 09.00 WIB, angka pencemaran PM 2.5 menunjukkan angka menjadi 313 dan pada pukul 10.00 WIB meningkat menjadi 317.

    Asap pekat juga terlihat pada Sabtu malam hingga Minggu pagi sehingga cukup mengganggu jarak pandang.

    Sebagian warga terlihat menggunakan masker untuk mencegah terhirup asap bercampur debu kebakaran lahan.

    Baca: Lima gas pencemar yang bikin kualitas udara berbahaya

    Kualitas udara semakin memburuk ini dipicu oleh kebakaran lahan yang kembali marak terjadi.

    Tidak hanya di Kota Sampit, kebakaran lahan juga marak di wilayah selatan yang memang mengalami tingkat kekeringan lebih tinggi.

    Berdasarkan data BPBD, jumlah hot spot pada dua bulan terakhir meningkat tajam.

    Titik panas pada Agustus sebanyak 1.345 titik dan September sebanyak 1.994 titik. Jumlah ini naik berkali-kali lipat dibanding biasanya yang hanya berkisar maksimal 100 titik.

    Baca: Kebakaran lahan dampak El Nino yang harus dibayar mahal

    Sebaran hot spot terbanyak terkonsentrasi di wilayah selatan yaitu Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Teluk Sampit.

    Selama September, hot spot di Mentaya Hilir Selatan tercatat 683 titik dan Teluk Sampit 424 titik.

    Berbagai upaya pemadaman kebakaran terus dilakukan oleh tim gabungan bersama relawan dari berbagai kelompok.

    Termasuk pemadaman melalui udara dengan water bombing atau pengeboman air menggunakan helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

    Baca: Kebakaran lahan hanguskan ratusan hektare hijauan di Gunung Arjuno

    Pemerintah setempat memberlakukan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bahkan status itu sudah satu kali diperpanjang selama tujuh hari.

    “Senin (hari ini) akan dilakukan rapat evaluasi kembali terkait kondisi saat ini untuk penetapan status dengan melibatkan semua pihak terkait,” jelas Multazam.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Titik Panas di Sumatera Bertambah Picu Kabut Asap di Singapura

    Titik Panas di Sumatera Bertambah Picu Kabut Asap di Singapura

    7cloud.asia – Kualitas udara Singapura turun ke kisaran tidak sehat sejak Sabtu (7/10/2023), diduga dipicu oleh meningkatnya kebakaran lahan di Indonesia yang membawa kabut asap ke negara kota tersebut.

    Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura mengatakan kabut asap yang mengakibatkan buruknya kualitas udara ini tak lepas dari kebakaran lahan di Sumatera.

    Disebutkan, ada 212 titik panas terdeteksi di Sumatra pada Jumat (6/10/2023), naik dari 65 pada Kamis (5/10/2023) dan 15 pada hari sebelumnya.

    Pergeseran arah angin pada Jumat (6/10/2023) petang meniupkan sebagian kabut asap tipis ke arah Singapura, sehingga memperburuk kualitas udara di negara kepulauan tersebut, katanya.

    Baca: Pemerintah lakukan modifikasi cuaca di daerah rawan kebakaran lahan

    Pada pukul 14.00 waktu setempat, Indeks Standar Pencemaran 24 jam di bagian timur dan tengah Singapura berada di atas 100, Buruknya kualitas udara ini, masyarakat disarankan untuk mengurangi aktivitas berat di luar ruangan dalam waktu lama.

    Kabut asap lintas batas merupakan masalah menahun di Asia Tenggara karena adanya celah peraturan yang menyulitkan pihak berwenang untuk menghilangkan praktik pembukaan lahan dengan cara tebang dan bakar di Indonesia.

     

    Perkebunan kelapa sawit dan bubuk kertas sering kali membuka lahan di Tanah Air dengan cara tradisional, yaitu membakar lahan.

    Menurut catatan publik, perusahaan-perusahaan itu dimiliki oleh perusahaan dalam dan luar negeri atau perusahaan yang terdaftar di luar negeri

    Baca: Siti Nurbaya bantah RI ekspor kabut asap ke Malaysia

    Pemerintah sering kali memadamkan kebakaran hutan dengan air yang disemprotkan dari helikopter dan menyebabkan hujan melalui penyemaian awan, kata Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya pada Jumat (6/10).

    Ia menepis kabut asap domestik melintasi perbatasan antarnegara. Malaysia Tuding Indonesia Sebagai Penyebab Kabut Asap dan Polusi Udara.

    Pada awal minggu ini Kuala Lumpur mendesak Jakarta untuk mengambil tindakan terhadap kebakaran di wilayah Indonesia karena kualitas udara di Malaysia mencapai tingkat yang tidak sehat.

    Pada 2015 dan 2019, kebakaran serupa menghanguskan jutaan hektar lahan di Indonesia dan menyebabkan kabut asap menyebar ke beberapa negara Asia Tenggara.

    Baca: Ratusan ribu hektare lahan terbakar imbas El Nino

    Kebakaran lahan ini menghasilkan emisi yang mencapai rekor tertinggi, menurut para ilmuwan.

    Kondisi kabut asap paling parah yang tercatat di Singapura terjadi pada bulan September 2015, ketika indeks 24 jam melampaui angka 300 hingga mencapai tingkat berbahaya.

    Akibat kabut asap ini, negara kota tersebut memutuskan untuk menutup sekolah-sekolah.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Cegah Kebakaran Lahan, BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di 4 Provinsi

    Cegah Kebakaran Lahan, BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di 4 Provinsi

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar operasi modifikasi cuaca secara serentak di lima provinsi untuk mengatasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan di Jakarta, Rabu (19/6/2024) mengatakan bahwa operasi modifikasi cuaca berlaku aktif mulai pada 14 Juni – 15 Juli 2024.

    Ia menyebutkan, pembasahan lahan gambut dan lahan mineral menjadi fokus utama dalam operasi modifikasi cuaca tersebut.

    Modifikasi cuaca ini sebagai langkah antisipasi/ mitigasi potensi bencana kebakaran lahan menjelang musim kemarau. Dari pemantauan BMKG, ada sejumlah titik panas di sejumlah kawasan di Indonesia.

    Baca: Sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi hujan

    Adapun modifikasi cuaca dilakukan di Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

    Sementara jadwal pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di Riau (dilaksanakan pada 14 Juni-3 Juli 2024), dan Jambi (20 Juni-1 Juli 2024).

    Selanjutnya untuk Sumatera Selatan (3 Juli-12 Juli 2024), Kalimantan Barat (25 Juni-5 Juli 2024), dan Kalimantan Tengah ( 5 Juli-15 Juli 2024).

    Berdasarkan laporan analisa tim meteorologi BMKG sebelumnya telah memprakirakan musim kemarau akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia dasarian II Juni – September 2024.

    Baca: Sejumlah wilayah di Indonesia bersiap hadapi La Nina

    “Termasuk provinsi yang menjadi target rawan terjadi karhutla. Jangan sampai lahan gambut di sana kering dan terbakar,” ujarnya.

    Oleh karena modifikasi cuaca dilakukan untuk mengurangi risiko dampak yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat itu.

    Secara teknis Pelaksana tugas (Plt.) Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menjelaskan, hingga Rabu operasi modifikasi cuaca di Riau sudah melakukan lima sorti penyemaian awan.

    Adapun total jam terbang 11 jam 35 menit menggunakan bahan semai zat NaCI (garam) sebanyak empat ton.

    Baca: Sejumlah titik panas terpantau di Riau

    Menurut dia, operasi modifikasi cuaca tersebut penting sehingga lahan-lahan gambut yang mulai kering bisa menjadi basah sebelum wilayah-wilayah tersebut memasuki puncak musim kemarau yang akan lebih kering.

    Terlebih berdasarkan sistem pantauan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) secara kumulatif dalam dua hari terakhir sudah mulai terdeteksi titik panas sebanyak 2-3 titik per hari.

    “Demikian seterusnya, operasi ini diharapkan bisa menekan potensi lonjakan hotspot dan potensi luasan area gambut yang terbakar jangan sampai berdampak pada masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

    Sumber:Antaranews.com

  • Warga Kepulauan Bangka Belitung Diminta Tidak Sembarangan Membakar Sampah untuk Cegah Kebakaran Lahan

    Warga Kepulauan Bangka Belitung Diminta Tidak Sembarangan Membakar Sampah untuk Cegah Kebakaran Lahan

    7cloud.asia – Penjabat (Pj) Bupati Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), M Haris meminta masyarakat di daerah itu tidak membakar sampah sembarangan karena dapat menyebabkan kebakaran lahan.

    Hal itu dikatakan di Sungailiat, menanggapi terjadinya kebakaran lahan seluas lebih dari dua hektare pada Minggu (1/9/2024) di Dusun Tutut Pemali Bangka akibat membakar sampah sembarangan.

    “Kondisi cuaca yang cukup panas seperti sekarang, masyarakat harus benar-benar memperhatikan lingkungan lahan yang rawan kebakaran, jangan membakar sampah, bahkan jangan membuang puntung rokok sembarangan,” kata dia.

    Ia mengatakan sampah yang berhasil dikumpulkan sementara ditunda untuk dibakar atau lebih baik dipilah sampah organik atau sampah non-organik.

    Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk organik, sedangkan sampah non-organik dapat didaur ulang.

    Baca Juga: Kebakaran Hutan Meningkat Akibat Perubahan Iklim, Ini Dampaknya pada Lingkungan

    Dia minta perangkat desa mengingatkan masyarakat supaya tidak sembarangan membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar.

    Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Bangka Ahmad Fauzi mengatakan pihaknya memaksimalkan peran relawan kebakaran di setiap desa guna mempercepat bantuan penanganan kebakaran dan memudahkan komunikasi.

    “Setiap desa kami maksimalkan peran relawan dan perangkat desa supaya jika terjadi kebakaran segera mendapat pertolongan sebelum kami datang ke lokasi kejadian, karena jika mengandalkan dari pihak Damkar terbatas dengan jumlah petugas dan jarak yang jauh,” katanya.

    Relawan kebakaran direkrut dengan suka rela dari masyarakat di setiap desa karena masyarakat desa yang lebih mengenal daerah masing-masing.

    Tercatat hingga sekarang luas jumlah kebakaran hutan dan lahan mencapai lebih 16 kejadian dengan luas lebih kurang 15 hektare.

    Baca Juga: Cegah Kebakaran Lahan, BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di 4 Provinsi

    Kasus kebakaran itu terjadi di wilayah Kecamatan Sungailiat, Belinyu, Riau Silip, dan kecamatan yang lain.

    Kepulauan Bangka Belitung termasuk rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau ini.

    Tercatat, beberapa kali kejadian kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.

    Kebakaran lahan kosong sering kali disebabkan oleh faktor manusia, misalnya pembukaan lahan dengan cara membakar dan membuang puntung rokok secara sembarangan, dan faktor alam saat cuaca sangat panas, kering dan hembusan angin kencang.

    Sumber:Antaranews.com

  • Kebakaran Lahan di Rokan Hilir: Setidaknya 25 Hektare Kebun Sawit Hangus Terbakar

    Kebakaran Lahan di Rokan Hilir: Setidaknya 25 Hektare Kebun Sawit Hangus Terbakar

    7cloud.asia – Sedikitnya 25 Hektare (Ha) lahan terbakar di Simpang Lasa, Kepulauan Sungai Segajah, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau.

    Kepala Kepolisian Sektor Kubu Iptu Kodam F Sidabutar menyebut, lahan yang terbakar berupa kebun sawit kurang terawat dan lahan kosong semak belukar.

    Saat dikonfirmasi, Selasa (24/9/2024), Sidabutar menyebutkan lahan tersebut milik delapan orang warga setempat. Lokasi kebakaran itu berjarak sekitar 15 kilometer dari Polsek Kubu, dengan waktu tempuh kurang lebih 45 menit.

    “Saat ini api sudah padam, namun masih mengeluarkan asap. Kami masih melakukan upaya pendinginan,” sebutnya.

    Dikatakannya sebanyak 62 personel gabungan beserta masyarakat setempat dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan tersebut.

    Polsek Kubu juga masih melakukan penyelidikan terkait kemungkinan kesengajaan dalam kebakaran lahan ini.

    Sebagai informasi pada Senin (23/9/2024) ada lima titik panas di Provinsi Riau berdasarkan pantauan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru.

    Dari lima titik panas tersebut memang semuanya berada di Kabupaten Rokan Hilir.

    Sementara di Pulau Sumatera terpantau ada 74 titik panas dan yang terbanyak berada di Sumatera Selatan (43 titik). Lainnya ada di Lampung (13), Bengkulu (7), Bangka Belitung (4), dan masing-masing 1 di Sumatera Barat dan Jambi.

    Namun begitu jumlah titik panas yang sama masih terpantau BMKG Stasiun Pekanbaru pada pembaruan data Selasa (24/9/2024) pagi.

    Begitu juga dengan jumlah titik panas di Riau masih terpantau di Rokan Hilir yakni sebanyak lima titik panas.

    Sumber: Antaranews.com