7cloud.asia – Kebakaran lahan di Gunung Arjuno, Jawa Timur yang berlangsung sejak 1 September 2023 akhirnya berhasil dipadamkan. Dipantau pada Rabu (13/9/2023) sudah tidak terlihat lagi titik api.
Kebakaran lahan yang terjadi selama hampir dua pekan itu menghanguskan hutan dan lahan seluas 916,33 hektare.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Agung Sedayu di Kota Batu, menjelaskan berdasarkan pantauan visual maupun dari aplikasi Sipongi kebakaran lahan benar-benar berhasil dikuasai.
Meski demikian, pihaknya tetap melakukan monitoring dan evaluasi kondisi terkini terkait kebakaran lahan ini.
“Kami terus melakukan pemantauan, monitoring, dan evaluasi situasi terkini perkembangan kebakaran hutan Gunung Arjuno,” kata Agung seperti dikutip Antaranews.
Baca: Kebakaran lahan di Gunung Ciremai hanguskan 150 hektare lahan
Kebakaran lahan tersebut mengakibatkan matinya flora dan fauna yang ada di dalam kawasan. Area yang terbakar semakin meluas setiap hari, hingga total luas lahan yang hangus 916,33 hektare.
“Luas area yang terbakar di Gunung Arjuno dan masuk di wilayah Kota Batu kurang lebih seluas 916,33 hektare,” ungkapnya.
Dalam menangani kebakaran lahan ini, BPBD bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait sudah mengirimkan relawan.
Tim gabungan yang diberangkatkan dari jalur pendakian Brakseng, Kecamatan Bumiaji untuk melakukan pemadaman api.
“Upaya pemadaman darat sudah dilakukan kurang lebih pada 27 titik koordinat atau titik api Gunung Arjuno Wilayah Kota Batu,” katanya.
Baca: Kebakaran lahan di Yunani tewaskan puluhan orang
Tim gabungan yang terlibat dalam operasi pemadaman api tersebut adalah personel dari BPBD Kota Batu, Tahura Raden Soerjo, Dinas Kesehatan Kota Batu, TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Batu, Perhutani, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan Tagana.
Operasi pemadaman api dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pada Sabtu (02/09/2023).
Operasi pemadaman yang dilakukan adalah dengan teknik water bombing atau penyiraman dari udara oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Operasi pemadaman juga melibatkan Agen Bencana Provinsi Jawa Timur, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batu, Linmas, Brigade Penoling 13.38 Kota Batu, sejumlah organisasi relawan dan masyarakat setempat.
Pemerintah Kota Batu juga telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan Gunung Arjuno di Wilayah Kota Batu Nomor 188.45/269/KEP/422.012/2023 oleh Pj Wali Kota Kota Batu Aries Agung Paewai.
Baca: PBB ingatkan periode 2023-2027 jadi masa yang panas
Kebakaran lahan di kawasan Gunung Arjuno, pertama kali terjadi di kawasan Bukit Budug Asu, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang pada 26 Agustus 2023.
Kebakaran lahan tersebut meluas hingga ke berbagai wilayah seperti Kabupaten Pasuruan, Mojokerto dan Kota Batu.
(Nurakhmayani)

Leave a Reply