Tag: Klub Presiden

  • Pakar: Klub Presiden Sebaiknya Bukan untuk Melegitimasi Keputusan yang Merugikan Rakyat

    7cloud.asia – Presiden terpilih, Prabowo Subianto berencana membentuk semacam “klub presiden”.

    Juru Bicara Prabowo, Dahnil Simanjuntak menjelaskan “klub presiden” yang dimaksud ini hanyalah sebuah istilah yang digunakan dan bukan pembentukan institusi baru.

    Dilansir VOA Indonesia, klub presiden ini bertujuan menjadi tempat bagi para presiden dan mantan presiden untuk berdiskusi terutama mengenai persoalan negara dan pemerintahan.

    Lewat klub presiden, Prabowo ingin “bersilaturahim” secara rutin dengan presiden-presiden sebelumnya untuk berdiskusi di antaranya persoalan negara dan pemerintahan.

    Baca Juga: Tak Melulu Mengejar Kekuasaan, PDI Perjuangan Persilahkan Jokowi dan Gibran Pindah ke Golkar

    Artinya, lanjut Dahnil, Pak Prabowo ingin menjaga komunikasi yang selama ini sudah dilakukan oleh Pak Jokowi dengan presiden-presiden sebelumnya tetap terjaga.

    “Ada sharing, ada duduk bersama secara rutin yang kemudian memberikan kemanfaatan secara langsung kepada kebijakan Pak Prabowo ,” ujarnya.

    Selain itu, lanjut Dahnil, klub presiden juga menjadi simbolisasi keguyuban, persatuan para presiden supaya kemudian memberikan efek yang positif kepada masyarakat, itu semangat utamanya.

    Pengamat politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli menilai baik “klub presiden” sepanjang dalam rangka untuk mendiskusikan, merumuskan bagaimana membangun Indonesia yang sejahtera dan demokrasi serta menjalin “silaturahmi”.

    Baca Juga: PDI Perjuangan Tegaskan Jokowi dan Gibran Bukan Lagi Kader Partai

    Klub presiden, menurut Ramli lebih sebagai media untuk tukar pikiran. Ia menegaskan, klub presiden bukan dalam rangka melakukan kooptasi dengan menjustifikasi atau melegitimasi pengambilan kebijakan yang merugikan rakyat.

    Menurut Lili, klub presiden yang merupakan istilah ini tidak boleh diformalkan dan dalam pelaksanaannya tidak boleh menggunakan uang negara.

    “Pengambilan keputusan di antara presiden dan mantan presiden kemudian menjadi alat legitimasi mengeluarkan kebijakan, bukan begitu,“ ujar Lili kepada VOA, Minggu (5/5/2024).

    Karena, bagaimanapun proses pengambilan kebijakan itu harus ada persetujuan melalui DPR bukan di president club itu, bukan.

    Baca Juga: Jalan Panjang Prabowo Menjadi Presiden: Dari Pelanggar HAM hingga Menjadi Bagian Politik Dinasti Jokowi

    Lili mengatakan dengan adanya diskusi dan komunikasi yang intens atau berkala antara presiden dan mantan-mantan presiden itu kemungkinan dapat mencairkan ketegangan yang terjadi antara mantan-mantan presiden.

    Ketegangan itu seperti Megawati Soekarno Putri dengan Susilo Bambang Yudhoyono dan juga Megawati dengan Jokowi.

  • Pakar Hukum Tatanegara Menilai Klub Presiden sebagai Upaya Prabowo Merangkul Lawan Politik, Tak Murni Kenegarawanan

    7cloud.asia – Rencana presiden terpilih, Prabowo Subianto untuk membentuk semacam klub presiden mendapat sorotan dari pengamat hukum tata negara di Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah.

    Menurutnya, wacana pembentukan klub presiden adalah upaya Prabowo untuk merangkul lawan-lawan politik Prabowo, dalam hal ini Megawati Soekarno Putri.

    Herdiansyah menegaskan bahwa klub presiden yang ada di Amerika Serikat (AS) akan berbeda dengan di Indonesia. Pasalnya, di Indonesia, mantan-mantan presiden juga sekaligus menguasai partai politik.

    Jadi dia menilai wacana klub presiden tidak pure membicarakan kenegarawanan yang sebenarnya, tetapi juga upaya untuk merangkul lawan-lawan politik.

     Baca Juga: Pakar: Klub Presiden Sebaiknya Bukan untuk Melegitimasi Keputusan yang Merugikan Rakyat

    Hal ini karena mantan-mantan presiden, seperti Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono adalah tokoh yang juga memegang jabatan di partai politik.

    ”(Klub presiden) Ini semacam upaya penundukan partai-partai politik agar merapat di koalisi pemerintahan,” ungkapnya dikutip VOA Indonesia.

    Salah satu yang belum “dirangkul” untuk masuk ke koalisi pemerintahan, kata Herdiansyah, adalah PDI Perjuangan.

    Salah satu cara untuk merangkul PDI Perjuangan adalah merangkul kepalanya dalam hal ini Megawati.

    Baca Juga: PDI Perjuangan: Oposisi Dibutuhkan Demi Demokrasi yang Berkualitas

    Karena itulah, menurut Herdyansah yang menjadi alasan utama klub presiden diwacanakan, yakni untuk merangkul Megawati yang berarti itu satu paket untuk merangkul PDI Perjuangan sebagai kekuatan politik besar.

    “Jadi saya tidak melihat sebagaimana diwacanakan sebagai tempat untuk berkumpulnya mantan-mantan presiden, untuk membicarakan negara, masa depan, itu nggak,” tegas Herdiansyah.

    Jika semua partai politik bergabung dalam koalisi pemerintahan tambahnya hal ini akan melumpuhkan proses demokrasi karena akan menghilangkan oposisi.

    Padahal publik, lanjutnya, mengharapkan ada kekuatan oposisi yang dapat mengimbangi sekaligus mengawasi presiden.

    Baca Juga: Pengamat: Sebagai Oposisi PDI Perjuangan Jaga Iklim Demokrasi Indonesia

    Wacana pembentukan klub presiden diungkapkan Juru Bicara Prabowo, Dahnil Simanjuntak.

    Ia menjelaskan klub presiden ini hanyalah sebuah istilah yang digunakan dan bukan pembentukan institusi baru.

    Dilansir VOA Indonesia, klub presiden ini bertujuan menjadi tempat bagi para presiden dan mantan presiden untuk berdiskusi terutama mengenai persoalan negara dan pemerintahan.

    Lewat klub presiden, Prabowo ingin “bersilaturahim” secara rutin dengan presiden-presiden sebelumnya untuk berdiskusi di antaranya persoalan negara dan pemerintahan.

    Baca Juga: Lewat Tulisan Tangan, Megawati Tuangkan Harapannya terhadap Kenegarawan Para Hakim Mahkamah Konstitusi

    Pak Prabowo, ujar Dahnil, ingin menjaga komunikasi yang selama ini sudah dilakukan oleh Pak Jokowi dengan presiden-presiden sebelumnya tetap terjaga.

    ”Ada sharing, ada duduk bersama secara rutin yang kemudian memberikan kemanfaatan secara langsung kepada kebijakan Pak Prabowo,” ujarnya.

    Selain itu, lanjut Dahnil, klub presiden juga menjadi simbolisasi keguyuban, persatuan para presiden supaya kemudian memberikan efek yang positif kepada masyarakat, itu semangat utamanya.

    Sumber:VOAIndonesia