Pakar Hukum Tatanegara Menilai Klub Presiden sebagai Upaya Prabowo Merangkul Lawan Politik, Tak Murni Kenegarawanan

Written by

in

7cloud.asia – Rencana presiden terpilih, Prabowo Subianto untuk membentuk semacam klub presiden mendapat sorotan dari pengamat hukum tata negara di Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah.

Menurutnya, wacana pembentukan klub presiden adalah upaya Prabowo untuk merangkul lawan-lawan politik Prabowo, dalam hal ini Megawati Soekarno Putri.

Herdiansyah menegaskan bahwa klub presiden yang ada di Amerika Serikat (AS) akan berbeda dengan di Indonesia. Pasalnya, di Indonesia, mantan-mantan presiden juga sekaligus menguasai partai politik.

Jadi dia menilai wacana klub presiden tidak pure membicarakan kenegarawanan yang sebenarnya, tetapi juga upaya untuk merangkul lawan-lawan politik.

 Baca Juga: Pakar: Klub Presiden Sebaiknya Bukan untuk Melegitimasi Keputusan yang Merugikan Rakyat

Hal ini karena mantan-mantan presiden, seperti Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono adalah tokoh yang juga memegang jabatan di partai politik.

”(Klub presiden) Ini semacam upaya penundukan partai-partai politik agar merapat di koalisi pemerintahan,” ungkapnya dikutip VOA Indonesia.

Salah satu yang belum “dirangkul” untuk masuk ke koalisi pemerintahan, kata Herdiansyah, adalah PDI Perjuangan.

Salah satu cara untuk merangkul PDI Perjuangan adalah merangkul kepalanya dalam hal ini Megawati.

Baca Juga: PDI Perjuangan: Oposisi Dibutuhkan Demi Demokrasi yang Berkualitas

Karena itulah, menurut Herdyansah yang menjadi alasan utama klub presiden diwacanakan, yakni untuk merangkul Megawati yang berarti itu satu paket untuk merangkul PDI Perjuangan sebagai kekuatan politik besar.

“Jadi saya tidak melihat sebagaimana diwacanakan sebagai tempat untuk berkumpulnya mantan-mantan presiden, untuk membicarakan negara, masa depan, itu nggak,” tegas Herdiansyah.

Jika semua partai politik bergabung dalam koalisi pemerintahan tambahnya hal ini akan melumpuhkan proses demokrasi karena akan menghilangkan oposisi.

Padahal publik, lanjutnya, mengharapkan ada kekuatan oposisi yang dapat mengimbangi sekaligus mengawasi presiden.

Baca Juga: Pengamat: Sebagai Oposisi PDI Perjuangan Jaga Iklim Demokrasi Indonesia

Wacana pembentukan klub presiden diungkapkan Juru Bicara Prabowo, Dahnil Simanjuntak.

Ia menjelaskan klub presiden ini hanyalah sebuah istilah yang digunakan dan bukan pembentukan institusi baru.

Dilansir VOA Indonesia, klub presiden ini bertujuan menjadi tempat bagi para presiden dan mantan presiden untuk berdiskusi terutama mengenai persoalan negara dan pemerintahan.

Lewat klub presiden, Prabowo ingin “bersilaturahim” secara rutin dengan presiden-presiden sebelumnya untuk berdiskusi di antaranya persoalan negara dan pemerintahan.

Baca Juga: Lewat Tulisan Tangan, Megawati Tuangkan Harapannya terhadap Kenegarawan Para Hakim Mahkamah Konstitusi

Pak Prabowo, ujar Dahnil, ingin menjaga komunikasi yang selama ini sudah dilakukan oleh Pak Jokowi dengan presiden-presiden sebelumnya tetap terjaga.

”Ada sharing, ada duduk bersama secara rutin yang kemudian memberikan kemanfaatan secara langsung kepada kebijakan Pak Prabowo,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Dahnil, klub presiden juga menjadi simbolisasi keguyuban, persatuan para presiden supaya kemudian memberikan efek yang positif kepada masyarakat, itu semangat utamanya.

Sumber:VOAIndonesia

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *