Tag: kolong tol angke

  • Warga Kolong Tol Angke Mulai Dipindahkan ke Rusunawa

    Warga Kolong Tol Angke Mulai Dipindahkan ke Rusunawa

    7cloud.asia – Warga yang selama ini tinggal di kolong Tol Angke, Jelambar Baru, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, mulai direlokasi ke rumah susun (rusun) di wilayah tersebut.

    “(warga kolong Tol Angke, red) Sudah mulai dipindahkan, kemarin kan sudah mulai ke Rusun Rawabuaya itu 44 keluarga,” kata Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto saat dihubungi di Jakarta pada Senin (1/12/2024) malam.

    Total terdapat 257 kepala keluarga (KK) dengan jumlah jiwa total 685 jiwa di kolong Tol Angke yang terkena relokasi. Relokasi dilakukan secara bertahap.

    Dilansir Antaranews.com, dari 257 jiwa warga kolong Tol Angke tersebut, ada 139 keluarga dengan KTP DKI Jakarta, 98 keluarga dengan KTP luar DKI Jakarta dan 20 tanpa KTP.

    “Minggu ini, kita targetkan 139 keluarga itu sudah selesai direlokasi. Awalnya 44 keluarga dulu,” katanya.

    Selain direlokasi ke Rusun Rawa Buaya, ada rusun lain juga. “Di Tegal Alur, ada Pantai Indah Kapuk (PIK) juga. Kita upayakan Minggu ini,” ungkap Uus.

    Baca: Siswa sekolah Kolong Tol Angke mulai dipindahkan

    Camat Grogol Petamburan Agus Sulaeman menyebutkan bahwa pemindahan secara berkala dilakukan lantaran sebagian warga masih diurus pemberkasan serta pemilahan nama mereka.

    “Yang kedua, saat ini kita menjelang untuk kloter kedua sedang dilakukan pemberkasan, pemilahan si A ke rusun mana, si B ke rusun mana,” kata Agus.

    Pemberkasan tersebut termasuk pembuatan rekening Bank DKI serta Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dari warga yang akan direlokasi. “Prosedur penerbitan itu perlu waktu memang,” kata Agus.

    Bagi warga kolong Tol Angke yang ber-KTP di luar DKI Jakarta akan diberi uang sewa sebesar Rp1,5 juta untuk kebutuhan dua bulan.

    “Sementara 20 keluarga itu mereka infonya akan diupayakan relokasi ke rusun PIK itu,” ungkap Agus.

    Sebelumnya, warga kolong Tol Angke, Jelambar Baru, asal luar daerah yang terkena relokasi telah diminta mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta.

    Baca: Sewa Rusun Pasar Rumput diturunkan

    Kebijakan ini sesuai yang dirumuskan dan diputuskan di tingkat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

    “Jadi untuk yang tidak ber-KTP-DKI, itu ada kebijakan dari Dinas (Dukcapil DKI Jakarta),” kata Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto saat dikonfirmasi di Jakarta pada Kamis (28/11/2024).

    Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Suku Dinas (Sudin) Dukcapil hanya melakukan pendataan warga ber-KTP DKI, ber-KTP luar DKI serta warga yang tidak ber-KTP.

    “Kita hanya mendata warga yang akan direlokasi, mana yang punya KTP-DKI, mana yang punya KTP non-DKI dan mana yang belum mempunyai KTP. Nah, itu saja. Selanjutnya untuk masalah kependudukan, kita serahkan ke dinas terkait,” katanya.

    Pemerintah Kota Jakarta Barat (Jakbar) melalui Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) setempat telah melakukan verifikasi data kependudukan dari 550 lebih warga kolong Tol Angke, Jelambar Baru, Grogol Petamburan.

  • Pakar: Pendampingan Dibutuhkan Warga Kolong Tol Angke yang Direlokasi ke Rumah Susun

    Pakar: Pendampingan Dibutuhkan Warga Kolong Tol Angke yang Direlokasi ke Rumah Susun

    7cloud.asia – Pengamat perkotaan dari Universitas Trisaksi Yayat Supriatna menilai bahwa warga kolong Tol Angke, Jelambar Baru, Jakarta Barat yang direlokasi ke rumah susun (rusun), memerlukan pendampingan.

    Pendampingan dan pembinaan untuk membiasakan warga eks kolong Tol Angke tinggal di rumah susun yang menuntut perilaku yang berbeda.

    “Jadi soal bagaimana ‘attitude’ (sikap/perilaku) mereka di rumah susun, itu perlu pendampingan, penguatan,” kata Yayat dilansir Antaranews.com, Jumat (6/12/2024).

    Penilaian itu menanggapi kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang merelokasi sedikitnya 257 kepala keluarga dengan jumlah jiwa total 685 jiwa di Kolong Tol Angke ke sejumlah rusun dan tempat lain di Jakarta.

    Sebagian warga kolong Tol Angke juga dikembalikan ke daerah asalnya masing-masing pada pekan ini.

    Baca: Warga kolong Tol Angke mulai dipindahkan ke rumah susun

    Menurut Yayat, para warga kampung kolong tol kemungkinan akan mengalami gagap kultur tatkala harus berpindah ke rumah susun.

    “Warga dari di kolong tiba-tiba pindah ke rumah susun, dari tak punya toilet, tak punya MCK (mandi cuci kakus) dan rumah, tahu-tahu punya semua, itu buat mereka ‘surprise’ (kejutan),” kata Yayat.

    Oleh karena itu, katanya, pihak terkait harus lakukan pembinaan etika kepada mereka agar warga yang terbiasa hidup di area kumuh, tidak mengubah rusun jadi kumuh.

    Ia juga berpandangan bahwa warga kampung kolong tol Angke mau direlokasi, salah satunya karena penawaran gratis biaya sewa selama enam bulan.

    Jika setelah masa gratis selesai, Yayat khawatir mereka pada akhirnya akan kembali ke tempat tinggal asalnya.

     

    Baca: Pemindahan siswa sekolah kolong Tol Angke

    “Sesudah enam bulan masih bertahan mereka di situ? Karena keberlanjutan tergantung kemampuan membayar sewanya,” kata Yayat.

    Menurut dia, praktiknya selama ini, banyak orang yang direlokasi ke rumah susun lainnya, itu ketika berapa tahun kemudian, mereka tak sanggup bayar lalu mereka kembali lagi ke tempat asalnya.

    Yayat khawatir, warga yang pada akhirnya tak dapat membayar biaya sewa usai digratiskan, akan kembali mencari celah-celah kolong tol demi bisa hidup gratis.

    “Jadi, kalau misalnya di Jakarta itu Rp 1,2 juta per bulan, bisakah mereka punya penghasilan untuk hidup layak di rumah susun?” ucap Yayat.

    Yayat mengingatkan, jika kemampuan ekonominya tidak ada, maka upaya sekadar memindahkan memang bisa, tetapi masalahnya yang dipindahkan adalah kehidupan mereka.

    Baca: Sewa Rumah Susun Pasar Rumput diturunkan

    Dari 257 kepala keluarga dengan jumlah jiwa total 685 jiwa di Kolong Tol Angke yang terkena relokasi, terdiri 139 keluarga dengan KTP DKI Jakarta, 98 keluarga dengan KTP luar DKI Jakarta dan 20 tanpa KTP.

    Hingga kini, 139 kepala keluarga yang ber-KTP DKI Jakarta serta 20 keluarga tanpa KTP masih dalam proses pemindahan ke sejumlah rumah susun (rusun) di Jakarta.

    Adapun 98 keluarga ber-KTP luar DKI Jakarta tidak dipindahkan ke rusun, namun diberikan biaya kompensasi sebesar Rp1,5 juta per keluarga untuk biaya sewa tinggal selama dua bulan.

    Sementara itu, Dinas Sosial DKI Jakarta akan memfasilitasi pemberangkatan jika ada dari 98 keluarga tersebut yang hendak pulang ke daerah asal tanpa memotong biaya kompensasi.

    Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto menyebut bahwa kolong Tol Angke di Jelambar Baru, Grogol Petamburan, Jakarta Barat sebagai lokasi bekas relokasi bakal dijadikan ruang terbuka publik.

    Pemanfaatan Kolong Tol Angke pasca relokasi telah dibahas bersama oleh Pemprov DKI Jakarta beserta dinas-dinas terkait, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

  • Bersih dari Hunian Ilegal, Kolong Tol Angke Akan Disulap Menjadi Pusat Kegiatan Publik

    Bersih dari Hunian Ilegal, Kolong Tol Angke Akan Disulap Menjadi Pusat Kegiatan Publik

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Jakarta Barat berencana menyediakan sejumlah fasilitas publik di kolong Tol Angke, Jelambar Baru, setelah area tersebut rampung dibersihkan dari lapak-lapak dan hunian ilegal warga.

    Nantinya, kolong Tol Angke akan ditataulang, dan dibangun berbagai fasilitas untuk kepentingan umum dari mulai lapangan olahraga, taman dan sebagainya.

    “Termasuk juga untuk kegiatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” kata Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto kepada wartawan di lokasi pembongkaran kolong Tol Angke, Rabu (11/12/2024).

    Uus berencana menjadikan area kolong Tol Angke yang sebelumnya menjadi hunian ilegal selama puluhan tahun itu sebagai kawasan terpadu yang terbuka untuk publik.

    “Nanti di sini menjadi kawasan terpadu yang InsyaAllah akan bermanfaat bagi warga masyarakat di sekitar Jelambar Baru, Tambora, dan sekitarnya,” imbuh Uus.

    Penataan akan dimulai segera setelah pembongkaran serta pembersihan lapak-lapak bekas hunian rampung dilakukan.

    Baca: Warga kolong Tol Angke yang direlokasi butuh pendampingan

    Pemerintah Kota atau Pemkot Jakarta Barat menargetkan pembersihan kolong Tol Angke ini sudah selesai pada akhir tahun 2024 ini.

    “Harapannya bahwa untuk pelaksanaan pembongkaran bangunan-bangunan ini bisa lebih cepat sehingga target satu minggu bisa selesai,” kata Uus.

    Pada kegiatan pembersihan yang dilakukan pada Rabu, (Pemkot) Jakarta Barat mengerahkan 600 personel dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

    Satu unit alat berat serta sejumlah truk pengangkut sisa lapak bekas hunian juga lalu-lalang di lokasi pembersihan.

    Menurut Uus, penataan segera dilakukan agar warga yang sudah direlokasi tidak kembali lagi ke kolong Tol Angke.

    “Penataan, pembangunan itu untuk menjaga, jangan sampai lokasi yang sudah dikosongkan ini dimanfaatkan kembali atau dibangun kembali untuk hunian yang tidak sesuai dengan aturan,” ungkap Uus.

    Baca: Warga kolong Tol Angke dipindahkan ke sejumlah rumah susun

     

    Uus juga memastikan bahwa 257 keluarga dengan 685 jiwa yang menghuni kolong Tol Angke telah direlokasi dari area tersebut.

    “Jumlah lebih kurang 685 jiwa dan ada 257 KK sudah terelokasi semua,” katanya.

    Adapun dari 257 keluarga tersebut, 139 keluarga ber-KTP DKI sudah direlokasi menuju Rusun Daan Mogot, Rusun Rawabuaya, Rusun Tegal Alur dan Rusun PIK Pulogadung.

    Sementara itu, 98 keluarga ber-KTP luar DKI Jakarta sudah diberikan kompensasi sebesar sebesar Rp1,5 juta per keluarga untuk biaya sewa tinggal selama dua bulan.

    Sebanyak 20 keluarga tanpa Nomor Induk Keluarga (NIK) atau tanpa KTP masih diproses untuk dibuatkan KTP DKI. Sebagian dari 20 keluarga yang sudah diproses KTP-nya pun sudah direlokasi menuju rusun.

  • Pasca Relokasi Pemukiman Ilegal, Kolong Tol Angke Dijaga Petugas

    Pasca Relokasi Pemukiman Ilegal, Kolong Tol Angke Dijaga Petugas

    7cloud.asia – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat menyiagakan petugas untuk menjaga kolong Tol Angke, Jelambar Baru pasca-relokasi warga yang tinggal di hunian ilegal.

    Kepala Satpol PP Jakarta Barat, Agus Irwanto menyebut sejak pembersihan kolong Tol Angke pada Senin (9/12/2024) sebanyak 30 personel langsung ditempatkan 24 jam untuk menjaga lokasi tersebut.

    “Agar tetap steril kami kerahkan sebanyak 30 personel Satpol PP setiap hari untuk menjaga lokasi sejak, Senin lalu,” kata Agus saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

    Agus mengatakan setelah 257 keluarga penghuni kolong tol direlokasi ke sejumlah rusun dan lokasi itu dibersihkan lapak-lapaknya.

    Kawasan tersebut harus steril dari keberadaan bangunan liar dan masyarakat yang tidak bertanggungjawab yang akan memanfaatkannya kembali.

    Baca: Warga Kolong Tol Angke yang direlokasi ke rusun butuh pendampingan

    Adapun 30 personel Satpol PP yang berjaga terdiri dua tim dengan masing masing tim sebanyak 15 personel gabungan dari Satpol PP tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan setempat.

    “Tiap tim dibagi dua sif yang jaga bergiliran 24 jam, keliling memantau area kolong tol,” ucap Agus.

    Setelah pembersihan rampung dilakukan, Satpol PP juga akan mendirikan posko di lokasi, bermitra dengan petugas Dishub DKI, TNI-Polri dan unsur lainnya sampai kawasan tersebut ditata menjadi taman dan sarana publik lainnya.

    “Nantinya, setelah penataan selesai selanjutnya untuk penjagaan selalu berkoordinasi dengan Satpol PP tingkat kota, akan diserahkan pada Satpol PP kecamatan dan kelurahan setempat,” ucap Agus.

    Pemerintah Kota atau Pemkot Jakarta Barat berencana menataulang dan membangun kolong Tol Angke untuk berbagai fasilitas untuk kepentingan umum dari mulai lapangan olahraga, taman dan sebagainya.

    Baca: Kolong Tol Angke akan dijadikan pusat komunitas

    “Termasuk juga untuk kegiatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” kata Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto kepada wartawan di lokasi pembongkaran kolong Tol Angke, Rabu (11/12/2024) lalu.

    Uus berencana menjadikan area kolong Tol Angke yang sebelumnya menjadi hunian ilegal selama puluhan tahun itu sebagai kawasan terpadu yang terbuka untuk publik.

    “Nanti di sini menjadi kawasan terpadu yang InsyaAllah akan bermanfaat bagi warga masyarakat di sekitar Jelambar Baru, Tambora, dan sekitarnya,” imbuh Uus.

    Penataan akan dimulai segera setelah pembongkaran serta pembersihan lapak-lapak bekas hunian rampung dilakukan.