Tag: kualitas udara

  • Seperti Ini Dampak Kualitas Udara yang Buruk pada Kesehatan Anak

    Seperti Ini Dampak Kualitas Udara yang Buruk pada Kesehatan Anak

    Ilustrasi anak. Foto: Pixabay 

    7cloud.asia – Kualitas udara di sejumlah wilayah di Indonesia termasuk Jakarta, beberapa waktu terakhir dalam kondisi yang cukup mengkhawatirkan.

    Dalam kondisi ini, anak dan lansia menjadi korban paling rentan menderita penyakit akibat kualitas udara yang buruk.

    “Dampak kualitas udara yang buruk pada kesehatan anak bisa sangat mengkhawatirkan. Anak-anak yang kurang daya tahan tubuhnya bisa dengan mudah terjangkit penyakit. Termasuk juga bagi lansia dan orang yang memiliki komorbid,” kata Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu, (7/6/2023).

    Baca: Polusi udara picu 7 juta kematian dini setiap tahun

    Untuk itu, Arzeti mendorong Pemerintah menyiapkan solusi jangka pendek untuk mengatasi kualitas udara yang buruk akibat polusi udara ini. 

    Diakui, pemerintah memang tengah menyiapkan solusi jangka panjang dalam upaya perbaikan kualitas udara. 

    Salah satunya dengan menggencarkan program kendaraan listrik dan transisi ke energi hijau guna mengurangi polusi yang mengakibatkan kualitas udara buruk.

    Baca: Mengenal bioplastik yang disebut sebagai plastik ramah lingkungan

    Meski begitu, Arzeti menilai harus ada upaya jangka pendek di sektor kesehatan dalam menghadapi ancaman kualitas udara yang buruk.

    “Ancaman polusi udara meningkatkan risiko infeksi pernafasan akut seperti ISPA dan pneumonia. Dan kita tidak bisa menutup mata polusi udara bisa berdampak pada risiko penyakit jantung dan kanker untuk jangka panjang. Ini harus menjadi perhatian serius,” jelas Politisi Fraksi PKB itu.

    Baca: Polusi dan kenaikan suhu bumi picu penyebaran nyamuk malaria

    Ditambahkannya, persoalan kesehatan tidak bisa menunggu pencapaian program-program jangka panjang Pemerintah untuk meningkatkan kualitas udara, apalagi untuk kelompok rentan seperti anak.

    Arzeti pun menyoroti banyaknya laporan mengenai anak-anak yang belakangan gampang terkena penyakit.

    “Anak-anak akhir-akhir ini mudah terserang batuk dan flu. Tidak sedikit juga yang terkena ISPA. Tentunya harus diwaspadai karena menurut WHO, ISPA menjadi penyebab utama angka kematian akibat penyakit menular di dunia,” ungkapnya.

    Baca:  Polusi turunkan kesuburan laki-laki

    Mengutip para ahli, Arzeti mengimbau kelompok sensitif lebih waspada terhadap kualitas udara saat ini, khususnya di Jakarta. Kelompok sensitif yang dimaksud adalah mereka yang rentan terhadap polusi udara, misalnya ibu hamil, balita, dan lansia.

    Sekali lagi legislator Dapil Jawa Timur I itu menegaskan bahwa perlu adanya solusi jangka pendek yang komprehensif dalam menangani ancaman polusi udara dari sisi kesehatan.

    Hal itu juga harus dilakukan paralel dengan upaya membangun kesadaran masyarakat yang juga berperan penting dalam memulihkan kualitas udara dengan menerapkan gaya hidup hemat energi.

  • Memasuki Musim Kemarau Kualitas Udara Jakarta Memburuk, Warga Diminta Kenakan Masker

    Memasuki Musim Kemarau Kualitas Udara Jakarta Memburuk, Warga Diminta Kenakan Masker

    ruangkota,com –  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menangani kualitas udara yang tak sehat di Ibu Kota.

    Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan salah satu kebijakan itu adalah mendorong percepatan peralihan kendaraan bahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan listrik.

    “Ya dipercepat motor listrik, mobil listrik, terus bahan bakarnya yang memang memenuhi syarat. Ya harus semua pihak harus mengikut dong,” kata Heru kepada wartawan di Jakarta, Selasa (13/6/2023).

    Baca: Alasan untuk segera beralih ke mobil listrik

    Mantan Wali Kota Jakarta Utara itu menambahkan, penerapan ganjil genap dan jalan berbayar juga merupakan upaya tak langsung untuk memperbaiki kualitas udara Jakarta. 

    Selain itu Pemprov DKI Jakarta juga akan memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH) guna mengurangi emisi karbon yang dihasilkan kendaraan bermotor.

    Baca: Dampak kualitas udara yang buruk pada kesehatan anak

    Kualitas udara di Jakarta beberapa hari terakhir dilaporkan memburuk seiring dengan mulainya musim kemarau. Indeks kualitas udara (Air Quality Index/AQI) yang menunjukkan angka polusi terus mengalami kenaikan.

    Untuk menyiasatinya, warga Jakarta diimbau untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

    Baca: Ilmuwan AS gunakan jamur dan tanaman untuk bersihkan polusi tanah

    AQI di Jakarta sempat berada di angka 156 dan naik menjadi 161 pada pekan lalu. Padahal angka normalnya dari AQI berada di 0-50. I

    Sementara berdasarkan hasil pantauan 7cloud.asia, angka AQI untuk Jakarta berada pada posisi 132 pada Selasa (13/6/2023) siang.

    Meski AQI Jakarta sudah menurun atau kualitas udara di Jakarta membaik, kondisi ini masih di bawah angka normal sehingga perlu upaya perbaikan yang serius.

  • Kualitas Udara Buruk, Kota Jakarta Masuk Kota Terpolusi di Dunia

    Kualitas Udara Buruk, Kota Jakarta Masuk Kota Terpolusi di Dunia

    7cloud.asia – Salah satu dampak dari kemarau kering yang dipicu El Nino ini adalah menurunnya kualitas udara Jakarta.

    Berdasarkan data IQAir Jakarta pukul 16.29 WIB, Jakarta tercatat menjadi kota dengan kualitas udara dan polusi terburuk di dunia dengan nilai indeks 168 atau masuk kategori tidak sehat.

    Baca: LRT Jabodebek siap dioperasikan, segini kisaran biayanya

    Wilayah terparah justru berada di Jakarta Selatan. Ragunan menempati urutan teratas dengan nilai indeks 196 disusul Kemang dengan indeks 190.

    Foto yang dirilis Antaranews pada Selasa (25/7/2023) menunjukkan suasana Kota jakarta yang tertutup kabut asap polusi udara.

    Baca: Konsep pembangunan TOD diharapkan mampu mengutai kemacetan di Jakarta

    Dipotret dari ketinggian, sangat terlihat buruknya kualitas udara di Kota Jakarta. Gedung-gedung bertingkat di Jakarta terlihat tertutup oleh kabut akibat polusi udara di Jakarta. 

    Pemprov DKI Jakarta menempuh kebijakan dengan memperbanyak penanaman pohon sebagai upaya untuk memperbaiki kualitas udara di Ibu Kota.

    Baca: Metamorfosa kota Jakarta lewat penataan transportasi publik

    Namun upaya ini akan kurang efektif jika tidak dibarengi dengan pengurangan emisi karbon yang memicu polusi udara di Kota Jakarta.

    Pembatasan penggunaan bahan bakar fosil menjadi salah satu alternatif solusi untuk mengatasi buruknya kualitas udara di Jakarta.

    Baca: Sukses terapkan konsep TOD, ini manfaat yang dirasakan Kota Bogota

  • Data IQAir Sebut Kualitas Udara Sejumlah Kota Menurun, Kota Serang dan Tangsel Jadi yang Terburuk

    Data IQAir Sebut Kualitas Udara Sejumlah Kota Menurun, Kota Serang dan Tangsel Jadi yang Terburuk

    7cloud.asia – Memasuki musim kemarau, kualitas udara di sejumlah kota di Indonesia memburuk.

    Dilansir IQAir, di musim kemarau ini, kadar polutan PM 2,5 yang mencemari udara kota naik signifikan. Ini yang menyebabkan kualitas udara di sejumlah kota menurun.

    Dalam data yang dirilis IQAir pada Kamis (10/8/2023) pukul 12:35 WIB, indeks kadar PM 2,5 di sejumlah kota telah mengakibatkan kualitas udara bisa dinyatakan melampaui batas tidak sehat.

    Menurut acuan IQAir, skor indeks pada rentang 0-50 artinya memiliki kualitas udara baik, sementara rentang 51-100 berarti kualitas udara sedang, dan rentang 101-150 kualitas udara tidak sehat bagi kelompok sensitif.

    Baca: Awas polusi udara dapat memicu hipertensi

    Berikutnya, kualitas udara tidak sehat memiliki rentang 151-200, lalu kualitas udara sangat tidak sehat berada di rentang 201-300, dan kualitas udara berbahaya memiliki rentang lebih dari 301.

    Berikut 10 kota dengan terpolusi di Indonesia menurut IQAir.

    1. Kota Serang, Provinsi Banten indeks 164

    2. Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten indeks 164

    3. Jakarta, Jakarta indeks 161

    4. Kota Tangerang, Provinsi Banten indeks 161

    5. Kota Semarang, Jawa Tengah indeks 157

    Baca: Juni lalu, Jakarta jaid kota terpolusi di dunia

    6. Kota Bandung, Jawa Barat indeks 155

    7. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta indeks 151

    8. Kabupaten Malang, Jawa Timur indeks 141

    9. Kota Mempawah, Kalimantan Barat indeks 122

    10. Bengkulu, Bengkulu indeks 114

    Sejumlah cara bisa dilakukan untuk mengurangi polusi udara sekaligus meningkatkan kualitas udara di kota. Antara lain dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, memperbanyak tanaman hijau.

    Baca:  8 Tanaman ini efektif kurangi polusi udara

     

     

  • Polusi Udara Hari Ini: Kualitas Udara di Depok dan Tangerang Selatan Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

    Polusi Udara Hari Ini: Kualitas Udara di Depok dan Tangerang Selatan Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

    7cloud.asia – Beberapa bulan terakhir publik menyorot polusi udara di Indonesia, khususnya di Jakarta yang telah mengakibatkan kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat.

    Menurut pengukuran IQAir, sejak Mei lalu, Jakarta memang hampir selalu masuk sebagai ibukota dengan polusi udara terburuk di dunia, dengan kualitas udara masuk kategori tidak sehat.

    Tapi, ternyata ada sejumlah kota lain di Indonesia yang sebenarnya polusi udara nya jauh lebih buruk dibanding Jakarta. Bahkan kualitas udara di kota tersebut masuk kategori berbahaya.

    Baca: Jakarta kembali masuk kota terpolusi di dunia, warga diminta kenakan masker

    Salah satunya adalah Tangerang dan Tangerang Selatan yang hampir selalu berada di tempat teratas dalam urusan polusi udara.

    Indeks polutan mikro (PM 2,5) di kota Tangsel hampir selalu lebih tinggi dibanding Jakarta, termasuk hari ini Kamis (24/8/2023) yang tercatat di angka 239 atau masuk kategori sangat tidak sehat.

    Standar IQAir indeks PM 2,5 1-50 tergolong bagus, 51-100 (sedang), 101-150 (tidak sehat untuk kelompok rentan) 151-200 (tidak sehat), 201-250 (sangat tidak sehat, dan lebih dari 250 berbahaya.

    Baca: Ini biang polusi udara di Jakarta dan sekitarnya

    Berikut ranking kota dengan polusi udara terburuk di Indonesia dipantau di IQAir, Kamis (24/8/2023) pukul 07:52 waktu Indonesia bagian barat (WIB)

    1. Kota Depok, Jawa Barat (239)

    2. Tangerang Selatan, Banten (216)

    3. Kota Tangerang, Banten (185)

    4. Pasarkemis, Jawa Barat (175)

    5. Serpong, Tangerang Selatan (171)

    Baca: Warga desak KLHK razia ke kawasan industri untuk atasi polusi udara

    6. Kabupaten Serang, Banten (169)

    7. Kota Denpasar, Provinsi Bali (168)

    8. Kota Surabaya, Jawa Timur (167)

    9. Jakarta, Jakarta (163)

    10. Karawang, Jawa Barat  (163)

    Baca: Koalisi IBUKOTA pertanyakan komitmen pemerintah atasi polusi udara

  • Masker dan Makanan Sehat Jadi Solusi tuk Kurangi Dampak Polusi Udara pada Kesehatan.

    Masker dan Makanan Sehat Jadi Solusi tuk Kurangi Dampak Polusi Udara pada Kesehatan.

    7cloud.asia – Polusi udara telah megakibatkan kualitas udara di Jakarta dan sekitarnya tak lagi aman untuk kesehatan. 

    Lantas, adakah cara untuk mengatasi kondisi yang diakibatkan polusi udara di Jakarta ini? Haruskah kita membatasi aktivitas kita karena polusi udara yang tinggi ini? 

    Sejumlah pakar memang menyarankan warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat polusi udara sedang tinggi seperti sekarang. Kalaupun harus melakukan kegiatan di luar ruangan, disarankan untuk mengenakan masker. 

    Pakar imunologi dari Universitas Indonesia Prof Dr dr Bambang Supriyanto, SpA (K) mengatakan,  mengenakan masker bisa menjadi solusi mengurangi dampak buruk polusi udara pada kesehatan.

    Baca: Kualitas udara Jakarta tidak bagus untuk kesehatan, warga disarankan kenakan masker

    Selain masker, dia juga menyarankan masyarakat tidak merokok, menghindari bepergian ke daerah polusi tinggi, banyak minum air, tidak membakar sampah, tidak melakukan aktivitas fisik berlebihan dan konsumsi makanan sehat bergizi seimbang.

    Berbicara dampak polusi, Bambang menyebutkan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) atas karena merusak mukosa saluran nafas sehingga memudahkan virus dan bakteri masuk,

    Polusi udara yang berlebihan juga bisa memicu ISPA bawah atau pneumonia, TBC, asma, dan pada jangka panjang bisa menurunkan fungsi paru.

    “Untuk jangka panjang, fungsi paru bisa menurun sehingga tidak bisa maksimal menghirup oksigen, siap-siap penyakit kronis bisa timbul. Pada anak yang asma menjadi lebih berat. Pada bayi, akan kurus atau kecil berat lahir, bisa prematur,” demikian ujar dia seperti dikutip Antaranews.com.

    Baca: Dampak polusi udara pada kesehatan, dari ISPA hingga potensi serangan jantung

    Guru Besar Bidang Pulmonologi dan Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, Sp. P(K), FISR, FAPSR mengatakan masker bedah masih bisa digunakan saat kualitas udara berada pada kategori tak sehat atau masuk zona kuning.

    “Tetapi kalau sudah oranye, merah, misalnya kalau bisa lebih tinggi maskernya (tingkat penyaring), karena lebih pekat kadar PM 2.5-nya,” kata dia di Jakarta, Kamis (24/8/2023) seperti dikutip Antaranews.com.

    Apabila merujuk pada indeks standar pencemar udara (ISPU), kategori kualitas udara tak sehat memiliki rentang nilai 1 – 50.

    Sementara bila tak mengandalkan alat melainkan pandangan mata, kualitas udara di lokasi dikatakan tidak sehat jika jarak pandang hanya sejauh 2,5 kilometer.

    Baca: Dampak polusi pada ibu hamil

    Menurut Agus, idealnya saat menghadapi polusi udara, orang-orang perlu mengenakan masker dengan kemampuan filtrasi atau penyaring particulate matter (PM) 2.5, yakni indikator dalam polusi udara, seperti N95, KN95, KF94.

    Hanya saja, sambung dia, masker jenis ini tidak diizinkan pada populasi sensitif, seperti wanita hamil, anak-anak, orang tua dan mereka dengan penyakit tertentu karena membuat lebih pengap akibat masker sangat ketat.

    “Oleh karena itu pada kelompok sensitif disarankan masker lain yang bisa mem-filtrasi PM 2.5. Kalau tidak terdapat itu maka minimal pakai masker bedah biasa karena bisa memfiltrasi PM 2.5 sekitar 50 persen,” ujar Agus.

    Dia menambahkan, orang-orang tetap harus menggunakan masker minimal masker bedah saat berada di luar ruangan.

    Atau sebisa mungkin mengenakan masker yang lebih tinggi level filtrasinya terutama saat polutan berada pada level lebih tinggi.

    Baca: Polusi udara bisa engaruhi kesuburan laki-laki

     

     

  • Hujan Berpotensi Guyur Jakarta Senin Malam, Diharapkan Kualitas Udara Membaik

    Hujan Berpotensi Guyur Jakarta Senin Malam, Diharapkan Kualitas Udara Membaik

    7cloud.asia – Kualitas udara di Jakarta kembali memburuk. Dipantau dari laman IQAir pada Senin (28/8/2023) pukul 07:50 WIB indeks kualitas udara Jakarta berada di angka 154  dengan polutan utama adalah PM 2,5. 

    Konsentrasi PM2.5 di Jakarta saat ini 12.1 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO, dan kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat.

    Kualitas udara di Jakarta sempat membaik beberapa hari lalu, dengan indeks di bawah 150. Hal ini tak lepas dari kondisi cuaca yang berangin dan berbagai upaya yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

    Baca: Tilang emisi mulai diberlakukan hari ini

    Untuk mengatasi kualitas udara yang buruk ini, Pemprov DKI Jakarta diminta untuk konsisten melanjutkan langkah yang sudah dilakukan yakni, razia emisi, WFH dan membatasi jumlah kendaraan bermotor.

    Terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan akan menggyur Jakarta malam ini. Diharapkan hujan akan menekan polusi udara sehingga kualitas udara di Jakarta membaik.

    Secara umum cuaca di DKI Jakarta akan berawan sepanjang pagi hingga siang dan baru hujan dengan intensitas ringan pada Senin malam.

    Baca: Pemerintah diminta tak berikan solusi palsu terkait polusi udara

    Menurut prakiraan cuaca di situs resmi BMKG dipantau di Jakarta, cuaca Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu berawan pada Senin pagi hingga siang.

    Sedangkan Jakarta Pusat dan Jakarta Utara berawan tebal. Sedangkan pada Senin malam, cuaca di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan berubah menjadi hujan ringan.

    Adapun empat wilayah lainnya di DKI Jakarta masih berawan pada waktu yang sama.

    Baca: Opsi jangka pendek untuk atasi polusi udara di Jakarta

    “Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat petir, dan angin kencang di Jakarta Selatan, Jakarta Barat pada malam hari,” tulis BMKG.

    Lalu pada Selasa (29/8/2023) dini hari, hujan ringan meluas ke Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

    Suhu Jakarta diperkirakan berkisar di 24-33 derajat Celcius dengan kelembaban 55-90 persen.

    Baca: KLHK segel empat perusahaan yang dinilai biang poluis udara di Jakarta

  • KTT ASEAN Berlangsung dalam Kualitas Udara Jakarta yang Tidak Sehat

    KTT ASEAN Berlangsung dalam Kualitas Udara Jakarta yang Tidak Sehat

    7cloud.asia – Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT ASEAN mulai berlangsung hari ini di Jakarta di tengah kualitas udara yang tidak sehat. 

    Dipantau dari situs IQAir pada Selasa (5/9/2023) pukul 07.00 WIB, indeks kualitas udara Jakarta berada pada angka 156.

    Dilihat secara global, posisi Jakarta berada di peringkat ke 6 setelah Kuala Lumpur, Malaysia dengan indeks kualitas udara 157.

    Sementara peringkat pertama kota terpolusi di dunia masih negara Malaysia, yaitu kota Kuching dengan indeks 178.

    Baca; Hujan buatan belum optimal turunkan polusi udara di Jakarta

    Rangking kota Jakarta ini turun dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya yang
    selalu masuk 5 besar kota terpolusi di dunia. Bahkan tak jarang Jakarta menempati urutan pertama kota terpolusi di dunia.

    Meski rangking Jakarta turun, kualitas udara Jakarta tergolong tidak sehat dengan nilai konsentrasi polutan utamanya PM 2,5 di jakarta 12.9 kali panduan kualitas udara tahunan WHO.

    Sedangkan kota terbersih yang terpantau pada Selasa pagi adalah kota Kiev, Ukraina. Di kota pecahan Uni Soviet ini, indeks kualitas udaranya berada di angka 12 dan masuk dalam kategori hijau atau sehat.

    Baca: Untuk atasi polusi, hujan buatan harusnya dilakukan setiap hari

    Data kualitas udara didapat dari sejumlah kontributor, seperti KLHK, BMKG serta US Department of State.

    Dengan kualitas udara seperti itu, IQAir menyarankan agar masyarakat dapat
    menggunakan masker saat berada di luar ruangan.

    Selain itu, jika memiliki penyaring udara maka dapat menyalakan penyaring udara agar udara dapat jernih kembali.

    Baca: Water mist, salah satu upaya dongkrak kualitas udara Jakarta

    Masyarakat juga dihimbau untuk menutup jendela agar dapat menghindari udara
    kotor dari luar.

    Masyarakat, terutama kelompok usia rentan seperti anak-anak, ibu hamil dan orangtua juga dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan. 

    Sementara itu, Guru Besar Bidang Pulmonologi dan Respirasi Universitas Indonesia Agus Dwi Susanto mengajak masyarakat untuk mengenakan masker kain yang dilapisi filter untuk particulate matter (PM) 2.5 saat polusi udara.

    Baca: Mengatasi polusi udara di Jakarta harus didukung daerah penyangga

    Cara ini dianggap dapat menyaring 95 hingga 99 persen partikulat mikro. Selain itu, masyarakat juga bisa menggunakan N95, KF94 dan masker bedah.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Ini Kata Pakar Soal Penanda Kualitas Udara

    Ini Kata Pakar Soal Penanda Kualitas Udara

    7cloud.asia – Buruknya kualitas udara di Jakarta menjadi perhatian semua pihak, termasuk Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof Tjandra Yoga Aditama.

    Dia menyarankan agar setiap daerah memiliki penanda warna yang jelas sehingga warga bisa memantau kualitas udara dan mengambil langkah antisipasi.

    “Sebenarnya kalau bisa ada penderajatan kualitas udara itu lebih baik. Penderajatan kualitas udara di aplikasi ponsel kita itu kan ada merah, kuning, hijau, dan sebagainya, ini belum disosialisasikan secara luas,” ujarnya seperti dikutip Antaranews.com.

    Penanda kualitas udara itu, lanjutnya, bisa per kecamatan. Mana yang masuk daerah merah, wilayah kuning maupun wilayah hijau.

    “Kalau dibuat hari per hari, orang bisa mengikuti situasinya, bahkan mungkin kalau bisa dilakukan (penderajatan) tiap pagi atau sore,” imbuh Tjandra.

    Baca: Polusi udara dapat memicu hipertensi

    Menurutnya, apabila menggunakan angka atau indeks berupa angka, misalnya 150, maka masyarakat bisa bingung dan harus mencari tahu kembali, indeks kualitas udara yang normal ada di angka berapa.

    Diakuinya, di beberapa tempat ada tulisan PM (particulate matter) 2,5 berapa, oksigen berapa, tetapi masyarakat awam masih bingung angka normal atau sehat berapa?

    “Jadi kalau pakai bendera warna yang dipasang secara konkret akan lebih
    memudahkan untuk dilihat dan bisa diletakkan di banyak tempat, sehingga warga
    kota bisa mengetahui di lingkungan sekitar situasinya seperti apa untuk menjaga diri lebih baik,” urai guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

    Dokter yang pernah jadi dokter teladan dari Kementerian Kesehatan ini juga memaparkan pada penelitian sebelumnya bisa dideteksi apabila ada orang yang terpapar polusi udara.

    Baca: Dampak polusi udara pada kesehatan

    Ada berapa banyak yang terkena Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), serta berapa kerugiannya.

    Penelitian terakhir yakni Air Quality Life Index, dengan acuan data tahun 2021,
    mengungkapkan bahwa usia harapan hidup bisa turun kalau masyarakat terus
    menerus terpapar polusi udara.

    Karena itu dia mengusulkan. agar kejadian di tahun 2023 karena ini salah satu yang besar di Jakarta, juga dilakukan penelitian Air Quality Life Index.

    “Supaya kita tahu bagaimana dampaknya terhadap kemungkinan penurunan
    usia harapan hidup, selain dampaknya terhadap penyakit, karena masyarakat juga mesti tahu situasi sekarang seperti apa,” paparnya.

    Karena itu, ia menekankan pentingnya informasi yang lebih besar dan masif untuk diberikan kepada masyarakat per daerah, utamanya dengan penderajatan agar masyarakat paham situasi polusi udara di lingkungan masing-masing.

    Baca: WHO sebut polusi udara picu 7 juta kematian dini setiap tahun

    “Informasi itu harus jelas, agar masyarakat tahu kalau situasinya seperti ini, yang
    harus dilakukan apa, kalau (polusi) seperti ini, harus bagaimana,” ujarnya.

    Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono telah
    menerbitkan Keputusan Gubernur tentang Satuan Tugas Pengendalian Pencemaran Udara sebagai kebijakan untuk mempercepat penanganan polusi udara.

    Heru mengatakan dengan Kepgub tersebut satgas dapat segera dibentuk untuk
    mengendalikan polusi udara di Ibu Kota.

    “Harapannya kerja baik yang selama ini sudah berjalan agar bisa diintensifkan dan dioptimalkan lagi, sehingga penanganan polusi udara bisa cepat tuntas,” ujar
    Heru.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Lima Kota Besar dengan Kualitas Udara Terbaik pada 2022, Salah Satunya Ada di Indonesia

    Lima Kota Besar dengan Kualitas Udara Terbaik pada 2022, Salah Satunya Ada di Indonesia

     

    7cloud.asia – Laporan Kualitas Udara Dunia 2022 membahas secara mendalam negara dan kota mana saja yang mengalami beban terbesar akibat kualitas udara yang buruk.

    Kualitas udara kota ini sangat penting bagi jutaan orang yang kesehatan jantung dan pernapasannya berisiko.

    Namun ada kabar baik. Laporan kualitas udara ini juga mengungkapkan bahwa orang-orang yang tinggal di kota-kota besar di seluruh dunia menikmati kualitas udara rata-rata tahunan yang baik dibanding sebelumnya.

    Hal ini penting dan menggembirakan, karena daerah perkotaan besar dapat menjadi sumber polutan endemik yang kuat di mana jutaan orang bekerja, tinggal, dan bernapas setiap hari.

    Baca: Perjuangan panjang London menjadi kota nol emisi

    Di lima kota besar yang disorot ini, rata-rata tahunan PM2.5 udara jauh di bawah pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu 5 mikrogram per meter kubik (µg / m3).

    Laporan kualitas udara tahunan IQAir menyoroti PM2.5 sebagai indikator kualitas udara standar karena secara luas diakui sebagai polutan paling berbahaya dan karena berbagai konsekuensi kesehatan yang parah.

    Ada banyak kota kecil dengan kualitas udara yang lebih baik daripada lima kota besar ini.

    Sebagai contoh, kualitas udara terbersih di dunia ditemukan di Arch Cape, Oregon, Amerika Serikat. Arch Cape adalah sebuah kota pesisir yang berpenduduk kurang dari 1.000 orang dengan konsentrasi PM2.5 rata-rata hanya 0,2 µg/m3.

    Baca: Cerita sukses Bogota kembangkan transportasi rendah emisi

    Untuk daftar ini, kota-kota yang dipilih memiliki populasi yang diperkirakan lebih dari 100.000 penduduk atau lebih.

    5. Toowoomba, Australia

    Cuaca basah turut membantu membersihkan udara dan mendongkrak kualitas udara. 

    Dua dari lima kota paling tidak berpolusi di dunia berada di Australia. Toowoomba terletak di dekat pantai Queensland, Australia, tidak jauh dari Brisbane, dan memiliki perkiraan populasi 142.000 jiwa pada tahun 2021.

    Kota ini sering mengalami asap dari kebakaran semak, seperti yang terjadi pada kebakaran pada tahun 2019-2020.

    Namun, musim kebakaran hutan tahun 2022 – yang biasanya berlangsung dari bulan Juli hingga Oktober di Queensland – menjadi saksi fenomena atmosfer La Niña yang membuat wilayah ini lebih basah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

    Cuaca hujan dan berangin dapat membantu kualitas udara dengan menyebarkan polutan, dan fenomena ini terjadi di Toowoomba pada tahun 2022.

    Baca: Dua kota paling ramah lingkungan di dunia

     

    4. Petropavl, Kazakhstan:

    Lebih bersih dengan penggunaan energi yang minim. Kota Petropavl  terletak di ujung utara Kazakhstan, dekat perbatasannya dengan Rusia.

    Kota Petropavl, oleh warga lokal dikenal sebagai Kyzylzhar, atau “Tebing Merah”. Rumah bagi hampir seperempat juta orang, konsentrasi rata-rata tahunan PM2.5 di kota ini adalah 2,3 µg/m3.

     

    Ini adalah kualitas udara yang luar biasa baik untuk wilayah Asia Tengah yang sering mengalami kualitas udara yang sangat buruk di musim dingin.

    Ini dipicu oleh emisi dari kendaraan tua, penggunaan batu bara coklat (lignit) yang meluas untuk pemanas dan memasak di rumah, dan inversi suhu.

    Namun, topografi kota yang berhutan tidak terlalu terpengaruh oleh inversi suhu karena kota ini tidak berada di lembah dan tidak berada di dekat pegunungan.

    Baca: Resep Surabaya menjadi kota dengan udara terbersih di Asia

    Korelasi antara konsentrasi polutan udara dengan parameter meteorologi di wilayah ini rendah.

    Meskipun Petropavl sangat bergantung pada batu bara, pembangkit listrik tenaga batu bara Petropavlovsk CHPP-2 hanya memiliki dua dari tiga cerobong asap yang berfungsi karena runtuhnya cerobong asap pada tanggal 20 Maret 2022.

    Tidak dapat dipastikan apakah pembangkit listrik tersebut telah menghasilkan lebih sedikit emisi.

    Salju yang turun di kota tersebut pada tahun 2022 lebih sedikit dibandingkan dengan tahun 2021. Ada kemungkinan bahwa berkurangnya penggunaan energi dapat membantu menjelaskan kualitas udara yang baik.

    Baca: Empat kota ini sangat mengutamakan pejalan kaki

    3. Wellington, Selandia Baru

    Dua kota berada di urutan kedua terbersih: Wellington, Selandia Baru dan Kupang, Indonesia.

    Wellington adalah ibu kota Selandia Baru dengan populasi sekitar 419.000 jiwa. Dalam beberapa tahun terakhir, kota ini telah menunjukkan komitmennya untuk membersihkan udara dengan mengalihkan jaringan busnya dari diesel ke listrik.

    Tim lingkungan regional merilis laporan pada Oktober 2022 yang mengungkapkan penurunan 28 persen polusi udara partikulat udara diesel dan penurunan nitrogen dioksida sebesar 18 persen antara tahun 2021 dan 2022.

    Laporan Kualitas Udara Dunia mengonfirmasi peningkatan kualitas udara. Kota ini menunjukkan peningkatan 45 persen dalam konsentrasi rata-rata tahunan PM2.5, turun dari 4,2 μg / m3 menjadi hanya 2,3 μg / m3 antara tahun 2021 dan 2022.

    Baca: Tiga kota di Indonesia yang masuk kota ramah lingkungan

     

    2. Kupang, Indonesia

    Kota kepulauan lain dengan populasi yang sama, yaitu sekitar 434.000 jiwa. Kota ini memiliki kualitas udara yang sama dengan Wellington, Selandia Baru pada tahun 2022, dengan konsentrasi PM2.5 rata-rata tahunan sebesar 2,3 µg/m3.

    Ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur ini terletak di pulau Timor, yang berbatasan dengan negara Timor Leste.

    Kota ini secara teratur mengalami curah hujan yang tinggi sepanjang tahun, yang dapat memberikan dampak positif dalam menjaga polutan dari udara.

     

    Kupang merupakan dataran rendah dan terdapat perbukitan di sebelah barat daya. Topografi berbukit dan bergunung-gunung dapat menghalangi angin, mengurangi kemampuan polutan untuk menyebar.

    Namun, hanya 10 persen angin kota selama tahun 2022 yang mengalir ke arah perbukitan, yang memudahkan akumulasi polutan untuk meninggalkan daerah tersebut.

    Sumber polusi di Kupang dapat berasal dari kebakaran hutan. Jumlah kebakaran hutan yang terjadi di kota Kupang pada tahun 2022 lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

    Baca: Mengenal kota Kupang yang pernah jadi rebutan Portugis dan Belanda

    1. Cockburn, Australia

    Pinggiran kota dengan kualitas udara terbaik. Kota Australia kedua dalam daftar ini juga merupakan kota besar yang paling tidak berpolusi di dunia.

    Cockburn, dengan populasi sekitar 114.000 jiwa, terletak di sebelah selatan Perth. Pinggiran kota ini memiliki konsentrasi rata-rata tahunan PM2.5 sebesar 2 µg/m3.

    Perth dan Cockburn biasanya memiliki kualitas udara yang baik sepanjang tahun, meskipun hal ini dapat dipengaruhi oleh emisi kendaraan dan asap kebakaran hutan di dekatnya.

    Sekali lagi, kami melihat hubungan antara kelembapan dan kualitas udara yang lebih baik; karena wilayah ini mengalami curah hujan yang jauh lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya – mendekati tingkat curah hujan normal di kota ini – tidak ada kebakaran semak berskala besar.