7cloud.asia – Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT ASEAN mulai berlangsung hari ini di Jakarta di tengah kualitas udara yang tidak sehat.
Dipantau dari situs IQAir pada Selasa (5/9/2023) pukul 07.00 WIB, indeks kualitas udara Jakarta berada pada angka 156.
Dilihat secara global, posisi Jakarta berada di peringkat ke 6 setelah Kuala Lumpur, Malaysia dengan indeks kualitas udara 157.
Sementara peringkat pertama kota terpolusi di dunia masih negara Malaysia, yaitu kota Kuching dengan indeks 178.
Baca; Hujan buatan belum optimal turunkan polusi udara di Jakarta
Rangking kota Jakarta ini turun dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya yang
selalu masuk 5 besar kota terpolusi di dunia. Bahkan tak jarang Jakarta menempati urutan pertama kota terpolusi di dunia.
Meski rangking Jakarta turun, kualitas udara Jakarta tergolong tidak sehat dengan nilai konsentrasi polutan utamanya PM 2,5 di jakarta 12.9 kali panduan kualitas udara tahunan WHO.
Sedangkan kota terbersih yang terpantau pada Selasa pagi adalah kota Kiev, Ukraina. Di kota pecahan Uni Soviet ini, indeks kualitas udaranya berada di angka 12 dan masuk dalam kategori hijau atau sehat.
Baca: Untuk atasi polusi, hujan buatan harusnya dilakukan setiap hari
Data kualitas udara didapat dari sejumlah kontributor, seperti KLHK, BMKG serta US Department of State.
Dengan kualitas udara seperti itu, IQAir menyarankan agar masyarakat dapat
menggunakan masker saat berada di luar ruangan.
Selain itu, jika memiliki penyaring udara maka dapat menyalakan penyaring udara agar udara dapat jernih kembali.
Baca: Water mist, salah satu upaya dongkrak kualitas udara Jakarta
Masyarakat juga dihimbau untuk menutup jendela agar dapat menghindari udara
kotor dari luar.
Masyarakat, terutama kelompok usia rentan seperti anak-anak, ibu hamil dan orangtua juga dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan.
Sementara itu, Guru Besar Bidang Pulmonologi dan Respirasi Universitas Indonesia Agus Dwi Susanto mengajak masyarakat untuk mengenakan masker kain yang dilapisi filter untuk particulate matter (PM) 2.5 saat polusi udara.
Baca: Mengatasi polusi udara di Jakarta harus didukung daerah penyangga
Cara ini dianggap dapat menyaring 95 hingga 99 persen partikulat mikro. Selain itu, masyarakat juga bisa menggunakan N95, KF94 dan masker bedah.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply