Seperti Ini Dampak Kualitas Udara yang Buruk pada Kesehatan Anak

Written by

in

Ilustrasi anak. Foto: Pixabay 

7cloud.asia – Kualitas udara di sejumlah wilayah di Indonesia termasuk Jakarta, beberapa waktu terakhir dalam kondisi yang cukup mengkhawatirkan.

Dalam kondisi ini, anak dan lansia menjadi korban paling rentan menderita penyakit akibat kualitas udara yang buruk.

“Dampak kualitas udara yang buruk pada kesehatan anak bisa sangat mengkhawatirkan. Anak-anak yang kurang daya tahan tubuhnya bisa dengan mudah terjangkit penyakit. Termasuk juga bagi lansia dan orang yang memiliki komorbid,” kata Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu, (7/6/2023).

Baca: Polusi udara picu 7 juta kematian dini setiap tahun

Untuk itu, Arzeti mendorong Pemerintah menyiapkan solusi jangka pendek untuk mengatasi kualitas udara yang buruk akibat polusi udara ini. 

Diakui, pemerintah memang tengah menyiapkan solusi jangka panjang dalam upaya perbaikan kualitas udara. 

Salah satunya dengan menggencarkan program kendaraan listrik dan transisi ke energi hijau guna mengurangi polusi yang mengakibatkan kualitas udara buruk.

Baca: Mengenal bioplastik yang disebut sebagai plastik ramah lingkungan

Meski begitu, Arzeti menilai harus ada upaya jangka pendek di sektor kesehatan dalam menghadapi ancaman kualitas udara yang buruk.

“Ancaman polusi udara meningkatkan risiko infeksi pernafasan akut seperti ISPA dan pneumonia. Dan kita tidak bisa menutup mata polusi udara bisa berdampak pada risiko penyakit jantung dan kanker untuk jangka panjang. Ini harus menjadi perhatian serius,” jelas Politisi Fraksi PKB itu.

Baca: Polusi dan kenaikan suhu bumi picu penyebaran nyamuk malaria

Ditambahkannya, persoalan kesehatan tidak bisa menunggu pencapaian program-program jangka panjang Pemerintah untuk meningkatkan kualitas udara, apalagi untuk kelompok rentan seperti anak.

Arzeti pun menyoroti banyaknya laporan mengenai anak-anak yang belakangan gampang terkena penyakit.

“Anak-anak akhir-akhir ini mudah terserang batuk dan flu. Tidak sedikit juga yang terkena ISPA. Tentunya harus diwaspadai karena menurut WHO, ISPA menjadi penyebab utama angka kematian akibat penyakit menular di dunia,” ungkapnya.

Baca:  Polusi turunkan kesuburan laki-laki

Mengutip para ahli, Arzeti mengimbau kelompok sensitif lebih waspada terhadap kualitas udara saat ini, khususnya di Jakarta. Kelompok sensitif yang dimaksud adalah mereka yang rentan terhadap polusi udara, misalnya ibu hamil, balita, dan lansia.

Sekali lagi legislator Dapil Jawa Timur I itu menegaskan bahwa perlu adanya solusi jangka pendek yang komprehensif dalam menangani ancaman polusi udara dari sisi kesehatan.

Hal itu juga harus dilakukan paralel dengan upaya membangun kesadaran masyarakat yang juga berperan penting dalam memulihkan kualitas udara dengan menerapkan gaya hidup hemat energi.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *