Tag: lebanon

  • UNICEF: Serangan Israel yang Menewaskan 24 Anak Mengkhawatirkan

    UNICEF: Serangan Israel yang Menewaskan 24 Anak Mengkhawatirkan

    7cloud.asia – Direktur Eksekutif Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), Catherine Russel menyatakan kekhawatirannya atas kekerasan yang meningkat di Israel dan Lebanon.

    Kekhawatiran ini menyusul serangan yang menewaskan sedikitnya 24 anak di Lebanon selatan pada Senin (23/09/2024).

    “Saya sangat khawatir dengan meningkatnya serangan di Lebanon dan Israel, yang pada hari ini dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 24 anak di Lebanon selatan,” katanya.

    Dia menekankan bahwa meningkatnya kekerasan merupakan “eskalasi yang berbahaya” bagi warga sipil di wilayah tersebut.

    Baca: Akibat serangan Israel sejak Oktober 2023, 15 ribu anak Palestina tewas

    Menurut Russel, anak-anak di Lebanon dan Israel mengalami trauma psikologis berat akibat serangan udara dan pengungsian.

    Dia mendesak pihak-pihak yang bertikai untuk mematuhi hukum kemanusiaan internasional yang melindungi warga sipil, infrastruktur, pekerja kemanusiaan, dan personel medis.

    Israel melancarkan serangan-serangan udara ke Lebanon selatan dan timur.

    Menurut otoritas kesehatan Lebanon, aksi militer Israel tersebut telah menewaskan sedikitnya 492 orang, termasuk 35 anak-anak, dan 1.645 lainnya terluka sejak Senin pagi.

    Baca: UNRWA kutuk pembantaian anak-anak Palestina oleh Zionis

    Ribuan warga sipil juga terpaksa harus meninggalkan rumah mereka. Kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah, dan Israel telah terlibat dalam konflik sejak Israel melancarkan agresi ke Jalur Gaza, Palestina.

    Israel mengintensifkan serangan mereka di Lebanon meski komunitas internasional memperingatkan bahwa tindakan itu akan memperluas konflik di Gaza ke wilayah lain.

    Sumber: Anadolu

  • AS dan Uni Eropa Serukan Gencatan Senjata antara Israel dan Lebanon


    7cloud.asia – Uni Eropa, Amerika Serikat, Prancis dan delapan negara lainnya menyerukan gencatan senjata segera selama 21 hari di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon.

    Dalam sebuah pernyataan yang dirilis Rabu (25/9/2024 waktu setempat, negara-negara ini mengatakan bahwa konflik Israel-Lebanon “tidak dapat ditoleransi dan menimbulkan risiko eskalasi regional yang lebih luas yang tidak dapat diterima.”

    Sebuah pernyataan bersama mengatakan gencatan senjata akan memungkinkan perundingan menuju penyelesaian diplomatik sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan penghentian permusuhan antara Israel dan kelompok militan Hizbullah yang berbasis di Lebanon.

    Pernyataan itu juga mendesak penerapan gencatan senjata antara Israel dan militan Hamas di Jalur Gaza.

    Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Qatar ikut menyerukan dalam seruan gencatan senjata, yang menyatakan bahwa konflik regional yang lebih luas “tidak ada kepentingannya, baik bagi rakyat Israel maupun rakyat Lebanon.”.

    “Kami kemudian akan siap mendukung penuh semua upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan antara Lebanon dan Israel dalam periode ini, berdasarkan upaya selama beberapa bulan terakhir, yang mengakhiri krisis ini sama sekali,” kata pernyataan itu.

    Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot mengatakan kepada Dewan Keamanan pada Rabu pagi bahwa dia akan berangkat ke Beirut akhir pekan ini untuk bekerja dengan pemangku kepentingan setempat dalam mencari resolusi diplomatik atas konflik tersebut.

    Baca: Joe Biden peringatkan kemungkinan perang habis-habisan di Timur Tengah

    Perkembangan ini terjadi setelah hari-hari paling mematikan di Lebanon sejak perang saudara berakhir pada awal 1990-an.

    Pejabat kesehatan Lebanon mengatakan serangan Israel telah menewaskan 50 orang pada Rabu, sehingga menambah jumlah korban tewas dalam tiga hari menjadi 615 orang, dan lebih dari 2.000 orang terluka.

    “Kepada semua pihak, mari kita katakan dengan satu suara yang jelas: hentikan pembunuhan dan penghancuran. Kurangi retorika dan ancaman. Mundurlah dari tepi jurang,” kata Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada pertemuan dewan.

    “Perang habis-habisan harus dihindari bagaimanapun caranya. Ini pasti akan menjadi bencana besar,” ujarnya.

    Perdana Menteri sementara Lebanon menghadiri pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York.

    “Israel melanggar kedaulatan kami dengan mengirimkan pesawat perang dan drone mereka ke wilayah udara kami; dengan membunuh warga sipil, termasuk pemuda, perempuan dan anak-anak; menghancurkan rumah-rumah dan memaksa banyak keluarga mengungsi karena kondisi kemanusiaan yang buruk,” kata Najib Mikati.

    Baca: Inggris gunakan kekuatan diplomasi untuk dorong gencatan senjata di Gaza

    “Lebih jauh lagi, mereka menyebarkan teror dan ketakutan di kalangan warga Lebanon di hadapan dunia, yang hanya menontonnya dengan santai,” tambahnya.

    Duta Besar Israel mengatakan pemerintahnya tidak menginginkan terjadinya perang skala penuh dan terbuka terhadap solusi diplomatik.

    Danny Danon mengatakan Israel hanya melakukan apa yang negara lain akan lakukan jika warganya mendapat ancaman.

    “Sejak 8 Oktober, 70.000 warga sipil terpaksa meninggalkan rumah mereka. Mereka dijadikan pengungsi di negaranya sendiri,” kata Danon.

    “Mereka tidak tahu kapan mereka bisa kembali ke rumah, memulai kembali kehidupan mereka, atau kapan anak-anak mereka bisa kembali ke sekolah.”

    Hizbullah memecah ketenangan di sepanjang perbatasan setelah serangan teror Hamas pada 7 Oktober terhadap Israel yang memicu perang Gaza. Israel mengatakan Hizbullah telah menembakkan hampir 9.000 roket ke arah permukiman-permukiman di Israel utara sejak saat itu.

    Kelompok Hizbullah mengatakan mereka bertindak sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina dan sekutunya yang didukung Iran, Hamas.

    Baca: Gaza dan Ukraina jadi perhatian di Sidang Umum PBB

    Pertempuran tersebut telah menewaskan 49 orang di Israel, bersama dengan ratusan orang di Lebanon, dan membuat puluhan ribu orang mengungsi di kedua sisi perbatasan.

    Masih ada waktu untuk diplomasi
    Di Washington, para pejabat militer bersikeras masih ada waktu untuk diplomasi dan de-eskalasi.

    “Sepertinya tidak ada yang akan terjadi dalam waktu dekat,” kata wakil sekretaris pers Pentagon Sabrina Singh ketika ditanya tentang prospek operasi darat besar-besaran Israel melawan Hizbullah.

    “Kami ingin melihat solusi diplomatik, dan kami ingin segera mewujudkannya,” tambah Singh, sambil menekankan bahwa militer AS tidak memberikan intelijen atau dukungan militer apa pun kepada Israel untuk operasinya di Lebanon.

    Dia mengatakan diskusi dengan Israel terus dilakukan dan Washington yakin “Israel mendengarkan.”

    Konflik tersebut juga telah mendorong beberapa negara untuk mendesak warga negaranya meninggalkan Lebanon.

    Amerika Serikat mengumumkan akan mengirim lebih banyak personel militer ke wilayah tersebut untuk menambah pasukan yang ada, sementara Inggris memperkirakan 700 pasukannya akan tiba pada Rabu di Siprus sebagai persiapan untuk kemungkinan evakuasi warga negaranya dari Lebanon.

    Sumber: VOA Indonesia,Koresponden VOA di PBB Margaret Besheer dan koresponden keamanan nasional Jeff Seldin berkontribusi dalam laporan ini. Beberapa informasi untuk artikel ini disediakan oleh The Associated Press, Agence France-Presse dan Reuters.

  • Hizbullah Mengonfirmasi Kematian Hassan Nasrallah, Perjuangan Melawan Israel Tetap Dilanjutkan

    Hizbullah Mengonfirmasi Kematian Hassan Nasrallah, Perjuangan Melawan Israel Tetap Dilanjutkan

    7cloud.asia – Kelompok Hizbullah pada Sabtu (28/9/2024) mengonfirmasi bahwa pemimpin mereka, Hassan Nasrallah, telah meninggal dunia dalam serangan Israel.

    Wafatnya Hassan Nasrallah yang telah memimpin kelompok itu selama lebih 30 tahun dianggap sebagai pukulan telak bagi Hizbullah yang tengah menghadapi serangan intensif Israel.

    Kematian Nasrallah akan menjadi pukulan telak tidak hanya bagi Hizbullah, tetapi juga bagi Iran. Nasrallah telah lama menjadi sosok kunci dalam “Poros Perlawanan” yang didukung Teheran, yang berperan dalam memperluas pengaruh Iran di seluruh kawasan Timur Tengah.

    Meski demikian, Hizbullah memastikan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka akan melanjutkan pertempuran melawan Israel “untuk mendukung Gaza dan Palestina, serta membela Lebanon dan rakyatnya yang kuat dan bermartabat.”

    Namun, dilansir VOA Indonesia, tidak dijelaskan bagaimana Hassan Nasrallah meninggal.

    Militer Israel mengatakan bahwa Hassan Nasrallah terbunuh dalam “serangan terarah” terhadap markas bawah tanah kelompok itu di bawah sebuah bangunan perumahan di Dahiyeh, pinggiran selatan Beirut yang dikuasai Hizbullah.

    Baca: Hassan Nasrallah meninggal akibat serangan Israel

    Israel mengatakan Nasrallah terbunuh bersama dengan sejumlah pemimpin tinggi Hizbullah, Ali Karaki, dan komandan lainnya.

    “Serangan itu dilakukan saat rantai komando senior Hizbullah beroperasi dari markas besar dan melancarkan kegiatan teroris terhadap warga negara Israel,” katanya.

    Sementara itu, media pemerintah Iran, IRNA, melaporkan Jenderal Abbas Nilforoushan, Wakil Komandan Operasi Garda, juga “tewas dalam serangan Israel di Lebanon yang juga mengakibatkan kematian pemimpin Hizbullah.”

    Serangan udara yang dilakukan pada Jumat (27/9/2024) di Dahiyeh itu mengguncang Beirut. Menurut sumber keamanan di Lebanon, serangan tersebut mengakibatkan serangkaian ledakan besar yang meninggalkan kawah dengan kedalaman hingga 20 meter.

    Serangan itu diikuti oleh serangan udara tambahan di Dahiyeh dan wilayah lain di Lebanon pada Sabtu (28/9/2024). Ledakan besar menerangi bahkan menerangi malam, dan serangan lebih lanjut menghantam area tersebut pada pagi hari, sementara asap mengepul di atas kota.

    Hizbullah juga melanjutkan serangan roket lintas batasnya, menyalakan sirene dan membuat penduduk berlarian mencari perlindungan jauh di dalam Israel.

    Baca: AS dan negara-negara Eropa serukan gencatan senjata di Timur Tengah

    Pertahanan rudal Israel berhasil menghalau sebagian besar roket tersebut, dan tidak ada laporan korban cedera akibat serangan itu.

    Eskalasi tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik dapat lepas kendali, yang berpotensi melibatkan Iran, pendukung utama Hizbullah, serta Amerika Serikat.

    Pada jam-jam awal setelah serangan pada Jumat, seorang sumber yang dekat dengan Hizbullah menyatakan kepada Reuters bahwa Nasrallah masih hidup. Kantor berita Iran, Tasnim, juga melaporkan bahwa ia selamat.

    Kementerian Transportasi dan Pekerjaan Umum Lebanon meminta sebuah pesawat Iran untuk tidak memasuki wilayah udara Lebanon.

    Permintaan itu muncul setelah Israel memperingatkan pengawas lalu lintas udara di Bandara Beirut pada Jumat bahwa mereka akan menggunakan “kekuatan” jika pesawat itu mendarat, menurut seorang sumber di Kementerian Transportasi Lebanon kepada Reuters.

    Sumber tersebut menyatakan bahwa tidak jelas apa yang ada di dalam pesawat, sambil menambahkan, “Prioritasnya adalah keselamatan orang-orang.”

    Sumber:VOAIndonesia

  • Iran Tak Akan Kirim Pasukan ke Lebanon maupun Gaza

    Iran Tak Akan Kirim Pasukan ke Lebanon maupun Gaza

    7cloud.asia – Iran tidak akan menerjunkan pasukan ke Lebanon ataupun Gaza untuk menghadapi Israel, kata kementerian luar negeri Iran pada Senin (30/9), di saat serangan Israel menyasar sekutu-sekutunya di kawasan.

    “Tidak perlu mengirim pasukan tambahan atau sukarelawan dari Republik Islam Iran,” kata juru bicara kementerian luar negeri Iran, Nasser Kanani.

    Ia menambahkan, Lebanon dan para petempur di wilayah Palestina “memiliki kemampuan dan kekuatan untuk mempertahankan diri dari agresi.”

    Selama beberapa hari terakhir, Israel telah melancarkan serangan udara besar-besaran ke Lebanon untuk melawan apa yang disebutnya “poros perlawanan”,

    Yaitu jaringan kelompok militan yang berpihak pada Iran di kawasan, termasuk di Suriah, Yaman dan Irak.

    Baca Juga: Satu Juta Warga Lebanon Mengungsi Hindari Serangan Israel

    Sebuah serangan Israel ke Beirut pada Jumat (27/9) lalu menewaskan Hassan Nasrallah, pemimpin kelompok militan Lebanon, Hizbullah, yang dipersenjatai dan didanai Republik Islam Iran selama bertahun-tahun.

    “Kami belum menerima permintaan apa pun terkait hal ini dari pihak mana pun, sebaliknya, kami terlah diberi tahu dan yakin bahwa mereka tidak membutuhkan bantuan pasukan kami,” kata Kanani kepada wartawan di Teheran.

    Meski demikian, Kanani tetap bersumpah bahwa Israel “tidak akan dibiarkan tanpa teguran dan hukuman atas kejahatan yang telah dilakukannya terhadap rakyat, personel militer dan pasukan perlawanan Iran.”

    Pada hari yang sama, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengunjungi kantor Hizbullah di Teheran “untuk memberikan penghormatan” kepada Nasrallah, menurut situs web pemerintah Iran.

    Baca Juga: Hizbullah Mengonfirmasi Kematian Hassan Nasrallah, Perjuangan Melawan Israel Tetap Dilanjutkan

    Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, pembuat keputusan utama dalam semua urusan negara, telah bersumpah bahwa kematian Nasrallah “tidak akan sia-sia,”

    Sementara, Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref mengatakan negaranya akan membawa “kehancuran” Israel.

    Iran juga telah bersumpah untuk membalas kematian Abbas Nilforushan, komandan tinggi Pasukan Quds, sayap operasi luar negeri Korps Garda Revolusi Islam, yang tewas bersama pemimpin Hizbullah.

    Sumber:VOAIndonesia

  • Israel Minta Warga Lebanon Selatan untuk Mengungsi demi Hindari Risiko Serangan


    7cloud.asia – Militer Israel, Kamis (3/10/2024) mendesak warga di lebih dari 20 kota dan desa di Lebanon selatan untuk segera mengungsi dari rumah mereka dan pindah ke utara.

    Perintah Israel ini untuk menghindari bahaya saat Israel melanjutkan operasi daratnya melawan Hizbullah.

    Lewat akunnya di platform media sosial X, juru bicara bahasa Arab IDF Letnan Kolonel Avichay Adraee menyarankan warga untuk pindah ke utara Sungai Awali untuk “menyelamatkan nyawa Anda.” Dia memperingatkan setiap gerakan ke selatan akan membahayakan mereka.

    Dia mengatakan, “Aktivitas Hizbullah memaksa IDF untuk bertindak tegas terhadapnya,” dan mengatakan IDF akan memberi tahu mereka kapan aman untuk pulang.

    IDF merilis video yang katanya adalah pasukan yang beroperasi di Lebanon selatan.

    Baca: Satu juta warga Lebanon mengungsi hindari serangan Israel

    Tentara Brigade ke-6 saat ini berada di Lebanon selatan, “melakukan serangan terarah untuk menggagalkan dan menghancurkan infrastruktur organisasi teroris Hizbullah,” katanya dalam sebuah pernyataan.

    IDF juga mengatakan pada hari Kamis bahwa jet tempur Israel, dalam serangan pada hari Rabu, menewaskan komandan Hizbullah Khader Al-Shahabiya.

    Pernyataan tersebut mengatakan bahwa Khader bertanggung jawab atas serangan roket pada bulan Juli yang menghantam lapangan sepak bola di Majdal Shams di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel yang menewaskan 12 anak.

    Pejabat kesehatan Lebanon mengatakan pada hari Kamis bahwa serangan udara Israel menghantam sebuah gedung apartemen di Beirut, menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai tujuh lainnya.

    Amin Sherri, anggota parlemen Hizbullah, mendatangi lokasi tersebut pada hari Kamis, dan mengatakan Israel telah menyerang di daerah yang dihuni warga sipil dan organisasi-organisasi pertahanan sipil Lebanon lainnya.

    Baca: Hizbullah lanjutkan perjuangan melawan zionist Israel

    Iran Serang Israel
    Ketegangan telah meningkat secara dramatis di kawasan itu sejak Selasa malam, ketika Iran melepaskan rentetan sekitar 200 rudal balistik, aksi yang belum pernah dilakukan sebelumnya yang ditujukan ke Israel.

    Iran melakukan serangan tersebut pada malam Tahun Baru Yahudi sebagai balasan atas serangkaian serangan Israel terhadap proksi-proksinya, termasuk pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran pada bulan Juli dan kepala Hizbullah Lebanon Hassan Nasrallah di Beirut minggu lalu.

    Perdana Menteri Israel Bejamin Netanyahu memperingatkan bahwa Teheran “akan membayar” atas serangan itu, dan Kabinet Keamanannya bertemu Selasa malam untuk membahas kemungkinan serangan balasan.

    Beberapa laporan menunjukkan Israel mungkin akan menyerang kilang minyak Iran atau bahkan lokasi nuklirnya.

    Pada hari Kamis saat meninggalkan Gedung Putih, Presiden AS Joe Biden ditanya apakah AS akan mengizinkan Israel untuk melakukan serangan balasan dan apa rencana AS dalam hal itu.

    Baca: Iran tak akan kirim pasukan ke Lebanon maupun Gaza 

    Biden mengatakan, “Pertama-tama, kami tidak mengizinkan Israel, kami menasihati Israel. Dan tidak akan ada yang terjadi hari ini. Kami akan membicarakannya nanti.”

    Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan Rabu bahwa Teheran akan memberikan tanggapan yang keras terhadap pembalasan Israel.

    Berbicara di Qatar, dalam jumpa pers bersama Emir Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, Pezeshkian mengatakan Iran terus memperjuangkan perdamaian.

    Iran tidak menginginkan perang dengan Israel tetapi menyebut serangan udara di Teheran setelah pelantikannya yang menewaskan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh sebagai provokasi Israel.

    Israel tidak pernah secara resmi bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan Haniyeh tersebut.

    Israel hari Rabu mengumumkan kematian delapan tentaranya dalam pertempuran dengan Hizbullah di Lebanon selatan, sehari setelah Israel memulai apa yang disebutnya sebagai operasi darat “terbatas” untuk menghancurkan infrastruktur militan di sana.

    Sumber:VOAIndonesia

  • 2 Anggota Pasukan Perdamaian asal Indonesia Terluka akibat Serangan Israel di Lebanon

    2 Anggota Pasukan Perdamaian asal Indonesia Terluka akibat Serangan Israel di Lebanon

    7cloud.asia – Misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon telah terkena tembakan Israel, melukai dua anggota pasukan perdamaian PBB asal Indonesia dan merusak fasilitas yang ada.

    Dua anggota pasukan penjaga perdamaian PBB tersebut terluka setelah sebuah tank Israel menembaki menara observasi di markas mereka di Naqoura, kata UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) atau pasukan sementara PBB di Lebanon. 

    Kedua korban dilaporkan berasal dari Indonesia. Laporan itu dikukuhkan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk PBB Arrmanatha Nasir dalam pesan singkat melalui WhatsApp kepada VOA Indonesia.

    Mengenai insiden itu, juru bicara UNIFIL Andrea Tenenti mengatakan, “Sangat memprihatinkan karena semua pihak memiliki kewajiban untuk menghormati dan melindungi pasukan penjaga perdamaian kita dan apa yang terjadi juga merupakan pelanggaran terhadap (Resolusi PBB) 1701, tetapi juga pelanggaran hukum humaniter internasional.”

    Pasukan Israel menembaki posisi UNIFIL di Naqoura tempat pasukan penjaga perdamaian berlindung di dekat perbatasan, merusak sebuah kendaraan dan sistem komunikasi, imbuh Tenenti.

    Tenenti mendesak semua pihak yang bertikai untuk melakukan gencatan senjata dengan mengatakan “tidak ada solusi militer, satu-satunya solusi adalah politik dan diplomatik.”

    Sekitar 10 ribu pasukan penjaga perdamaian PBB dari 50 negara beroperasi di Lebanon selatan untuk melaksanakan resolusi PBB 1701 menyusul perang tahun 2006 antara Hizbullah dan Israel.

    Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon menanggapinya dengan mengatakan: “Kami fokus pada upaya memerangi teroris Hizbullah. Dialog dan koordinasi kami dengan UNIFIL akan terus berlanjut di Lebanon selatan.

    Rekomendasi kami adalah UNIFIL pindah lima kilometer ke utara untuk menghindari bahaya karena pertempuran semakin intensif dan sementara situasi di sepanjang Garis Biru masih tidak stabil akibat agresi Hizbullah.”

    Ia menambahkan, “Israel tidak ingin berada di Lebanon, tetapi akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk mengusir teroris Hizbullah dari perbatasan utaranya sehingga 70.000 penduduk kami, yang merupakan pengungsi di negara mereka sendiri, dapat kembali ke rumah mereka dengan aman.”

    Sementara itu, para pelayat berkumpul pada hari Kamis untuk menghadiri pemakaman seorang perempuan Israel yang tewas, bersama pasangannya, dalam serangan roket yang ditembakkan dari Lebanon ke Israel utara pada hari sebelumnya.

    Hizbullah mulai menembakkan roket, rudal, dan pesawat nirawak ke Israel setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dari Gaza ke Israel yang memicu perang.

    Hizbullah dan Hamas sama-sama bersekutu dengan Iran, dan Hizbullah mengatakan serangan itu untuk mendukung Palestina.

    Israel membalas dengan serangan udara, dan konflik meningkat menjadi perang besar-besaran bulan lalu.

  • Israel Kembali Serang Markas UNIFIL, Tentara dari Sri Lanka Terluka

    Israel Kembali Serang Markas UNIFIL, Tentara dari Sri Lanka Terluka

    7cloud.asia – Tentara Israel pada Jumat (11/10/2024) kembali meluncurkan serangan ke markas Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di Lebanon selatan.

    Serangan Israel ke UNIFIL kali ini melukai beberapa tentara penjaga perdamaian dari Sri Lanka yang bertugas disana.

    Sebelumnya, Israel juga menyerang pasukan UNIFIL dan melukai dua anggota pasukan perdamaian asal Indonesia.

    Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon, sebuah tank Merkava Israel menargetkan salah satu menara pengawas UNIFIL di jalan utama yang menghubungkan Tyre dengan Naqoura, di depan pos pemeriksaan Tentara Lebanon, dan melukai kontingen Sri Lanka.

    Baca: Dua anggota pasukan perdamaian asal Indonesia terluka akibat serangan Israel 

    Disebutkan bahwa tank tentara Israel itu menembakkan peluru meriam yang menghantam pintu masuk utama pusat komando UNIFIL di Naqoura, menyebabkan kerusakan di lokasi itu.

    Pusat komando UNIFIL di Naqoura menjadi target pasukan artileri Israel untuk kedua kalinya dalam tiga hari terakhir.

    Pada Kamis (10/10/2024) pasukan penjaga perdamaian PBB itu mengatakan bahwa markas besar UNIFIL di Naqoura dan posisi pasukannya berulangkali ditembaki pasukan Israel, hingga melukai dua anggotanya.

    Situasi di lokasi tetap tegang karena UNIFIL beroperasi dalam lingkungan yang menantang di tengah aksi militer yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.

    Baca: Israel intensifkan serangan ke Lebanon

    Israel telah melancarkan serangan udara besar-besaran di Lebanon dengan dalih menyasar Hizbullah sejak 23 September 2024.

    Serangan ini menewaskan sedikitnya 1.351 orang, melukai lebih dari 3.800 orang lainnya, dan membuat lebih dari 1,2 juta orang mengungsi.

    Serangan udara tersebut merupakan eskalasi dari perang lintas batas selama setahun antara Israel dan Hizbullah sejak dimulainya serangannya di Jalur Gaza, di mana Israel telah menewaskan lebih dari 42.000 warga Palestina.

    Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak. Sementara korban luka mencapai hampir 100.000 orang dan ratusan ribu lainnya harus mengungsi.

    Baca: Sejuta warga Lebanon mengungsi hindari serangan Israel

    Meskipun ada peringatan internasional bahwa Timur Tengah berada di ambang perang kawasan di tengah serangan gencar Israel terhadap Gaza dan Lebanon, Israel tetap memperluas konflik dengan meluncurkan serangan darat ke Lebanon selatan pada 1 Oktober.

    Sumber: Antara/Anadolu

  • PBB: 144 Warga Sipil Lebanon Tewas Akibat Serangan Israel Pasca Gencatan Senjata

    PBB: 144 Warga Sipil Lebanon Tewas Akibat Serangan Israel Pasca Gencatan Senjata

    7cloud.asia – Kantor hak asasi manusia PBB, Kamis (13/11/2025) melaporkan bahwa pelanggaran oleh Israel terhadap gencatan senjata dengan kelompok Hizbullah di Lebanon telah menewaskan 114 warga sipil.

    Juru bicara kantor tersebut, Thameen Al-Kheetan, mengatakan bahwa pihaknya memantau serangan udara Israel di desa-desa Lebanon selatan dan mencatat bahwa angka kematian warga sipil terus meningkat sejak gencatan senjata dimulai.

    Thameen menekankan bahwa dampak mematikan yang terus menerus terhadap warga sipil “harus segera dihentikan,”

    Baca: 8 Negara siap tangkap Benjamin Netanyahu

    Dia mengatakan bahwa penduduk di wilayah tersebut telah hidup dalam ketidakstabilan dan ketakutan selama lebih dari dua tahun.

    Thameen juga menyerukan kepatuhan Israel dan mendesak terhadap perjanjian penghentian permusuhan serta hukum humaniter internasional.

    Tentara Israel telah menewaskan lebih dari 4.000 orang dan melukai hampir 17.000 lainnya dalam serangannya di Lebanon, yang dimulai pada Oktober 2023 dan berkembang menjadi serangan besar-besaran pada September 2024.

    Baca: Serangan Israel ke Gaza berlanjut usai gencatan senjata

    Israel dan Hizbullah telah bersepakat untuk melakukan gencatan senjata yang dimulai pada 27 November 2024.

     

    Tentara Israel ke Gaza (Palestina) juga terus berlanjut meski telah dicapai kesepakatan gencatan senjata pada Oktober lalu.

    BBC melaporkan, serangan ini menghancurkan lebih dari 1.500 bangunan di Gaza dan menewaskan lebih dari 200 orang.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

     

  • Tentara Israel Hancurkan Kamera Pengawas Markas UNIFIL, Hari Ini UNIFIL Resmi Ajukan Keberatan

    Tentara Israel Hancurkan Kamera Pengawas Markas UNIFIL, Hari Ini UNIFIL Resmi Ajukan Keberatan

    7cloud.asia – Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL), Sabtu (4/4/2026) menyatakan mereka akan mengajukan protes resmi setelah tentara Israel menghancurkan kamera pengawasan yang dipasang di markas besarnya di Naqoura.

    Juru Bicara (Jubir) UNIFIL Candice Ardell dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa sejak Jumat (3/4/2026), pasukan Israel telah menghancurkan semua kamera yang menghadap ke Jalan Menghi di markas besar misi tersebut di Naqoura, Lebanon.

    Ardell menyebut, kamera-kamera itu diposisikan semata-mata untuk memantau area sekitar kompleks UNIFIL, memastikan keamanan pasukan penjaga perdamaiannya.

    Dia mengatakan, UNIFIL telah menyampaikan keprihatinan serius mereka kepada militer Israel dan akan mengajukan protes resmi.

    Insiden itu terjadi di tengah makin meluasnya permusuhan regional yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, serta serangkaian insiden berulang yang berdampak pada posisi-posisi UNIFIL di Lebanon selatan.

    Baca: Tiga prajurit UNIFIl asal Indonesia tewas akibat ledakan pinggir jalan di Lebanon

    Sebelumnya, juru bicara UNIFIL Kandice Ardiel mengatakan bahwa tentara Israel menghancurkan semua kamera pengawas yang menghadap markas besar pasukan penjaga perdamaian PBB di Naqoura, Lebanon Selatan.

    Menurut Ardiel, sejak Jumat, tentara Israel telah menghancurkan semua kamera yang membantu memastikan keselamatan dan keamanan personel militer dan sipil di dalam markas UNIFIL di Naqoura.

    UNIFIL menyatakan keprihatinan serius atas tindakan Israel itu dan memutuskan untuk mengajukan protes resmi.

    Ardiel mengingatkan tentara Israel bahwa mereka wajib memastikan keselamatan dan keamanan personel PBB serta menghormati fasilitas PBB.

    Baca: Israel sudah sering serang markas UNIFIL

    Dalam pernyataan terpisah, ia mengonfirmasi bahwa tiga penjaga perdamaian PBB asal Indonesia terluka, dua di antaranya serius, akibat ledakan pada Jumat di fasilitas PBB di dekat El Adeisse, Lebanon selatan.

    UNIFIL telah beroperasi di Lebanon selatan sejak 1978 dan diperluas berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan 1701 setelah perang antara Israel dan Hizbullah meletus pada 2006.

    Israel telah melancarkan serangan udara dan operasi darat di Lebanon selatan sejak serangan lintas batas oleh Hizbullah pada 2 Maret, meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak November 2024.

    Otoritas Lebanon menyatakan sedikitnya 1.422 orang tewas dan 4.294 lainnya terluka akibat serangan Israel.

    Sumber: Antaranews.com/Xinhua-Anadolu