2 Anggota Pasukan Perdamaian asal Indonesia Terluka akibat Serangan Israel di Lebanon

Written by

in

7cloud.asia – Misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon telah terkena tembakan Israel, melukai dua anggota pasukan perdamaian PBB asal Indonesia dan merusak fasilitas yang ada.

Dua anggota pasukan penjaga perdamaian PBB tersebut terluka setelah sebuah tank Israel menembaki menara observasi di markas mereka di Naqoura, kata UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) atau pasukan sementara PBB di Lebanon. 

Kedua korban dilaporkan berasal dari Indonesia. Laporan itu dikukuhkan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk PBB Arrmanatha Nasir dalam pesan singkat melalui WhatsApp kepada VOA Indonesia.

Mengenai insiden itu, juru bicara UNIFIL Andrea Tenenti mengatakan, “Sangat memprihatinkan karena semua pihak memiliki kewajiban untuk menghormati dan melindungi pasukan penjaga perdamaian kita dan apa yang terjadi juga merupakan pelanggaran terhadap (Resolusi PBB) 1701, tetapi juga pelanggaran hukum humaniter internasional.”

Pasukan Israel menembaki posisi UNIFIL di Naqoura tempat pasukan penjaga perdamaian berlindung di dekat perbatasan, merusak sebuah kendaraan dan sistem komunikasi, imbuh Tenenti.

Tenenti mendesak semua pihak yang bertikai untuk melakukan gencatan senjata dengan mengatakan “tidak ada solusi militer, satu-satunya solusi adalah politik dan diplomatik.”

Sekitar 10 ribu pasukan penjaga perdamaian PBB dari 50 negara beroperasi di Lebanon selatan untuk melaksanakan resolusi PBB 1701 menyusul perang tahun 2006 antara Hizbullah dan Israel.

Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon menanggapinya dengan mengatakan: “Kami fokus pada upaya memerangi teroris Hizbullah. Dialog dan koordinasi kami dengan UNIFIL akan terus berlanjut di Lebanon selatan.

Rekomendasi kami adalah UNIFIL pindah lima kilometer ke utara untuk menghindari bahaya karena pertempuran semakin intensif dan sementara situasi di sepanjang Garis Biru masih tidak stabil akibat agresi Hizbullah.”

Ia menambahkan, “Israel tidak ingin berada di Lebanon, tetapi akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk mengusir teroris Hizbullah dari perbatasan utaranya sehingga 70.000 penduduk kami, yang merupakan pengungsi di negara mereka sendiri, dapat kembali ke rumah mereka dengan aman.”

Sementara itu, para pelayat berkumpul pada hari Kamis untuk menghadiri pemakaman seorang perempuan Israel yang tewas, bersama pasangannya, dalam serangan roket yang ditembakkan dari Lebanon ke Israel utara pada hari sebelumnya.

Hizbullah mulai menembakkan roket, rudal, dan pesawat nirawak ke Israel setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dari Gaza ke Israel yang memicu perang.

Hizbullah dan Hamas sama-sama bersekutu dengan Iran, dan Hizbullah mengatakan serangan itu untuk mendukung Palestina.

Israel membalas dengan serangan udara, dan konflik meningkat menjadi perang besar-besaran bulan lalu.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *