7cloud.asia – Iran tidak akan menerjunkan pasukan ke Lebanon ataupun Gaza untuk menghadapi Israel, kata kementerian luar negeri Iran pada Senin (30/9), di saat serangan Israel menyasar sekutu-sekutunya di kawasan.
“Tidak perlu mengirim pasukan tambahan atau sukarelawan dari Republik Islam Iran,” kata juru bicara kementerian luar negeri Iran, Nasser Kanani.
Ia menambahkan, Lebanon dan para petempur di wilayah Palestina “memiliki kemampuan dan kekuatan untuk mempertahankan diri dari agresi.”
Selama beberapa hari terakhir, Israel telah melancarkan serangan udara besar-besaran ke Lebanon untuk melawan apa yang disebutnya “poros perlawanan”,
Yaitu jaringan kelompok militan yang berpihak pada Iran di kawasan, termasuk di Suriah, Yaman dan Irak.
Baca Juga: Satu Juta Warga Lebanon Mengungsi Hindari Serangan Israel
Sebuah serangan Israel ke Beirut pada Jumat (27/9) lalu menewaskan Hassan Nasrallah, pemimpin kelompok militan Lebanon, Hizbullah, yang dipersenjatai dan didanai Republik Islam Iran selama bertahun-tahun.
“Kami belum menerima permintaan apa pun terkait hal ini dari pihak mana pun, sebaliknya, kami terlah diberi tahu dan yakin bahwa mereka tidak membutuhkan bantuan pasukan kami,” kata Kanani kepada wartawan di Teheran.
Meski demikian, Kanani tetap bersumpah bahwa Israel “tidak akan dibiarkan tanpa teguran dan hukuman atas kejahatan yang telah dilakukannya terhadap rakyat, personel militer dan pasukan perlawanan Iran.”
Pada hari yang sama, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengunjungi kantor Hizbullah di Teheran “untuk memberikan penghormatan” kepada Nasrallah, menurut situs web pemerintah Iran.
Baca Juga: Hizbullah Mengonfirmasi Kematian Hassan Nasrallah, Perjuangan Melawan Israel Tetap Dilanjutkan
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, pembuat keputusan utama dalam semua urusan negara, telah bersumpah bahwa kematian Nasrallah “tidak akan sia-sia,”
Sementara, Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref mengatakan negaranya akan membawa “kehancuran” Israel.
Iran juga telah bersumpah untuk membalas kematian Abbas Nilforushan, komandan tinggi Pasukan Quds, sayap operasi luar negeri Korps Garda Revolusi Islam, yang tewas bersama pemimpin Hizbullah.
Sumber:VOAIndonesia

Leave a Reply