Tag: limbah

  • Kali Bekasi Tercemar Limbah, Ribuan Warga Krisis Air Bersih

    Kali Bekasi Tercemar Limbah, Ribuan Warga Krisis Air Bersih

    7cloud.asia – Ribuan warga Kota Bekasi, Jawa Barat saat ini mengalami krisis air bersih karena adanya pencemaran limbah di Kali Bekasi. Akibatnya, banyak warga yang mengalami gatal-gatal di kulit.

    Pencemaran Kali Bekasi ini berpengaruh pada Perumda Tirta Patriot yang memproduksi air baku dari aliran kali Bekasi.

    Air tampak keruh dan berbau tidak sedap. Nurhidayati, salah seorang warga Bulak Perwira, Bekasi Utara menjelaskan kondisi air seperti ini sudah terjadi selama setahun.

    Baca: Ini manfaat sodetan Kali Ciliwung

    Kulitnya terasa gatal saat menggunakan air tersebut untuk mandi. Bahkan, lanjut Nurhidayati, dirinya terpaksa harus ke dokter spesialis untuk mengobati gatal-gatal tersebut.

    “Sudah 1 bulan ini kan airnya kadang mati, kadang hidup tapi kan kotor tuh, nah yang parah minggu ini sampai gatal-gatal, sampai ke dokter spesialis,” jelas Nurhidayati seperti yang dikutip iNews.

    Dia menyayangkan Perumda Tirta Patriot yang tak mampu menyelesaikan permasalahan ini. Padahal setiap bulan ia selalu membayar tagihan air.

    “Kalau bayar agak mahal tapi dapet airnya bersih sih masih agak enggak apa-apa,” ujarnya.

    Baca: Pemprov DKI Jakarta pilih pengelolaan sampah secara RDF ketimbang ITF

    Karena itu, Nurhidayati memutuskan untuk membuat instalasi pompa air sejak mengalami penyakit kulit.

    “Kalau saya enggak mau berlangganan lagi, mending pakai air tanah saja, sejoroknya air tapi kan dari tanah. Ini trauma gatal kan saya malu sama orang lain juga,” ucapnya.

    Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Fariyadi mengatakan pencemaran Kali Bekasi ini merupakan pencemaran terparah.

    Sebab hingga kini masih belum ada tanda-tanda membaik setelah tiga hari pencemaran.

    “Sampai hari ini yang terakhir itu tiga hari terakhir, limbah itu belum berhenti-berhenti masih hitam, pekat, dan bau,” ungkap Ali, Jumat (15/9/2023).

    Baca: Lakukan ini untuk kurangi sampah

    Akibatnya 40.000 warga harus terdampak. Ali selanjutnya menjelaskan pihaknya saat ini belum bisa secara maksimal memproduksi air baku dari aliran kali Bekasi.

    Sehingga distribusi air bersih untuk warga Kota Bekasi harus dicampur dengan aliran Kalimalang. Sayangnya, Pemkot Bekasi hanya mendapatkan subsidi terbatas untuk aliran Kalimalang.

    “Sehingga hari ini sudah bisa produksi setengahnya, sekitar 315 sampai 380 LPS (liter per detik),” ujarnya.

    Saat ini, pihaknya tetap mengupayakan memberikan pelayanan kepada warga Kota Bekasi dengan menyediakan empat tangki air. Tangki-tangki air itu akan langsung dikirim kepada warga yang membutuhkan.

    “Kita sementara menyiapkan air tangki jadi kita stand by, komunikasi ke kita yang butuh air akan kita kirim,” tegasnya.

    Baca: Sampah makanan bisa timbulkan masalah serius bagi lingkungan

    Pihaknya juga berencana memberikan penghapusan denda tagihan kepada para pelanggan yang terdampak peristiwa tersebut.

    Penghapusan denda diberikan agar warga dapat memiliki waktu pembayaran di bulan selanjutnya.
     
    “Jadi paling tidak ya berapa bulan dia enggak bayar dulu enggak apa-apa minimal itulah, jadi dendanya kita hapus kalau memang ia katakanlah mau bayar sebulan lagi dua bulan lagi itu kita kasih toleransi itu,” paparnya.

    Selain itu, pihaknya masih membahas diskon untuk pelanggan Perumda Tirta Patriot.
     
    “Kalau diskon masih kita bahas di tingkat direksi, di tingkat manajemen, karena memang di bulan yang sama kita  drop hampir 20-25 persen,” katanya.

     Reporter: Nurakhmayani

  • Buntut Aksi Pandawara di Pantai Cibutun Loji Sukabumi, Polres Sukabumi Tergerak Selidiki Pembuang Sampah

    Buntut Aksi Pandawara di Pantai Cibutun Loji Sukabumi, Polres Sukabumi Tergerak Selidiki Pembuang Sampah

    7cloud.asia – Komunitas lingkungan Pandawara Group beri nominasi pantai pesisir Loji, Kecamatan Simpenan, Sukabumi sebagai Pantai Terkotor Nomor 4 di Indonesia.

    Dari foto yang diunggah Pandawara, terlihat pantai Cibutun Loji tertutup oleh limbah tekstil berupa potongan kain atau perca.  

    Atas fakta yang diunggah Pandawara ini, Polres Sukabumi menyatakan akan menyelidiki keberadaan tumpukan limbah potongan kain (perca) yang mendominasi sampah di Pantai Cibutun dan pesisir Pantai Loji, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

    Komitmen untuk penyelidikan ini diungkapkan Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede di Sukabumi pada Rabu, (4/10/2023).

    “Saya sudah berkoordinasi dengan Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi untuk bersama-sama melakukan penyelidikan soal tumpukan sampah potongan kain di pesisir Pantai Loji, Desa Loji dan Pantai Cibutun, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan,” ujarnya dikutip Antaranews.com.

    Baca: Dampak buruk fast fashion pada lingkungan

    Menurut Maruly, saat melakukan gerakan aksi bersih Pantai Cibutun yang diinisiasi Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi untuk memperingati HUT ke-78 TNI, ratusan petugas TNI dan Polri bersama komunitas, pelajar dan warga terkejut ternyata sampah yang menggunung tersebut didominasi oleh potongan kain.

    Dari hasil analisa, limbah kain perca itu bukan berasal dari wilayah Kecamatan Simpenan tetapi berasal dari luar daerah yang diduga dibuang ke aliran Sungai Cimandiri yang bermuara ke Pantai Cibutun Loji.

    Maka dari itu, ia memerintahkan personel Satuan Intelijen Polres Sukabumi untuk menyusuri Sungai Cimandiri.

    Pihaknya pun mengindikasi ada di beberapa titik aliran Sungai Cimandiri yang berpotensi menjadi sumber dari limbah kain perca, seperti pabrik garmen atau lainnya yang berkaitan dengan kain perca.

    “Apakah limbah kain perca ini berasal dari pabrik garmen atau industri yang berkaitan dengan pengolahan kain, masih kami selidiki untuk mengungkap dari mana limbah kain itu berasal,” tambahnya.

    Baca: Serunya aksi Pandawara bersihkan pantai terkotor di Lampung

    Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup( DLH) Kabupaten Sukabumi memberikan respons mengenai kondisi tersebut.

    Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kabupaten Sukabumi, Saepudin Ginting  mengatakan permasalahan sampah di hamparan Pantai Cibutun Loji hingga Talanca tersebut memang harus ditangani secara bersama.

    Pasalnya, akar permasalahannya berada di muara sungai Cimandiri. Semua stakeholder, pemerintah, masyarakat, dan semuanya turut ikut serta dalam menangani permasalahan yang ada.

    “Dengan adanya kejadian yang terjadi di muara, langkah yang diambil adalah dengan menangani secara bersama.” ujar Saepudin seperti dikutip Sukabumiupdate.com.

    Selain Saepudin, Bupati Sukabumi Marwan Hamami memberi tanggapan terkait isu permasalahan pembuangan sampah masyarakat yang masuk ke sungai dan berasal dari hulu dan berujung ke muara Cimandiri.

    Baca: Sisi gelap fast fashion pada nasib buruh

    Marwan juga menyoroti sampah dari hasil ulah pabrik Garmen. Ia menuding bahwa tindakan tersebut merupakan ulah dari pabrik garmen yang membuang limbahnya ke sungai.

    “Pabrik Garmen yang di belakang sungai, moal jauh karena adanya limbah pabrik garmen, limbah potongan bahan,” ujarnya.

    Menurut Marwan, penumpukan sampah di pesisir Loji itu akibat persoalan buangan sampah masyarakat dari hulu yang rata-rata masuk ke sungai dan berujung ke muara Cimandiri.

    “Karena di beberapa sungai gede itu kan nyambung ke Cimandiri semua. Dari mulai hulu Leuwi orok Cibadak, Cimandiri ti nu ti Cianjur, Cicatih, semua ujung ujungnya bermuara di Cimandiri Palabuhanratu, dan ujung muara itu di Loji,” kata Marwan kepada awak media di Cikidang, Sabtu, 30 September 2023.

    Bermodal hanya dengan segala usaha yang menurutnya akan sia-sia jika tidak ada kerja sama dari setiap masyarakat untuk permasalahan sampah. Setiap minggu akan selalu ada tim kebersihan yang diterjunkan untuk membersihkan.

    Baca: Ini awal mula Pandawara beraksi

    Ia mendorong pihaknya untuk mengubah sampah-sampah tersebut sebagai barang yang bernilai ekonomis.

    Terkait rencana Pandawara Group yang akan bersih-bersih pantai itu, Marwan menyebut hal itu sudah dikomunikasikan.

    Iyos Somantri selaku Wakil Bupati yang memimpin kegiatan bersih-bersih mengungkap ada sekitar 1.300 orang yang ikut serta dalam rangka bersih pantai sepanjang 2 kilometer.

    Lebih lanjut, Iyos mengatakan bahwa tumpukan sampah yang berhasil diangkut mencapai 200 ton dan yang berakhir di Pantai Talanca merupakan kiriman dari luar.

    “Sampah kiriman dari luar kemudian menyebar dan kembali lagi kesini, seolah-olah pantai Talanca sebagai pantai penampung sampah. Harus adanya sikap dan kajian seperti apa yang nanti disosialisasikan serta secepatnya DLH berkoordinasi dengan Indonesia Power dan Forkopimda” katanya.

     

     

  • Keren! Pelajar SMA Ini Ciptakan Batu Bata Ramah Lingkungan dari Limbah PLTU Batubara

    Keren! Pelajar SMA Ini Ciptakan Batu Bata Ramah Lingkungan dari Limbah PLTU Batubara

    7cloud.asia – Berbagai cara dilakukan warga untuk menangani limbah yang dihasilkan warga dan industri. Tak terkecuali pelajar SMA di Jakarta yang membuat bahan bangunan ramah lingkungan dengan berbahan limbah dari PLTU batu bara.

    Itulah yang dilakukan Sheina Ashley Pribadi, siswi kelas 12 Jakarta Intercultural School. Ia menginisasi projek ACE untuk menciptakan bangunan yang lebih ramah lingkungan berbahan limbah. 

    “Proyek ACE bertujuan untuk menggantikan batu bata semen, tanah liat yang menimbulkan polusi. Caranya dengan mengganti sebagian besar semen pada batu bata dengan fly ash,” jelas Sheina dikutip detik.com.

    Baca: Robries mengolah sampah plastik jadi produk bernilai tinggi

    “Fly ash adalah produk sampingan atau limbah PLTU batu bara. Jika tidak dimanfaatkan untuk pembuatan semen ini, fly ash hanya jadi sampah yang dapat mencemari saluran air dan berakhir di tempat pembuangan sampah,” paparnya.

    Selanjutnya Sheina mengungkapkan ide pembuatan batu bata ini sebenarnya sudah ada sejak tahun lalu.

    “Idenya muncul saat kursus solusi tentang lingkungan di Stanford tahun lalu. Saya banyak konsultasi dengan Profesor, insinyur dan mempraktikkannya sendiri di Jakarta,” ungkapnya.  

    Baca: Insectta olah limbah pangan jadi bahan kosmetik

    Untuk produk ini, Sheina bereksperimen sendiri, membuat prototipe rumah sampai menguji prototipe di laboratorium.

    “Formula yang terakhir dapat mencegah 50 persen lepasnya karbondioksida,” imbuhnya.

    Setiap kilogram semen yang diganti dengan fly ash menghemat 0.9 kilogram karbondioksida agar tidak terbuang ke atmosfer,” katanya.

    Baca: Mengenal bioplastik, apakah benar-benar aman untuk lingkungan

    Tahap selanjutnya adalah uji kekuatan. Sembilan prototipe batu bata terkuat diuji di lab Universitas Tarumanegara Jakarta untuk dilakukan penguatan dengan uji kompresi.

    “Formula terakhir bisa melampaui standar FC20 (mutu sedang beton standar Kementerian PUPR),” ujar juara Technovation Girls Indonesia tahun 2023 ini.

    Batu bata ramah lingkungan ini mulai diproduksi. Sheina mengaku dibantu lokakarya lokal di Bogor untuk memproduksi dengan bahan baku fly ash dari PLTU Paiton Malang.

    Baca: Briket dari ampas kopi, inovasi menuju energi terbarukan

    Sementara untuk desain, finalis Global RISE for The World 2023 ini banyak dibantu pamannya, yang kebetulan seorang arsitek.

    Dia berharap dengan penemuannya ini, masyarakat akan semakin sadar pentingnya menggunakan bahan bangunan rendah polusi. Dengan demikian dampak perubahan iklim dapat diminimalisir.

    Sayangnya, batu bata buatan Sheina ini masih belum dijual secara komersil. Penggunaannya saat ini masih diperuntukkan membangun kepentingan umum.

    Baca: Ilmuwan AS ciptakan bioplastik dari bangkai lalat

    Salah satunya untuk membangun trotoar yang rusak. Seperti yang sudah dibangun di trotoar di kawasan sekolah Al-Firdaus di BSD.

    “Meskipun kami punya harapan di masa depan, proyek ini tidak bertujuan menjual batu bata secara komersial. Batu bata ini akan digunakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” jelasnya.

    Atas batu bata temuannya ini, Sheina telah menerima hibah dari The Iris Project yang memungkinkan Sheina membeli bahan baku dan perlatan yang diperlukan.

    Baca: Botol dan kaca, mana lebih ramah lingkungan

    Ia berharap, ke depan temuan ini bisa dipatenkan dan bisa mengembangkan produk ini bermitra dengan perusahaan bangunan di Indonesia agar bisa memproduksi secara massal.

    “Untuk menciptakan bahan bangunan yang lebih ramah lingkungan, untuk mengurangi emisi karbon,” harapnya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Inovasi Briket dari Limbah Agroindustri untuk Wujudkan Sumber Energi Terbarukan

    Inovasi Briket dari Limbah Agroindustri untuk Wujudkan Sumber Energi Terbarukan

    7cloud.asia – Sekelompok mahasiswa UGM memiliki gagasan untuk menghadirkan energi bahan bakar ramah lingkungan dengan mengatasi permasalahan limbah agroindustri. 

    Selama ini, melimpahnya limbah agroindustri menjadi masalah lingkungan yang cukup pelik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

    Masalah terkait limbah agroindustri ini makin rumit, ketika terjadi penutupan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu TPST Piyungan sejak 22 Juli 2023. 

    Di sisi lain, limbah agroindustri dapat dimanfaatkan menjadi bahan dasar briket yaitu ampas kopi, tempurung kelapa, dan sekam padi.

    Ketiga limbah agroindustri ini menjadi permasalahan lingkungan yang jumlahnya cukup melimpah khususnya di DIY, sehingga guna mendukung konsep zero waste.

    Baca: Briket dari ampas kopi

    Kombinasi tiga bahan pilihan ini karena kandungan nilai kalornya cukup tinggi untuk meningkatkan lama nyala api saat pembakaran.

    Kondisi ini mendorong sekelompok mahasiswa UGM coba menghadirkan sebuah inovasi produk briket yang dinamai WastBriq.

    Briket Wastbriq adalah produk yang memiliki potensi sebagai substitusi arang yang memiliki beragam keunggulan. Beberapa diantaranya dari nyala api yang lama, rendah emisi, dan efisiensi penggunaan energi serta terjadi pembakaran sempurna.

    “Briket ini dikemas dengan komposisi terbaik sesuai kebutuhan pasar melalui serangkaian pengujian produk sehingga mencapai SNI 01-6235-2000 tentang Briket Arang Kayu,” kata Lovarensa, selaku ketua tim, Sabtu (14/9/2023) di Kampus UGM.

    Baca: Pertamax 95, BBM berbahan tetes tebu

    Anggota tim lainnya, Naufal menjelaskan bahwa WastBriq ini telah dipasarkan lebih dari 15 restoran di Daerah Sekitar Istimewa Yogyakarta.

    Selain itu, WastBriq juga dipasarkan secara ritel ke pedagang kaki lima yang masih menggunakan arang tradisional.

    Kehadiran produk tersebut mendapat respons positif dari pedagang karena menawarkan inovasi terbaru briket dengan keunggulan yang ada.

    Selain itu harganya juga terjangkau sehingga dapat menekan biaya operasional yang berpengaruh pada keuntungan konsumen yakni Rp 7.500/Kg.

    Baca: Dunia sedang kembangkan energi hidrogen, ini plus minusnya

    Dari sana, ujarnya, kami menginginkan produk kami dapat menjangkau pasar lokal khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga target kami sebesar 800 kg dapat didistribusikan kepada para konsumen yang membutuhkan arang.

    “Ini agar mereka beralih memakai WastBriq ramah lingkungan guna bersama-sama mendukung gerakan zero waste,” jelasnya.

    Sarah menjelaskan, WastBriq ini telah dilengkapi teknologi terkini dengan sentuhan digital, yakni kode QR untuk mengakses akun sosial media dan kontak pemesanan agar memudahkan call to order sehingga sangat berguna dalam menunjang proses pemasaran melalui produk yang telah terdistribusi.

    Sementara itu, Dr. J.P. Gentur Sutapa, sebagai pendamping tim PKM-K Wastbriq mengatakan produk ini diharapkan dalam jangka panjang mampu menggantikan energi batu bara menjadi energi biomassa terbarukan yang ramah lingkungan seiring dengan isu perubahan iklim dan pemanasan global di Indonesia.

    Sumber: ugm.ac.id

  • Limbah Pabrik Coklat Mencemari Aliran Irigasi Pertanian, Petani Mengeluh

    Limbah Pabrik Coklat Mencemari Aliran Irigasi Pertanian, Petani Mengeluh

    7cloud.asia – Limbah pabrik coklat PT. Federal Food Internusa mencemari aliran irigasi pertanian di Desa Talagasari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. Para petani mengeluhkan tingginya tingkat kontiminasi tersebut.

    Salah seorang petani sayur, M. Rohman (50), menjelaskan pencemaran limbah coklat ini sebenarnya sudah lama terjadi.

    “Soal pencemaran air limbah coklat ini memang sudah lama terjadi. Dan ini sudah kita keluhkan ke perusahaan, tapi tidak ada tanggapan. Selama ini saya terpaksa juga memanfaatkan air limbah ini karena di musim kemarau sudah tidak ada sumber air lagi yang bisa dimanfaatkan,” ucap salah satu petani sayur, M Rohman (50), dikutip Antaranews pada Sabtu (28/10/2023)

    baca: kali bekasi tercemar limbah ribuan warga krisis air bersih

    Menurutnya, lima tahun lalu dirinya pun sudah merasakan dampak dari pencemaran limbah pabrik tersebut.

    “Karena sejak saya garap lahan sayur ini pun sudah ada pencemaran. Apa lagi sekarang kan musim kemarau, dampak limbah itu semakin parah saja,” ucapnya.

    Pencemaran limbah ini tak hanya berdampak langsung pada lahan pertanian. Tetapi juga mengakibatkan pencemaran air galian warga yang berada di dekat aliran sungai setempat.

    “Memang air limbah ini kalau ke tumbuhan tidak mematikan. Tapi, kalau hasil panen atau kualitas sayur maupun padi itu jelek. Seperti saya tanam timun itu hasilnya tidak normal, biasanya panen satu kuintal sekarang hanya 50 kilogram saja. Terus, selain ke tumbuhan air galian untuk air bersih juga jadinya terdampak jadi bau,” paparnya.

    baca: krisis air bersih di muara angke warga harus siapkan rp400 ribu untuk beli air bersih

    Hal senada juga diungkapkan oleh Abdul Rosid (48), warga Talagasari, Cikupa. Menurutnya pencemaran limbah coklat tersebut telah membuat tidak nyaman warga sekitaran pabrik.

    Pasalnya, aliran limbah yang dibuang itu menimbulkan aroma bau dan tak sedap. “Iya bau, apalagi kalau siang hari terus kena sinar mata hari, makin parah aja baunya sampe menyengat,” ungkapnya.

    Rosid berharap agar Pemerintah Kabupaten Tangerang dapat menindaklanjuti keluhan warga atas pencemaran limbah tersebut.

    Dengan demikian warga yang tinggal di sekitar pabrik tersebut tidak terganggu dengan pencemaran limbah atau udara dari kegiatannya.

    baca: pdam mati picu krisis air bersih di kota makassar penjual air bersih dari sumur bor laris manis

    “Saya berharap pemerintah untuk menindak pabrik itu secepatnya. Karena kalau dibiarkan ini sangat membahayakan kesehatan kami,” ujar Rosid.

    Sementara itu, di lokasi pabrik pengelolaan coklat terlihat aliran irigasi di sekitarnya dipenuhi busa dengan berwarna hitam pekat.

    Bahkan, dari limbah tersebut mengandung bau tak sedap hingga mengganggu pernafasan.

    Kemudian, saat mencoba mengelilingi sekitar bangunan pabrik, terlihat juga adanya kandungan seperti minyak yang mengakibatkan rumput dan tumbuhan di sekitar irigasi mati.

    Reporter: Nurakhmayani

    .

  • Perairan Pertanian Tercemar Limbah Pabrik Coklat, DLHK Tangerang Turun Tangan

    Perairan Pertanian Tercemar Limbah Pabrik Coklat, DLHK Tangerang Turun Tangan

    7cloud.asia – Perairan pertanian di Desa Talagasari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten tercemar limbah pabrik coklat. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Tangerang akan segera melakukan pemeriksaan.

    Kepala Bidang Bina Hukum dan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) DLHK Kabupaten Tangerang, Ari Marogo menjelaskan pemeriksaan ini untuk memastikan laporan warga mengenai pencemaran.

    “Dari laporan yang diterima kami, adanya dugaan pencemaran olah pabrik coklat itu nanti akan segera kami tindaklanjuti (pemeriksaan),” katanya dikutip Antaranews.

    Lebih jauh Ari menjelaskan pihaknya melakukan pemeriksaan dengan cara mengecek setiap kegiatan produksi.

    baca: Pencemaran Udara Kategori Bahaya, Pemprov Sumsel Lakukan Penyemprotan Ekoenzim

    Pemeriksaan dilakukan sejak proses awal produksi hingga menjadi limbah serta pemeriksaan di seluruh area pabrik itu.

    “Nanti kita akan turunkan tim untuk cek pabrik coklat itu, dan sudah kita jadwalkan untuk ke lapangan,” ungkapnya.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, sejumlah petani di Desa Talagasari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten mengeluhkan pencemaran dari limbah pabrik coklat milik PT Federal Food Internusa.

    baca: Limbah Pabrik Coklat Mencemari Aliran Irigasi Pertanian, Petani Mengeluh

    Salah seorang petani sayur, M. Rohman (50), menjelaskan pencemaran limbah coklat ini sebenarnya sudah lama terjadi.

    “Soal pencemaran air limbah coklat ini memang sudah lama terjadi. Dan ini sudah kita keluhkan ke perusahaan, tapi tidak ada tanggapan. Selama ini saya terpaksa juga memanfaatkan air limbah ini karena di musim kemarau sudah tidak ada sumber air lagi yang bisa dimanfaatkan,” jelas Rohman.

    Menurutnya, lima tahun lalu dirinya pun sudah merasakan dampak dari pencemaran limbah pabrik tersebut.

    “Karena sejak saya garap lahan sayur ini pun sudah ada pencemaran. Apa lagi sekarang kan musim kemarau, dampak limbah itu semakin parah saja,” ucapnya.

    Pencemaran limbah ini tak hanya berdampak langsung pada lahan pertanian. Tetapi juga mengakibatkan pencemaran air galian warga yang berada di dekat aliran sungai setempat.

    baca: dari tragedi teluk minamata lahirlah hari lingkungan hidup sedunia
    “Memang air limbah ini kalau ke tumbuhan tidak mematikan. Tapi, kalau hasil panen atau kualitas sayur maupun padi itu jelek. Seperti saya tanam timun itu hasilnya tidak normal, biasanya panen satu kuintal sekarang hanya 50 kilogram saja. Terus, selain ke tumbuhan air galian untuk air bersih juga jadinya terdampak jadi bau,” paparnya.

    Sementara itu, di lokasi pabrik pengelolaan coklat terlihat aliran irigasi di sekitarnya dipenuhi busa dengan berwarna hitam pekat. Bahkan dari limbah tersebut berbau tak sedap hingga mengganggu pernafasan.

    Kemudian, saat mencoba mengelilingi sekitar bangunan pabrik, terlihat juga adanya kandungan seperti minyak yang mengakibatkan rumput dan tumbuhan di sekitar irigasi mati.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Kurangi Limbah, Kecamatan di Mataram Ubah Sampah Plastik Menjadi Pot

    Kurangi Limbah, Kecamatan di Mataram Ubah Sampah Plastik Menjadi Pot

    7cloud.asia – Banyak cara untuk memanfaat limbah plastik menjadi bernilai ekonomis. Seperti mengolah sampah plastik menjadi pot bunga yang dikombinasikan dengan bekas tatakan telur.

    Uji coba ini dilakukan oleh pemerintah Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai tindak lanjut dari program jaring sampah.

    “Sampah plastik yang terjaring di beberapa aliran sungai dan saluran, kami kumpulkan, kemudian kami olah untuk membuat pot bunga dengan menggunakan tatakan bekas telur,” jelas Camat Sekarbela, Cahya Samudera.

    Baca: limbah pabrik coklat mencemari aliran irigasi pertanian petani mengeluh

    Melansir Antaranews, Cahya mengatakan dari uji coba sekitar setengah kontainer kendaraan roda tiga sampah plastik menghasilkan 20 pot bunga.

    “Untuk volume sampah plastik setengah kontainer itu belum bisa kami pastikan berapa kilogram, sebab kami gunakan ukuran setengah kontainer kendaraan roda tiga,” ungkapnya.

    Selanjutnya Cahya menjelaskan untuk menjadi sebuah pot, sampah plastik dicampur semen, kemudian diaduk dan dicetak dengan tatakan telur dan dikeringkan.

    “Alhamdulillah, hasilnya cukup bagus dan yang pastinya dapat mengurangi sampah plastik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir,” katanya.

    Baca: Teba, cara unik warga Bali kelola sampah rumah tangga

    Rencananya pot-pot plastik ini akan ditempatkan pada titik-titik pembuangan sampah ilegal.

    Hal ini untuk mencegah masyarakat agar tidak membuang sampah lagi ke sungai atau saluran air lainnya.

    “Kalau pinggir sungai atau saluran sudah rapi tertata, ditanami bunga-bunga, Insya Allah masyarakat sungkan membuang sampah,” ucapnya.

    Selain itu, hasil uji coba ini juga akan dibagi ke masyarakat untuk memotivasi mereka agar mau memanfaatkan sampah plastik menjadi barang bernilai ekonomis, salah satunya pot bunga.

    Baca: masalah lingkungan terbesar 2023 limbah makanan

    Dia berharap nantinya program ini dapat dilakukan masyarakat, terutama di Kecamatan Sekarbela.

    Dengan demikian, pihak kecamatan nantinya dapat membeli hasil karya masyarakat yang membuat pot dari limbah plastik ini.

    “Dari pada kami beli pot bunga dari luar, lebih baik kami manfaatkan potensi lokal hasil pengolahan sampah dari warga kami. Karenanya, warga juga akan diberikan pelatihan pengolahan sampah plastik,” jelasnya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Warga Kandanghaur Indramayu Keluhkan Limbah Pabrik Tepung Ikan

    7cloud.asia – Keberadaan pabrik pengolahan ikan dan produksi pabrik tepung ikan di Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, Jawa Barat dikeluhkan warga sekitar.

    Pasalnya, pabrik tepung ikan yang sudah berdiri sejak beberapa tahun ini tidak mengolah limbahnya dengan baik sehingga mencemari lingkungan sekitar.

    Kondisi ini kemudian diadukan ke Anggota Komisi VII DPR Bambang Hermanto yang ikut membidangi perindustrian.

    Bersama Direktur Industri Makanan Hasil Laut Dan Perikanan Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian, Bambang kemudian mengunjungi langsung perusahaan tersebut

    Baca: Limbah pabrik coklat dikeluhkan warga

    Dalam kunjungannya, Bambang berharap perusahaan pabrik pengolahan ikan dan produksi tepung ikan di Kecamatan Kandanghaur, Indramayu ini dapat menyelesaikan persoalan limbah pabriknya.

    “Ini berawal dari aduan masyarakat di daerah pemilihan saya, Indramayu, Jawa Barat yang mengeluhkan bau menyengat dari limbah perusahaan tersebut,”,” ujar Bambang kepada wartawan di sela-sela masa reses, di Jakarta, Rabu (10/1/2024).

    Dalam kesempatan itu, pihak perusahaan tidak menampik kondisi limbah menyengat yang diakuinya berasal dari bahan baku produksi perusahaan tersebut, yakni ikan pirik.

    Baca: Kali Bekasi tercemar berat

    Ke depan perusahaan tersebut berjanji akan mengurangi penggunaan bahan baku ikan pirik yang diduga menimbulkan bau tak sedap ini.

    Pihak perusahaan juga berjanji akan mengelola dengan baik limbah pabrik agar tidak mencemari lingkungan dan mengganggu warga sekitar sekitar.

    Dari hasil pertemuan tersebut ada beberapa hal yang menjadi fokus perhatian kita. Pertama, persoalan limbah harus segera diselesaikan.

    Baca: Upaya industri kurangi limbah tekstil

    “Bertahun tahun masyarakat sekitar menghirup bau yang tidak sedap, ini tentu sangat mengganggu, dan perlu adanya perhatian khusus dari pihak perusahaan,” ujar Bambang.

    Bambang menambahkan, ia berharap proses pendistribusian dana CSR (corporate social responsibility) atau tanggung jawab sosial terutama ke lingkungan sekitar, harus tepat sasaran.

    Pasalnya pihaknya mendapat laporan dari masyarakat bahwa keterlibatan perusahaan dalam membina masyarakat sekitar masih kurang. Ia berharap data yang lengkap terkait CSR dari pihak perusahaan

  • Keren! Limbah APK Ini Disulap Jadi Furnitur

    Keren! Limbah APK Ini Disulap Jadi Furnitur

    7cloud.asia – Pesta demokrasi telah usai. Limbah APK (Alat Peraga Kampanye) pun menggunung. Untuk mengurangi limbah, Gudskul Rekayasa dan Dicoba-coba (GudRnD) mengubah APK menjadi barang bernilai lebih.

    Bermarkas di Kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, delapan orang itu bekerja sama agar APK tak terbuang sia-sia menjadi sampah.

    Salah satunya menjadikan spanduk menjadi multiplex banner yang bisa dibuat menjadi berbagai furnitur interior seperti kursi, meja, ubin, hingga papan permainan bernilai puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

    Melansir Antaranews, salah satu pegiat kelompok perekayasa barang GudRnD, Muhammad Aldino menjelaskan pihaknya mendaur ulang spanduk dan sejenisnya memiliki nilai jual dan unsur seni.

    Baca: Warga Kandanghaur keluhkan limbah pabrik

    Hal ini bisa lebih diperhatikan manfaatnya oleh masyarakat, bukan menjadi sampah yang tak bermakna.

    Berbekal satu mesin cacah dan dua mesin pres, mereka menggunakan dana pribadi untuk mendaur ulang limbah APK tersebut.

    Pihaknya juga turut mengamankan sejumlah APK pada hari pertama masa tenang Pemilu 2024 yang dimulai pada 11 Februari 2024.

    “Pas hari pertama masa tenang pemilu kemarin, kami bersama warga sekitar berhasil mengangkat 500 kilogram baliho dan APK lainnya sepanjang jalan (sejauh) 1 kilometer pada dini hari,” ungkap pria yang akrab disapa Dino tersebut.

    Inisiatif itu dilakukan demi bisa membantu tugas Satpol PP DKI, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) hingga petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk menertibkan APK tak terjangkau di wilayah.

    Baca: Upaya indiustri dan peritel fesyen kurangi limbah

    Selain itu, GudRnD juga menerima APK dari Kelurahan Cipedak dengan berat sekitar tiga ton dan daerah Pancoran Mas sekitar 2,5 ton yang siap untuk didaur ulang.

    Sebelum didaur ulang, pihaknya melakukan pemisahan jenis APK seperti spanduk, baliho, kawat, dan paku yang masih terpasang usai ditertibkan.

    Setelah itu, APK tersebut dibersihkan lalu dilakukan pemotongan atau pencacahan sesuai kebutuhan untuk melalui proses pres.

    Untuk satu papan multiplex banner membutuhkan 1,3 kilogram atau 90 spanduk berukuran kecil dengan proses pembuatan 3 jam per harinya. Setiap harinya pihaknya bisa menghasilkan 16 papan multiplex banner.

    Banyaknya limbah APK ini seharusnya menjadi tanggung jawab bersama. Dino berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta maupun pemangku jabatan terkait dapat menuntaskan masalah di lingkungan terutama sampah yang bisa menjadi menggunung di Jakarta.

    Baca: Sampah plastik ini diubah menjadi pot bunga

    Para peserta pemilu pun juga harus mampu bertanggung jawab untuk mengelola APK agar tidak menambah volume sampah di Jakarta.

    Dino mencontohkan para peserta pemilu dapat mengajak warga sekitar untuk mengumpulkan APK demi bisa diolah menjadi benda bernilai ekonomi.

    Dengan demikian warga sekitar juga dapat merasakan dampak ekonomi. Mereka akan mendapatkan pekerjaan sekaligus penghasilan dari sampah “politik” itu.

    Sementara itu, anggota DPRD DKI Jakarta, Simon Lamakadu  minta peserta Pemilu 2024 memanfaatkan kembali bambu bekas untuk pemasangan alat peraga kampanye (APK) demi mengurangi volume sampah.

    “Bisa digunakan jika masih bisa dimanfaatkan kembali seperti bambu, rangka baja ringan, termasuk baliho,” ujar Simon.

    Sangat disayangkan jika barang tersebut hanya tersimpan di gudang atau bahkan dibuang sehingga terjadi penumpukan sampah.

    Baca: Perairan pertanian tercemar limbah pabrik cokelat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri mengupayakan agar APK tak terpakai agar dibawa ke fasilitas pengolahan sampah di TB Simatupang untuk meningkatkan nilai lebih.

    Menurut Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI, Sarjoko, APK dari bahan kayu atau bambu yang banyak diterima pihaknya bisa diolah menjadi kompos.

    Adapun spanduk atau baliho yang berbahan plastik menjadi teknologi pengolah sampah plastik (anorganik) menjadi bahan bakar atau bahan baku berkualitas.

    “Untuk yang berbahan tekstil bisa masuk ke PLTSa Bantar Gebang, namun harus dilakukan pencacahan dulu di fasilitas TB Sumatupang,” kata Sarjoko.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Begini Cara Pengolahan Limbah Kurban yang Ramah Lingkungan di Masjid Istiqlal

    Begini Cara Pengolahan Limbah Kurban yang Ramah Lingkungan di Masjid Istiqlal

    ruagkota.com – Proses pembuangan limbah hewan kurban di Masjid Istiqlal tak seperti biasanya. Kali ini proses pembuangan limbah tersebut lebih ramah lingkungan.

    Panitia kurban Masjid Istiqlal memang berkomitmen untuk tidak mencemari sungai maupun pinggir sungai Ciliwung yang tepat berada di sebelah Masjid Istiqlal dengan limbah pemotongan hewan kurban.

    Ketua Panitia Idul Adha Masjid Istiqlal, Abu Hurairah menjelaskan pihaknya memang telah menyediakan tempat pembuangan kotoran dan darah yang tak jauh dari lokasi penyembelihan hewan kurban.

    Baca: Bungkus daging kurban, Masjid Cut Meutia dan Masjid Agung Sunda Kelapa pakai plastik biodegradable

    Panitia kurban pastikan darah dan kotoran tidak setetes pun yang masuk ke dalam sungai, tapi masuk ke penampungan sini (samping RPH).

    “Ini mobilnya sudah standby di sana, begitu penuh, disedot. Nah, begitulah yang kami lakukan,” jelas Abu seperti yang dilansir detik.com.

    Selain itu, beberapa panitia juga panitia tampak melakukan penyemprotan darah secara berkala. Plastik yang digunakan untuk membagikan daging kurban juga menggunakan plastik ramah lingkungan.

    “Itu bahan bakunya dari ubi, ada yang dari bambu. Jadi, sehari sudah terurai dia,” katanya.

    Baca: KLHK perkirakan timbunan sampah plastik saat Idul Adha lebih dari 600 ton

    Tak hanya proses pembuangan limbah kurban yang ramah lingkungan. Abu menjelaskan Masjid Istiqlal sudah menerapkan proses pembuangan ramah lingkungan, termasuk pembuangan air wudu, yang dimanfaatkan untuk menyiram tanaman.

    “Kemudian sistem air wudu. Itu juga air wudhu yang bekas di Istiqlal itu kami masuk ke mesin, itu recycle. Nanti, setelah itu keluar, bersih, kemudian kami pakai untuk menyiram tanaman,” terangnya.

    Selain itu, salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara ini juga menggunakan panel surya sebagai salah satu pembangkit listrik. Dengan cara ini, pihaknya dapat meminimalisir pembiayaan PLN.

    “Jadi Istiqlal ini kan mendapatkan penghargaan masjid ramah lingkungan tingkat dunia, diberikan oleh salah satu lembaga dunia, mulai dari penggunaan listrik, kami sudah mulai menggunakan panel surya ya teknologi itu sehingga kami membayar listrik PLN itu lumayan terbantu,” urainya.

    Baca: Warga Tangerang diimbau tak gunakan plastik untuk bungkus daging kurban

    Pada kesempatan itu, Abu juga menjelaskan pendistribusian daging kurban tidak lagi menggunakan kupon.

    Daging kurban akan didistribusikan sesuai dengan proposal yang masuk ke pengelola Masjid Istiqlal sebelum pelaksaan kurban.

    Proposal yang masuk dari berbagai pihak tersebut kemudian di seleksi dan diprioritaskan dari rumah tahfidz Al Qur’an serta rumah anak yatim yang tersebar di berbagai wilayah Jabodetabek.

    Pada Idul Adha kali ini, Masjid Istiqlal menyembelih 55 sapi dan 12 kambing. Sedangkan lima ekor sapi telah didistribusikan kepada sejumlah lokasi dalam kondisi hidup.