Tag: longsor

  • Diguyur Hujan Lebat, Sejumlah Wilayah di Pasaman Barat Banjir

    Diguyur Hujan Lebat, Sejumlah Wilayah di Pasaman Barat Banjir

     

    7cloud.asia – Beberapa wilayah di Indonesia telah memasuki musim hujan. Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat salah satunya. Curah hujan yang tinggi sejak Rabu (20/09/2023) sore hingga malam mengakibatkan banjir bandang.

    Banjir setinggi 1 meter menggenangi ribuan rumah warga. 

    Kepala Bidang Pencegahan dan kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, Zulkarnain menjelaskan hujan lebat terjadi sejak Rabu sore hingga malam.

    Akibatnya sejumlah lokasi tergenang air dan menggenangi rumah warga, di antaranya di Silawai Air Bangis, Simpang Pasaman Baru, Bundaran Simpang Empat dan Bandarjo

    Baca Juga: BRIN: El Nino Berlangsung Hingga Mei 2024, Kapan Hujan Mulai Turun?

    “Informasi awal banjir melanda wilayah Silawai-Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas yang mengakibatkan arus transportasi terganggu hingga malam ini, karena ketinggian air mencapai 0,5-1 meter,” papar Zulkarnain di Simpang Empat, seperti dikutip Antaranews.

    Saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan berapa jumlah rumah yang terdampak banjir tersebut. “Saat ini kami masih mengumpulkan data terkait banjir. Dari hasil sementara tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

    Selain itu, BPBD juga terus memantau kondisi sejumlah sungai yang ada di Pasaman Barat.

    Pihaknya juga mengimbau warga agar waspada terhadap banjir susulan dan longsor yang berpeluang terjadi.

    Baca Juga: BMKG: Musim Hujan Tahun 2023/2024 Akan Mundur

    Hal ini karena adanya lima aliran sungai di Pasaman Barat yang membuat wilayah ini menjadi langganan banjir setiap hujan melanda daerah itu.

    Lima aliran sungai yang rawan banjir tersebut adalah Sungai Batang Pasaman, Batang Sikabau, Batang Bayang, Batang Batahan, dan Sungai Anak Air Haji.

    “Setiap hujan lebat air sungai itu selalu meluap dan menggenangi rumah warga sekitar,” ungkapnya.

    Menurutnya, selain di lima sungai besar itu, warga yang berada di daerah perbukitan, pegunungan dan di pesisir pantai juga agar selalu waspada.

    Sebab, Pasaman Barat juga rawan longsor, terutama di Kecamatan Talamau dan rawan abrasi di pantai Sasak.

    Baca Juga: Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Halmahera Tengah, Tambang Nikel Ikut Terdampak

    Banjir di Kabupaten Pasaman memang sering terjadi. Terakhir, banjir bandang terjadi pada pertengahan Juli lalu yang menenggelamkan 20 hektar lahan pertanian.

    Kemudian pada akhir Februari tahun ini, banjir juga melanda di sejumlah wilayah di Kabupaten Pasaman. Saat itu banjir merusak 3 rumah warga dan 1 jembatan putus. 

     Reporter: Nurakhmayani

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Hujan Lebat Diperkirakan Mengguyur Beberapa Kota

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Hujan Lebat Diperkirakan Mengguyur Beberapa Kota

    7cloud.asia – Hujan lebat diperkirakan mengguyur beberapa wilayah di sejumlah provinsi di Indonesia. Demikian perkiraan cuaca hari ini yang dirilis BMKG.

    Dilansir di laman resminya, BMKG memperkirakan kondisi cuaca hari ini hujan lebat tersebut terutama terjadi di Pulau Sumatera pada pada siang hari.

    Kondisi cuaca hari ini yang akan diguyur hujan lebat, menurut BMKG, di antaranya akan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung.

    Selain itu, BMKG juga menyebut kondisi cuaca hari ini dengan hujan lebat juga akan terjadi di provinsi Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Papua Barat dan Papua.

    Baca; Sebagian wilayah Indonesia mulai masuk musim hujan

    Sementara hujan disertai kilat dan petir diprediksi mengguyur beberapa wilayah di provinsi Aceh, Sumatera Barat, Kep. Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat.

    Beberapa wilayah di provinsi Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku dan Papua Barat juga diprediksi hujan disertai kilat.

    Karena itu BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada dengan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

    Baca: BMKG sebut sebagian besar wilayah Indonesia baru masuk musim hujan pada November

    Terutama di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, dan Papua.

    BMKG juga memperkirakan hujan lebat juga akan terjadi di sejumlah wilayah perairan di Indonesia.  

    Perairan sebelah barat Aceh hingga Sumatera Barat, Perairan Kep. Nias, Selat Karimata, Selat Malaka, Laut Natuna, Laut Cina Selatan, Selat Makassar, Teluk Cenderawasih berpotensi terjadi hujan lebat.

    Baca: Penjelasan BMKG mengapa beberapa hari ini cuaca terasa begitu terik

    BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di propinsi Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat.

    Sedangkan suhu udara harian berkisar antara 18 hingga 35 derajat celsius. Suhu terendah terjadi di kota Bandung, yaitu 18 derajat celsius.

    Suhu tertinggi 35 derajat celsius diperkirakan terjadi di beberapa kota yaitu: Semarang, Surabaya, Kupang, Makasar dan Palembang.  

    Reporter: Nurakhmayani

  • Intensitas Hujan Tinggi, Waspada Banjir dan Longsor di Wilayah Ini

    Intensitas Hujan Tinggi, Waspada Banjir dan Longsor di Wilayah Ini

    7cloud.asia – Beberapa wilayah bulan ini mulai memasuki musim hujan. Aceh, salah satunya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga di Aceh waspada potensi banjir dan tanah longsor.

    Prakirawan BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda, Budi Saritua Hutasoit, mengatakan secara umum wilayah provinsi paling barat Indonesia itu sudah mulai memasuki musim hujan.

    “Masyarakat diimbau harus waspada potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi, seperti banjir dan tanah longsor,” katanya dikutip Antaranews.

    Selanjutnya Budi memaparkan peningkatan pertumbuhan awan hujan dalam beberapa hari ini dipicu adanya belokan angin (shearline) dan pertemuan angin (konvergensi).

    Kondisi ini membentuk adanya perlambatan angin di wilayah Aceh. Sehingga dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.

    Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, beberapa daerah dengan status waspada banjir dan tanah longsor dalam beberapa hari ke depan, antara lain Kabupaten Aceh Besar, Aceh Barat, Nagan Raya.

    Selain itu wilayah Aceh Tengah, Aceh Jaya, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, Simeuleu, Aceh Selatan, Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam juga berpotensi banjir dan tanah longsor.

    “Untuk arah dan kecepatan angin dominan dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan maksimum dapat mencapai 30 km per jam,” ungkapnya.

    Sementara untuk kondisi gelombang laut, kata Budi, diprediksikan masih kategori tenang hingga sedang, sehingga masih tergolong aman, terutama untuk jalur-jalur penyeberangan.

    Tinggi gelombang laut di perairan penyeberangan Banda Aceh-Sabang antara 0,05 – 0,5 meter dan Perairan Meulaboh-Kepulauan Sinabang antara 0,01-1,25 meter.

    “Yang perlu diwaspadai adalah potensi adanya perubahan kecepatan angin secara tiba-tiba saat akan terjadinya hujan lebat yang dapat menyebabkan angin kencang,” katanya.

    Karena itu BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini untuk aktivitas melaut karena tinggi gelombang yang diprediksi masih dalam kategori tenang.

    “Namun nelayan tetap harus waspada karena kondisi cuaca yang berpotensi terjadi hujan lebat, terutama di perairan barat Aceh,” ucap Budi.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Peringatan Dini BMKG: Curah Hujan Tinggi, Waspada Bahaya Banjir dan Longsor

    Peringatan Dini BMKG: Curah Hujan Tinggi, Waspada Bahaya Banjir dan Longsor

    ruangkota. com – Hujan mulai mengguyur beberapa wilayah di Indonesia. Salah satunya Provinsi Aceh. Curah hujan yang tinggi beberapa hari kedepan berpotensi terjadinya banjir dan longsor di 11 kabupaten/kota di Aceh.

    Peringatan dini ini disampaikan oleh Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar, Budi Saritua Hutasoit.

    “Yang harus dilakukan untuk level waspada, ialah berhati-hati jika aktivitas di luar rumah, dan tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak mendesak,” kata Budi seperti dikutip Antaranews..

    Selanjutnya Budi menjelaskan ada 11 wilayah dengan status waspada terhadap dampak bencana yang dipicu hujan deras. Yaitu Gayo Lues, Aceh Singkil, Kota Subulussalam.

    Wilayah Aceh Selatan, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Aceh Jaya, Aceh Barat dan Simeulue juga dalam status waspada bencana banjir dan longsor.

    “Dampaknya seperti banjir, jembatan yang rendah tidak bisa dilintasi, longsor atau erosi tanah, dan aliran banjir berbahaya serta mengganggu aktivitas masyarakat skala menengah,” jelasnya.

    baca juga: intensitas hujan tinggi waspada banjir dan longsor di wilayah ini
    Prakiraan cuaca di Aceh, lanjut Budi, beberapa hari kedepan berpotensi diguyur hujan deras disertai petir dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan.

    Hal ini disebabkan oleh adanya belokan angin dan pertemuan angin di Aceh yang membentuk perlambatan angin sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah pertemuan angin.

    Sementara beberapa wilayah yang dalam beberapa hari kedepan berpotensi diguyur hujan lebat sekaligus petir dan angin kencang adalah Pidie, Pidie Jaya, Aceh Jaya, Subulussalam, Aceh Barat Daya, Aceh Besar.

    Selain itu,  hujan lebat disertai petir dan angin kencang juga berpotensi terjadi di Banda Aceh, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Aceh Tamiang.

    Arah dan kecepatan angin di Aceh umumnya berhembus dari arah barat daya dengan kecepatan maksimum berkisar 15 knot atau sekitar 30 kilometer per jam.

    “Maka waspada potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang dan lainnya akibat hujan lebat,” ucap Budi.

    baca juga: diguyur hujan deras lebih dari 100 rumah warga terendam

    Sedangkan kondisi gelombang laut, lanjut Budi, diprediksikan masih kategori tenang hingga sedang yakni 0,01 – 2,5 meter.

    Hal tersebut masih dalam kategori aman, baik untuk aktivitas melaut dan juga jalur penyeberangan di wilayah Aceh.

    Tinggi gelombang laut di perairan penyeberangan Banda Aceh-Sabang antara 0,01 – 0,5 meter, penyeberangan Meulaboh-Kepulauan Sinabang tinggi gelombang laut antara 0,01 – 1,25 meter.

    Sementara perairan dengan potensi gelombang laut mencapai 2,5 meter yakni perairan Utara Sabang dan Samudera Hindia Barat Aceh.

    “Yang perlu diwaspadai adalah potensi adanya perubahan kecepatan angin secara tiba-tiba saat akan terjadinya hujan lebat yang dapat menyebabkan angin kencang,” katanya mengingatkan.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Waspada, Hujan Lebat Berpotensi Mengguyur Wilayah Ini

    Waspada, Hujan Lebat Berpotensi Mengguyur Wilayah Ini

    7cloud.asia – Hujan lebat berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia pada Minggu (05/11/2023). Diantaranya wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung.

    Selain itu hujan lebat juga diperkirakan akan mengguyur wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur.

    Wilayah Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua juga berpotensi hujan.

    Karena itu, dalam laman resminya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tentang bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

    baca: cuaca hari ini jakarta berpotensi hujan sore hingga malam

    Terutama untuk wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Kep.Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.

    Bencana hidrometeorologi juga bisa terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Gorontalo dan Papua.

    Tidak hanya di darat, hujan dengan intensitas lebat juga berpotensi mengguyur wilayah perairan, yaitu perairan barat Aceh hingga Sumatera Barat, Laut andaman, Selat Malaka, Selat Karimata.

    Selain itu wilayah Laut Jawa. Laut Natuna, Selat Makassar, Teluk Bone, Laut Sulawesi, Laut Sulu, perairan utara Papua Barat – Papua, Laut Banda, Laut Aru, dan Teluk Cendrawasih juga diperkirakan hujan lebat.

    baca: cuaca hari ini seluruh wilayah jakarta berawan pagi dan malam hari

    Untuk wilayah DKI Jakarta, BMKG memperkirakan hujan ringan berpotensi terjadi pada siang hari di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

    Pada malam hari, hujan ringan diprediksi terjadi di Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

    Hujan ringan juga masih akan berlanjut pada Senin (06/11/2023) dinihari di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu.

    Suhu udara di Jakarta berkisar antara 25 hingga 34 derajat celsius. Sedangkan suhu udara secara keseluruhan di kota-kota lainnya berkisar 18 hingga 35 derajat celcius.

    Suhu terendah terjadi di Kota Bandung dan suhu tertinggi terjadi di Yogyakarta, Semarang dan Surabaya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat Berpotensi Terjadi di Beberapa Wilayah Ini

    Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat Berpotensi Terjadi di Beberapa Wilayah Ini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan dengan intensitas lebat berpotensi mengguyur sejumlah wilayh di Indonesia pada Rabu (08/11/2023).

    Hujan lebat diatas 50mm/hari tersebut berpeluang mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Maluku Utara.

    Selain itu, hujan lebat juga diperkirakan mengguyur wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Papua Barat dan Papua.

    Karena itu BMKG mengajak masyarakat agar waspada terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang dan longsor sebagai dampak dari hujan lebat tersebut.

    baca: masa peralihan cuaca bmkg keluarkan peringatan dini untuk seluruh indonesia

    Hujan lebat juga berpeluang mengguyur sejumlah perairan di Indonesia, yaitu di Laut Cina Selatan, Laut Natuna, Selat Malaka, Perairan barat Aceh-Sumatera Barat.

    Laut Sulawesi, Selat Makassar, perairan utara Papua Barat – Papua, dan Teluk Cendrawasih juga diperkirakan terjadi hujan lebat.

    Sementara, cuaca kota-kota di Indonesia pada hari ini umumnya cerah dan berawan. Suhu berkisar antara 19 hingga 36 derajat celsius. Suhu terendah terjadi di Kota Bandung dan suhu tertinggi terjadi di Kota Surabaya.   

    Untuk wilayah Jakarta, BMKG memprediksi pada pagi hingga siang hari cuaca cerah berawan di seluruh wilayah Jakarta.

    baca: bmkg cuaca di jakarta cerah berawan sepanjang hari

    Peluang hujan ringan diperkirakan terjadi pada malam hari di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Pusat.

    Suhu udara berkisar antara 25 hingga 33 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 60 hingga 85 persen.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Hujan Lebat Mengguyur Wilayah Sumbawa, Lebih dari 1800 jiwa Terdampak Banjir Bandang dan Longsor

    Hujan Lebat Mengguyur Wilayah Sumbawa, Lebih dari 1800 jiwa Terdampak Banjir Bandang dan Longsor

    7cloud.asia – Hujan lebat yang mengguyur wilayah hulu Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Jumat (10/02/2024) sore menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor. Lebih dari 1800 jiwa terdampak.

    “Banjir bandang ini akibat hujan lebat yang terjadi di wilayah hulu Kabupaten Sumbawa sejak pukul 14.30 WITA,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat.

    Melansir Antaranews, Nurhidayat menerangkan hujan lebat di wilayah hulu menyebabkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Samapuin hingga mulut kali Desa Labuhan Sumbawa meluap.

    Akibatnya banjir dengan cepat menggenangi rumah warga.”Karena debit air yang tinggi mengakibatkan meluapnya air dari tanggul,” katanya.

    Baca: Banjir di Grobogan rendam 2000 rumah

    Data sementara BPBD Kabupaten Sumbawa, sejumlah wilayah dan korban yang terdampak banjir, meliputi Kelurahan Bugis dengan  370 Kepala Keluarga (KK) atau 1.850 jiwa terdampak.

    Selain itu Kelurahan Samapuin meliputi RW 02 dengan 20 KK terdampak dan satu rumah hanyut.

    Sementara di RW 04/RT 06 10 terdampak dan RW 05 sebanyak 60 KK terdampak sehingga total 91 KK dengan 463 jiwa.

    Di Kelurahan Pekat meliputi RT 01 dengan 132 KK 132 atau 700 jiwa, RT 02 dengan 102 KK atau 500 jiwa, RT 03 dengan 194  KK 194 atau 1.000 jiwa, sehingga total 428 KK dengan  2.200 jiwa.

    Baca: BNPB lakukan modifikasi cuaca tangani banjir berhari-hari di Riau

    Kemudian di Kelurahan Brang Biji, meliputi RW 03/RT 08 dengan 73 KK, RW 03/RT 06 dengan 6 KK 6, RW 02/RT 06 dengan 7 KK, sehingga total terdampak sebanyak 86 KK dengan 344 jiwa.

    Kelurahan Brang Bara jumlah yang terdampak 365 KK dengan 978 jiwa dan Kelurahan Lempeh 149 KK dengan 617 jiwa.

    “Secara keseluruhan total yang terdampak banjir sebanyak 1.489 KK atau 6.278 jiwa dan tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.

    Tak hanya banjir bandang, Nurhidayat mengungkapkan ada dua titik yang tertimpa tanah longsor dekat PDAM Semongkat dan Berang Dara setelah jembatan area konservasi Demongkat.
    Baca: Hampir 500 jiwa mengungsi akibat banjir di Makassar

    Nurhidayat menjelaskan pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan desa/kelurahan/kecamatan tempat terdampak kejadian.

    Tak hanya itu pihaknya bersama unsur TNI/Polri, desa/kelurahan, kecamatan dibantu masyarakat setempat juga sudah langsung terjun ke lokasi.

    “Saat ini kondisi air perlahan surut dan warga mulai membersihkan rumah,” ujarnya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Banjir dan Longsor Melanda Pariaman, 3 Orang Meninggal dan Hampir 3 Ribu Warga Mengungsi

    Banjir dan Longsor Melanda Pariaman, 3 Orang Meninggal dan Hampir 3 Ribu Warga Mengungsi

    7cloud.asia – Banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Pariaman, Sumatera Barat sejak Jumat (08/03/2024) lalu. Akibatnya tiga orang meninggal dunia dalam bencana ini dan hampir 3 ribu warga mengungsi ke tenda darurat.

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dua orang diantaranya yang meninggal tersebut ditemukan dalam timbunan material tanah longsor.  

    “Korban meninggal dunia itu ditemukan kemarin,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Sabtu (09/03/2024).

    Sedangkan korban meninggal lainnya ditemukan setelah tubuhnya terseret arus deras banjir.

    Baca: Hujan deras picu banjir, 4 ribu warga terdampak

    Namun, ia belum dapat memastikan identitas dan lokasi tempat korban itu ditemukan.

    Saat ini, pihaknya tengah berupaya mengevakuasi warga. Abdul tak menampik kemungkinan jumlah korban dapat bertambah.

    Untuk itu pula, BNPB mengimbau bagi warga yang merasa ada kerabat dan anggota keluarga yang hilang untuk segera melapor kepada petugas gabungan yang telah disiagakan di lokasi demi kelancaran proses pencarian.

    Berdasarkan data BPBD Padang Pariaman, banjir merendam 800 unit rumah warga tersebar di 15 kecamatan, yaitu Kecamatan Lubuak Aluang,
    Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Batang Anai, Kecamatan V Koto.

    Baca: Hujan lebat mengguyur Sumbawa picu banjir bandang dan longsor

    Selain itu Kecamatan Sungai Limau, Kecamatan V Koto Timur, Sitonga, Anam Lingkuang, Kecamatan 2×11 Enam Lingkuang, Nan Sabaris, Sungai Geringging, Kecamatan VII Koto, Kecamatan V Koto, Kecamatan VII Koto Patamuan dan Ulakan Tapakis.

    Sedangkan 9 kecamatan yang terdampak longsor adalah Kecamatan Lubuak Aluang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kecamatan 2×11 Enam Lingkuang, Kecamatan V Koto Kecamatan V Koto Timur, Kecamatan VII Koto Patamuan.

    Longsor juga melanda kecamatan Batang Anai, Kecamatan Sungai Geringging dan Kecamatan Sungai Limau.

    Selain itu, 10 hektare sawah masih tergenang banjir dengan ketinggian muka air 30 centimeter – mencapai 3 meter.

    Kondisi ini semakin parah akibat besarnya volume luapan sungai setempat yang tak mampu membendung hujan deras yang masih mengguyur daerah tersebut.

    Baca: Cuaca ekstrem rendam 2000 rumah di Grobogan

    Akibatnya 2.958 warga terpaksa dievakuasi ke tenda darurat, atau fasilitas umum, dan beberapa lainnya mengungsi ke tempat sanak-saudara yang aman dari banjir – tanah longsor.

    Rusaknya tiga jembatan dan satu jalan penghubung akibat derasnya arus banjir dilaporkan cukup menjadi hambatan bagi petugas tim gabungan BPBD, TNI/Polri, Basarnas untuk melakukan evakuasi.

    Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman saat ini tengah berupaya memenuhi kebutuhan pokok para korban, dengan telah mendirikan dapur umum dan posko kesehatan di beberapa lokasi bencana itu.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Korban Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Barat Kini Capai 26 Orang

    Korban Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Barat Kini Capai 26 Orang

    7cloud.asia – Korban tewas akibat banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera Barat terus bertambah. Hingga Senin (11/03/2024) korban tewas mencapai 26 orang.

    Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) 26 korban tersebut yaitu 23 orang di Kabupaten Pesisir Selatan dan 3 orang di Kabupaten Padang Pariaman.

    “Update pagi ini, korban meninggal dunia akibat bencana di Sumbar totalnya 26 orang,” ungkap Kepala BPBD Sumbar Rudy Rinaldy seperti yang dikutip Kompas.com.

    Selanjutnya Rudy menjelaskan pihaknya masih terus melakukan pencarian terhadap 6 orang warga yang hilang.

    Baca: Banjir dan longsor di Pariaman, 3 orang tewas

    “Enam orang yang masih dicari itu semuanya di Pesisir Selatan. Diduga tertimbun longsor dan terseret banjir,” ujarnya.

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, tingginya curah hujan yang terjadi sejak Kamis (07/03/2024) malam membuat sejumlah wilayah di Sumatera Barat terendam banjir dan longsor.

    Beberapa wilayah yang mengalami banjir dan longsor adalah Padang, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Pasaman Barat, Limapuluh Kota, Sawahlunto, Mentawai, Agam, Kota Solok, Kabupaten Solok dan Pasaman.

    “Yang terparah itu Pesisir Selatan yang menyebabkan 23 orang meninggal dunia dan sempat membuat akses jalan Sumbar-Bengkulu terputus,” ungkapnya.  

    Sementara di Padang, banjir merendam ribuan rumah dan menyebabkan akses jalan Padang-Solok terputus karena longsor.

    Baca: Hujan lebat picu banjir, ribuan warga terdampak

    Selain itu, banjir juga mengakibatkan akses jalan utama ke Bandara Internasional Minangkabau sempat terputus karena jembatan terancam ambruk. Tiga orang tewas dalam banjir di Padang Pariaman ini.

     “Saat ini air sudah susut, namun menyisakan material lumpur di rumah warga dan sisa-sisa longsor,” ujarnya.

    Akses jalan yang sebelumnya sempat tertutup di Pesisir Selatan ada 3 titik yaitu di Barung-barung Belantai kini sudah dibuka kembali.

    Demikian juga akses jalan di Duku Utara karena longsor dan Ranah Pesisir akibat pangkal jembatan terban kini telah dibuka.

    “Kemudian di Padang ada di Lubuk Paraku yang menyebabkan akses Padang-Solok sempat tertutup. Lalu akses jalan utama ke BIM di Padang Pariaman,” urainya.

    reporter: Nurakhmayani

     

  • Banjir dan Longsor Melanda Semarang, Ratusan Rumah Terendam Serta Perjalanan Kereta Terganggu

    Banjir dan Longsor Melanda Semarang, Ratusan Rumah Terendam Serta Perjalanan Kereta Terganggu

    7cloud.asia – Sejumlah wilayah di Indonesia dilanda banjir dan tanah longsor. Kali ini bencana tersebut melanda Kota Semarang, Jawa Tengah. Akibatnya ratusan rumah terendam dan perjalanan kereta api terganggu.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Martanto menjelaskan banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang terjadi sejak Rabu (13/03/2024) siang hingga malam.

    Melansir Antaranews, wilayah yang terdampak banjir adalah Jalan Kaligawe di Kelurahan Muktoharjo, Kelurahan Tambakrejo, Kelurahan Sambirejo, Kelurahan Krobokan, serta Kelurahan Kudu.

    Baca: Warga Kapuas Hulu gunakan perahu untuk tarawih akibat banjir

    Jumlah ini diperkirakan akan meningkat karena hujan masih mengguyur wilayah tersebut hingga Kamis (14/03/2024) dinihari. Ketinggian air berkisar antara 20 hingga 70 sentimeter.

    Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi kali ini tak hanya menyebabkan banjir, tetapi juga tanah longsor dan sejumlah pohon bertumbangan.

    “Sementara ada laporan 10 kejadian tanah longsor,” kata Endro.

    Hingga Kamis dinihari, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat ini BPBD Kota Semarang tengah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi banjir.

    Baca: Curah hujan tinggi, waspada bencana di wilayah ini

    Diantaranya menyiagakan pompa portabel di titik yang dilanda banjir, melakukan penanganan sementara di titik-titik longsor, serta melakukan pembersihan lokasi pohon tumbang akibat cuaca buruk ini.

    Tak hanya merendam rumah warga, banjir kali ini juga mengganggu perjalanan kereta api yang melintas di jalur Pantura tersebut.

    Menurut manajer humas PT KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo perjalanan sejumlah KA terpaksa dialihkan melalui jalur selatan akibat rel terendam banjir.

    Sejumlah titik yang terendam banjir antara lain jalur antara Stasiun Semarang Tawang hingga Stasiun Alas Tuwa, petak antara Stasiun Tawang hingga Stasiun Semarang Poncol, serta petak antara Stasiun Mangkang hingga Stasiun Kaliwungu.

    Baca: Peringatan dini BMKG, cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Jawa Tengah

    Ketinggian air melebihi 10 sentimeter dari atas kop rel sehingga tidak mungkin dilintasi KA. “Sementara ada empat kereta yang dialihkan perjalanannya,” ungkapnya.

    Keempat kereta tersebut antara lain dua perjalanan KA Argo Bromo Anggrek, KA Pandalungan, dan KA Brawijaya.
    Menurut dia, perjalanan KA dialihkan melalui jalur Solo-Yogyakarta-Purwokerto-Cirebon.

    “PT KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dari pola pengalihan perjalanan tersebut,” katanya.

    PT KAI juga siap mengembalikan biaya tiket penumpang yang batal perjalanannya akibat pengalihan perjalanan tersebut.

    Reporter: Nurakhmayani