Banjir dan Longsor Melanda Pariaman, 3 Orang Meninggal dan Hampir 3 Ribu Warga Mengungsi

Written by

in

7cloud.asia – Banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Pariaman, Sumatera Barat sejak Jumat (08/03/2024) lalu. Akibatnya tiga orang meninggal dunia dalam bencana ini dan hampir 3 ribu warga mengungsi ke tenda darurat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dua orang diantaranya yang meninggal tersebut ditemukan dalam timbunan material tanah longsor.  

“Korban meninggal dunia itu ditemukan kemarin,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Sabtu (09/03/2024).

Sedangkan korban meninggal lainnya ditemukan setelah tubuhnya terseret arus deras banjir.

Baca: Hujan deras picu banjir, 4 ribu warga terdampak

Namun, ia belum dapat memastikan identitas dan lokasi tempat korban itu ditemukan.

Saat ini, pihaknya tengah berupaya mengevakuasi warga. Abdul tak menampik kemungkinan jumlah korban dapat bertambah.

Untuk itu pula, BNPB mengimbau bagi warga yang merasa ada kerabat dan anggota keluarga yang hilang untuk segera melapor kepada petugas gabungan yang telah disiagakan di lokasi demi kelancaran proses pencarian.

Berdasarkan data BPBD Padang Pariaman, banjir merendam 800 unit rumah warga tersebar di 15 kecamatan, yaitu Kecamatan Lubuak Aluang,
Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Batang Anai, Kecamatan V Koto.

Baca: Hujan lebat mengguyur Sumbawa picu banjir bandang dan longsor

Selain itu Kecamatan Sungai Limau, Kecamatan V Koto Timur, Sitonga, Anam Lingkuang, Kecamatan 2×11 Enam Lingkuang, Nan Sabaris, Sungai Geringging, Kecamatan VII Koto, Kecamatan V Koto, Kecamatan VII Koto Patamuan dan Ulakan Tapakis.

Sedangkan 9 kecamatan yang terdampak longsor adalah Kecamatan Lubuak Aluang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kecamatan 2×11 Enam Lingkuang, Kecamatan V Koto Kecamatan V Koto Timur, Kecamatan VII Koto Patamuan.

Longsor juga melanda kecamatan Batang Anai, Kecamatan Sungai Geringging dan Kecamatan Sungai Limau.

Selain itu, 10 hektare sawah masih tergenang banjir dengan ketinggian muka air 30 centimeter – mencapai 3 meter.

Kondisi ini semakin parah akibat besarnya volume luapan sungai setempat yang tak mampu membendung hujan deras yang masih mengguyur daerah tersebut.

Baca: Cuaca ekstrem rendam 2000 rumah di Grobogan

Akibatnya 2.958 warga terpaksa dievakuasi ke tenda darurat, atau fasilitas umum, dan beberapa lainnya mengungsi ke tempat sanak-saudara yang aman dari banjir – tanah longsor.

Rusaknya tiga jembatan dan satu jalan penghubung akibat derasnya arus banjir dilaporkan cukup menjadi hambatan bagi petugas tim gabungan BPBD, TNI/Polri, Basarnas untuk melakukan evakuasi.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman saat ini tengah berupaya memenuhi kebutuhan pokok para korban, dengan telah mendirikan dapur umum dan posko kesehatan di beberapa lokasi bencana itu.

Reporter: Nurakhmayani

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *