Tag: lrt jabodebek

  • LRT Jabodebek Mulai Diujicobakan 12 Juli 2023, Kesiapan Capai 95 Persen

    LRT Jabodebek Mulai Diujicobakan 12 Juli 2023, Kesiapan Capai 95 Persen

    7cloud.asia – Jelang operasi komersial pada Agustus nanti, progres pembangunan LRT Jabodebek dilaporkan telah mencapai 95 persen.

    Keberadaan LRT Jabodebek diharapkan akan akan mengurangi angka kemacetan yang menjadi masalah serius di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

    Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, memastikan pengurangan kemacetan berkat beroperasinya LRT Jabodebek akan cukup signifikan.

    Baca: Metamorfosa Kota Jakarta lewat penataan transportasi publik

    Pada Rabu (28/6/2023) kemarin, Menhub Budi Karya melakukan inspeksi proyek pembangunan LRT Jabodebek dengan didampingi Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. 

    Keduanya naik LRT Jabodebek dari Stasiun Dukuh Atas Jakarta ke Stasiun Jatimulya, Bekasi Timur. Setelah itu kembali ke Stasiun Halim, Jakarta.

    “Pada tanggal 12 Juli nanti, kita mulai lakukan ujicoba operasional terbatas dengan tarif Rp 1 yang dilakukan oleh KAI. Diharapkan pada 18 Agustus 2023 akan diresmikan oleh Bapak Presiden Jokowi dan beroperasi secara komersial,” kata Budi Karya Sumadi, dalam keterangannya, dikutip Kamis 29 Juni 2023.

    Baca: Stasiun Manggrai akan menjadi stasiun sentral, seperti ini grand desainnya

    Keberadaan LRT Jabodebek ini, jelas Budi Karya Sumadi, bisa memangkas waktu perjalanan yang biasanya jika menggunakan kendaraan pribadi 2 jam.

    Waktu tempuh LRT Jabodebek dari Stasiun Dukuh Atas ke Harjamukti Cibubur hanya 39 menit. Lalu dari Stasiun Dukuh Atas ke Stasiun Jatimulya, Bekasi Timur selama 43 menit.

    “Ini lebih cepat dibandingkan menggunakan kendaraan sekalipun lewat tol, yang waktu tempuhnya bisa sekitar 2 jam. Dengan naik LRT Jabidebek mampu memangkas waktu sepertiganya. Ini angka yang signifikan,” tutur Budi Karya Sumadi. 

    Baca: Stasiun Tanah Abang direnovasi, kapasitasnya naik tiga kali lipat

    Ketika beroperasikan penuh, diharapkan LRT Jabodebek bisa mengangkut 80.000 hingga 110.000 penumpang sehari. Dalam kondisi normal, setiap rangkaian LRT Jabodebek bisa menngangkut sekitar 740 penumpang, dan pada kondisi padat bisa mencapai 1.308 penumpang dengan konfigurasi 174 duduk dan 566 berdiri.

    LRT Jabodebek terdiri dari 31 rangkaian dengan masing-masing rangkaian 6 kereta, sehingga terdapat total 186 unit kereta. Kereta tersebut menggunakan lebar ganda 1.435 dengan sumber listrik disalurkan melalui rel ketiga.

    LRT Jabodebek menggunakan teknologi grade of automation level 3 atau GoA3 yang mampu berjalan secara otomatis atau tanpa masinis dengan sistem persinyalan moving block CBTC, sehingga memungkinkan kapasitas kereta lebih besar, serta headway bisa dipersempit menjadi 3 dan 6 menit.

    Baca: Kereta Cepat Jakarta Bandung juga siap beroperasi

    Terpisah, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Risal Wasal mengatakan bahwa persiapan dan pembangunan LRT Jabodebek sudah mencapai 95,09 persen.

    “Tinggal pekerjaan kalibrasi sistem operasi yang belum rampung,” ujar Risal Wasal, dalam keterangan pers yang dikutip dari Antaranews.com Kamis (29/6/2023).

    Tidak hanya pengerjaan fisik, izin operasional diupayakan selesai pada Juli. Dengan begitu pengoperasian perdana atau soft launching LRT Jabodebek bisa berjalan Agustus 2023.

    Baca: Tarik menarik tarif LRT Jabodebek

    Risal memastikan kesiapan operasional LRT Jabodebek, integrasi antarmoda antara layanan LRT Jabodebek dengan layanan moda transportasi lainnya juga tengah disiapkan.

    “Integrasi antarmoda merupakan salah satu aspek penting yang harus disiapkan sebelum dioperasikan,” kata dia.

    Beberapa moda transportasi lain yang akan terhubung dengan LRT Jabodebek seperti TransJakarta, bus kota, KRL, MRT, Jaklingko, angkot, dan beberapa moda transportasi umum lainnya.

    Baca: Tantangan pengunaan bus listrik untuk angkutan massal

    Terkhusus untuk Stasiun LRT Halim, dia memastikan akan terhubung dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KJCB) dan beberapa moda lainnya seperti TransJakarta, RoyalTrans, serta taksi, dantravelyang sudah disiapkan tempat pemberhentian khusus.

    Dengan persiapan tersebut, dia berharap LRT Jabodebek bisa beroperasisesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan.

  • LRT Jabodebek Resmi Diujicobakan, Segini Kisaran Tarifnya

    LRT Jabodebek Resmi Diujicobakan, Segini Kisaran Tarifnya

    7cloud.asia – Uji coba terbatas LRT Jabodebek dengan penumpang resmi dilakukan pada Rabu (12/7/2023) kemarin. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo menjajal langsung moda transportasi tanpa masinis ini.

    Ujicoba LRT Jabodebek ini akan dilakukan hingga Agustus mendatang, dan setelah itu penumpang akan dikenai tarif.

    Uji coba terbatas LRT Jabodebek yang dilakukan kemarin hanya untuk undangan terbatas seperti kementerian dan lembaga (K/L), jurnalis, dan komunitas.

    Baca: Kesiapan LRT Jabodebek

    Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo menjelaskan, masyarakat baru bisa menjajal LRT Jabodebek pada 27 Juli sampai 15 Agustus 2023.

    “Tanggal 12-26 Juli akan ada 22 perjalanan setiap hari. Itu yang kita undang stakeholder dan pihak-pihak terkait. Nanti tanggal 27 Juli sampai 15 Agustus akan ada 434 perjalanan setiap hari,” katanya.

    “Jadi setelah terbatas sampai tanggal 26 Juli, kita akan perluas dan nanti 6 perjalanan untuk angkutan penumpang terbatas,” lanjutnya.

    Baca: Tarif LRT Jabodebek dinilai masih kemahalan

    Dalam satu trainset LRT Jabodebek berisi 6 gerbong. Dalam masa uji coba, 1 trainset bisa menampung sekitar 150 orang. Dengan begitu diperkirakan ada 900 penumpang yang bisa menjajal uji coba LRT Jabodebek dalam sehari.

    Ke depan, LRT Jabodebek diharapkan bisa menjadi transportasi andalan bagi warga DKI Jakarta, Depok, Bogor, dan Bekasi sekaligus mengurangi kemacetan di wilayah Jakarta.

    Dengan menggunakan LRT Jabodebek, waktu tempuh bisa dipangkas hingga separuhnya. Waktu tempuh LRT Jabodebek dari Stasiun Dukuh Atas ke Harjamukti Cibubur hanya 39 menit.

    Baca: Konsep TOD diharapkan bisa mengurai kemacetan di Jakarta

    Sementara waktu tempuh LRT Jabodebek dari Stasiun Dukuh Atas ke Stasiun Jatimulya, Bekasi Timur selama 43 menit.

    “Ini lebih cepat dibandingkan menggunakan kendaraan sekalipun lewat tol, yang waktu tempuhnya bisa sekitar 2 jam. Dengan naik LRT Jabidebek mampu memangkas waktu sepertiganya. Ini angka yang signifikan,” tutur Budi Karya Sumadi saat ujicoba beberapa waktu lalu.

    Lantas, berapa tarifnya? Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Risal Wasal menjelaskan, tarif LRT Jabodebek akan diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan. Untuk tarif termurah ditetapkan Rp 5.000.

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

    Sementara tarif terjauh LRT Jabodebek, yaitu Stasiun Harjamukti Cibubur sampai Stasiun Jati Mulya Bekasi diperkirakan Rp 25.000. Tarif tersebut tinggal menunggu disahkan lewat Peraturan Menteri.

    Adapun hitungan tarifnya adalah Rp 5.000 per kilometer pertama. Tarif per kilometer selanjutnya ditetapkan Rp 700.

    Saat dikonfirmasi apakah tarif tersebut sudah pasti, Risal membenarkan. Tarif itu juga sudah termasuk subsidi dari pemerintah. “Iya Rp 5.000 per kilometer dan Rp 700,” tuturnya.

    Baca: Bersepeda jadi cara warga menikmati kotanya

    Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi buka suara soal perkiraan tarif LRT Jabodebek. Menurutnya, tarif LRT Jabodebek bakal ditetapkan di kisaran Rp 20.000-25.000 untuk rute terjauh. Namun pemerintah juga masih menghitung.

    “Kalau dengar-dengar bocorannya ya antara Rp 20.000-25.000 kira-kira, tapi kita akan menghitung. Tentu hitungan itu tidak asal menghitung,” katanya.

  • Lewati 12 Stasiun Tanpa Perlintasan Sebidang, LRT Jabodebek Dinilai Lebih Aman dan Nyaman

    Lewati 12 Stasiun Tanpa Perlintasan Sebidang, LRT Jabodebek Dinilai Lebih Aman dan Nyaman

    7cloud.asia – Pada Jumat (14/7/2023) kru ruangkota, Herie Setianto berkesempatan menjajal LRT Jabodebek bersama rombongan Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Aan Suhanan.

    Rombongan Korlantas menjajal LRT Jabodebek ini dari Stasiun Dukuh Atas menuju Stasiun Harjamukti, kemudian kembali lagi ke Stasiun Dukuh Atas.

    Dari Stasiun Dukuh Atas, LRT Jabodebek ini akan melintasi 12 stasiun, di antaranya Stasiun  Setiabudi, Stasiun Rasuna Said, Stasiun Kuningan, Stasiun Pancoran, Stasiun Cikoko, Stasiun  Ciliwung, Stasiun  Cawang, Stasiun TMII, Stasiun Kampung Rambutan, Stasiun Ciracas dan berakhir di Stasiun Harjamukti.

    Baca: Berapa tarif LRT Jabodebek

    Jarak sejauh 24,3 kilometer dari Stasiun Dukuh Atas ke Stasiun Harjamukti ini ditempuh LRT Jabodebek dalam waktu kurang dari satu jam. 

    Kenyamanan yang kami rasakan saat naik LRT Jabodebek ini tak hanya pada waktu tempuh yang singkat tanpa macet, tapi juga kebersihan kereta dan stasiunnya serta ketepatan waktunya.

    “Waktu tempuh perjalanan hanya sekitar 50 menit. Dengan LRT Jabodebek kita bisa menerobos kemacetan, serta tidak ada perlintasan sebidang, jadi LRT Jabodebek ini betul-betul aman dan nyaman,” jelas Aan.

    Baca: Tarif LRT Jabodebek dinilai masih kemahalan

    Tak lupa Aan yang mengungkapkan apresiasinya atas kenyamanan LRT Jabodebek ini dan memuji kebersihannya. Meski beroperasi tanpa masinis, LRT Jabodebek lebih terjamin keselamatan.

    “Kami lihat risiko terjadinya crash ini hampir tidak ada, karena tidak ada perlintasan sebidang, jadi perjalanan LRT Jabodebek mulus dari Dukuh Atas ke Harjamukti, begitu pula sebaliknya,” sambung Aan.

    Menurut Aan LRT Jabodebek menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan di Jakarta dan juga melindungi keselamatan kecelakaan lalu lintas di jalan.

    Baca: Pembangunan hunian dengan konsep TOD diharapkan bisa mengurai kemacetan

    “Dengan LRT Jabodebek ini insyallah bisa menekan angka kecelakaan di jalan,” sebut Aan.

    Aan berharap moda transportasi publik bisa terus diperbanyak rutenya, sehingga masyarakat dari tempat tinggal bisa ke Jakarta dengan akses yang mudah.

    Kemudian koneksi dengan moda transportasi lain juga sudah baik, tersambung dengan kereta bandara, KRL, MRT dan busway.

    “Artinya ini betul-betul satu solusi untuk permasalahan lalu lintas di jalan,” pungkas Aan.

    Seperti diketahui LRT Jabodebek saat ini masih dalam tahap ujicoba sejak Selasa (12/7/2023). Uji coba akan berlangsung sampai 16 Agustus 2023 mendatang.

    Baca: Salah kaprah pembangunan TOD di Indonesia

  • Kado Jokowi Buat Warga Jakarta Tertunda: LRT Jabodebek Belum Beroperasi Penuh

    Kado Jokowi Buat Warga Jakarta Tertunda: LRT Jabodebek Belum Beroperasi Penuh

    7cloud.asia – Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-78, harusnya warga Jakarta mendapat kado istimewa. Pada Jumat (18/8/2023) Light Rail Transit atau LRT Jabodebek harusnya beroperasi penuh melayani penumpang.

    Namun mendadak pengoperasian LRT Jabodebek ditunda hingga 30 Agustus 2023.  

    Sebagian dari LRT Jabodebek ini sebenarnya sudah beroperasi sebelumnya, yakni jalur Manggarai-Velodrome atau yang lebih dikenal dengan LRT Kelapa Gading karena melalui Kelapa Gading.

    Secara keseluruhan panjang jalur LRT Jabodebek ini adalah 24,3 kilometer dengan melalui 12 stasiun.

    Baca: Tanpa melewati perlintasan sebidang, LRT Jabodebek dinilai lebih aman

    Nantinya saat sudah beroperasi secara penuh,  LRT Jabodebek bakal melayani seluruh rute  dengan 434 perjalanan per hari.

    Diharapkan, LRT Jabodebek akan melayani 137.000 penumpang setiap hari, sehingga keberadaannya akan mengurangi kemacetan di Jakarta.

    Dalam penjelasannya Juli lalu, Kepala Divisi LRT Jabodebek Mochamad Purnomosidi mengatakan, ke-434 perjalanan LRT tersebut akan dibagi untuk melayani perjalanan rute Jakarta-Cibubur dan Jakarta-Bekasi.

    Baca: Segini kisaran tarif LRT Jabodebek

    Adapun waktu operasional LRT Jabodebek mulai pukul 05.30-23.30 WIB setiap harinya. Adapun tarif LRT Jabodebek berkisar antara Rp 5000 hingga Rp 27.500 tergantung jarak yang ditempuh.

    “Kita merencanakan sekitar 434 perjalanan LRT per hari untuk tahun pertama pengoperasian. Total 434 perjalanan LRT per hari itu akan dibagi dua untuk jalur Dukuh Atas-(Harjamukti) Cibubur dan Dukuh Atas-Jatimulya,” ujarnya Juli lalu.

    Sebelumnya LRT Jabodebek telah diujicobakan terbatas pada 12 Juli hingga 15 Agustus 2023. Selama uji coba LRT Jabodebek melayani semua stasiun kecuali Stasiun Halim.

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

    Saat beroperasi penuh, LRT Jabodebek akan melayani naik-turun penumpang di seluruh stasiun LRT Jabodebek yang berjumlah 18 stasiun, termasuk Stasiun Halim.

    Di Stasiun Halim, LRT Jabodebek nantinya akan terintegrasi dengan kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

    Sehingga bagi masyarakat yang akan ke Jakarta-Bandung atau sebaliknya dapat dengan mudah berganti moda transportasi dari LRT ke KCJB atau sebaliknya.

    Baca: Jika sukses batasi kendaraan bermotor, Jakarta bisa bebas macet dan polusi udara berkurang

    “Semua jalur akan kita layani dan operasikan, termasuk jalur menuju Stasiun Halim dalam rangka sebagai transportasi pengumpan atau feeder bagi Kereta Cepat Jakarta-Bandung,” Mochamad saat itu. 

    Saat ini, terdapat 29 rangkaian LRT Jabodebek yang siap beroperasi. Namun yang akan dioperasikan sebanyak 27 rangkaian dan 2 rangkaian lainnya akan digunakan untuk cadangan.

    Secara total, LRT Jabodebek memiliki 31 rangkaian tapi yang saat ini tersedia hanya 29 rangkaian karena 2 rangkaian sedang dalam proses perbaikan oleh PT INKA (Persero) pasca kecelakaan pada 2021 lalu. 

    Baca: Polusi udara di Jakarta makin parah, aktivis lingkungan tagih janji pembatasan kendaraan bermotor

    Pembangunan LRT Jabodebek menelan biaya Rp 32,5 Triliun yang diperkirakan akan kembali modal setelah 13 tahun.

    Esti Utami, dari berbagai sumber

     

     

  • LRT Jabodebek Mulai Layani Penumpang Besok, Tarif Termurah Rp 7100

    LRT Jabodebek Mulai Layani Penumpang Besok, Tarif Termurah Rp 7100

    7cloud.asia – Kereta Api Ringan atau LRT Jabodebek dijadwalkan beroperasi melayani penumpang mulai Senin (28/8/2023).

    Tercatat ada 18 stasiun yang sudah ditetapkan untuk melayani pelanggan LRT Jabodebek yang melayani dua rute yakni Jatimulya-Dukuh Atas dan Dukuh Atas-Harjamukti ini.

    Ke-18 stasiun LRT Jabodebek tersebut adalah yaitu Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran, Cikoko, Ciliwung, Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, Harjamukti, Halim, Jatibening Baru, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat dan Jatimulya.

    Baca: Pengoperasian LRT Jabodebek sempat ditunda, ini alasannya

    Untuk mendukung pelayanan LRT Jabodebek, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan subsidi tarif.  

    Formulasi perhitungan tarif LRT Jabodebek tercantum pada dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25 Tahun 2023 Tentang Penyelenggaraan Kereta Api Ringan (LRT) Terintegrasi Jabodebek ditetapkan pada 8 Juni 2023.

    Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Risal Wasal mengatakan bahwa formulasi perhitungan tarif LRT Jabodebek berdasarkan perhitungan biaya pokok ditambah keuntungan dibagi dari jumlah penumpang per kilometernya.

    “Biaya pokoknya ini sering kami sebut biaya operasi kereta api (BOK), di situ bicara overheat, penggantian suku cadang, biaya perawatan, semuanya ada di situ, plus keuntungan biasanya cuma 10 persen. Ini yang kami gunakan tarif dasar aturannya,” ujar Risal saat media briefing di Jakarta, Jumat (25/8/2023).

    Baca: Tidak lewati perlintasan sebidang, LRT Jabodebek relatif aman

    Pada akhirnya, lanjut dia, besaran tarif LRT Jabodebek, yakni Rp5.000 untuk 1 kilometer (km) pertama dan selanjutnya Rp700 untuk setiap km selanjutnya.

    “Kami pilih akhirnya di posisi Rp5.000 untuk 1 km pertama. Berikutnya adalah Rp700 per km berikutnya hingga tarif berdasarkan jarak kalau di bawah 10 km bisa sampai Rp11.300 kalau yang terjauh Rp27.400,” ungkapnya.

    Adapun besaran tarif bersubsidi LRT Jabodebek telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 67 tahun 2023 yang ditetapkan pada 14 Juli 2023.

    Baca: Rencana Tarif LRT Jabodebek

    Secara rinci, tarif berdasarkan rute sebagai berikut.

    – Stasiun Dukuh Atas-Stasiun Cawang sepanjang sekitar 10 km (tarif Rp11.300).
    – Stasiun Dukuh Atas-Stasiun Harjamukti sepanjang sekitar 25 km (tarif Rp21.800).
    – Stasiun Dukuh Atas-Stasiun Jatimulya sepanjang sekirar 28 km (tarif Rp23.900).
    – Stasiun Dukuh Atas-Stasiun Halim sepanjang sekitar 13 km (tarif Rp13.400).
    – Stasiun Harjamukti-Stasiun Jatimulya sepanjang sekitar 33 km (tarif Rp27.400).
    – Stasiun Harjamukti-Stasiun Cawang sepanjang sekitar 15 km (tarif Rp14.800).
    – Stasiun Harjamukti-Stasiun Halim sepanjang sekitar 19 km (tarif Rp17.600).
    – Stasiun Jatimulya-Stasiun Cawang sepanjang sekitar 18 km (tarif Rp16.900).
    – Stasiun Jatimulya-Stasiun Cawang sepanjang sekitar 15 km (tarif Rp14.800).
    – Stasiun Cawang-Stasiun Halim sepanjang sekitar 4 km (tarif Rp7.100).

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

    Dalam rangka memperkenalkan moda transportasi LRT Jabodebek kepada masyarakat sekaligus memperingati HUT Ke-78 RI, pemerintah berencana untuk memberikan tarif promo.

    Kendati demikian, tarif promo tersebut masih dalam tahap perumusan konsep baik besaran dan waktu pelaksanaannya.

    Pemerintah juga masih merumuskan regulasi yang menjadi dasar hukum pemberlakuan tarif promo LRT Jabodebek itu.

    Baca: Pembangunan kawasan dengan konsep TOD di Jakarta

    Kemenhub juga menyebut pemberian subsidi terhadap tarif LRT Jabodebek dilakukan agar biayanya tidak terlalu membebani masyarakat sehingga dapat menarik minat masyarakat beralih ke angkutan massal.

    Adapun, besaran subsidi yang diberikan oleh pemerintah mencapai sekitar Rp18.000 per penumpang untuk rute terjauh.

    LRT Jabodebek merupakan salah satu proyek strategis nasional pengembangan angkutan massal perkotaan.

    Infrastruktur ini dibangun untuk mengurangi tingkat kemacetan di Ibu Kota Jakarta dan jalur penyangga Jakarta seperti Bogor, Depok, dan Bekasi.

    Sumber: Antaranews.com

     

     

  • Ada 18 Stasiun LRT Jabodebek yang Layani Penumpang, Seperti Ini Spesifikasinya

    Ada 18 Stasiun LRT Jabodebek yang Layani Penumpang, Seperti Ini Spesifikasinya

    7cloud.asia – Kereta Api Ringan atau LRT Jabodebek dijadwalkan akan mulai beroperasi melayani penumpang mulai Senin (28/8/2023) besok. 

    LRT Jabodebek ini melayani dua rute yakni Dukuh Atas-Jatimulya dan Dukuh Atas-Harjamukti. Setidaknya ada 18 stasiun yang dilalui dengan stasiun Cawang akan berfungsi sebagai stasiun transit.

    Sebanyak 18 stasiun yang melayani pelanggan LRT Jabodebek adalah Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran, Cikoko, Ciliwung, Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, Harjamukti, Halim, Jatibening Baru, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat dan Jatimulya.

    VP Public Relations KAI, Joni Martinus dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (26/8/2023) mengatakan, Stasiun-stasiun LRT Jabodebek berada di lokasi-lokasi strategis mulai dari kawasan perumahan hingga kawasan bisnis.

    Baca: Segini tarif LRT Jabodebek

    “Tujuannya untuk memudahkan para pelaju bertransportasi dari dan menuju Ibu Kota atau wilayah lainnya,” katanya

    Lebih lanjut dia menjelaskan stasiun LRT Jabodebek terdiri atas 2 tipe yaitu tipe Interchange Station yakni Stasiun Cawang dan tipe Typical Station untuk 17 stasiun lainnya.

    Perbedaan dari tipe stasiun ini adalah jumlah jalur, luas stasiun dan fasilitas tambahan yang ada di dalamnya.

    Interchange Station terdiri atas 3 lantai di mana lantai 1 yaitu area boarding dan komersial, lantai 2 area peron, dan lantai 3 adalah area komersial.

    Baca: Pengoperasian LRT Jabodebek sempat tertunda, ini alasannya

    Sedangkan untuk tipe Typical Station terdiri atas 2 lantai, di mana lantai 1 adalah area boarding dan lantai 2 merupakan area peron.

    Stasiun Cawang merupakan Interchange Station karena merupakan stasiun persimpangan atau stasiun transit.

    Pelanggan dari Stasiun Harjamukti yang ingin menuju ke arah Stasiun Jatimulya dapat berhenti terlebih dahulu di Stasiun Cawang dan berganti kereta tujuan Stasiun Jatimulya, maupun sebaliknya.

    Untuk menunjang kenyamanan para pelanggan saat berada di stasiun, stasiun LRT Jabodebek dilengkapi dengan fasilitas akses berupa eskalator, tangga dan lift.

    Baca: Tidak lewati perlintasan sebidang LRT Jabodebek dinilai lebih aman

    Stasiun LRT Jabodebek juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti toilet, ruang menyusui, mushalla, ruang kesehatan, Passenger Information Display System (PIDS), passenger announcement dan CCTV.

    Pemerintah dan KAI juga berupaya menghadirkan stasiun LRT Jabodebek yang ramah disabilitas dengan menghadirkan lift, gate, toilet khusus disabilitas serta tactile.

    “Dengan hadirnya fasilitas tersebut diharapkan dapat mempermudah pelanggan disabilitas dalam melakukan mobilitas menggunakan LRT Jabodebek,” ucap Joni.

    Untuk mengoptimalkan layanan di stasiun, KAI juga menyiapkan petugas yang siap melayani penumpang.

    Baca: Salah kaprah pembangunan hunian berkonsep TOD di Indonesia

    Petugas tersebut meliputi pengawas stasiun, petugas loket, passenger service, petugas kebersihan, petugas kesehatan dan petugas keamanan.

    Dari sisi akses stasiun, stasiun LRT Jabodebek memiliki keunggulan karena akan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi umum.

    Misalnya Stasiun Dukuh Atas, lokasinya berada di dekat Stasiun KRL Sudirman, Stasiun MRT Dukuh Atas BNI, Stasiun KA Bandara BNI City, halte Transjakarta, serta berbagai moda transportasi lainnya.

    Sementara Stasiun Halim terintegrasi dengan Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung serta dekat dengan Bandara Internasional Halim Perdanakusuma.

    “Stasiun-stasiun LRT Jabodebek terletak tidak jauh dari titik moda transportasi umum lainnya. Sehingga akan memudahkan pelanggan yang akan menggunakan transportasi umum lanjutan,” ujar Joni.

    Baca: Pembangunan kawasan dengan konsep TOD di Jakarta

    LRT Jabodebek merupakan moda transportasi terintegrasi yang rangkaian keretanya diproduksi BUMN PT INKA Persero, dan prasarananya dikerjakan PTAdhi Karya Persero Tbk. (ADHI).

    Tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk pengerjaan LRT lebih dari 60 persen.

    LRT Jabodebek menggunakan teknologi yang lebih tinggi dari MRT Jakarta ataupun LRT Sumsel, yaitu generasi ke-3 atau Grade of Automation (GoA) Level 3.

    Dengan teknologi itu, memungkinkan kereta dioperasikan tanpa masinis dan mengatur jarak antar kereta menjadi lebih dekat dengan tetap konstan menjaga jarak aman.

    Baca: Kontroversi pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

     

  • Berlaku Tarif Promo, Sebulan ke Depan Tarif LRT Jabodebek Jauh Dekat Rp 5000

    Berlaku Tarif Promo, Sebulan ke Depan Tarif LRT Jabodebek Jauh Dekat Rp 5000

    7cloud.asia – Kereta listrik ringan atau LRT Jabodebek resmi beroperasi pada hari ini, Senin (28/8/2023).

    Peresmian moda transportasi berbasis rel bernama LRT Jabodebek ini dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    Harga tiket LRT Jabodebek diatur lewat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 67 Tahun 2023 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Ringan (LRT) Terintegrasi Jabodebek untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik.

    Tarif LRT Jabodebek ditetapkan sebesar Rp 5.000 untuk 1 kilometer (km) pertama dan Rp 700 untuk km selanjutnya. Sehingga, tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp 24.000-25.000. 

    Baca: Segini tarif LRT Jabodebek

    Tarif LRT Jabodebek ini sudah disubsidi agar harganya tidak terlalu membebani masyarakat sekaligus untuk menarik minat lebih banyak orang beralih ke angkutan massal.

    Sebagai contoh, rute terjauh Harjamukti-Jati Mulya aslinya memiliki tarif dari operator Rp 43.923. Dari situ pemerintah memberikan PSO 37 persen sehingga masyarakat hanya perlu membayar Rp 27.400.

    Besaran subsidi harga tiket LRT Jabodebek yang diberikan ke penumpang berbeda-beda tergantung rutenya.

    Namun, selama sebulan ke depan, LRT Jabodebek bakal menerapkan tarif promo yakni hanya sebesar Rp 5.000 per orang untuk perjalanan jauh maupun dekat.

    LRT Jabodebek mempunyai 434 jadwal perjalanan setiap harinya pukul 05.00-23.30 WIB.

    Baca: 18 Stasiun LRT Jabodebek siap melayani

     

    Berikut ini rincian lengkap tarif LRT Jabodebek setelah masa promo berakhir:

    Stasiun Dukuh Atas-Stasiun Cawang sekitar 10 kilometer tarif Rp 11.300

    Stasiun Dukuh Atas-Stasiun Harjamukti sekitar 25 kilometer tarif Rp 21.800

    Stasiun Dukuh Atas-Stasiun Jatimulya sekitar 28 kilometer tarif Rp 23.900

    Stasiun Dukuh Atas-Stasiun Halim sekitar 13 kilometer tarif Rp 13.400

    Stasiun Harjamukti-Stasiun Jatimulya sekitar 33 kilometer tarif Rp 27.400

    Baca: Pengoperasian LRT Jabodebek sempat tertunda, ini alasannya

    Stasiun Harjamukti-Stasiun Cawang sekitar 15 kilometer tarif Rp 14.800

    Stasiun Harjamukti-Stasiun Halim sekitar 19 kilometer tarif Rp 17.600

    Stasiun Jatimulya-Stasiun Cawang sekitar 18 kilometer tarif Rp 16.900

    Stasiun Jatimulya-Stasiun Halim sekitar 15 kilometer tarif Rp 14.800

    Stasiun Cawang-Stasiun Halim sekitar 4 kilometer tarif Rp 7.100

    Baca: Tak lewati perlintasan sebidang, LRT Jabodebek relatif aman

    Pembayaran tiket LRT Jabodebek menggunakan sistem cashless, baik dengan kartu uang elektronik perbankan (BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, BCA, dan Bank DKI Jakarta), KMT KAI Commuter, scan QRIS Link Aja dan KAI PAY.

     

     

     

     

  • Kurangi Macet dan Polusi, Jokowi Harap Warga Beralih ke LRT Jabodebek

    Kurangi Macet dan Polusi, Jokowi Harap Warga Beralih ke LRT Jabodebek

    7cloud.asia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan masyarakat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) dapat berbondong-bondong untuk memanfaatkan transportasi publik lintas raya terpadu atau LRT Jabodebek.

    Hal tersebut disampaikan Jokowi usai meresmikan transportasi publik LRT Jabodebek, Senin (28/08/2023), di Stasiun LRT Cawang, Jakarta.

    “Kita harapkan masyarakat berbondong-bondong beralih ke transportasi publik seperti LRT, baik yang dari Cibubur dan sekitarnya maupun Bekasi dan sekitarnya, sehingga kemacetan di jalan bisa kita hindari dan juga polusi bisa kita kurangi,” ujar Jokowi.

    Baca: Sebulan ke depan diterapkan tarif promo LRT Jabodebek, jauh dekat Rp 5000

    Presiden mengungkapkan, sekitar 996 ribu kendaraan yang masuk ke Jakarta setiap harinya dapat memicu polusi dan kemacetan.

    “Kita selalu masuk sebagai 10 besar kota yang termacet di dunia. Setiap hari masuk 996 ribu kendaraan ke Jakarta, setiap harinya. Oleh sebab itu, macet, polusi juga selalu ada di Jakarta,” kata Jokowi seperti dilansir laman resmi Setkab.

    Untuk menekan kemacetan dan polusi tersebut, lanjut Presiden, pemerintah terus berupaya untuk mengembangkan transportasi massal yang ramah lingkungan.

    Baca: 18 Stasiun LRT Jabodebek

    Pemerintah antara lain telah membangun moda raya terpadu (MRT), kereta rel listrik (KRL), bus raya terpadu (BRT), hingga LRT.

    “Kenapa dibangun MRT, LRT, KRL, Transjakarta, BRT, kereta bandara? Agar masyarakat kita semua beralih dari transportasi pribadi ke transportasi massal,” imbuhnya.

    Kapasitas angkut LRT Jabodebek mencapai 740 penumpang dalam kondisi normal, dan sekitar 1300an penumpag dalam kondisi penuh.

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan layanan transportasi publik

    Kelebihan LRT Jabodebek adalah tidak melewati perlintasan sebidang dan jadwal yang tepat sehingga bebas macet. 

    Namun, Jokowi mengakui pemanfaatan transportasi publik seperti MRT di Jakarta masih belum optimal. Ia pun berharap masyarakat dapat beralih ke transportasi massal.

    “Sebagai contoh MRT, meskipun setiap hari saya lihat penuh, tetapi kapasitas yang kita inginkan setiap hari 180 ribu penumpang dan hari ini masih 80 ribu, masih ada kapasitas yang belum penuh terisi,” tandasnya.

    Baca: Ini jadinya kalau Jakarta sukses batasi jumlah kendaraan bermotor

  • Warga Antusias Coba LRT Jabodebek, Jam Operasi Masih Dibatasi hingga Pukul 20.00

    Warga Antusias Coba LRT Jabodebek, Jam Operasi Masih Dibatasi hingga Pukul 20.00

    7cloud.asia – Kereta listrik ringan atau LRT Jabodebek resmi beroperasi untuk umum setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Senin (28/8/2023) kemarin.

    Untuk memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mencoba, PT KAI yang diserahi mengelola LRT Jabodebek menetapkan tarif promo selama satu bulan ke depan. Untuk menempuh jarak jauh dekat, penumpang hanya dikenai tarif Rp 5000.

    Dari pantauan 7cloud.asia kemarin, warga antusias mencoba LRT Jabodebek. Sejumlah warga mengakui keberadaan LRT Jabodebek sangat membantu mereka yang bekerja di kawasan Kuningan dan Sudirman.

    Baca: Warga diajak beralih ke transportasi publik untuk kurangi macet

    Pasalnya, jalur LRT Jabodebek bebas dari macet sehingga jarak tempuh menjadi jauh lebih cepat. Selain itu LRT Jabodebek juga sangat nyaman. 

    “Tidak ada guncangan, sekaligus kita bisa melihat suasana Kota Jakarta dari atas,” ujar Maruli. 

    Namun, Maruli berharap harga tiket LRT Jabodebek ini tidak terlalu mahal agar tidak membebani warga. 

    Baca: Sebulan ke depan berlaku tarif promo LRT Jabodebek

    Maruli juga berharap, rute LRT Jabodebek ini diperluas ke titik-titik lain seperti arah Grogol ataupun Tangerang.

    “Karena meski terintegrasi dengan moda transportasi publik lainnya, jarak antara stasiun dengan halte masih cukup jauh mayan gempor jika harus jalan kaki,” imbuh Maruli.

    Selama satu bulan ini, LRT Jabodebek yang merupakan moda transportasi umum baru di ibu kota itu belum bisa beroperasi secara penuh karena jumlah kereta yang masih kurang.

    Baca: 18 Stasiun layani penumpang LRT Jabodebek

    Dirjen Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub M Risal Wasal mengatakan, LRT Jabodebek hanya akan beroperasi sampai pukul 20.00 WIB hingga dua pekan ke depan.

    “Ini tahap pertama sampai dua minggu ke depan itu, kami baru mengoperasikan 12 train set yang akan beroperasi dari jam 05.00 WIB hingga 20.00 WIB,” ujar Risal seperti dikutip Kompas.com

     

    Karena jumlah kereta yang masih kurang, butuh waktu 10 sampai 20 menit bagi calon penumpang untuk menunggu kedatangan kereta.

    Baca: Segini tarif normal LRT Jabodebek

    Risal mengatakan, headway atau waktu kedatangan LRT Jabodebek ditetapkan selama 10 menit sekali di rute Stasiun Dukuh Atas-Cawang.

    Sementara itu, waktu tunggu di rute Stasiun Jatimulya-Cawang dan Stasiun Harjamukti-Cawang, kereta tiba tiap 20 menit.

    “Jadi 10 menit di dalam kota, 20 menit di ujung-ujungnya, Harjamukti dan Jatimulya,” jelas dia.

    Baca: Pengoperasian LRT Jabodebek sempat tertunda, ini alasannya

    Meski begitu, ia memastikan jumlah kereta akan terus bertambah hingga nantinya LRT Jabodebek dapat beroperasi penuh untuk melayani masyarakat dari pukul 05.00-23.30 WIB.

    Menurut dia, penambahan kereta akan dibagi menjadi beberapa tahapan, mulai dari 16 train set, 20 train set, hingga nantinya 27 train set.

    “Artinya, ada kurang lebih 460 perjalanan kereta api Jakarta-Bekasi, Jakarta-Cibubur,” lanjut Risal.

     

  • Jokowi: Gangguan dan Kekurangan LRT Jabodebek Akan Dievaluasi dan Diperbaiki

    Jokowi: Gangguan dan Kekurangan LRT Jabodebek Akan Dievaluasi dan Diperbaiki

    7cloud.asia –  Antusiasme masyarakat untuk mencoba kereta listrik ringan atau LRT Jabodebek sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Senin (28/08/2023) cukup tinggi.

    Sampai dengan hari kedua, volume penumpang LRT Jabodebek tercatat mencapai 28.925 penumpang.

    Sejumlah kekurangan terjadi selama ujicoba LRT Jabodebek, antara lain listrik mati dan pintu tidak bisa tertutup sempurna.

    Baca: Warga antusias coba LRT Jabodebek

    Selain itu, penumpang juga mengeluhkan gerbong LRT Jabodebek yang terlalu sempit dan kurang tinggi. Pun akses yang menghubungkan antarmoda yang kurang nyaman.

    Atas gangguan yang dialami oleh LRT Jabodebek setelah diresmikan, Presiden Joko Widodo mengatakan hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan diperbaiki oleh semua pihak terkait.

    “Bahwa ada kekurangan, ya itu koreksi. Bahwa ada kekurangan, itu akan kita evaluasi dari INKA, evaluasi dari KAI,” ujar Presiden Jokowi dalam keterangan pers, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Kamis (31/08/2023).

    Baca: Jokowi ajak masyarakat beralih ke transportais publik untuk atais macet

    Menurut Jokowi, ini merupakan kali pertama Indonesia memiliki moda transportasi LRT yang digerakkan secara otomatis tanpa masinis.

    Selain itu, kata Presiden, LRT Jabodebek tersebut juga merupakan produk dalam negeri yang harus berani untuk dicoba dan digunakan oleh bangsa Indonesia.

    “Ya kan sudah saya sampaikan sejak awal bahwa ini adalah kita pertama kali memiliki LRT tanpa masinis, semuanya dioperasikan lewat operation control center di Bekasi.” ujarnya.

    Baca: 18 Stasiun LRT bisa dibedakan menjadi dua

    Jadi, lanjut Jokowi, saya ulang lagi, kalau kita tidak berani menggunakan produk dalam negeri, untuk dalam hal ini LRT, kapan kita akan mencoba? Kapan kita akan berani memulai?” 

    Lebih lanjut, Presiden Jokowi mencontohkan kereta cepat TGV (Train à Grande Vitesse) di Prancis atau kereta cepat Shinkansen di Jepang juga membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menjadi seperti sekarang.

    Oleh karena itu, Presiden mendorong semua pihak agar dapat terus mendukung produk dalam negeri.

    Baca: Segini tarif LRT Jabodebek

    “Saya ngerti karena saya datang ke mereka, mengetahui tahapan-tahapannya. Kalau kita tidak berani memulai, dan setiap ada kekurangan kita langsung bully, orangnya kan tidak berani mencoba membuat sesuatu,” tegasnya.