7cloud.asia – Kereta Api Ringan atau LRT Jabodebek dijadwalkan beroperasi melayani penumpang mulai Senin (28/8/2023).
Tercatat ada 18 stasiun yang sudah ditetapkan untuk melayani pelanggan LRT Jabodebek yang melayani dua rute yakni Jatimulya-Dukuh Atas dan Dukuh Atas-Harjamukti ini.
Ke-18 stasiun LRT Jabodebek tersebut adalah yaitu Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran, Cikoko, Ciliwung, Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, Harjamukti, Halim, Jatibening Baru, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat dan Jatimulya.
Baca: Pengoperasian LRT Jabodebek sempat ditunda, ini alasannya
Untuk mendukung pelayanan LRT Jabodebek, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan subsidi tarif.
Formulasi perhitungan tarif LRT Jabodebek tercantum pada dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25 Tahun 2023 Tentang Penyelenggaraan Kereta Api Ringan (LRT) Terintegrasi Jabodebek ditetapkan pada 8 Juni 2023.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Risal Wasal mengatakan bahwa formulasi perhitungan tarif LRT Jabodebek berdasarkan perhitungan biaya pokok ditambah keuntungan dibagi dari jumlah penumpang per kilometernya.
“Biaya pokoknya ini sering kami sebut biaya operasi kereta api (BOK), di situ bicara overheat, penggantian suku cadang, biaya perawatan, semuanya ada di situ, plus keuntungan biasanya cuma 10 persen. Ini yang kami gunakan tarif dasar aturannya,” ujar Risal saat media briefing di Jakarta, Jumat (25/8/2023).
Baca: Tidak lewati perlintasan sebidang, LRT Jabodebek relatif aman
Pada akhirnya, lanjut dia, besaran tarif LRT Jabodebek, yakni Rp5.000 untuk 1 kilometer (km) pertama dan selanjutnya Rp700 untuk setiap km selanjutnya.
“Kami pilih akhirnya di posisi Rp5.000 untuk 1 km pertama. Berikutnya adalah Rp700 per km berikutnya hingga tarif berdasarkan jarak kalau di bawah 10 km bisa sampai Rp11.300 kalau yang terjauh Rp27.400,” ungkapnya.
Adapun besaran tarif bersubsidi LRT Jabodebek telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 67 tahun 2023 yang ditetapkan pada 14 Juli 2023.
Baca: Rencana Tarif LRT Jabodebek
Secara rinci, tarif berdasarkan rute sebagai berikut.
– Stasiun Dukuh Atas-Stasiun Cawang sepanjang sekitar 10 km (tarif Rp11.300).
– Stasiun Dukuh Atas-Stasiun Harjamukti sepanjang sekitar 25 km (tarif Rp21.800).
– Stasiun Dukuh Atas-Stasiun Jatimulya sepanjang sekirar 28 km (tarif Rp23.900).
– Stasiun Dukuh Atas-Stasiun Halim sepanjang sekitar 13 km (tarif Rp13.400).
– Stasiun Harjamukti-Stasiun Jatimulya sepanjang sekitar 33 km (tarif Rp27.400).
– Stasiun Harjamukti-Stasiun Cawang sepanjang sekitar 15 km (tarif Rp14.800).
– Stasiun Harjamukti-Stasiun Halim sepanjang sekitar 19 km (tarif Rp17.600).
– Stasiun Jatimulya-Stasiun Cawang sepanjang sekitar 18 km (tarif Rp16.900).
– Stasiun Jatimulya-Stasiun Cawang sepanjang sekitar 15 km (tarif Rp14.800).
– Stasiun Cawang-Stasiun Halim sepanjang sekitar 4 km (tarif Rp7.100).
Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik
Dalam rangka memperkenalkan moda transportasi LRT Jabodebek kepada masyarakat sekaligus memperingati HUT Ke-78 RI, pemerintah berencana untuk memberikan tarif promo.
Kendati demikian, tarif promo tersebut masih dalam tahap perumusan konsep baik besaran dan waktu pelaksanaannya.
Pemerintah juga masih merumuskan regulasi yang menjadi dasar hukum pemberlakuan tarif promo LRT Jabodebek itu.
Baca: Pembangunan kawasan dengan konsep TOD di Jakarta
Kemenhub juga menyebut pemberian subsidi terhadap tarif LRT Jabodebek dilakukan agar biayanya tidak terlalu membebani masyarakat sehingga dapat menarik minat masyarakat beralih ke angkutan massal.
Adapun, besaran subsidi yang diberikan oleh pemerintah mencapai sekitar Rp18.000 per penumpang untuk rute terjauh.
LRT Jabodebek merupakan salah satu proyek strategis nasional pengembangan angkutan massal perkotaan.
Infrastruktur ini dibangun untuk mengurangi tingkat kemacetan di Ibu Kota Jakarta dan jalur penyangga Jakarta seperti Bogor, Depok, dan Bekasi.
Sumber: Antaranews.com

Leave a Reply