Kado Jokowi Buat Warga Jakarta Tertunda: LRT Jabodebek Belum Beroperasi Penuh

Written by

in

7cloud.asia – Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-78, harusnya warga Jakarta mendapat kado istimewa. Pada Jumat (18/8/2023) Light Rail Transit atau LRT Jabodebek harusnya beroperasi penuh melayani penumpang.

Namun mendadak pengoperasian LRT Jabodebek ditunda hingga 30 Agustus 2023.  

Sebagian dari LRT Jabodebek ini sebenarnya sudah beroperasi sebelumnya, yakni jalur Manggarai-Velodrome atau yang lebih dikenal dengan LRT Kelapa Gading karena melalui Kelapa Gading.

Secara keseluruhan panjang jalur LRT Jabodebek ini adalah 24,3 kilometer dengan melalui 12 stasiun.

Baca: Tanpa melewati perlintasan sebidang, LRT Jabodebek dinilai lebih aman

Nantinya saat sudah beroperasi secara penuh,  LRT Jabodebek bakal melayani seluruh rute  dengan 434 perjalanan per hari.

Diharapkan, LRT Jabodebek akan melayani 137.000 penumpang setiap hari, sehingga keberadaannya akan mengurangi kemacetan di Jakarta.

Dalam penjelasannya Juli lalu, Kepala Divisi LRT Jabodebek Mochamad Purnomosidi mengatakan, ke-434 perjalanan LRT tersebut akan dibagi untuk melayani perjalanan rute Jakarta-Cibubur dan Jakarta-Bekasi.

Baca: Segini kisaran tarif LRT Jabodebek

Adapun waktu operasional LRT Jabodebek mulai pukul 05.30-23.30 WIB setiap harinya. Adapun tarif LRT Jabodebek berkisar antara Rp 5000 hingga Rp 27.500 tergantung jarak yang ditempuh.

“Kita merencanakan sekitar 434 perjalanan LRT per hari untuk tahun pertama pengoperasian. Total 434 perjalanan LRT per hari itu akan dibagi dua untuk jalur Dukuh Atas-(Harjamukti) Cibubur dan Dukuh Atas-Jatimulya,” ujarnya Juli lalu.

Sebelumnya LRT Jabodebek telah diujicobakan terbatas pada 12 Juli hingga 15 Agustus 2023. Selama uji coba LRT Jabodebek melayani semua stasiun kecuali Stasiun Halim.

Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

Saat beroperasi penuh, LRT Jabodebek akan melayani naik-turun penumpang di seluruh stasiun LRT Jabodebek yang berjumlah 18 stasiun, termasuk Stasiun Halim.

Di Stasiun Halim, LRT Jabodebek nantinya akan terintegrasi dengan kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Sehingga bagi masyarakat yang akan ke Jakarta-Bandung atau sebaliknya dapat dengan mudah berganti moda transportasi dari LRT ke KCJB atau sebaliknya.

Baca: Jika sukses batasi kendaraan bermotor, Jakarta bisa bebas macet dan polusi udara berkurang

“Semua jalur akan kita layani dan operasikan, termasuk jalur menuju Stasiun Halim dalam rangka sebagai transportasi pengumpan atau feeder bagi Kereta Cepat Jakarta-Bandung,” Mochamad saat itu. 

Saat ini, terdapat 29 rangkaian LRT Jabodebek yang siap beroperasi. Namun yang akan dioperasikan sebanyak 27 rangkaian dan 2 rangkaian lainnya akan digunakan untuk cadangan.

Secara total, LRT Jabodebek memiliki 31 rangkaian tapi yang saat ini tersedia hanya 29 rangkaian karena 2 rangkaian sedang dalam proses perbaikan oleh PT INKA (Persero) pasca kecelakaan pada 2021 lalu. 

Baca: Polusi udara di Jakarta makin parah, aktivis lingkungan tagih janji pembatasan kendaraan bermotor

Pembangunan LRT Jabodebek menelan biaya Rp 32,5 Triliun yang diperkirakan akan kembali modal setelah 13 tahun.

Esti Utami, dari berbagai sumber

 

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *