Tag: masyarakat

  • Hadapi Perubahan Iklim, Pemerintah Harus Perkuat Perlindungan Hukum Bagi Masyarakat

    Hadapi Perubahan Iklim, Pemerintah Harus Perkuat Perlindungan Hukum Bagi Masyarakat

    7cloud.asia – Perubahan iklim yang terjadi saat ini membawa banyak dampak bagi masyarakat. Pemerintah harus memperkuat perlindungan hukum dan meningkatkan upaya penegakan hukum bagi masyarakat.

    Menurut Kepala Pusat Riset Hukum Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laely Nurhidayah perubahan iklim dapat memicu berbagai kerentanan pada masyarakat.

    Dia mencontohkan kasus perdagangan manusia, migrasi paksa, kerja paksa, dan lain-lain juga dipicu perubahan iklim.

    “Melihat dari kerangka hukum dan kebijakan dalam perlindungan dari dampak perubahan iklim, saat ini belum ada hukum yang secara spesifik mengatur dampak dari perubahan iklim di Indonesia,” jelas Laely seperti yang dikutip Antaranews pada Kamis (23/11/2023).

    Baca: Perubahan iklim membuat banjir makin sering terjadi di planet bumi

    Sebuah studi kasus yang dilakukan oleh BRIN tentang warga Desa Sri Wulan yang kehilangan lahan pertanian justru mendapatkan pekerjaan sebagai buruh di industri di Semarang, Jawa Tengah.

    Sementara itu, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan Indonesia adalah salah satu negara paling rentan terhadap dampak perubahan iklim.

    Menurut Koordinator Direktorat Lingkungan Hidup Bappenas, Anna Amalia menyebutkan sebanyak 199 kabupaten/kota yang terletak di wilayah pesisir terancam dampak perubahan iklim.

    Baca: Perubahan iklim akibat emisi gas rumah kaca dapat memicu krisis air

    Sebanyak 40 kabupaten/kota mempunyai indeks kerentanan pesisir yang sangat tinggi akibat perubahan iklim.

    Kenaikan permukaan air laut akibat perubahan iklim menyebabkan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir kehilangan tempat tinggal.

    Berdasarkan data dari Bappenas, Anna mengungkap sebanyak 11,65 juta orang yang masuk dalam kategori miskin di Indonesia menghadapi ancaman yang lebih tinggi dari dampak perubahan iklim.

    “Tak hanya kerugian fisik, perubahan iklim juga berpotensi menghilangkan mata pencaharian, sehingga berpotensi menambah jumlah penduduk miskin di Indonesia,” jelas Anna.

    Baca: Negara maju harus ambil peran lebih besar untuk menahan laju perubahan iklim

    Karena itu, perlu upaya pemahaman pemahaman tentang interaksi kompleks antara manusia dan alam melalui pendekatan multi disiplin berdasarkan kesetaraan dan keadilan gender.

    Selain itu, perlu aksi terpadu dan kolaboratif dengan berbagai pihak, baik tingkat nasional maupun regional dalam mewujudkan pembangunan berketahanan iklim untuk mengatasi dampak negatif dari perubahan iklim.

    Menurutnya, kesetaraan gender dalam pembangunan berketahanan iklim perlu dijabarkan secara konkrit dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

    “Ini untuk memastikan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di masyarakat bersifat inklusif, adil, dan berkelanjutan,” paparnya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Virus COVID-19 Varian Terbaru Mudah Menular, Masyarakat Diminta Tidak Egois

    Virus COVID-19 Varian Terbaru Mudah Menular, Masyarakat Diminta Tidak Egois

    7cloud.asia – Virus COVID-19 subvarian Omicron BN.1 mudah menular, terutama untuk kelompok rentan. Karena itu, masyarakat tidak egois dalam menghadapi virus ini.

    Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Mira Yulianti menjelaskan gejala Virus COVID-19 subvarian Omicron BN.1 sama seperti batuk pilek biasa.

    “Gejalanya tidak parah, sama seperti batuk pilek biasa, jadi tak perlu khawatir. Untuk yang muda, sehat, dan tanpa komorbid ya seperti itu. Tapi kembali lagi tidak semua orang. Kita tidak sendiri, jadi kita tidak boleh egois,” jelas Mira seperti yang dikutip Antaranews.

    Selanjutnya Mira memaparkan kasus COVID-19 subvarian Omicron BN.1 di sejumlah negara di dunia meningkat.

    Hal ini dipengaruhi oleh kemampuan subvarian ini untuk bertransmisi lebih cepat dari subvarian sebelumnya.

    Baca: DPR soal vaksin Covid berbayar

    Selain itu, kata Mira, subvarian terbaru ini juga memiliki kemampuan yang dapat menembus kekebalan tubuh manusia pada saat ini, baik yang dipengaruhi oleh vaksin maupun yang telah terinfeksi COVID-19 sebelumnya.

    Bagi orang berusia muda serta tidak memiliki penyakit kormobid bawaan sub virus ini bergejala ringan. Namun, kondisi ini tidak sama terhadap orang tua yang rentan.

    “Orang tuanya banyak tidur, lemas, nggak mau makan, batuk pileknya nggak disertai demam, itu lebih hati-hati, bahwa sangat mungkin orang tua kita atau kakek nenek terkena COVID,” urainya.

    Karena itu, Mira mengimbau masyarakat untuk melakukan deteksi dini apalagi kepada orang tua yang memiliki gejala tersebut.

    Upaya ini perlu dilakukan agar mereka segera mendapatkan penanganan medis yang sesuai.

    Baca: Mulai Januari 2024, vaksin Covid 19 berbayar

    Selain itu Mira mengimbau masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan serta melengkapi dosis vaksin sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19.

    Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan vaksinasi COVID-19 tetap berlaku gratis untuk kelompok masyarakat rentan mulai 1 Januari 2024.

    “Nantinya ada dua kelompok yang menjadi sasaran program imunisasi COVID-19 dan mendapatkan imunisasi COVID-19 gratis,” jelas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Maxi Rein Rondonuwu. 

    Program ini juga menyasar kelompok ibu hamil, remaja usia 12 tahun ke atas, dan kelompok usia lainnya dengan kondisi immunocompromised atau orang yang mengalami gangguan sistem imun berskala sedang hingga berat.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Puncak DBD Diperkirakan April, Masyarakat Diimbau Bersihkan Rumah

    Puncak DBD Diperkirakan April, Masyarakat Diimbau Bersihkan Rumah

    7cloud.asia – Kasus demam berdarah dengue (DBD) saat ini meningkat. Diperkirakan akan mencapai puncaknya pada April mendatang. Karena itu, masyarakat diimbau mengantisipasi dengan membersihkan rumah.

    Imbauan untuk mengantisipasi puncak wabad DBD ini disampaikan oleh Kepala Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Tamansari, dr. Ngabila Salama seperti yang dilansir Antaranews.

    “Maka kita perkirakan (kasus DBD, red) April 2024 naik lagi. Untuk itu warga harus mulai bersiap-siap dengan membersihkan rumah dan lingkungan masing-masing,” katanya.

    Lebih jauh Ngabila menjelaskan masing-masing kelurahan seharusnya saat ini sudah mulai mengaktifkan kegiatan satu rumah satu jumantik (juru pemantau jentik).

    Baca: Alternatif pengobatan DBD dengan terapi daun pepaya

    Jumantik inilah yang nantinya memantau kegiatan memberantas sarang nyamuk dengan cara menguras, menutup, dan mengubur (3M).

    “Warga diharap juga melakukan langkah serupa minimal seminggu sekali setiap Jumat,” ujarnya.

    Selain itu, upaya lainnya adalah menanam tumbuhan pengusir nyamuk seperti lavender dan memelihara ikan pemakan jentik seperti jenis cupang.

    Masyarakat juga diimbau agar membiasakan perilaku hidup sehat dengan tidak membiasakan menggantung pakaian yang sudah dipakai.

    “Penelitian juga memperlihatkan nyamuk DBD aktif jam 8-10 pagi dan 16-18 malam. Akan lebih baik melakukan penyemprotan nyamuk atau menggunakan losion antinyamuk pada jam-jam tersebut,” jelasnya.

    Baca: kasus DBD di Jakarta Selatan naik hingga 100 persen lebih

    Tak hanya di pemukiman warga, pemberantasan sarang nyamuk juga perlu dilakukan di sembilan tatanan.

    Terdiri atas lingkungan masyarakat, permukiman dan fasilitas umum, satuan pendidikan, satuan pasar, pariwisata, tatanan transportasi dan tertib lalu lintas jalan.

    Tatanan lainnya di perkantoran dan perindustrian, perlindungan sosial, serta tatanan pencegahan dan penanggulangan bencana.

    Masyarakat juga diimbau untuk segera melakukan deteksi dini. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah keparahan hingga meninggal akibat DBD.

    “Deteksi dan pengobatan dini adalah kunci. Bawa ke puskesmas segera jika ada gejala DBD untuk cek darah lengkap dan pemeriksaan NS1 untuk deteksi cepat DBD, pemeriksaan ini gratis,” paparnya.

    Baca: Musim hujan, waspada penyakit kulit

    Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menjelaskan hingga 19 Februari 2024, tercatat ada 627 kasus dengan indeks rasio DKI Jakarta sebanyak 5,57 per 100.000 penduduk.

    Data dari dinas kesehatan DKI Jakarta, kasus DBD di wilayah Jakarta Pusat sebanyak 34 kasus, Jakarta Utara sebanyak 74 kasus, Jakarta Barat sebanyak 208 kasus.

    Kasus tertinggi terjadi di wilayah Jakarta Timur yang mencapai 161 kasus dan Jakarta Selatan sebanyak 145 kasus. Kasus DBD terendah di wilayah Kepulauan Seribu sebanyak lima kasus.

    Menurutnya, berdasarkan tren data kasus mingguan 2024, tercatat sudah terjadi peningkatan kasus jika dibandingkan pada pekan awal Januari.

    Ketika memasuki pekan ke-9, saat itu data kasus menunjukkan peningkatan yang tajam mulai pekan ke-5, yaitu di awal Februari.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Kasus DBD Meningkat di Jakarta, Masyarakat Diminta Disiplin Terapkan 3M Plus

    Kasus DBD Meningkat di Jakarta, Masyarakat Diminta Disiplin Terapkan 3M Plus

    7cloud.asia – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di DKI Jakarta terus meningkat seiring dengan curah hujan yang tinggi di wilayah ini. Karena itu, masyarakat harus disiplin menerapkan perilaku 3M Plus.

    Melansir Detik.com, Pejabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono menjelaskan 3M Plus itu adalah menguras, menutup, mendaur ulang serta kegiatan mencegah perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.

    “Pertama, DBD tentunya puskesmas dan pak lurah berusaha untuk mengatasi ini. Masyarakat sendiri harus menerapkan 3M ya, mengatasinya salah satunya mengentas sarang nyamuk, membersihkan tempat tempat dari air yg tergenang,” jelas Heru Budi.

    Baca: Puncak DBD diperkirakan bulan April

    Selain itu Heru mengimbau agar orang tua waspada terhadap gigitan nyamuk aedes aegypti kepada anak-anaknya.

    Salah satunya dengan cara menjaga kebersihan atau memakaikan anaknya pakaian lengan panjang saat berada diluar rumah.

    “Tentunya anak-anak kita kalau keluar rumah bisa menggunakan pakaian lengan panjang dan menjaga kebersihan,” katanya.

    Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta terjadi peningkatan kasus DBD hingga 19 Februari 2024, ada 627 kasus dengan indeks rasio DKI Jakarta sebanyak 5,57 per 100.000 penduduk.

    Baca: Terapi daun pepaya untuk pasien DBD

    Berdasarkan tren data kasus mingguan 2024, tercatat sudah terjadi peningkatan kasus jika dibandingkan pada pekan awal Januari.

    Ketika memasuki pekan ke-9, saat itu data kasus menunjukkan peningkatan yang tajam mulai pekan ke-5, yaitu di awal Februari.

    Data sebaran kasus DBD di wilayah DKI Jakarta, yakni Jakarta Pusat sebanyak 34 kasus, Jakarta Utara sebanyak 74 kasus, Jakarta Barat sebanyak 208 kasus.

     Di wilayah Jakarta Selatan sebanyak 145 kasus, Jakarta Timur sebanyak 161 kasus dan Kepulauan Seribu sebanyak 5 kasus.

    Reporter: Nurakhmayani