7cloud.asia – Kasus demam berdarah dengue (DBD) saat ini meningkat. Diperkirakan akan mencapai puncaknya pada April mendatang. Karena itu, masyarakat diimbau mengantisipasi dengan membersihkan rumah.
Imbauan untuk mengantisipasi puncak wabad DBD ini disampaikan oleh Kepala Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Tamansari, dr. Ngabila Salama seperti yang dilansir Antaranews.
“Maka kita perkirakan (kasus DBD, red) April 2024 naik lagi. Untuk itu warga harus mulai bersiap-siap dengan membersihkan rumah dan lingkungan masing-masing,” katanya.
Lebih jauh Ngabila menjelaskan masing-masing kelurahan seharusnya saat ini sudah mulai mengaktifkan kegiatan satu rumah satu jumantik (juru pemantau jentik).
Baca: Alternatif pengobatan DBD dengan terapi daun pepaya
Jumantik inilah yang nantinya memantau kegiatan memberantas sarang nyamuk dengan cara menguras, menutup, dan mengubur (3M).
“Warga diharap juga melakukan langkah serupa minimal seminggu sekali setiap Jumat,” ujarnya.
Selain itu, upaya lainnya adalah menanam tumbuhan pengusir nyamuk seperti lavender dan memelihara ikan pemakan jentik seperti jenis cupang.
Masyarakat juga diimbau agar membiasakan perilaku hidup sehat dengan tidak membiasakan menggantung pakaian yang sudah dipakai.
“Penelitian juga memperlihatkan nyamuk DBD aktif jam 8-10 pagi dan 16-18 malam. Akan lebih baik melakukan penyemprotan nyamuk atau menggunakan losion antinyamuk pada jam-jam tersebut,” jelasnya.
Baca: kasus DBD di Jakarta Selatan naik hingga 100 persen lebih
Tak hanya di pemukiman warga, pemberantasan sarang nyamuk juga perlu dilakukan di sembilan tatanan.
Terdiri atas lingkungan masyarakat, permukiman dan fasilitas umum, satuan pendidikan, satuan pasar, pariwisata, tatanan transportasi dan tertib lalu lintas jalan.
Tatanan lainnya di perkantoran dan perindustrian, perlindungan sosial, serta tatanan pencegahan dan penanggulangan bencana.
Masyarakat juga diimbau untuk segera melakukan deteksi dini. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah keparahan hingga meninggal akibat DBD.
“Deteksi dan pengobatan dini adalah kunci. Bawa ke puskesmas segera jika ada gejala DBD untuk cek darah lengkap dan pemeriksaan NS1 untuk deteksi cepat DBD, pemeriksaan ini gratis,” paparnya.
Baca: Musim hujan, waspada penyakit kulit
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menjelaskan hingga 19 Februari 2024, tercatat ada 627 kasus dengan indeks rasio DKI Jakarta sebanyak 5,57 per 100.000 penduduk.
Data dari dinas kesehatan DKI Jakarta, kasus DBD di wilayah Jakarta Pusat sebanyak 34 kasus, Jakarta Utara sebanyak 74 kasus, Jakarta Barat sebanyak 208 kasus.
Kasus tertinggi terjadi di wilayah Jakarta Timur yang mencapai 161 kasus dan Jakarta Selatan sebanyak 145 kasus. Kasus DBD terendah di wilayah Kepulauan Seribu sebanyak lima kasus.
Menurutnya, berdasarkan tren data kasus mingguan 2024, tercatat sudah terjadi peningkatan kasus jika dibandingkan pada pekan awal Januari.
Ketika memasuki pekan ke-9, saat itu data kasus menunjukkan peningkatan yang tajam mulai pekan ke-5, yaitu di awal Februari.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply