Tag: minimalis

  • Hidupmu Terasa Berat Penuh Beban? Tak Ada Salahnya Mencoba Gaya Hidup Minimalis

    Hidupmu Terasa Berat Penuh Beban? Tak Ada Salahnya Mencoba Gaya Hidup Minimalis

    7cloud.asia – Seberapa sering kamu merasa tak punya cukup waktu untuk kegiatan kamu? Seberapa sering kamu merasa selalu merasa kekurangan uang untuk membeli barang yang kamu inginkan? Jika cukup sering maka tak ada salahnya mencoba gaya hidup minimalis 

    Ya, banyak orang tanpa sadar terjebak dalam gaya hidup berlebihan sehingga ketenangan hidup mereka terganggu. Dan di tengah keriuhan itu ada sebagian orang yang menemukan ketenangan dan kebahagiaan dengan menjalani pola hidup secukupnya atau gaya hidup  minimalis.

    Sejumlah teman yang saya temui mengatakan perubahan gaya hidup ke minimalis memberikan mereka lebih banyak ruang dan waktu untuk diri mereka sendiri. Gaya hidup minimalis, kata mereka, mengajarkan untuk menjadi manusia yang praktis.

    “Menjalani hidup sesuai apa yang diingini, memikirkan apa yang harus dipikirkan dan membeli apa yang memang dibutuhkan,” demikian ujar seorang kawan tentang gaya hidup minimalis yang dijalaninya.

    Baca: Cinta Laura panutan anak muda

    Mendengar penjelasannya, saya pun lantas mencari tahu apa itu gaya hidup minimalis ?

    Menurut Break the Twitch, minimalis adalah gaya hidup yang berfokus pada meminimalkan gangguan sekaligus dapat menjaga kita untuk melakukan hal-hal yang benar-benar penting saja.

    Sedangkan, menurut penulis Becoming Minimalist Joshua Becker, gaya hidup minimalis adalah tentang mendapatkan apa yang membuat kita bahagia dan menghilangkan apa yang tidak membuat kita bahagia.

    Dari pengertian tersebut bisa kita tarik kesimpulan bahwa hidup minimalis adalah “gaya hidup yang sederhana atau praktis atau sederhananya membuang sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan”.

    Gaya hidup minimalis berlaku tidak hanya sebatas produk, tetapi mencakup segala hal seperti fashion, cara kita mengonsumsi makanan,  perilaku di media sosial, cara kita berpikir, dan sebagainya.

    Makanya tidak heran jika sekarang gaya hidup minimalis juga sudah merambah ke dunia digital.

    Baca: Dampak negatif gaya hidup konsumtif pada lingkungan

    Contoh sederhana untuk menggambarkan gaya hidup minimalis adalah tangkapan layar di ponsel kita yang diambil karena berpikir akan dibutuhkan namun pada kenyatannya tidak pernah dibuka pada akhirnya akan memenuhi memori Hp.

    Contoh lainnya ialah membeli tas ransel dengan model lain beralasan akan digunakan nanti tapi nyatanya tidak digunakan sama sekali malah menumpuk di penyimpanan tas. Nah, dalam gaya minimalis segala hal yang nggak perlu itu kudu dibuang jauh-jauh.

    Dalam praktiknya, gaya hidup minimalis tidak hanya mencakup cara seseorang memperlakukan barang yang tidak dibutuhkan dan membuangnya, tapi juga mencakup “ketika kita membeli barang baru yang serupa maka sejumlah barang yang sama dan jenis yang sama harus dikeluarkan”.

    Ya gaya hidup minimalis mengajak pelakuknya untuk “tidak menumpuk barang dan tidak menggunakan barang secara berlebih”.

    Dengan menjalani gaya hidup minimalis akan menciptakan lebih banyak ruang gerak dan waktu yang lebih bermanfaat daripada hanya sekadar menumpuk dan tidak berguna. Yang artinya ini membuang-buang energi kita. 

    Baca: Mengapa thrifting makin digemari anak muda?

    Muncul pertanyaan apakah memilih gaya hidup minimalis jadi terbatas dan menciptakan batasan? Jawabannya TIDAK.

    Jadi gaya hidup minimalis itu bukan membatasi melainkan mengatur dan memberi ruang lebih untuk hal-hal yang bermanfaat dan membuang atau melepas hal-hal yang tidak berguna dan justru hanya akan membebani kita. 

    Oh ya, gaya hidup minimalis ini juga baik untuk lingkungan. Dengan mengonsumsi secukupnya berarti lebih sedikit sumber daya alam yang diambil dan lebih sedikit limbah yang dihasilkan.

    Jadi jika kamu sedang mencari ketenangan atau ruang yang melepaskanmu dari segala beban, tak ada salahnya untuk menengok gaya hidup minimalis. 

     

  • Gaya Hidup Minimalis: Isi Lemari Pakaianmu dengan 10 Hal Ini

    Gaya Hidup Minimalis: Isi Lemari Pakaianmu dengan 10 Hal Ini

    7cloud.asia – Memilih koleksi pakaian ala gaya hidup minimalis lebih dari sekadar memilih pakaian.

    Menurut penganjur gaya hidup minimalis, Joshua Becker, memilih koleksi pakaian ala gaya hidup minimalis adalah tentang menerima cara berpikir yang benar-benar baru. 

    Menurut Joshua, terkait pilihan pakaian ini,  orang sering mengabaikan proses dan manfaat pakaian itu sendiri dan lebih mengikuti tren sehingga justru jadi beban. Ini tidak sejalan dengan gaya hidup minimalis dan slow living.

    Ada banyak artikel yang ditulis tentang pilihan pakaian yang tepat dan apa yang harus dibeli guna membangun koleksi pakaian untuk menjadi minimalis.

    “Tapi saya harus jujur, rahasia sukses memilih koleksi pakaian ala gaya hidup minimlais tidak terlalu berkaitan dengan pakaian yang kita kenakan, tetapi lebih banyak tentang cara kita memikirkan perubahan tersebut,” tulisnya.

    Baca: 10 dampak buruk fast fashion pada lingkungan

    Karena itu, untuk mendapatkan hasil maksimal dari lemari pakaian minimalis, kita butuh pola pikir yang benar.

    Jadi buat kamu yang kesulitan untuk memilih koleksi pakaian ala minimalis, penting untuk disadari  bahwa ini bukan sekadar perjalanan mode; itu juga masalah mental.

    Berikut 10 pola pikir penting yang kita butuhkan untuk membangun koleksi pakaian yang bermakna dan tahan lama:

    1. Percaya diri
    Percaya pada diri sendiri adalah faktor penting untuk membangun koleksi pakaian ala minimalis.

    “Terapkan gaya pribadi Anda tanpa mencari validasi dari orang lain. Lemari pakaian Anda harus mencerminkan diri Anda yang sebenarnya, bukan ciptaan palsu yang bertujuan untuk menyenangkan orang lain,” tegasnya.

    Baca: Slow fashion, cara yang dilirik mereka yang muak dengan mode

    2. Cantik itu berasal dari dalam
    Sadarilah bahwa nilaimu tidak ditentukan oleh penampilanmu. Kecantikan sejati berasal dari karakter, nilai-nilai, dan cara kamu memperlakukan orang lain.

    Jadi ketimbang sibuk memikirkan hal yang bersifat lahiriah, mendingan mengembangkan inner beauty, dan tanpa kamu sadari kamu ternyata kita hanya butuh sedikit beda untuk merasa menarik dan lebih percaya diri.

    3. Hargai gaya pribadi ketimbang latah ikut  tren
    Pilih pakaian yang mencerminkan selera dan kepribadian kamu, ini akan jauh lebih awet daripada mengejar tren fesyen yang cepat berlalu.

    “Lemari pakaian yang dikurasi berdasarkan gaya pribadi akan selalu lebih memuaskan dan berkelanjutan dibandingkan lemari pakaian yang didasarkan pada mode terkini,” ujar Joshua.

    Baca: Gaya hidup minimalis makin dilirik

    4. Mode akan cepat berlalu
    Sadarilah bahwa tren datang dan pergi, namun gaya pribadi kita tetap konstan.

    “Setiap generasi menertawakan mode-mode lama, namun secara religius mengikuti mode-mode baru,” kata Henry David Thoreau.

    Berinvestasilah pada barang-barang berkualitas yang dapat bertahan lebih lama, dan hindari jebakan keharusan untuk terus memperbarui isi lemari pakaian kamu agar selalu mengikuti mode.

    5. Ketahui hal yang lebih penting untuk dibelanjakan
    Alihkan fokus dari memperoleh harta benda menjadi berinvestasi dalam pengalaman, hubungan, dan pertumbuhan pribadi.

    Mengarahkan sumber daya ke hal dan tujuan yang lebih bermakna akan mendatangkan kepuasan dan kebahagiaan yang lebih besar.

    Baca: Dampak gaya hidup konsumtif pada lingkungan

    6. Berikan contoh kepada anak-anak 
    Contohkan kesederhanaan dan hidup yang terarah untuk anak Anda dengan menjaga lemari pakaian minimalis.

    “Ajari mereka nilai kualitas dibandingkan kuantitas dan ilhami mereka untuk membuat pilihan yang bijaksana dalam hidup mereka,” imbuh Joshua

    7. Syukuri apa yang kita miliki
    Hargai pakaian yang sudah kita miliki dan kenali nilainya.

    Pola pikir bersyukur akan membantu kita menahan keinginan untuk terus mencari lebih banyak dan mendorong kita untuk memaksimalkan apa yang kita miliki.

    8. Sederhana adalah kunci
    Pahami bahwa lemari pakaian yang disederhanakan menghasilkan kehidupan yang lebih fokus dan damai.

    Dengan menghilangkan kelebihan dan gangguan, kita dapat mencurahkan energi untuk hal yang benar-benar penting.

    Baca: 10 Prinsip gaya hidup slow living

    9. Komitmen terhadap keberlanjutan
    Memiliki lebih sedikit pakaian memungkinkan kita memilih pilihan pakaian yang dibuat secara etis dan bertanggung jawab.

    Dengan melakukan hal ini, kita tidak hanya menyederhanakan isi lemari pakaian tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan. 

    10. Fleksibel dan mampu beradaptasi
    Bersikaplah terbuka untuk mengubah dan menyesuaikan pilihan pakaian agar sesuai dengan kebutuhan dan keadaan yang terus berkembang.

    Lemari pakaian kapsul bukanlah entitas yang kaku dan tidak berubah, melainkan cerminan dinamis dari kehidupan dan pertumbuhan pribadi kita.

    Membuat lemari pakaian kapsul bukan hanya tentang pakaian itu sendiri, namun pola pikir dan sikap yang memungkinkan Anda menolak budaya konsumen dan merangkul kesederhanaan.

    Dengan mengenali dan memilih sepuluh kualitas penting ini, Anda sudah siap untuk membangun lemari pakaian yang lebih bermakna dan disengaja.

    Baca: Cara sederhana memulai slow living

  • Seperti Ini Gaya Hidup Minimalis Menyelamatkan Lingkungan

    Seperti Ini Gaya Hidup Minimalis Menyelamatkan Lingkungan

    7cloud.asia – Di jantung kota Hong Kong yang sibuk, di antara  gedung pencakar langit dan jalanan yang dipenuhi tempat belanja gaya hidup minimalis mulai bertunas.

    Gaya hidup minimalis menjadi alternatif di tengah ritme kehidupan sehari-hari di mana tren materialisme dan konsumerisme telah menjadi sebuah norma.

    Hidup secara minimalis makin dilirik karena kesdaran bahwa pilihan konsumsi kita telah menimbulkan dampak yang sangat besar terhadap lingkungan dan masyarakat.

    Gaya hidup konsumtif terbukti berkontribusi terhadap perubahan iklim dan masalah lingkungan terkait lainnya seperti sampah TPA dan tingkat emisi gas rumah kaca yang belum pernah terjadi sebelumnya.

    Menurut Greenpeace, warga Hongkong membuang 110.000 ton tekstil ke tempat pembuangan sampah pada tahun 2014, setara dengan sekitar 1.400 kaos per menit.

    Baca: Ringankan hidupmu dengan gaya hidup minimalis

    Tahukah kamu, ternyata dibutuhkan lebih dari 20.000 liter air untuk menghasilkan satu kilogram kapas, yang setara dengan satu kaos dan sepasang celana jeans?

    Dalam artikel ini, earth.org melihat gaya hidup minimalis menjadi solusi potensial untuk meringankan beban lingkungan akibat konsumerisme.

    Minimalisme juga sebagai cara untuk mendorong konsumen membuat pilihan yang lebih berkelanjutan.

    Apa sih gaya minimalis itu? Filosofi sentral gaya hidup minimalis menggarisbawahi konsep “less is more.” Dengan kata lain, menjadi “minimalis” berarti memiliki lebih sedikit barang,

    Baca: Mengintip isi lemari penganut gaya hidup minimalis

    Gaya hidup minimalis menjalani hidup dengan lebih sederhana sehingga memiliki dampak minimal terhadap lingkungan.

    Konsep asli gaya hidup minimalis berasal dari gagasan Yunani kuno tentang hidup sederhana dan menghindari kekayaan materi berlebihan yang menyebabkan pemborosan.

    Namun, gaya hidup minimalis modern yang kita kenal sekarang berakar pada abad ke-20, muncul dari seniman seperti Donald Judd. dan Dan Flavin.

    Lebih penting lagi, buku seperti The Life-Changing Magic of Tidying Up oleh Marie Kondo, Goodbye, Things: The New Japanese Minimalism oleh Sasaki, dan Danshari: Shin Katazukejutsu oleh Yamashita mempopulerkan filosofi ini.

    Baca: Dampak buruk fast fahion pada lingkungan

    Tiga karakter kanji “断捨離” dapat dibaca sebagai “Dan-sha-ri” dan masing-masing diterjemahkan menjadi penolakan, pembuangan, dan pemisahan.

    Konsep ini mendorong individu untuk membuang kebiasaan lama, mengurangi keinginan terhadap barang baru, menghilangkan keterikatan, dan mengutamakan kebutuhan pribadi.

    Menurut artikel yang diterbitkan di The Japan Times (2011), istilah ini mendapatkan popularitas di Jepang pada tahun 2010 dan sejak itu menyebar secara global.

    Sebuah artikel yang diterbitkan dalam Journal of Human Behavior in the Social Environment (2023) berpendapat bahwa gerakan sosial di atas telah meletakkan dasar bagi minimalisme.

    Minimalisme ini kemudian berkembang menjadi gaya hidup minimalis yang kita kenal sekarang.

    Baca: 10 prinsip gaya hidup slow living

    Saat ini,  minimalis mengacu pada gaya hidup yang mengutamakan kualitas hidup dengan tetap mengedepankan kelestarian lingkungan.

    Misalnya, seorang minimalis mempraktikkan pertimbangan yang cermat, menghindari konsumsi berlebihan dan pemborosan sumber daya mulai dari keputusan pembelian hingga pembuangan.

    Cara hidup minimalis ini menghargai kehidupan berkelanjutan, seringkali dengan tujuan melestarikan bumi dan menghilangkan limbah yang tidak perlu di masyarakat.

    Cara hidup yang disederhanakan ini dapat membantu seseorang mencapai rasa ketenangan dan mengambil inisiatif ramah lingkungan.

    Sumber: earth.org, baca artikel asli di sini

  • Mengapa Gaya Hidup Minimalis Bagus untuk Kesehatan Mental

    Mengapa Gaya Hidup Minimalis Bagus untuk Kesehatan Mental

    7cloud.asia – Gaya hidup minimalis makin banyak dilirik orang di tengah semua ketidakpastian.

    Hal ini  karena gaya hidup minimalis mendorong orang untuk merapikan kehidupan mereka dengan mengonsumsi secara lebih bertanggung jawab.

    Meningkatkan kesadaran kebiasaan konsumsi, akan membuat kita lebih sadar akan kepemilikan materi dan memaksa kita untuk membeli lebih sedikit serta memilih kualitas daripada kuantitas. Inilah esensi gaya hidup minimalis.

    Gay ahidup minimalis juga mendorong konsumen untuk membuat keputusan yang sadar lingkungan, memaksa mereka untuk bertanya pada diri sendiri mereka sendiri: 

    “Apakah saya benar-benar membutuhkan ini?” dan “Apa manfaat jangka panjang dan dampak lingkungan dari pilihan konsumsi saya?”

    Baca: Seperti ini gaya hidup minimalis menyelamatkan lingkungan

    Menerapkan gaya hidup minimalis membantu menurunkan jejak karbon, yang memberikan manfaat tidak hanya pada individu yang menjalani, tapi juga pada lingkungan sekitar.

    Individu yang menerapkan gaya hidup minimalis cenderung menjalani gaya hidup yang lebih sehat, sehingga meningkatkan kesehatan mental dan fisiknya.

    Sebuah studi tahun 2021 yang dilakukan di AS menemukan bahwa orang yang berjiwa minimalis merasa puas dan dihormati.

    Penganut gaya hidup minimalis jug aterbukti lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami perasaan depresi atau gangguan kesehatan mental lainnya.

    Penelitian lain pada tahun 2023 yang dilakukan terhadap 525 peserta di China mengungkapkan bahwa gaya hidup minimalis meningkatkan kesejahteraan pribadi di negara-negara berkembang.

    Baca: Ringankan beban hidupmu dengan menjalani gaya hidup minimalis

    Nafsu belanja yang berlebihan, menurut penelitian, tidak menyebabkan kebahagiaan yang lebih besar, melainkan justru meningkatkan stres dan kecemasan.

    Hal ini yang terjadi di China. Dalam beberapa dekade terakhir, China telah merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi yang pesat.

    Seiring dengan membaiknya kondisi kehidupan masyarakat umum China, kebutuhan mereka akan barang-barang berkualitas tinggi juga meningkat.

    Selama delapan hari “Pekan Emas” misalnya, pendapatan pariwisata domestik mencapai 753,4 miliar yuan (103 miliar dolar).

    Fakta ini menunjukkan nafsu besar masyarakat  China  untuk berbelanja dan berkonsumsi dan bagaimana hal ini sering kali terkait langsung dengan peningkatan standar hidup.

    Meskipun demikian, studi tersebut juga menyatakan bahwa dengan kemajuan ekonomi dan penurunan angka kelahiran, China akan menyaksikan peningkatan penerimaan terhadap gaya hidup minimalis, seperti yang terjadi di negara maju.

    Baca: Mengintip isi lemari penganut gaya hidup minimalis

    Selain itu, pengurangan pembelian menghemat uang untuk barang-barang yang tidak memberikan nilai tambah bagi kehidupan seseorang.

    Dengan kata lain, konsumen yang menganut paham minimalis membatasi pengeluaran mereka dan menambah tabungan.

    Ini membantu mereka mencapai tujuan jangka panjang yang menghasilkan lebih banyak kepuasan dan kebahagiaan.

    Oleh karena itu, salah satu aspek minimalis adalah mencapai kesejahteraan finansial karena pengeluaran yang lebih sedikit, yang mengarah pada penghindaran hutang yang tidak perlu dan peningkatan tabungan.

    Selain itu, temuan pada tahun 2023 di Pakistan menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara minimalisme dan kesejahteraan finansial. Namun demikian, gaya hidup minimalis juga menuai kritik.

    Baca: Slow fashion cara yang mulai dilirik mereka yang muak dengan konsumerisme

    Gaya hidup minimalis dinilai mengenlakan jenis konsumsi baru, keinginan untuk membeli barang multifungsi, hemat energi, atau ingin merenovasi rumah agar menyerupai ruang minimalis pada umumnya. Tapi itu akan dibahas dalam artikel selanjutnya. ​

    Sumber: earth.org baca artikel asli di sini

  • Orang Ini Sederhanakan Hidupnya dengan Gaya Hidup Minimalis, Hasilnya Ia Lebih Bahagia

    Orang Ini Sederhanakan Hidupnya dengan Gaya Hidup Minimalis, Hasilnya Ia Lebih Bahagia

    7cloud.asia – Nicole Ng adalah warga Hong Kong yang sudah beberapa tahun ini menerapkan gaya hidup minimalis.

    Kepada Earth.Org, Nicole mengatakan gaya hidup minimalis membuatnya lebih berhati-hati saat berbelanja dan memilih produk berkualitas. Meski untuk itu ia kadang harus membayar sedikit mahal. 

    “Belanja berkualitas tidak diragukan lagi adalah kunci untuk produk yang lebih berkelanjutan, tahan lama, dan multifungsi. Itulah inti gaya hidup miimalis,” katanya.

    Sebagai penggila tanaman, dia sering membeli tanaman di platform seperti Carousell, Instagram Shop, dan Facebook Marketplace, dan menjual tanaman miliknya karena dia yakin ini adalah praktik yang lebih ramah lingkungan.

    “Saya menemukan video tentang minimalisme karya Marie Kondo di Youtube saat masih menjadi mahasiswa,” ujarnya ketika ditanya apa yang memengaruhinya untuk menjalani gaya hidup minimalis.

    Baca: Mengapa gaya hidup minimalis bagus untuk kesehatan mental

    “Saya menyadari bahwa menerapkan gaya hidup minimalis jauh lebih mudah daripada yang saya perkirakan setelah melakukan beberapa penelitian.”

    Beberapa kritikus menyebut, gaya hidup minimalis mengedepankan jenis konsumsi baru, keinginan untuk membeli barang multifungsi, hemat energi, atau ingin merenovasi rumah agar menyerupai ruang minimalis pada umumnya.

    Sebuah artikel tahun 2016 yang diterbitkan di New York Times Magazine menjelaskan bahwa “minimalisme kini identik dengan optimasi diri, sebuah tren yang juga memunculkan perangkat kebugaran dan Soylent.

    Optimalisasi ini, sering didorong oleh teknologi, memerlukan biaya yang mahal dan hanya dilakukan oleh dan untuk kelompok elit.”

    Penulis mengkritik fakta bahwa gaya hidup minimalis akan menekan orang untuk terobsesi dengan apa yang harus dirapikan dan berapa banyak barang yang harus dimiliki.

    Baca: Seperti ini gaya hidup minimalis melestarikan lingkungan

    Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai konsekuensi dari minimalis, seperti apa yang akan terjadi jika kaum minimalis membuang terlalu banyak barang sekaligus.

    Artikel tersebut menggambarkan gaya hidup minimalis sebagai gerakan yang arogan dan menjadi tren bagi masyarakat yang memiliki hak istimewa.

    Pasalnya, menjadi seorang minimalis memerlukan modal sosial, jaring pengaman, dan akses terhadap internet, sesuatu yang tidak dimiliki semua orang.

    Meskipun kekhawatiran ini sahih, tidak dapat disangkal bahwa gaya hidup minimalis menawarkan pendekatan hidup yang transformatif.

    Dengan mengevaluasi kembali konsumerisme, merapikan ruang, mempraktikkan konsumsi yang penuh perhatian, dan memupuk keseimbangan dan kesejahteraan, individu dapat menemukan hiburan dan tujuan di tengah hiruk pikuk perkotaan.

    Baca: Seperti ini gaya hidup minimalis akan membebaskan hidupmu

    Isu lingkungan yang disebutkan di atas dapat mempengaruhi kualitas hidup warga Hong Kong serta banyak ekosistem perairan dan darat, penerapan gaya hidup minimalis menawarkan secercah harapan dalam mitigasi perubahan iklim.

    Peneliti dan aktivis simpanse terkenal Jane Goodall pernah berkata: “Kita masing-masing penting, punya peran, dan membuat perbedaan.”

    Oleh karena itu, menganut gaya minimalis di Hong Kong bukan hanya pilihan pribadi;

    Gaya hidup minimlais adalah langkah menuju penciptaan cara hidup yang lebih berkelanjutan, penuh perhatian, dan memuaskan di kota yang dinamis ini.

    Sumber: earth.org

  • Lima Cara Mudah Mulai Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

    Lima Cara Mudah Mulai Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

    7cloud.asia – Gaya hidup minimalis makin dilirik di negara maju dalam beberapa dekade terakhir.

    Banyak orang yang menjalani gaya hidup minimalis, mengakui hidup mereka  dapat memiliki hidup yang lebih berkualitas.

    Gaya hidup minimalis disebut membebaskan mereka yang menjalani sehingga mereka lebih bisa menikmati waktu dan apa yang dimiliki. 

    Gaya hidup minimalis sering diartikan sebagai hidup dalam kebersahajaan sehingga secara tidak langsung akan mengurangi beban yang ditimbulkan pada lingkungan.

    Dilansir earth.org, gaya hidup minimalis adalah proses mengidentifikasi apa yang benar-benar penting dalam hidup dan menghimpun keberanian untuk membuang yang tak penting. 

    Seseorang yang menjalani hidup minimalis hanya akan membeli barang-barang yang mereka butuhkan, bukan yang mereka inginkan.

    Tapi gaya hidup minimalis bukan melulu tentang materi, tetapi juga cara berpikir. Menjalani gaya hidup minimalis juga berarti membuang hal-hal yang tak perlu dari hidup. 

    Baca: Gaya hidup minimalis bagus untuk lingkungan

    Jika Anda ingin mulai menjalani gaya hidup minimalis tetapi tidak tahu harus mulai dari mana, Anda dapat mengikuti 5 langkah sederhana berikut.

    1. Merapikan lingkungan dan pikiran

    Kunci penting dalam langkah ini adalah utamakan kualitas, bukan kuantitas.  Hal ini berlaku bukan hanya dalam urusan belanja tetapi juga dalam menjalani keseharian. 

    Dalam berbelanja, gaya hidup minimalis menyarankan untuk membeli barang yang kualitasnya lebih baik, karena ini  sama saja dengan menghemat uang dalam jangka panjang dengan mengurangi pembelian yang sering dan berulang kali.

    Dalam hal cara hidup, lebih baik melakukan lebih sedikit kegiatan tetapi yang berkualitas ketimbang menyibukkan diri dengan banyak kegiatan secara setengah-setengah.

    Baca: Orang ini mengaku terbebaskan dengan jalani gaya hidup minimalis

    2. Mengonsumsi secara bertanggung jawab

    Belanja sesuai kebutuhan menjadi kunci penting dalam hal ini. Bukan berarti pelit, tapi membeli barang dan jasa sesuai kebutuhan.

    Gaya hidup minimalis menyarankan untuk selalu memperhatikan kembali apakah barang dan jasa yang dibeli dibutuhkan atau hanya diinginkan.

    Saat membeli baju misalnya, sesuaikan dengan kegiatan yang paling sering dilakukan. 

    3. Manfaatkan platform digital

    Jika Anda seorang pembaca buku atau penikmat film, pertimbangkan untuk beralih ke digital.

    Berkurangnya buku-buku hardcopy akan membuat rumah Anda menjadi jauh lebih tertata. Selain itu, membeli buku digital juga relatif lebih murah daripada buku fisiknya.

    Namun, jika Anda termasuk orang yang lebih suka membaca buku secara fisik, pertimbangkan dengan matang saat mebeli buku. Pilihlah buku yang dirasa akan sering dibaca sehingga tidak hanya menumpuk di rak buku.

    Baca: Gaya hidup minimalis bagus untuk kesehatan mental

    4. Mendaur ulang dan menerapkan guna ulang 

    Menggunakan produk-produk reusable adalah kebiasaan yang jadi bagian dari gaya hidup minimalis. 

    Tak perlu bingung, Anda dapat memulainya dengan menggunakan tumbler atau tempat makan daripada menggunakan botol minum atau wadah sekali pakai. 

    Anda juga mendaur ulang barang-barang yang tak terpakai untuk fungsi lainnya, misalnya baju bekas menjadi lap atau karya patchwork yang menarik.

    Tak hanya lebih ramah di kantung daur ulang ini juga bisa mengurangi sampah yang mencemari lingkungan,

    5. Menata kepemilikan 

    Decluttering atau upaya menyingkirkan barang-barang tidak terpakai di rumah dengan cara menyortir atau memilahnya. Tujuannya agar rumah tampak lebih rapi dan teratur.

    Anda bisa memulainya dengan decluttering pakaian. Pilah mana baju yang sekiranya masih Anda gunakan dalam satu hingga dua tahun ke depan.

    Sementara baju yang sudah tidak terpakai dapat disumbangkan ke orang yang lebih membutuhkan. Jika sukses di langkah ini, Anda bisa menapaki ke jenjang yang tinggi.

    Dengan semakin banyak ruang kosong dalam rumah, maka beban di pikiran Anda juga akan berkurang.

    Jadi selamat menapaki gaya hidup minimalis sejak sekarang.

     

     

  • Gaya Hidup Minimalis, Kaitannya dengan Lingkungan dan Kesehatan Mental

    Gaya Hidup Minimalis, Kaitannya dengan Lingkungan dan Kesehatan Mental

    7cloud.asia – Seiring dengan bertambahnya usia, saya menemukan makin banyak orang di sekitar saya menjalankan gaya hidup minimalis.

    Ada beragam alasan mengapa orang akhirnya memutuskan untuk memilih gaya hidup minimalis.

    Meski berbeda alasan, rata-rata mereka yang telah menjalani gaya hidup minimalis mengaku hidupnya lebih tenang dan lebih bahagia.

    Kok bisa begitu ya? Secara umum, gaya hidup minimalis adalah memfokuskan diri pada kualitas hidup yang dijalani, bukan pada kuantitas barang yang dimiliki.

    Sehingga, orang yang memutuskan menjalani gaya hidup minimalis akan berupaya mengurangi konsumsi barang yang tidak perlu.

    Baca: Orang ini sederhanakan hidupnya dengan gaya hidup minimalis

    Dengan begitu, orang tersebut bisa memiliki lebih banyak waktu, punya lebih banyak  energi dan uang untuk hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup.

    Ada sederet manfaat menjalani gaya hidup minimalis, berikut beberapa di antaranya: 

    1. Lebih banyak waktu dan energi
    Banyak orang mengatakan kalau gaya hidup hidup minimalis dapat memberikan lebih banyak waktu dan energi.

    Misalnya waktu kita tidak perlu banyak energi untuk mengurus, merapikan, dan memberikan semua barang yang ada.

    Waktu dan energi yang kita punya bisa dipakai untuk hal yang lebih bermanfaat dan produktif dam memberi makan untuk jiwa kita.

    Membaca, olahraga, istirahat, quality time, baking, memasak, menulis, menggambar, melukis dan lainnya.

    Baca: Mengapa gaya hidup minimalis bagus untuk kesehatan mental

    2. Bagus untuk lingkungan
    Gaya hidup minimalis juga berkontribusi tidak langsung pada kelestarian lingkungan.

    Dengan membeli lebih sedikit, artinya kita membantu mengurangi limbah dan polusi dari proses produksi barang. Kita juga bisa mengurangi pengunaan energi untuk pemanas dan pendingin udara.

    Lalu mengurangi konsumsi barang-barang yang tidak perlu, kita juga bisa mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan.

    Sampah yang tidak terurai secara alami akan berakhir di tempat pembuangan akhir atau bahkan di lautan, menyebabkan polusi lingkungan yang serius.

    Dengan mengadopsi gaya hidup minimalis, kita dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang kita hasilkan dan menimalkan dampak negatifnya pada lingkungan.

    Baca: Begini cara gaya hidup minimalis menyelamatkan lingkungan

    3. Ketenangan Pikiran yang Lebih Besar
    Dengan hidup gaya hidup minimalis, pikiran kita menjadi lebih jernih dan fokus.

    Tidak lagi terbebani dengan kekhawatiran soal menjaga atau mengatur barang-barang yang tidak perlu, kita dapat mengalihkan perhatian pada hal-hal yang lebih berarti dan memprioritaskan kesejahteraan pikiran dan emosi kita.

    Ketika pikiran kita tenang, kita lebih mampu menghadapi tantangan hidup dengan bijaksana dan lebih bahagia secara keseluruhan.

    4. Lingkungan bersih dan rapi

    Gaya hidup minimalis membawa banyak manfaat dalam menjaga lingkungan yang bersih dan rapi.

    Dengan memiliki lebih sedikit barang-barang maka akan memudakan membersihkan atau menjaga rumah atau ruang kerja tetap teratur.

    Selain itu bisa dengan mengurangi konsumsi dan memilih barang – barang yang berkualitas, kita akan dapat mengurangi limbah yang dihasilkan.

    Baca: Ringankan beban hidupmu dengan gaya hidup minimalis

     

  • Kunci Sukses Gaya Hidup Minimalis: Tidak Bersikap Impulsif

    Kunci Sukses Gaya Hidup Minimalis: Tidak Bersikap Impulsif

    7cloud.asia – Dalam berbagai tulisan sebelumnya disebutkan mereka yang menerapkan gaya hidup minimalis mengaku hidupnya lebih tenang dan lebih bahagia.

    Tertarik untuk menjalankan gaya hidup minimalis? Anda bisa memulainya dari hal kecil dan sederhana di sekitar Anda.

    Jika Anda ingin memulai gaya hidup minimalis, satu kunci penting adalah untuk tidak bersikap impulsif.

    Lakukan semua tahapannya secara perlahan. Anda bisa memulai gaya hidup minimalis dengan mengorganisir pikiran dan cara mengonsumsi.

    Baca: Orang ini sederhanakan hidupnya dengan gaya hidup minimalis, ini hasilnya

    Anda tidak harus membuang semua barang di rumah saat memutuskan menjalani gaya hidup minimalis.

    Anda bisa mulai menjalani gaya hidup minimalis dengan memilah barang yang dimiliki untuk mengetahui barang apa saja yang benar-benar penting dan sudah Anda miliki.

    Kemudian, usahakan untuk tidak membeli barang yang tidak perlu atau membeli dua barang dengan fungsi yang sama atau mirip.

    Lalu, maksimalkan penggunaan setiap barang yang sudah Anda miliki. Hindari membeli barang karena mengikuti tren.

    Baca: Mengapa gaya hidup minimalis bagus untuk kesehatan mental

    Secara perlahan, Anda akan belajar untuk lebih hemat dan menahan diri untuk tidak membeli dan memiliki barang yang tidak benar-benar dibutuhkan.

    Menjalani gaya hidup minimalis juga berarti adalah memfokuskan diri pada kualitas hidup yang dijalani, bukan pada kuantitas. 

    Hal ini tak hanya terkait soal kepemilikan tetapi juga pemikiran. Karena itu mulailah membungan pemikiran tak perlu yang justru membebani hidup. 

    Secara bertahap mulailah untuk memilah mana yang harus Anda pikirkan dan mana yang bisa Anda abaikan. Ini akan membuat hidup lebih tenang.

    Baca: Mengapa gaya hidup minimalis bagus untuk lingkungan

    Dengan melakukannya secara konsisten, pelan-pelan Anda bisa merasakan dampak dari menjalankan gaya hidup minimalis ini. Selamat mencoba!

     

  • Bagaimana Gaya Hidup Minimalis Membantu Anda Mewujudkan Kebebasan Finansial

    Bagaimana Gaya Hidup Minimalis Membantu Anda Mewujudkan Kebebasan Finansial

    7cloud.asia – Experian mengajukan pertanyaan di aplikasi X: ”Bagaimana penerapan gaya hidup minimalis dapat berkontribusi dalam mencapai kebebasan finansial dan pertumbuhan kekayaan jangka panjang?”

    Banyak penasihat dan pakar keuangan memberikan jawaban atas pertanyaan ini, Mari kita simak beberapa di antaranya:

    ”Gaya hidup minimalis membantu Anda menikmati masa kini–tanpa segala kekacauan–dan menghemat uang untuk masa depan,” ujar Beverly Herzog

    ”Ada korelasi yang jelas antara hidup yang disengaja ala gaya hidup minimalis dengan sstabilitas finansial. Dengan berfokus pada nilai-nilai pribadi dan apa yang membuat Anda bahagia, Anda dapat memprioritaskan pengeluaran, menjaga diri tetap bertanggung jawab terhadap tujuan, dan menyederhanakan hidup Anda” ujar Chloé Moore

    ”Mengadopsi gaya hidup minimalis berarti lebih sedikit barang yang harus dibeli dan lebih banyak uang untuk kebebasan finansial. Habiskan lebih sedikit uang untuk hal-hal yang tidak terlalu berarti dalam skema besar.” The San Diego Financial Literacy Center

    Baca: Hindari boros gegara potongan harga

    Menurut praktisi gaya hidup minimalis, Joshua Becker semua jawaban ini benar sekali.

    ”Saya mengetahui percakapan tersebut ketika Experian dengan ramah menghubungkan artikel saya tentang Apa Itu Minimalisme?” ujar Joshua.

    Ketika saya melihat obrolan tersebut, lanjutnya, saya pikir akan sangat membantu jika saya menyelami pertanyaan lebih dalam dan spesifik.

    Yakni, bagaimana gaya minimalis dapat berkontribusi dalam mencapai kebebasan finansial dan pertumbuhan kekayaan jangka panjang?

    Karena jawabannya, menurut Joshua, mungkin lebih menarik dari yang kita sangka.

    Faktanya, jawaban spesifik tentang bagaimana gaya hidup minimalis dapat berkontribusi pada kekayaan jangka panjang mungkin akan mengejutkan kita.

    Baca: Mengapa gaya hidup konsumtif tak dianjurkan

    Namun lebih dari apa pun, saya berharap hal ini dapat menginspirasi banyak orang untuk menerapkan gaya hidup minimalis yakni dengan memiliki lebih sedikit.

    Manfaat yang memberikan kehidupan dari memiliki lebih sedikit sangatlah signifikan dan mencakup segalanya. Namun manfaat finansial jangka panjangnya hampir tidak dapat dipercaya.

    Menurut perhitungannya (berdasarkan rata-rata AS), Anda bisa mendapatkan lebih dari 400.000 dolar hanya setelah sepuluh tahun mempraktikkan gaya hidup minimalis.

    Terbayangkan, berapa yang dapat dihemat jika kita menjalani kehidupan minimalis selama 20 tahun?

    Mungkin, Anda bertanya, bagaimana dia mendapatkan angka itu. Dengan menjadi seorang minimalis, menurut perhitungan Joshua, seseorang dapat menghemat 28,634 dolar per tahun.

    Baca: Membangun self esteem dengan minimalisme

    Joshua mengakui, angkanya mungkin berbeda dengan situasi keuangan masing-masing orang dan tidak persis sama dengan angka-angka yang dia gunakan.

    ”Namun jika memungkinkan, saya memilih untuk menggunakan rata-rata AS untuk perhitungan saya,” ujarnya.

    Jadi dengan perhitungan ini, Anda terbayangkan mengapa minimalisme bagus untuk kondisi keuangan Anda dalam jangka panjang.

  • Minimalisme: 3 Aliran Gaya Hidup Minimalis Mana yang Cocok Dengan Kepribadian Anda

    Minimalisme: 3 Aliran Gaya Hidup Minimalis Mana yang Cocok Dengan Kepribadian Anda

    7cloud.asia – Gaya hidup minimalis telah berkembang selama bertahun-tahun menjadi gerakan gaya hidup yang dianut oleh berjuta penduduk dunia.

    Praktisi gaya hidup minimalis, Joshua Becker mengatakan, sangat mudah untuk mengetahui alasan mengapa makin banyak orang yang berpaling ke minimalisme.

    “Karena gaya hidup minimalis menawarkan jalan yang jelas menuju cara hidup yang lebih terarah, memuaskan, dan berkelanjutan,“ tulisnya di becomingminimalist.com.

    Daya tarik “hidup hemat” telah meresap ke dalam budaya populer, mulai dari ruang keluarga yang rapi hingga lemari pakaian. Seperti tren lainnya, gaya hidup minimalis juga berkembang seiring berjalannya waktu.

    Dalam artikel yang ditulisnya, Joshua mengkaji berbagai aliran gaya hidup minimalis dari pendekatan ekstrem hingga pendekatan yang lebih seimbang dan rasional.

    “Penting untuk mengeksplorasi bagaimana gaya hidup dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan kita dan, pada akhirnya, bagaimana menerapkan gaya hidup minimalis dengan cara yang paling sesuai untuk Anda,“ imbuhnya.

    Joshua membedakan gaya hidup minimalis dalam tiga kategori utama: minimalis tradisional, minimalis ekstrim, dan minimalis rasional.

    Dengan memahami perbedaan gaya yang berbeda, Anda dapat memilih atau membuat gaya yang paling sesuai dengan nilai, kebutuhan, dan prioritas lingkungan Anda.

    Baca: Enam langkah sederhana agar konsisten jalani gaya hidup minimalis

    1. Minimalis Tradisional
    Minimalisme tradisional adalah pendekatan yang paling terkenal dan diadopsi secara luas untuk hidup hemat. Di sinilah Becoming Minimalist dan banyak blog lainnya dimulai dan, dalam banyak kasus, masih ada.

    Fokusnya di sini adalah merapikan ruang fisik, menekankan hal-hal penting, mengurangi konsumsi yang tidak perlu, dan mengutamakan kualitas daripada kuantitas.

    Memang sedikit, tapi manfaatnya sudah jelas:
    – Peningkatan kesehatan mental
    – Mengurangi stres karena kekacauan
    – Lebih banyak waktu dan energi untuk orang yang dicintai
    – Ruang untuk pekerjaan sampingan dan kegiatan bermakna lainnya
    – Peningkatan keuangan (halo, hidup bebas hutang)

    Sisi negatifnya, Anda mungkin melepaskan hal-hal tertentu yang menantang.

    Anda mungkin menghadapi penolakan dari teman dan anggota keluarga atau kesulitan menyeimbangkan kepemilikan dan tetap merasa nyaman. Namun, semua itu dapat diatasi namun tetap perlu diperhatikan.

    Baca: Hindari gaya hidup ini karena bisa memicu stres yang tak perlu

    2. Minimalis Ekstrem
    Minimalisme ekstrem membawanya ke tingkat berikutnya, mendorong batas-batas seberapa kecil seseorang dapat hidup bersama.

    Para pendukung pendekatan ini biasanya hanya memikirkan hal-hal yang paling mendasar (seringkali kurang dari 100 kepemilikan). Jika mereka memiliki pangkalan, kemungkinan besar tidak ada furnitur.

    Bagi Joshua dan pasangan, peralihan dari gaya minimalis tradisional ke gaya minimalis ekstrem sejalan dengan keinginan kami untuk menua dengan baik.

    Di usia hampir enam puluh tahun, tidak menggunakan furnitur sepertinya merupakan cara yang alami dan mudah untuk mencapai hal tersebut. Dan itu hanya satu keuntungan.

    Cara hidup ini juga memberikan beberapa manfaat lainnya:
    – Kebebasan penuh dari harta benda
    – Pindah rumah sangatlah mudah (bahkan jika Anda memiliki alamat tetap)
    = Dampak yang jauh lebih rendah terhadap lingkungan,dengan asumsi kita tidak beralih ke tujuan baru setiap dua bulan sekali.

    Sisi buruknya adalah hal ini dapat menyebabkan isolasi sosial (tidak ada furnitur yang dapat melakukan hal tersebut!) atau menjadi obsesif karena memiliki lebih sedikit barang.

    Sedikit menjelajahi internet dan Anda akan segera melihat pola persaingan muncul di kalangan minimalis ekstrem.

    Baca: Gaya hidup minimalis membantu percepat mencapai kebebasan finansial

    3. Minimalis Rasional
    Minimalisme rasional adalah Goldilocks dari ketiganya, yang menyeimbangkan antara keinginan akan kesederhanaan dan kepraktisan kehidupan modern.

    Ini menekankan pengaturan kepemilikan yang bijaksana, dengan fokus pada fungsionalitas dan nilai-nilai pribadi. Ini adalah gaya hidup yang lebih fleksibel, Anda dapat melakukan sambil tetap mempertahankan pandangan “less is more”.

    Minimalis rasional memungkinkan adanya beberapa barang sentimental dan, terkesiap, beberapa harta benda “untuk berjaga-jaga”. Hal ini menekankan pada konsumsi yang penuh perhatian dibandingkan perubahan yang ekstrem.

    Hasilnya, mengadopsi dan mempertahankan gaya hidup jangka panjang menjadi lebih mudah dicapai, menyeimbangkan prinsip minimalis dengan kebutuhan praktis.
    Beberapa manfaatnya antara lain:
    – Mengurangi stres tanpa mengorbankan kenyamanan
    – Mendorong pengambilan keputusan yang penuh perhatian
    – Mendorong keberlanjutan tanpa perampasan yang ekstrem
    – Memungkinkan ekspresi pribadi dalam kerangka minimalis

    Pada akhirnya, pendekatan terhadap minimalis akan bergantung pada kondisi, tujuan, dan preferensi masing-masing orang.

    Kuncinya adalah mengeksplorasi jenis-jenis yang berbeda, mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya, dan memilih salah satu yang selaras dengan visi Anda untuk gaya hidup yang lebih terarah, memuaskan, dan berkelanjutan.