Tag: myanmar

  • Junta Militer Myanmar Tak Hadiri KTT ASEAN, Pengaruhi Upaya Perdamaian di Sana?

    Junta Militer Myanmar Tak Hadiri KTT ASEAN, Pengaruhi Upaya Perdamaian di Sana?

    7cloud.asia – Kursi kepala negara dan delegasi Myanmar kosong pada pembukaan KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur pada Rabu (10/5/2023) pagi kemarin.

    Terkait ketidakhadiran kepala negara Myanmar di KTT ASEAN tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan, hal itu sesuai kesepakatan ASEAN di mana pejabat politik Myanmar tak bisa hadir dalam KTT. Namun kursi bagi pemimpin negara tersebut tetap disiapkan.

    Meski demikian delegasi Myanmar tetap hadir saat agenda pertemuan pejabat tinggi di lingkungan Kementerian Luar Negeri ASEAN (SOM). Ini karena mereka yang hadir berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan bukan pejabat politik.

    “Karena Myanmar adalah anggota ASEAN,” kata Faizasyah Rabu (10/5/2023) seperti dikutip Katadata.co.id.

    Dalam pembukaan KTT ASEAN, kursi kepala negara Myanmar disiapkan persis di samping kursi untuk PM Malaysia dan di seberang PM Singapura. Terlihat kursi untuk kepala negara Myanmar itu kosong sementara kursi kepala negara lain terisi. 

    Baca : Tradisi buka bersama Indonesia satukan tokoh tiga agama di AS

    Saat membuka Sesi Retret KTT ASEAN di Meruorah Conventon Cener, Labuan Bajo Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa isu yang berkaitan dengan situasi terkini di Myanmar tidak boleh menghambat upaya percepatan pembangunan komunitas ASEAN.

    Pasalnya, menurut Presiden Jokowi, pembangunan komunitas di kawasan ASia Tenggara tersebut adalah sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat ASEAN.

    “Yang ingin saya sampaikan, yang ingin saya pastikan adalah, bahwa isu Myanmar tidak boleh menghambat percepatan pembangunan komunitas ASEAN,” kata Jokowi di Labuan Bajo, Kamis (11/5/2023).

    Terkait situasi di Myanmar, Presiden Jokowi menegaskan, bahwa sebagai negara yang memegang keketuaan ASEAN Indonesia terus mendorong langkah maju dari implementasi Five-Point Consensus.

    “Saya harus berterus terang bahwa implementasi Five-Point Consensus belum ada kemajuan yang signifikan, sehingga diperlukan kesatuan ASEAN untuk merumuskan langkah-langkah ke depan,” ujar Jokowi.

    Baca: Megahnya prosesi penobatan Raja Inggris

    Selain itu, Presiden Jokowi juga kembali menyerukan adanya dialog sekaligus penghentian kekerasan di Myanmar. Bersama pihak terkait, lanjut Presiden, Indonesia juga terus berupaya memfasilitasi bantuan kemanusiaan untuk masyarakat di Myanmar.

    “Melalui engagements dengan berbagai pihak, mendorong terciptanya dialog yang inklusif, kemudian menyerukan penghentian kekerasan, dan memfasilitasi penyelesaian lewat Joint Needs Assessment melalui AHA Centre dan juga menyalurkan bantuan kemanusiaan,” ujar Jokowi

    Di hadapan para pemimpin ASEAN, Presiden juga menyampaikan harapan agar isu Myanmar tidak menghambat percepatan pembangunan komunitas ASEAN. Menurut Presiden, hal ini sangat ditunggu oleh masyarakat ASEAN.

    “Yang ingin saya pastikan adalah bahwa isu Myanmar tidak boleh menghambat percepatan pembangunan komunitas ASEAN karena pembangunan komunitas ini adalah yang ditunggu oleh masyarakat ASEAN,” ujarnya.

    Sebelumnya, negara-negara anggota ASEAN, lewat sebuah pernyataan bersama yang dirilis Rabu (10/5/2023), menyatakan dukungan bagi upaya Indonesia untuk melanjutkan dialog dengan berbagai pemangku kepentingan di Myanmar.

    Melalui pernyataan itu, negara-negara ASEAN juga mendukung pernyataan Presiden Jokowi dalam merespons serangan yang baru-baru ini dialami Pusat Koordinasi ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana (AHA Centre) dan tim pemantau ASEAN di Myanmar.

    “Kami mendukung upaya-upaya Ketua ASEAN, termasuk upaya Indonesia dalam melanjutkan keterlibatan para pemangku kepentingan di Myanmar, dan mendorong kemajuan implementasi Konsensus Lima Poin,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

    Baca: Perdagangan karbon ditataulang untuk maksimalkan pendapatan Negara

    Jokowi, pada Senin (8/5/2023), juga menegaskan bahwa serangan terhadap rombongan AHA Centre dan tim pemantau ASEAN tidak akan menyurutkan Indonesia dan ASEAN untuk terus menyerukan penghentian kekerasan di Myanmar.

    Jokowi menjelaskan ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management atau AHA Center telah menyiapkan bantuan kemanusiaan untuk Myanmar belum lama ini.

    Bantuan tersebut telah diberangkatkan bersama Tim Monitoring ASEAN belum lama ini.

    “Saya tegaskan, hal ini tidak akan menyurutkan tekad ASEAN dan Indonesia untuk menyerukan kembali hentikan kekerasan,” kata Jokowi dalam saluran resmi Sekretariat Presiden, Senin (8/5).

    Jokowi menilai konflik yang terjadi di Myanmar tidak akan menghasilkan pemenang. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menciptakan ruang dialog dalam rangka mencari solusi bersama.

    Situasi keamanan Myanmar kian buruk sejak militer pada Februari 2021 menjatuhkan pemerintahan terpilih, yang dipimpin peraih Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi, melalui kudeta.

    ASEAN telah mendesak junta militer di Myanmar untuk menerapkan rencana perdamaian Konsensus Lima Poin yang disepakati pada April 2021, yang antara lain menyerukan penghentian kekerasan, dialog dengan semua pemangku kepentingan, dan mengizinkan pemberian bantuan kemanusiaan kepada warga Myanmar.

    Sumber: 

    https://setkab.go.id/dipimpin-presiden-jokowi-asean-bahas-tindak-lanjut-five-point-consensus-di-myanmar

    https://katadata.co.id/ameidyonasution/berita/645b1ad644c44/kemlu-beri-penjelasan-soal-kursi-kosong-pemimpin-myanmar-di-ktt-asean

     

  • Korban Tewas Akibat Topan Yagi di Vietnam, Laos, Thailand dan Myanmar Capai 500 Orang

    Korban Tewas Akibat Topan Yagi di Vietnam, Laos, Thailand dan Myanmar Capai 500 Orang

    7cloud.asia – Topan Yagi yang menyapu wilayah Vietnam utara, Laos, Thailand, dan Myanmar lebih dari seminggu yang lalu dengan angin kencang dan hujan lebat, memicu banjir dan tanah longsor telah menewaskan lebih dari 500 orang

    Menurut data resmi, jumlah korban tewas akibat Topan Yagi paling banyak berada di Myanmar.

    Di mana otoritas Myanmar melaporkan bahwa korban tewas mencapai 226 orang, sementara PBB memperingatkan sebanyak 630.000 orang mungkin membutuhkan bantuan akibat terdampak Topan Yagi.

    Stasiun televisi pemerintah di Myanmar yang diperintah junta mengonfirmasi 226 korban tewas pada Senin (16/9/2024) malam, dan 77 orang dilaporkan masih hilang.

    Jumlah korban tewas tersebut naik dua kali lipat dari jumlah sebelumnya yakni 113.

    Jaringan televisi tersebut juga mengatakan bahwa hampir 260.000 hektar sawah yang ditanami padi dan tanaman lainnya telah hancur akibat banjir.

    Baca: WMO sebut perubahan cepat dari El Nino ke La Nina bakal picu musim badai

    Badan tanggap bencana Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNOCHA) mengatakan sekitar 631.000 orang terdampak banjir yang melanda Myanmar.

    UNOCHA mengatakan makanan, air minum, tempat berteduh, dan pakaian sangat dibutuhkan, seraya memperingatkan bahwa jalur komunikasi yang terputus, jalan yang terblokir, dan jembatan yang rusak sangat menghambat upaya bantuan.

    Komunikasi yang buruk, terutama dengan daerah terpencil, juga mengakibatkan informasi tentang korban jiwa lambat diperoleh.

    Program Pangan Dunia PBB (WFP) pada Senin (16/9/2024) mengatakan banjir tersebut adalah yang terburuk dalam sejarah Myanmar baru-baru ini, tanpa memberikan rincian yang lanjut.

    Banjir parah melanda negara tersebut pada tahun 2011 dan 2015, dengan lebih dari 100 kematian dilaporkan pada kedua bencana tersebut, sementara pada tahun 2008 Siklon Nargis menyebabkan lebih dari 138.000 orang meninggal atau hilang.

    Baca: Pemanasan global picu bencana ekologis makin sering terjadi

    Permohonan bantuan asing
    Junta militer mengeluarkan permohonan bantuan asing yang jarang terjadi pada akhir pekan lalu itu.

    Negara tetangga India sejauh ini menjadi satu-satunya negara yang menanggapi, dengan mengirimkan 10 ton bahan, termasuk ransum makanan kering, pakaian, dan obat-obatan.

    UNOCHA mengatakan lebih banyak sumber daya sangat dibutuhkan. Namun dalam beberapa tahun terakhir militer Myanmar telah memblokir atau menggagalkan bantuan kemanusiaan dari luar negeri, termasuk setelah Siklon Mocha yang dahsyat tahun lalu.

    Ketika negara itu menangguhkan izin perjalanan bagi kelompok-kelompok bantuan yang berusaha menjangkau sekitar satu juta orang.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Gempa Magnitudo 7.7 Guncang Thailand dan Myanmar, Puluhan Orang Dilaporkan Meninggal

    Gempa Magnitudo 7.7 Guncang Thailand dan Myanmar, Puluhan Orang Dilaporkan Meninggal

    7cloud.asia – Setidaknya 25 orang tewas di Myanmar dan satu orang di Thailand, sementara 43 lainnya masih hilang setelah sebuah bangunan berlantai di anyak Bangkok runtuh akibat gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang berpusat di wilayah Sagaing, Myanmar, pada Jumat (28/3/2025).

    Guncangan pertama disusul oleh gempa susulan berkekuatan 6,4 magnitudo 12 menit kemudian, menurut laporan US Geological Survey.

    Di Bangkok, satu orang tewas dan 43 lainnya terjebak di dalam gedung bertingkat yang masih dalam tahap konstruksi di distrik Chatuchak, seperti dilaporkan Thai PBS.

    Di Myanmar, sebuah biara di kota Taungoo juga runtuh, menewaskan lima anak pengungsi, menurut laporan Eleven Media Group.

    Setidaknya 20 orang meninggal saat gempa mengguncang Masjid Shwe Pho Shing di wilayah Mandalay saat ibadah salat Jumat berlangsung, sebagaimana dilaporkan Khit Thit Media.

    “(Masjid) itu runtuh saat kami sedang beribadah. Sekitar tiga masjid ambruk. Ada orang yang terjebak. Saat ini, setidaknya 20 orang telah meninggal, dan jumlah korban bisa bertambah. Masjid Shwe Pho Shing juga runtuh,” ujar seorang petugas penyelamat.

    Upaya evakuasi terhadap para korban yang masih terperangkap terus dilakukan.

    Selain itu, Jembatan Ava yang bersejarah di Mandalay dilaporkan runtuh akibat gempa, sementara Istana Mandalay juga mengalami kerusakan.

    Saluran televisi pemerintah MRTV, melalui kanal Telegramnya, mengutip pernyataan dari Dewan Administrasi Negara bahwa Komite Nasional Penanggulangan Bencana telah menetapkan status darurat di wilayah yang terdampak gempa.

    Status ini antaralain diberlakukan di Sagaing, Mandalay, Magway, Negara Bagian Shan bagian timur laut, Naypyidaw, dan Bago.

    Di Thailand, otoritas setempat juga menetapkan Bangkok sebagai “zona darurat” akibat gempa, menurut laporan Thai PBS News.

    Bursa Efek Thailand menghentikan aktivitas perdagangan akibat gempa tersebut, seperti dilaporkan Thai Enquirer.

    Sementara itu, sebuah rumah sakit utama di ibu kota Myanmar, Naypyidaw, dilaporkan menerima banyak korban luka.

    Gempa yang terjadi pada kedalaman 10 kilometer ini juga mengganggu komunikasi seluler di wilayah terdampak.

    Foto-foto yang dibagikan media lokal menunjukkan bangunan dan jalan mengalami kerusakan akibat guncangan dahsyat tersebut. Getaran gempa juga terasa hingga ke negara-negara tetangga.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Myanmar Capai Ratusan Orang

    Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Myanmar Capai Ratusan Orang

    7cloud.asia – Pemimpin militer Myanmar, Min Aung Hlaing menyebut sebanyak 144 orang meninggal dunia dan 732 orang terluka akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah itu pada Jumat (28/3/2025). Diperkirakan angka tersebut masih akan meningkat.

    Pemimpin militer Myanmar tersebut mengatakan 96 orang meninggal di Naypyidaw, 18 orang meninggal di Saigaing, dan 30 orang meninggal di Mandalay.

    Mengenai korban luka, 132 orang mengalami cedera di Naypyidaw dan 300 orang di Sagaing. Adapun korban lainnya berada di daerah berbeda, menurut militer Myanmar.

    Dilansir BBC Indonesia, seorang anggota tim penyelamat di Mandalay, Myanmar, bahwa jumlah korban tewas akibat gempa di Myanmar belum diketahui, namun mengatakan “kerusakannya sangat hebat”.

    “Jumlah korban tewas juga cukup tinggi. Itu saja yang bisa kami sampaikan saat ini karena upaya penyelamatan masih berlangsung,” kata tim penyelamat.

    “Jumlah korban tewas belum diketahui secara pasti, tetapi setidaknya mencapai ratusan.”

    Baca: Gempa magnitudo 7.7 guncang Thailand dan Myanmar

    ‘Korban berlimpah’ di rumah sakit 
    Seorang pejabat Myanmar mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa sebuah rumah sakit besar di ibu kota Naypyidaw telah menjadi “daerah dengan korban berlimpah” setelah gempa.

    Jalan-jalan di sekitarnya rusak akibat gempa dan rute menuju Rumah Sakit itu macet total.

    Di rumah sakit dengan 1.000 tempat tidur itu, korban luka dirawat di jalanan di luar, infus tergantung di brankar mereka.

    Beberapa orang tampak menggeliat kesakitan, sementara yang lain terbaring diam sementara kerabat berusaha menghibur mereka.

    Dewan militer Myanmar juga menyatakan RS yang dikelola pemerintah di Mandalay, Sagaing, dan Naypyidaw penuh dengan pasien yang terluka akibat gempa bumi dan pemerintah meminta masyarakat untuk menyumbangkan darah bagi para pasien.

    Baca: Refleksi 20 tahun gempa dan tsunami Aceh

    Seorang pengembang properti terkenal mengatakan bahwa banyak propertinya yang retak, sangat banyak bangunan runtuh, dan situasinya benar-benar buruk di Mandalay.

    Dewan militer Myanmar menyatakan bahwa Sagaing, Mandalay, Magway, Bago, Negara Bagian Shan Timur, dan Naypyidaw berada dalam situasi darurat.

    Mereka kini memprioritaskan penyelidikan kerusakan dan upaya penyelamatan di area-area tersebut.

    Episentrum gempa
    Di ibu kota Thailand, Bangkok, 70 pekerja konstruksi dilaporkan hilang di lokasi bangunan yang roboh, menurut Institut Nasional untuk Pengobatan Darurat di Thailand

    Dalam sebuah unggahan di Facebook, disebutkan bahwa ada sekitar 320 pekerja di lokasi tersebut pada saat insiden terjadi, dan 20 orang terjebak di terowongan lift.

    Jumlah korban tewas hingga kini belum diketahui, sementara sebuah rumah sakit lapangan telah didirikan di lokasi kejadian sementara tim penyelamat terus mencari korban selamat.

  • Korban Meninggal Akibat Gempa Myanmar Tembus 1000 Orang

    Korban Meninggal Akibat Gempa Myanmar Tembus 1000 Orang

    7cloud.asia – Lebih dari 1.000 orang telah dinyatakan meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda Myanmar dan negara di sekitarnya, termasuk Thailand, Jumat (28/03/2025).

    Merujuk data terbaru yang disampaikan otoritas Myanmar, per Sabtu (29/3/2025) siang waktu setempat, jumlah penduduk yang tewas di negara itu telah mencapai 1.002 orang.

    Mayoritas korban tewas, yakni 694 orang, berada di Kota Mandalay. Kota terbesar kedua di Myanmar itu berjarak 60 kilometer dari pusat gempa yakni di barat laut Kota Sagaing.

    Kemudian 96 korban tewas berada di ibu kota Myanmar, Naypyidaw, 18 orang di Saggaing, dan 30 orang di Kyauk Se.

    Dilansir BBC Indonesia, jumlah korban luka di seluruh Myanmar dilaporkan mencapai 1.670 orang.

    Baca: Gempa magnitudo 7.7 guncang Thailand dan Myanmar

    Seorang anggota tim penyelamat di Mandalay, Myanmar, sebelumnya mengatakan kepada BBC bahwa jumlah korban tewas akibat gempa di Myanmar belum diketahui, namun mengatakan “kerusakannya sangat hebat”.

    “Jumlah korban tewas juga cukup tinggi. Itu saja yang bisa kami sampaikan saat ini karena upaya penyelamatan masih berlangsung,” kata tim penyelamat.

    Sementara di ibu kota Thailand, Bangkok, korban meninggal dunia mencapai enam orang. Terdapat pula 26 yang terluka dan 47 orang yang hilang di kota itu, menurut Wali Kota Bangkok, Chadchart Sittipunt.

    Di ibu kota Thailand, Bangkok, setidaknya 100 pekerja konstruksi dilaporkan hilang di lokasi bangunan yang roboh di dekat pasar Chatuchak, menurut Institut Nasional untuk Pengobatan Darurat di Thailand.

    Baca: Megathrust bukan mitos, rakyat Indonesia harus sadar bencana

    Dalam sebuah unggahan di Facebook, disebutkan bahwa ada sekitar 320 pekerja di lokasi tersebut pada saat insiden terjadi, dan 20 orang terjebak di terowongan lift.

    Otoritas SAR Thailand telah menemukan tanda-tanda kehidupan 15 orang yang terjebak di bawah reruntuhan.

    Tim penyelamat tengah berupaya memindahkan bagian yang runtuh dengan alat berat. Mereka menyatakan akan terus berusaha “untuk menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa”.

    Pemerintah Myanmar dan Thailand masih terus memperbarui data terkait korban. Artinya, jumlah korban masih dapat bertambah.

  • Gempa Myanmar Termasuk Gempa Dangkal Sehingga Guncangan Terasa Sangat Kuat

    Gempa Myanmar Termasuk Gempa Dangkal Sehingga Guncangan Terasa Sangat Kuat

    7cloud.asia – Hingga Minggu (30/3/2025) junta Myanmar menyebut 1.644 orang terkonfirmasi tewas akibat gempa magnitudo 7,7 pada 28 Maret 2025 itu. Jumlah korban gempa bumi Myanmar ini diperkirakan masih akan terus bertambah.

    Gempa magnitudo 7,7 ini juga melumpuhkan sejumlah kota di Myanmar, sehingga pemerintah bayangan bentukan oposisi Myanmar, Pemerintah Persatuan Nasional (NUG), menyatakan gencatan senjata sepihak demi memfasilitasi upaya pencarian korban.

    Gencatan senjata ini juga untuk memulihan sejumlah wilayah akibat gempa yang berpusat di Mandalay itu.

    Jika melihat rekaman video yang banyak beredar di media sosial, guncangan gempa Myanmar ini terlihat begitu kuat. Mengapa hal ini bisa terjadi? Berikut ulasannya yang kami rangkum dari berbagai sumber.

    Gempa magnitudo 7,7 yang guncangannya dirasakan hingga Thailand dan Vietnam itu dipicu oleh pergerakan Lempeng India yang bertumbukan dengan Lempeng Eurasia, yang melintasi wilayah negara Myanmar.

    Baca: Korban meninggal akibat gempa Myanmar capai ribuan

    Sama halnya dengan Indonesia, wilayah Myanmar juga termasuk wilayah aktif secara geologis. Selain berada di atas dua lempeng benua, Myamnar juga berada di atas lempeng lebih kecil, yakni Lempeng Sunda dan Lempeng Mikro Burma.

    Tumbukan antara Lempeng India dan Lempeng Eurasia pula yang membentuk Pegunungan Himalaya di masa purba, jauh di sebelah barat laut Myanmar.

    Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengungkapkan gempa bumi Myanmar terjadi karena sesar geser antara lempeng India dan Eurasia, yakni Patahan Sagaing, yang membelah Myanmar dari utara sampai selatan sampai sepanjang 1.200 kilometer.

    Guncangan yang diakibatkan gempa Myanmar terasa demikian dahsyat karena termasuk gempa dangkal dengan kedalaman hanya 10 kilometer.

    Artinya sumber gempa Myanmar ini 2,5 km lebih dangkal dari Gempa Yogyakarta pada 2006 yang merenggut 6.000-an jiwa manusia.

    Baca: Megathrust bukan mitos sehingga Indonesia harus sadar bencana

     

    Dengan kedalaman gempa sedangkal itu dan berkekuatan lebih besar ketimbang Gempa Yogya, maka guncangan gempa Myanmar terasa lebih kuat.

    Menurut USGS, energi gempa berkekuatan 7,7 Magnitudo lebih besar dari bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima pada 1945, yang meratakan 70 persen bangunan dan menewaskan 140 ribu manusia.

    Kondisi ini diperparah oleh jenis tanah di Myanmar dan Thailand adalah tanah lunak, khususnya Bangkok di Thailand. Ketika terjadi di tanah lunak, gelombang seismik menjadi melambat dan bertambah besar, sehingga guncangan gempa terasa semakin kuat.

    Hal inilah yang mengakibatkan kerusakan yang diakibatkan lebih fatal dan mampu meruntuhkan sejumlah bangunan, termasuk gedung kantor auditor jenderal yang tengah dibangun di Distrik Chatuhak di Bangkok.

    Myanmar sebenarnya lebih sering diguncang gempa bumi ketimbang Thailand, tetapi di sini banyak gedung yang dibangun dengan mengindahkan ketentuan tahan gempa.

  • Myanmar Nyatakan Masa Berkabung Nasional Selama Tujuh Hari

    Myanmar Nyatakan Masa Berkabung Nasional Selama Tujuh Hari

    7cloud.asia – Junta militer Myanmar, Senin (31/3/2025) mengumumkan masa berkabung nasional selama tujuh hari usai gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang negara tersebut.

    Bendera nasional Myanmar akan dikibarkan setengah tiang sebagai bagian dari masa berkabung akibat gempa, sebut laporan media negara, MRTV.

    Sebelumnya oposisi Myanmar Pemerintah Persatuan Nasional (NUG), menyatakan gencatan senjata sepihak demi memfasilitasi upaya pencarian korban gempa yang berpusat di Mandalay ini.

    Baca: Penjelasan mengapa guncangan gempa Myanmar terasa sangat hebat

    Gencatan senjata dimulai pada 30 Maret itu akan berlangsung selama dua pekan untuk mengizinkan operasi penyelamatan korban gempa.

    Menurut laporan media Myanmar Now pada Minggu (30/3/2025), NUG, yang dibentuk oleh anggota legislatif yang tersingkir akibat kudeta militer pada Februari 2021 tersebut, akan mengirimkan personel Gerakan Pembangkangan Sipil untuk membantu operasi penyelamatan di daerah-daerah di bawah kendali junta.

    Namun, NUG memberi syarat supaya pihak militer memastikan keselamatan personel tersebut dan tidak melakukan penahanan.

    Baca: Megathrust bukan mitos, warga Indonesia kudu sadar bencana

    Sementara jumlah korban tewas akibat gempa bumi yang terjadi pada Jumat (28/3/2025) itu telah melampaui 1.700 jiwa. Sementara lebih dari 3.400 orang terluka dan 300 orang lainnya masih belum ditemukan.

    Pemimpin junta Myanmar, Min Aung Hlaing, telah melakukan pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim guna membahas dampak bencana dan upaya penyelamatan serta bantuan.

    Rusia, India, China, Thailand, UAE, PBB, dan banyak negara lain juga telah mengirim tim khusus pencarian dan penyelamatan selain bantuan kemanusiaan.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

     

  • Sebanyak 73 Personel INASAR Bertolak ke Lokasi Gempa Myanmar

    Sebanyak 73 Personel INASAR Bertolak ke Lokasi Gempa Myanmar

    7cloud.asia – Kepala Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melepas 73 personel Indonesia Search and Rescue (INASAR) menuju lokasi terdampak gempa di Myanmar, Selasa (1/4/2025).

    Dalam kesempatan ini Suharyanto didampingi Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiapsiagaan Laksda TNI R. Eko Suyatno.

    Kepala BNPB dalam sambutan pelepasan tim INASAR menyampaikan bahwa gempa yang terjadi di Myanmar 28 Maret 2025 lalu memakan banyak korban jiwa.

    Baca: Myanmar umumkan masa berkabung nasional selama tujuh hari

    Perhari ini, Selasa (1/4/2025) sudah lebih dari 2600 korban yang meninggal dunia namun yang perlu diselamatkan juga masih banyak.

    Gempa magnitudo 7,7 ini juga melumpuhkan sejumlah kota di Myanmar, sehingga pemerintah bayangan bentukan oposisi Myanmar, Pemerintah Persatuan Nasional (NUG), menyatakan gencatan senjata sepihak demi memfasilitasi upaya pencarian korban.

    Suharyanto menambahkan, untuk kondisi tempat penugasan kali ini tidak seperti di dalam negeri atau tidak seperti penugasan Basarnas 2023 lalu ketika gempa Turkiye dan Suriah.

    “Mungkin situasi disana lebih sulit karena diinformasikan komunikasi belum berjalan bagus, beberapa daerah listrik masih padam. Tentunya yang mendukung tim INASAR disana sangat terbatas,” ujarnya.

    Baca: Mengapa guncangan gempa Myanmar terasa begitu dahsyat

    Kepala BNPB juga yakin personel Indonesia dapat melaksanakan tugas dengan optimal, berbekal dari pengalaman di Turkiye meskipun sudah lewat dari golden time, tim INASAR masih bisa mengevakuasi kurang lebih 15 jenazah dan itu bisa menjadi modal untuk bertugas di Myanmar.

    “Saat ini sudah banyak negara yang mengirimkan bantuan personel diantaranya Singapura, Malaysia, Philipina, Korea Selatan, dan China. Semua kekuatan negara hampir sama dan mereka bekerja bersama-sama tidak menonjolkan batas-batas negara,” sambungnya.

    Bantuan yang dikirimkan Indonesia mencakup tim penyelamatan, tenaga medis, serta logistik yang dikirimkan menggunakan dua pesawat Hercules dan satu pesawat Boeing 747 dari Lapangan Udara Halim Perdanakusumah.

  • Gencatan Senjata di Myanmar Diperpanjang Hingga Akhir Juni Demi Pemulihan Pasca Gempa

    Gencatan Senjata di Myanmar Diperpanjang Hingga Akhir Juni Demi Pemulihan Pasca Gempa

    7cloud.asia – Militer Myanmar mengumumkan perpanjangan gencatan senjata hingga 30 Juni, menurut laporan TV Internasional Myanmar yang dikelola pemerintah pada Minggu (1/6/2025)

    Gencatan senjata yang berlaku mulai 1 Juni itu bertujuan untuk memfasilitasi upaya pemulihan dan pemukiman kembali warga setelah gempa bumi dahsyat baru-baru ini.

    Gencatan senjata tersebut juga sekaligus untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas nasional pasca gempa di Myanmar

    Baca: Sekjen PBB serukan mobilisasi bantuan untuk korban gempa Myanmar

    Gencatan senjata sebelumnya, yang berlaku dari 6-31 Mei, awalnya dideklarasikan untuk mendukung operasi penyelamatan dan bantuan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 pada 28 Maret lalu.

    Gempa Myanmar ini menewaskan sekitar 3.800 orang dan menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi.

    Saat menyampaikan pengumuman pada Sabtu (31/5/2025) militer Myanmar meminta organisasi etnis bersenjata dan kelompok militan lainnya untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengancam keselamatan publik atau stabilitas nasional.

    Baca: Masa berkabung nasional selama 7 hari untuk korban gempa Myanmar

    Militer juga mendesak mereka untuk tidak melakukan serangan terhadap rute transportasi, warga sipil, pasukan keamanan, dan pos militer, serta menahan diri untuk tidak melakukan perekrutan atau perluasan wilayah.

    Militer memperingatkan bahwa mereka akan melakukan aksi tanggap jika aktivitas semacam itu terjadi demi melindungi warga sipil.

    Myanmar masih didera oleh konflik yang sedang berlangsung, terutama di wilayah utara, di mana kelompok etnis bersenjata terus bentrok dengan rezim militer yang berkuasa melalui kudeta pada 2021.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Resolusi ILO Beri Sanksi atas Praktik Kerja Paksa yang Dilakukan Junta Militer Myanmar

    Resolusi ILO Beri Sanksi atas Praktik Kerja Paksa yang Dilakukan Junta Militer Myanmar

    7cloud.asia – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengesahkan resolusi terhadap junta militer Myanmar karena kerja paksa dan pelanggaran praktik ketenagakerjaan lainnya,

    Menyikapi resolui ini, Junta Myanmar Sabtu (7/6/2025) mengkritiknya dengan menyebut keputusan tersebut “bermotif politik.”

    “Keputusan bermotif politik” itu dinilai tidak akan memiliki “dampak” pada pengusaha, pekerja dan bisnis di Myanmar,” kata Kementerian Tenaga Kerja junta dalam sebuah pernyataan.

    Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), badan khusus PBB, menerapkan Pasal 33 untuk ketiga kalinya dalam sejarah pada Kamis (5/6/2025), selama Sidang ke-113 di Jenewa.

    Menurut Konfederasi Serikat Buruh Internasional-Asia Pasifik (ITUC-AP), pasal tersebut pertama kali diterapkan pada 2000 untuk Myanmar dan sekali lagi pada 2023 untuk Belarus.

    Baca: Gencatan senjata di Myanmar diperpanjang

    Resolusi tersebut mendesak para konstituen untuk “mengambil tindakan yang tepat untuk memastikan bahwa hubungan tersebut sama sekali tidak memungkinkan, memfasilitasi, atau memperpanjang pelanggaran hak-hak pekerja sehubungan dengan kebebasan berserikat dan kerja paksa” dalam interaksi apa pun yang mungkin mereka lalukan dengan otoritas militer Myanmar.

    Para konstituen yang dimaksud dalam resolusi tersebut adalah pemerintah, pengusaha dan pekerja di Myanmar.

    Resolusi tersebut juga mengatakan bahwa hubungan apa pun yang dapat berkontribusi atau memungkinkan berlanjutnya bahaya atau kekerasan yang sedang berlangsung atau tindakan penindasan dan intimidasi terhadap pekerja dan pengusaha secara damai menjalankan hak-hak fundamental mereka harus ditinjau secara komprehensif.

    “… dukungan atau penyediaan peralatan atau sarana militer, termasuk bahan bakar jet, atau aliran dana bebas ke otoritas militer, harus ditinjau secara komprehensif dengan tujuan untuk menonaktifkan semua cara yang telah mendukung atau memberdayakan berlanjutnya pelanggaran berat yang disebutkan di atas,” lanjut resolusi tersebut.

    Baca: Myanmar umumkan masa berkabung nasional

    ILO juga mendesak badan-badan terkait untuk melaporkan setiap kegiatan “yang mungkin ditemukan dalam pekerjaan mereka yang berdampak secara langsung atau tidak langsung memungkinkan atau mendukung praktik kerja paksa atau kerja wajib atau pelanggaran kebebasan berserikat di negara tersebut.”

    Sementara itu, National Unity Government (NUG), pemerintah Myanmar di pengasingan, mengeluarkan pernyataan yang menyambut baik resolusi tersebut pada hari yang sama saat resolusi tersebut diberlakukan.

    “Keputusan ILO ini merupakan kemenangan bagi rakyat Myanmar, yang diraih melalui ketahanan selama bertahun-tahun terhadap peluru militer, berbagai bentuk penindasan, kekerasan seksual terhadap perempuan, dan serangan udara yang menargetkan warga sipil dan sekolah,” menurut pernyataan NUG itu.

    Pernyataan NUG itu juga mengatakan bahwa keputusan ILO itu mengungkap aksi teroris junta militer kepada dunia.

    Sumber: Anatranews.com/Anadolu