Myanmar Nyatakan Masa Berkabung Nasional Selama Tujuh Hari

Written by

in

7cloud.asia – Junta militer Myanmar, Senin (31/3/2025) mengumumkan masa berkabung nasional selama tujuh hari usai gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang negara tersebut.

Bendera nasional Myanmar akan dikibarkan setengah tiang sebagai bagian dari masa berkabung akibat gempa, sebut laporan media negara, MRTV.

Sebelumnya oposisi Myanmar Pemerintah Persatuan Nasional (NUG), menyatakan gencatan senjata sepihak demi memfasilitasi upaya pencarian korban gempa yang berpusat di Mandalay ini.

Baca: Penjelasan mengapa guncangan gempa Myanmar terasa sangat hebat

Gencatan senjata dimulai pada 30 Maret itu akan berlangsung selama dua pekan untuk mengizinkan operasi penyelamatan korban gempa.

Menurut laporan media Myanmar Now pada Minggu (30/3/2025), NUG, yang dibentuk oleh anggota legislatif yang tersingkir akibat kudeta militer pada Februari 2021 tersebut, akan mengirimkan personel Gerakan Pembangkangan Sipil untuk membantu operasi penyelamatan di daerah-daerah di bawah kendali junta.

Namun, NUG memberi syarat supaya pihak militer memastikan keselamatan personel tersebut dan tidak melakukan penahanan.

Baca: Megathrust bukan mitos, warga Indonesia kudu sadar bencana

Sementara jumlah korban tewas akibat gempa bumi yang terjadi pada Jumat (28/3/2025) itu telah melampaui 1.700 jiwa. Sementara lebih dari 3.400 orang terluka dan 300 orang lainnya masih belum ditemukan.

Pemimpin junta Myanmar, Min Aung Hlaing, telah melakukan pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim guna membahas dampak bencana dan upaya penyelamatan serta bantuan.

Rusia, India, China, Thailand, UAE, PBB, dan banyak negara lain juga telah mengirim tim khusus pencarian dan penyelamatan selain bantuan kemanusiaan.

Sumber: Antaranews.com/Anadolu

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *