7cloud.asia – Pemimpin militer Myanmar, Min Aung Hlaing menyebut sebanyak 144 orang meninggal dunia dan 732 orang terluka akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah itu pada Jumat (28/3/2025). Diperkirakan angka tersebut masih akan meningkat.
Pemimpin militer Myanmar tersebut mengatakan 96 orang meninggal di Naypyidaw, 18 orang meninggal di Saigaing, dan 30 orang meninggal di Mandalay.
Mengenai korban luka, 132 orang mengalami cedera di Naypyidaw dan 300 orang di Sagaing. Adapun korban lainnya berada di daerah berbeda, menurut militer Myanmar.
Dilansir BBC Indonesia, seorang anggota tim penyelamat di Mandalay, Myanmar, bahwa jumlah korban tewas akibat gempa di Myanmar belum diketahui, namun mengatakan “kerusakannya sangat hebat”.
“Jumlah korban tewas juga cukup tinggi. Itu saja yang bisa kami sampaikan saat ini karena upaya penyelamatan masih berlangsung,” kata tim penyelamat.
“Jumlah korban tewas belum diketahui secara pasti, tetapi setidaknya mencapai ratusan.”
Baca: Gempa magnitudo 7.7 guncang Thailand dan Myanmar
‘Korban berlimpah’ di rumah sakit
Seorang pejabat Myanmar mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa sebuah rumah sakit besar di ibu kota Naypyidaw telah menjadi “daerah dengan korban berlimpah” setelah gempa.
Jalan-jalan di sekitarnya rusak akibat gempa dan rute menuju Rumah Sakit itu macet total.
Di rumah sakit dengan 1.000 tempat tidur itu, korban luka dirawat di jalanan di luar, infus tergantung di brankar mereka.
Beberapa orang tampak menggeliat kesakitan, sementara yang lain terbaring diam sementara kerabat berusaha menghibur mereka.
Dewan militer Myanmar juga menyatakan RS yang dikelola pemerintah di Mandalay, Sagaing, dan Naypyidaw penuh dengan pasien yang terluka akibat gempa bumi dan pemerintah meminta masyarakat untuk menyumbangkan darah bagi para pasien.
Baca: Refleksi 20 tahun gempa dan tsunami Aceh
Seorang pengembang properti terkenal mengatakan bahwa banyak propertinya yang retak, sangat banyak bangunan runtuh, dan situasinya benar-benar buruk di Mandalay.
Dewan militer Myanmar menyatakan bahwa Sagaing, Mandalay, Magway, Bago, Negara Bagian Shan Timur, dan Naypyidaw berada dalam situasi darurat.
Mereka kini memprioritaskan penyelidikan kerusakan dan upaya penyelamatan di area-area tersebut.
Episentrum gempa
Di ibu kota Thailand, Bangkok, 70 pekerja konstruksi dilaporkan hilang di lokasi bangunan yang roboh, menurut Institut Nasional untuk Pengobatan Darurat di Thailand
Dalam sebuah unggahan di Facebook, disebutkan bahwa ada sekitar 320 pekerja di lokasi tersebut pada saat insiden terjadi, dan 20 orang terjebak di terowongan lift.
Jumlah korban tewas hingga kini belum diketahui, sementara sebuah rumah sakit lapangan telah didirikan di lokasi kejadian sementara tim penyelamat terus mencari korban selamat.

Leave a Reply