Tag: odgj

  • ODGJ Jakarta Bisa Mencoblos di Pemilu 2024, Seperti Ini Mekanismenya

    ODGJ Jakarta Bisa Mencoblos di Pemilu 2024, Seperti Ini Mekanismenya

    7cloud.asia – Komisi Pemilihan Umum (KPUD) DKI Jakarta akan menyiapkan petugas khusus untuk mendampingi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang akan menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2024.

    Ketua Divisi Teknis dan Penyelenggara KPU Jakarta Pusat Fitriani mengatakan, terkait dengan disabilitas ODGJ, kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) Pemilu 2024 telah menyiapkan hal ini

    “Memang ada dua orang yang siap menjadi pendamping (bagi ODGJ yang akan memberikan suara di Pemilu 2024, red),” kata Fitriani di Jakarta, Jumat (5/1/2024) seperti dikutip Antaranews.com.

    Baca: Kampanye Pemilu 2024 harusnya menyangkut hal substantif 

    Fitri menyebut petugas yang mendampingi ODGJ saat pencoblosan Pemilu 2024 hanya bisa berlaku jika pemilih membutuhkan saja.

    Adapun mekanisme pencoblosan bagi ODGJ di Pemilu 2024 bisa dijelaskan sebagai berikut, pihak pemilih harus terlebih dahulu mengisi formulir pendamping.

    “Harus mengisi formulir pendamping, dan pendamping untuk pemilih disabilitas bisa juga berasal dari keluarga atau orang yang ditunjuk oleh pemilih,” ucap Fitri.

    Baca: DKPP terima 309 pengaduan pelanggaran etik terkait penyelenggaraan Pemilu 2024

    Lalu, pemilih disabilitas mental juga boleh memilih selama terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT) dan memiliki KTP elektronik.

    Jika tidak memiliki KTP elektronik, maka bisa menggunakan surat rekomendasi dari dokter saat memilih.

    Sebelumnya, anggota Komisi A DPRD DKI Dwi Rio Sambodo meminta ODGJ didampingi saat hari pencoblosan Pemilu 2024 sebagai upaya pelayanan masyarakat.

    Baca: KPU digugat karena sahkan Gibran jadi cawapres

    “Perlu ada pembinaan, panduan, pedoman, dan pendampingan karena mereka tak sama seperti yang normal,” kata Rio usia rapat Badan Musyawarah DPRD DKI di Jakarta, Selasa (2/1/2024).

    Rio menuturkan para ODGJ memiliki hak suara dalam memilih sehingga perlu ada fasilitas yang mendukung kebutuhan mereka di tempat pemungutan suara (TPS) nantinya.

    Meski nantinya ditemukan ada hambatan, namun diharapkan pemerintah tetap memberikan upaya agar para penyandang ODGJ bisa tetap maksimal untuk dilayani.

    Baca: Jumlah pemilih disabilitas di Pemilu 2024 capai 1,1 juta orang

     

  • Kemensos Jadikan Kegiatan Berkebun sebagai Sarana Terapi Bagi ODGJ

    Kemensos Jadikan Kegiatan Berkebun sebagai Sarana Terapi Bagi ODGJ

    7cloud.asia – Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Sentra Wirajaya Makassar memanfaatkan kegiatan berkebun sebagai salah satu sarana terapi pemulihan bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

    Dalam rilis yang disiarkan oleh Kementerian Sosial di Jakarta pada April lalu, Kepala Sentra Wirajaya Makassar Nur Alam menerangkan ada tujuh ODGJ yang ditangani oleh Sentra Wirajaya.

    Ketujuhnya mendapatkan penanganan secara optimal sesuai kondisi kesehatan masing-masing, termasuk mendapatkan obat secara rutin sekaligus kesempatan berkebun atau berlatih keterampilan lain.

    “Jika ditangani dengan baik ODGJ bisa pulih, sehat kembali dan mandiri. Jika sudah sehat, Sentra Wirajaya akan mencari keluarganya sehingga ODGJ bisa berkumpul kembali dengan keluarganya serta hidup berbaur di tengah masyarakat,” kata Nur Alam.

    Baca Juga: Riset: Kegiatan Sederhana Berbasis Alam Tingkatkan Kesehatan Mental Siswa.

    Oleh karena itu, pihaknya menilai berkebun dapat menjadi salah satu terapi untuk melatih interaksi ODGJ dengan orang lain, bahkan melatihnya hidup mandiri dan bermanfaat untuk orang lain melalui penjualan hasil panen kebun masing-masing.

    Sebagai contoh, ia menyebutkan kebun hidroponik dapat menghasilkan sekitar 34-38 kilogram selada, dengan harga jual Rp 25.000 per kilogram saat musim panen.

    Adapun salah satu penerima manfaat tersebut Peter (52) mengatakan terapi pemulihan dengan berkebun memang membuatnya lebih bersemangat karena memberikannya kesempatan untuk mengaktualisasikan diri.

    “Ketika berkebun, pikiran menjadi tenang. Beban yang menghimpit terasa lebih ringan,” kata Peter.

    Baca Juga: Survei: Satu dari Tiga Remaja Indonesia Miliki Masalah Kesehatan Mental

    Peter sudah lima bulan berkebun tanaman selada hidroponik dan sudah mahir memindahkan bibit selada dari media tanam (rockwool) ke dalam netpot.

    Setelah berolahraga dan membersihkan diri di pagi hari, ia selalu singgah di greenhouse Sentra Wirajaya untuk melihat perkembangan tanamannya.

    “Kondisinya berbeda jika tinggal di rumah sakit yang aktivitasnya dibatasi supaya tidak mengganggu pasien lain,” ujarnya.

    Dengan berkebun, ia melatih dirinya untuk hidup mandiri dan menjadi manusia seutuhnya yang tidak hanya berdaya, namun juga bermanfaat bagi orang lain.

    Sumber:Antaranews.com

     

  • 2 Juta Gen Z Alami Gangguan Kesehatan Jiwa, DPR Tekankan Kemudahan Akses Layanan

    2 Juta Gen Z Alami Gangguan Kesehatan Jiwa, DPR Tekankan Kemudahan Akses Layanan

     

    7cloud.asia – Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, saat ini terdapat sekitar dua juta generasi muda (Gen Z) di Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan jiwa.

    Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan obat-obatan bagi pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan masyarakat dengan gangguan mental.

    Sementara persoalan keterbatasan obat bagi pasien ODGJ yang masih terjadi di sejumlah rumah sakit di Indonesia.

    Hal ini disampaikan Anggota Komisi IX DPR, Irma Suryani saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi IX DPR RI ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia, Sleman, Yogyakarta, Kamis (6/11/2025).

    Menurutnya, Komisi IX DPR mendapatkan informasi dari hampir sebagian besar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) bahwa sebagian obat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan juga obat-obat yang berkaitan dengan kesehatan mental, itu banyak yang tidak terpenuhi.

    Baca: Seluruh Puskesmas di Jakarta akan sediakan psikolog

    ”Untuk itu, kita melihat secara langsung di Yogya, di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia Yogyakarta, melihat bagaimana Pemerintah merespon situasi saat ini, di mana Yogyakarta salah satu kota yang menurut survei, itu gangguan mental masyarakatnya lumayan tinggi,” ujarnya.

    Menurut politisi partai NasDem ini, Yogyakarta menjadi salah satu daerah dengan tingkat gangguan kesehatan mental masyarakat yang cukup tinggi berdasarkan hasil survei nasional.

    Oleh sebab itu, Komisi IX DPR ingin memastikan intervensi pemerintah dalam menyediakan layanan dan obat-obatan berjalan optimal.

    “Kita datang ke sini untuk melihat langsung dan kemudian menginspeksi langsung ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia Yogyakarta untuk melihat sejauh mana Pemerintah sudah melakukan intervensi agar masyarakat Yogyakarta yang saat ini punya hasil survei tinggi, itu bisa kita turunkan dan kita minimize gangguan-gangguan kesehatan masyarakatnya dengan obat-obatan yang harusnya dicukupi oleh Pemerintah,” tambahnya.

    Dalam kesempatan itu, perwakilan dari Kementerian Kesehatan, Riska, menjelaskan bahwa pemerintah telah menyalurkan obat-obatan gangguan mental ke berbagai rumah sakit.

    Baca: Memilih buku self help yang berdampak pada kesehatan mental

    Namun, masih terdapat kendala karena BPJS Kesehatan belum dapat menanggung sebagian jenis obat tersebut, lantaran belum ada keputusan resmi dari Kementerian Kesehatan mengenai cakupan pembiayaan.

    Untuk itu, dia mengimbau kepada Kementerian Kesehatan duduk bersama dengan BPJS agar obat tersebut bisa distribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan di semua Rumah Sakit Daerah dengan menggunakan kartu.

    “Masyarakat bisa mengonsumsi atau bisa mendapatkan obat tersebut di seluruh rumah sakit melalui fasilitas yang bisa diberikan oleh BPJS kesehatan,” tegas Irma.

    Legislator Dapil Sumatera Selatan ini berharap masyarakat yang membutuhkan obat-obatan gangguan mental dapat mengaksesnya dengan mudah menggunakan kartu BPJS Kesehatan di seluruh rumah sakit daerah.

    Irma juga memberikan apresiasi kepada RSJ Grhasia Yogyakarta yang dinilainya sudah memiliki pelayanan dan fasilitas yang sangat baik dalam menangani pasien gangguan jiwa.

    “Ternyata, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia Yogyakarta Alhamdulillah sudah sangat baik. Dan pelayanannya juga sudah sangat baik juga. Dan bisa menjadi rumah sakit percontohan untuk Indonesia dalam menangani kesehatan mental di seluruh Indonesia,” tutup Irma.

    Baca: Anak muda rentan alami masalah kesehatan mental