Kemensos Jadikan Kegiatan Berkebun sebagai Sarana Terapi Bagi ODGJ

Written by

in

7cloud.asia – Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Sentra Wirajaya Makassar memanfaatkan kegiatan berkebun sebagai salah satu sarana terapi pemulihan bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Dalam rilis yang disiarkan oleh Kementerian Sosial di Jakarta pada April lalu, Kepala Sentra Wirajaya Makassar Nur Alam menerangkan ada tujuh ODGJ yang ditangani oleh Sentra Wirajaya.

Ketujuhnya mendapatkan penanganan secara optimal sesuai kondisi kesehatan masing-masing, termasuk mendapatkan obat secara rutin sekaligus kesempatan berkebun atau berlatih keterampilan lain.

“Jika ditangani dengan baik ODGJ bisa pulih, sehat kembali dan mandiri. Jika sudah sehat, Sentra Wirajaya akan mencari keluarganya sehingga ODGJ bisa berkumpul kembali dengan keluarganya serta hidup berbaur di tengah masyarakat,” kata Nur Alam.

Baca Juga: Riset: Kegiatan Sederhana Berbasis Alam Tingkatkan Kesehatan Mental Siswa.

Oleh karena itu, pihaknya menilai berkebun dapat menjadi salah satu terapi untuk melatih interaksi ODGJ dengan orang lain, bahkan melatihnya hidup mandiri dan bermanfaat untuk orang lain melalui penjualan hasil panen kebun masing-masing.

Sebagai contoh, ia menyebutkan kebun hidroponik dapat menghasilkan sekitar 34-38 kilogram selada, dengan harga jual Rp 25.000 per kilogram saat musim panen.

Adapun salah satu penerima manfaat tersebut Peter (52) mengatakan terapi pemulihan dengan berkebun memang membuatnya lebih bersemangat karena memberikannya kesempatan untuk mengaktualisasikan diri.

“Ketika berkebun, pikiran menjadi tenang. Beban yang menghimpit terasa lebih ringan,” kata Peter.

Baca Juga: Survei: Satu dari Tiga Remaja Indonesia Miliki Masalah Kesehatan Mental

Peter sudah lima bulan berkebun tanaman selada hidroponik dan sudah mahir memindahkan bibit selada dari media tanam (rockwool) ke dalam netpot.

Setelah berolahraga dan membersihkan diri di pagi hari, ia selalu singgah di greenhouse Sentra Wirajaya untuk melihat perkembangan tanamannya.

“Kondisinya berbeda jika tinggal di rumah sakit yang aktivitasnya dibatasi supaya tidak mengganggu pasien lain,” ujarnya.

Dengan berkebun, ia melatih dirinya untuk hidup mandiri dan menjadi manusia seutuhnya yang tidak hanya berdaya, namun juga bermanfaat bagi orang lain.

Sumber:Antaranews.com

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *