Tag: pam jaya

  • Meski Untung Ratusan Miliar Per Tahun, PAM Jaya Tetap Mau Naikkan Tarif

    Meski Untung Ratusan Miliar Per Tahun, PAM Jaya Tetap Mau Naikkan Tarif

    7cloud.asia – Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Francine Widjojo menilai, bahwa tidak ada urgensi bagi PAM Jaya untuk menaikkan tarif air bersih mengingat laba perusahaan tersebut sudah lebih dari Rp1 triliun.

    Francine lantas memaparkan, PAM Jaya sejak 2017 selalu memperoleh laba bersih ratusan miliar rupiah hampir setiap tahun

    “Tahun 2023 laba bersih PAM Jaya mencapai lebih dari Rp1 triliun dan membagikan dividen ke Pemprov Jakarta Rp62,3 miliar,” kata Francine dikutip Antaranews.com, Minggu (22/12/2024).

    Selain itu kata dia, PAM Jaya secara hukum tidak bisa menggunakan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 730 Tahun 2024 untuk menaikkan tarif air karena Keputusan Gubernur itu mengatur kenaikan tarif air minum.

    “Air yang disediakan oleh PAM Jaya adalah air bersih, bukan air minum, dan masih sering dikeluhkan warga terkait kualitas air bersihnya,” imbuhnya.

    Selain tidak memiliki dasar hukum yang jelas, kenaikan tarif yang rencananya mulai dijalankan Januari 2025 dan masuk ke tagihan Maret 2025 dianggap akan memberatkan masyarakat karena bertepatan dengan momen Lebaran.

    Baca: Memanen air hujan jadi upaya wujudkan swasembada air

    “Masyarakat sudah dibebani kenaikan harga menjelang Lebaran, tidak perlu ditambah lagi dengan kenaikan tarif air,” ujarnya.

    Pendapat Francine diperkuat Pemerhati Kebijakan Publik Indra Budi Sumantoro yang menegaskan bahwa menurut aturan perundangan, air minum adalah air yang melalui pengolahan atau tanpa pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum.

    “Secara de facto PAM Jaya tidak menyediakan air minum sesuai aturan perundangan,” katanya.

    Sebelumnya, Manager Corporate Communication PAM Jaya, Gatra Vaganza menjelaskan bahwa penyesuaian tarif ini tidak akan berdampak pada kebutuhan dasar rumah tangga.

    Gatra berharap, masyarakat DKI Jakarta dapat memanfaatkan layanan PAM Jaya dengan lebih baik.

    Gatra juga menyebutkan bahwa penyesuaian tarif air bersih ini merupakan yang pertama sejak tahun 2007.

    Baca: Membangun waduk jadi cara Pemprov Jakarta antisipasi krisis air

    Pada November lalu, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh mengatakan perlu kajian terkait wacana penyesuaian tarif air PAM agar tidak memberatkan warga Jakarta, khususnya bagi MBR.

    “Harus melihat situasi kondisi masyarakat. Harus dikaji lagi,” ujar Nova.

    Hal senada juga diungkapkan Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo. Menurut dia, Perumda PAM Jaya perlu mendata kembali pelanggan air PAM yang merupakan MBR, sehingga penyesuaian tarif air PAM tetap dapat memenuhi asas keadilan.

    “Perlu dilakukan penelaah dan penajaman data di lapangan biar menjadi objektif,” kata Rio.

    Komentar serupa juga muncul dari Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Nur Afni Sajim. Ia mendorong Perumda PAM Jaya menyiapkan strategi penetapan tarif air PAM bagi pelanggan kalangan MBR.

    Dengan demikian, kata dia, harga yang dibayar pun jauh lebih rendah dibanding tarif bagi masyarakat menengah ke atas.

    Baca: Perubahan iklim bebani penduduk miskin di Pesisir Jakarta

    “Untuk menengah ke bawah juga perlu ada kualifikasi dan harus ada strategi lain yang perlu dipikirkan PAM,” ujar Afni.

    Sementara itu, Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menyampaikan akan menampung seluruh usulan yang disampaikan Komisi B DPRD DKI Jakarta sebagai bahan pembahasan penyesuaian tarif air.

    “Saya juga akan mempertimbangkan beberapa saran, termasuk juga mereka masyarakat berpenghasilan rendah itu tetap dipertahankan. Bahkan kita turunkan tarifnya,” kata dia.

    Perumda PAM Jaya menjamin penyesuaian tarif air bersih berlangganan di Jakarta tak berdampak pada pada kebutuhan dasar rumah tangga.

    “Sosialisasi ini diharapkan memberikan pemahaman yang jelas kepada seluruh masyarakat terkait tarif air PAM Jaya,” kata Senior Manager Regional Barat dan Selatan PAM Jaya, Mohamad Faizal.

     

  • Setelah 40 Tahun, Akhirnya Warga Kampung Bambu Kuning Marunda Dapat Pasokan Air Minum dari PAM Jaya

    Setelah 40 Tahun, Akhirnya Warga Kampung Bambu Kuning Marunda Dapat Pasokan Air Minum dari PAM Jaya

    7cloud.asia – Setelah menunggu 40 tahun, akhirnya warga Kampung Bambu Kuning RW 02, Kelurahan Marunda, Jakarta Utara mendapatkan pasokan air minum perpipaan dari PAM Jaya.

    “Warga setempat telah menunggu selama 40 tahun dan akhirnya dapat menikmati air minum perpipaan dari PAM Jaya,” kata Direktur Utama Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin di Jakarta, Senin (24/2/2025).

    Menurut dia, warga Kampung Bambu Kuning selama ini mengandalkan air tanah yang asin dengan biaya mencapai Rp400.000-Rp600.000 per bulan.

    Dengan adanya jaringan air perpipaan, kata Arief, warga hanya perlu membayar sekitar Rp60.000-Rp100.000 per bulan, sehingga lebih hemat dalam memperoleh air yang berkualitas.

    “Air minum perpipaan yang disuplai bagi 513 Sambungan Rumah di RW 02 Kampung Bambu Kuning, bersumber dari SPAM Jatiluhur 1 yang disalurkan melalui Distribution Center Cilincing 2 berkapasitas 20 juta liter,” ujarnya.

    Baca: Meski setiap tahun untung, PAM Jaya tetap naikkan tarif

    Warga RW 02 Kampung Bambu Kuning menyambut penuh syukur masuknya air minum perpipaan ke wilayah mereka. Bahkan, Arief juga menghadiri acara syukuran warga beberapa waktu lalu.

    Sementara itu, warga RW 02 Kampung Bambu Kuning Kelurahan Marunda, Jakarta Utara Dariyah (42) mengaku bersyukur dengan tersedianya air bersih di Bambu Kuning karena ini merupakan penantian panjang.

    “Akhirnya, kami mendapatkan air bersih, rintangannya sangat banyak sekali untuk mengajukan air bersih,” kata dia.

    Hal senada juga disampaikan pengurus RW 02 Bukhori (45) yang turut mengucapkan terima kasih kepada PAM Jaya karena telah menyediakan kebutuhan air bersih bagi warga.

    Baca: Memanen air hujan jadi cara wujudkan swasembada air

    Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PAM Jaya menargetkan untuk menambah satu juta sambungan baru melalui pola kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) di bidang optimalisasi aset dan perluasan jaringan distribusi.

    “Kami memakai aset untuk mendapatkan akses pinjaman. Dengan cara ini, kondisi perusahaan akan tetap sehat sehingga bisa melanjutkan proyek-proyek yang dibutuhkan,” kata Arief Nasrudin dalam keterangannya Sabtu (22/2/2025).

    Ia mengungkapkan perusahaan berencana menambah 1.092.255 sambungan baru hingga tahun 2030 yang membutuhkan investasi cukup besar.

    Untuk itu, kata Arief, dalam rangka mendanai proyek ini, perusahaan menerapkan pola bisnis yang memungkinkan perusahaan tidak bergantung sepenuhnya pada ekuitas atau modal sendiri.

    Dengan proyeksi peningkatan sambungan air mencapai lebih dari 1 juta sambungan pada 2030, lanjut Arief, PAM Jaya terus mencari solusi pendanaan agar proyek tersebut dapat berjalan lancar tanpa mengalami penundaan.

  • Penuhi Target Pelayanan 100 Persen, PAM Jaya Perbanyak Reservoir Komunal

    Penuhi Target Pelayanan 100 Persen, PAM Jaya Perbanyak Reservoir Komunal

    7cloud.asia – Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasruddin mengatakan bahwa saat ini Jakarta telah memiliki setidaknya sembilan reservoir (tempat penampungan air) komunal yang tersebar di sejumlah titik.

    Reservoir komunal adalah inovasi yang dirancang untuk menampung air PAM Jaya sehingga ketersediaan air merata hingga ke wilayah layanan yang terjauh dari sumber produksi.

    Secara bersamaan, dibangun pula booster pump atau pompa untuk mengalirkan air PAM Jaya ke rumah-rumah pelanggan dengan tekanan optimal.

    Dia menjelaskan, Jakarta membutuhkan reservoir komunal karena booster perpipaan air minum (PAM) berada di titik terjauh dari permukiman warga, sehingga belum mampu memberikan dorongan yang maksimal ke rumah warga.

    Ditambah lagi, usia perpipaan yang bervariasi membutuhkan penyesuaian tekanan air agar tidak merusak pipa.

    PAM Jaya membangun reservoir komunal terutama di daerah low supply yang berada di kawasan terpencil.

    Baca: Warga Kampung Bambu Kuning Marunda menunggu 40 tahun untuk dapat pasokan air dari PAM Jaya

    “Biasanya, masyarakat menggunakan air secara bersamaan pada jam yang sama. Agar tidak berebutan, kami membuat reservoir komunal. Saat ini, tekanan air ke masyarakat sudah cukup baik,” ungkap Arief di sela peresmian reservoir komunal di Rusun Tambora, Jakarta Barat, Rabu (26/3/2025).

    Dalam kesempatan yang dihadiri Gubernur Jakarta Pramono Anung ini, PAM Jaya juga meresmikan reservoir komunal di Gandaria Utara, Jakarta Selatan.

    Dengan adanya reservoir komunal ini, diharapkan tersedia air yang merata bagi warga Tambora dan Gandaria Utara.

    Pembangunan reservoir komunal di Rusun Tambora dan Gandaria Utara merupakan salah satu inovasi dan solusi untuk merealisasikan target PAM Jaya, yakni layanan air minum perpipaan mencapai 100 persen pada 2030 di seluruh wilayah Jakarta.

    Namun, Pramono Anung menginstruksikan agar target ini dapat terealisasi lebih cepat, yakni pada 2029, serta menjadi bagian dari sinergi 100 hari program kerja Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

    Dalam kesempatan itu PAM Jaya juga membagikan Kartu Air Sehat untuk 300 ribu pelanggan dan 1.000 toren bagi 1.000 kepala keluarga (KK) yang berada di daerah low supply.

    Baca: PAM Jaya tetap akan naikkan tarif

    Inovasi lain yang dilakukan PAM Jaya mencakup pemberian tandon air gratis bagi warga Jakarta, inovasi teknologi water purifier ramah lingkungan sebagai penyediaan air PAM siap minum, serta sinergi antara PAM Jaya dan PAL Jaya dalam program Sanitasi Prima.

    “Pada hari ini, kita meresmikan dua reservoir komunal, yaitu di Rusun Tambora dan Gandaria Utara, sekaligus memberikan Kartu Air Sehat. Dua reservoir ini melayani 2.367 keluarga. Saya yakin reservoir ini sangat bermanfaat bagi warga Jakarta,” ujar Gubernur Jakarta, Pramono Anung.

    Gubernur Pramono mengatakan, reservoir komunal di Tambora akan menyuplai 970 sambungan rumah di 4 RW yang terdiri atas 32 RT di Kelurahan Angke, Jakarta Barat.

    Sementara itu, reservoir komunal di Gandaria Utara akan menyuplai 1.397 sambungan rumah di 10 RW di Kelurahan Gandaria Utara dan 1 RW di Kelurahan Kramat Pela, Jakarta Selatan.

    “Dengan begitu, semakin banyak warga Jakarta yang bisa menikmati air PAM berkualitas,” terangnya.

    “Dengan inovasi dan pelayanan PAM Jaya yang terus berkembang serta memiliki keterkaitan dengan pola hidup kita—baik dari segi kesehatan, kualitas hidup, maupun produktivitas kerja yang berkelanjutan,” pungkas Pramono Anung.

  • Layanan PAM Jaya Baru Capai 73 Persen, Ini Upaya Meningkatkannya

    Layanan PAM Jaya Baru Capai 73 Persen, Ini Upaya Meningkatkannya

    7cloud.asia – Cakupan layanan air bersih dari PAM Jaya terus ditingkatkan. Dalam dua bulan terakhir cakupan layanan PAM Jaya meningkat 2 persen, dari 71 persen menjadi 73 persen.

    Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin mengungkapkan kegembiraannya atas peningkatan partisipasi pelanggan menggunakan air bersih perpipaan. Hal ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang sadar pentingnya konservasi air tanah.

    PAM Jaya memberikan penghargaan kepada sejumlah perusahaan dan komunitas, serta masyarakat rumah tangga dalam memanfaatkan air pipa PAM Jaya.

    “Dan Alhamdulillah-nya dengan tahun ketiga ini semakin banyak yang memang sudah ikut menyadari,” kata Arief di acara Jakarta Water Hero 2025 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (4/7/2025).

    Saat ini, sambung Arief, layanan air bersih perpipaan PAM Jaya telah mencapai 73 persen. Ia pun menargetkan layanan air bersih PAM Jaya bisa mencapai 78 persen pada akhir tahun ini.

    Baca: Upaya PAM Jaya penuhi target jangkauan pelayanan 100 persen

    Arief juga menyampaikan beberapa rencana strategis PAM Jaya, salah satunya groundbreaking pembangunan gedung sentra pelayanan yang terintegrasi dengan pusat edukasi air pertama di Indonesia.

    Rencana groundbreaking akan dilakukan pada Agustus nanti.

    “Jadi kami ingin mencoba mengajak masyarakat untuk bisa mengetahui bahwasanya proses air itu tidak mudah. Dan sangat sensitif nanti di masa depan,” jelasnya.

    Kemudian pada September mendatang, PAM Jaya juga akan meresmikan WTP Pesanggrahan dengan kapasitas 750 Lps. WTP Pesanggrahan ini nantinya akan mengairi rumah-rumah di Jakarta Selatan.

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyamaikan apresiasinya atas capaian PAM Jaya dalam menyediakan akses air bersih bagi masyarakat Jakarta.

    “Saya juga secara khusus senang sekali bahwa PAM Jaya yang sebelumnya sebulan, dua bulan yang lalu hanya mencapai 71 persen, sekarang sudah 73 persen. Artinya progresnya itu cukup baik,” ujar Pramono saat menghadiri

    Baca: Untuk dapat pelayanan dari PAM Jaya warga Marunda menunggu 40 tahun

    Pramono berharap agar PAM Jaya bisa meningkatkan cakupannya hingga 85 persen pada tahun depan. Melalui peningkatan cakupan layanan air bersih, Gubernur berharap PAM Jaya bisa segera melakukan Initial Public Offering (IPO).

    “Kalau di-IPO kan, apalagi pelanggannya lebih dari 2,5 juta captive orang yang menggunakan air di Jakarta, saya yakin pasti size-nya PAM Jaya akan besar sekali,” kata dia.

    Pramono pun mengapresiasi penyelenggaraan ajang penghargaan Jakarta Water Hero (JWH) 2025 oleh PAM Jaya, sebagai bentuk apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan air berkualitas di Jakarta.

    Menurutnya, acara ini untuk mendorong semangat masyarakat Jakarta dalam menggunakan air bersih.

    Pramono juga berharap PAM Jaya bisa menjadi BUMD yang sehat dan memberikan kontribusi yang lebih besar, baik bagi Jakarta maupun masyarakat.

    “Mudah-mudahan PAM Jaya seperti yang betul-betul saya harapkan bisa memenuhi harapan publik,” ucapnya.

    Baca: Memanen air hujan untuk wujudkan swasembada air