Tag: pertanian

  • Gree Energy Bantu FIELD Atasi Polusi Udara dan Dukung Pertanian Regeneratif di Indonesia

    Gree Energy Bantu FIELD Atasi Polusi Udara dan Dukung Pertanian Regeneratif di Indonesia

    7cloud.asia – Gree Energy, perusahaan biogas yang berkomitmen untuk dekarbonisasi sektor agrikultur dan rantai pasokan makanan di negara berkembang, memberi donasi senilai Rp 1,5 Miliar kepada Yayasan FIELD Indonesia.

    Donasi dari Gree Energy ini untuk mendukung upaya mereka dalam mempromosikan praktik pertanian tanpa pembakaran untuk udara bersih.

    Dana dari Gree Energy ini akan digunakan untuk mendukung kerja FIELD dengan petani di Kalimantan dan Sumatera, seperti memberikan pelatihan dan pendidikan tentang teknik pertanian tanpa perlu membakar sisa hasil panen dan hutan.

    Baca: Pupuk kandang lebih baik ketimbang pupuk kimia

    Pembakaran residu hasil pertanian merupakan penyumbang utama polusi udara dan krisis iklim di Indonesia, yang menghasilkan karbon hitam (PM 2.5), karbon dioksida, gas metana, dan gas rumah kaca lainnya.

    Menurut Koalisi Iklim dan Udara Bersih (CCAC), karbon hitam merupakan penyebab 7 juta kematian dini, dan dampak buruk lainnya bagi kesehatan seperti penyakit jantung dan paru-paru, serta stroke.

    Pembakaran lahan setelah panen sudah diakui secara luas sebagai kontributor utama kebakaran hutan yang parah. Pembakaran sisa tanaman telah mengakibatkan hampir satu juta hektar lahan di Sumatera dan Kalimantan terbakar.

    Baca: Inovasi Biotron bantu atasi kelangkaan pupuk kimia

    “Kami merasa terhormat bisa mendukung misi penting Yayasan FIELD untuk mengatasi polusi udara dari aktivitas pembakaran di pertanian, dan memberdayakan petani meningkatkan produktivitas tanaman dengan cara alternatif yang berkelanjutan,” kata Fahreza Hidayat, Head of Sustainability Gree Energy.

    Gree Energy dan FIELD memiliki fokus yang sama dalam mengurangi pemicu krisis iklim, khususnya karbon hitam untuk FIELD dan gas metana untuk Gree Energy. Keduanya juga mempromosikan pertanian regeneratif dan rantai pasokan pangan berkelanjutan.

    Namun, FIELD menghadapi tantangan dalam hal pendanaan sehingga inisiatif mereka bergantung pada hibah dan/atau dukungan publik untuk melanjutkan usahanya.

    Baca: Organisasi masyarakat sipil menyoal pelepasan ribuan hektare lahan di Kalimantan

    Nicolas Stirer, CEO dan Founder Gree Energy juga mendukung kemitraan ini. Menurutnya, donasi ini sejalan dengan misi Gree Energy untuk mengurangi emisi gas metana dan menciptakan peluang bagi masyarakat pedesaan yang kurang terlayani.

    “Mempromosikan pertanian regeneratif tanpa pembakaran adalah solusi berkelanjutan yang bermanfaat bagi lingkungan dan mata pencaharian penduduk setempat,” ujarnya.

    FIELD dinilai satu misi dengan Gree Energy, dan Gree Energy bangga mendanai program mereka yang memberdayakan kelompok terpinggirkan dengan pengetahuan dan perangkat untuk melakukan perubahan nyata.

    Baca: Pemerintah diminta terbuka soal hilangnya lahan hutan skunder

    FIELD akan menggunakan sebagian besar donasi dari Gree Energy dalam Program Clean Air Indonesia di 8 provinsi di Indonesia dan Program Perluasan Clean Air Indonesia di Sumatera Barat.

    Dana tersebut sebagian besar akan digunakan untuk kampanye udara bersih melalui Badan Pencemaran dan peningkatan kapasitas guru di 287 sekolah di 8 provinsi di Indonesia, dan pengelolaan data karbon hitam APP (PM 2.5).

    FIELD juga akan memberi pelatihan kepada petani tentang teknik alternatif untuk membuka lahan dan menyuburkan tanah tanpa membakar, seperti kompos, mulsa (mulching), dan mengembangkan tanaman penutup tanah (cover cropping).

    Baca: KLHK sebut laju deforestasi di Indonesia menurun

    “Metode pertanian berkelanjutan ini berfungsi untuk memperkaya tanah, mengurangi polusi, dan memungkinkan petani menghemat uang untuk pupuk. Kami berterima kasih atas dukungan Gree Energy terhadap program udara bersih kami,” kata Heru Setyoko, Direktur Eksekutif FIELD.

    Donasi dari Gree Energy ini akan membantu FIELD menjangkau lebih banyak petani dan sekolah, dan membuat kemajuan yang lebih besar dalam mengatasi polusi dari praktik pembakaran lahan pertanian di Indonesia.

    “Pendanaan ini akan memungkinkan kami memperluas jangkauan dan memberdayakan lebih banyak lagi kelompok yang kurang terlayani dengan keterampilan dan pengetahuan untuk mendorong perubahan nyata dari bawah ke atas.” pungkas Heru Setyoko.

    Baca: Pentingnya memilih pemimpin yang pro lingkungan

     

  • Kisah Dari Bumi Lahir dari dan untuk Petani Indonesia

    Kisah Dari Bumi Lahir dari dan untuk Petani Indonesia

    7cloud.asia – Dari Bumi. Demikian produk turunan hasil pertanian ini dinamai. Dari Bumi lahir untuk menghargai jerih payah para petani.

    Dari Bumi tumbuh dengan menghadirkan produk-produk berbasis pertanian Indonesia yang kaya.

    Sajian lemon, aneka madu asli Indonesia, bumbu dapur, garam laut, teh, beras hingga gula yang diproduksi dengan prinsip berkelanjutan menjadi andalan Dari Bumi.

    Dari Bumi lahir dengan melihat potensi tanah Indonesia yang subur dan iklim yang tropis membuat berbagai tanaman tumbuh dengan baik di tanah Indonesia dan membawa berbagai manfaat baik untuk rakyatnya. 

    “Kita juga tidak boleh lupa bahwa alasan terbesar Indonesia dijajah adalah karena kekayaan hasil alamnya,” kata Brand Manager Dari Bumi Luinambi Vesiano seperti dikutip Antaranews.com

    Baca: DemiBumi ada karena bumi adalah titipan generasi muda

    Potensi-potensi itu membuat Dari Bumi lahir dan berupaya menjembatani kekayaan alam, petani, dan masyarakat Indonesia.

    Dari Bumi mengusung empat jenis nilai yang diyakini menjadi kekuatan mereknya, yaitu membawa hasil alam asli dari bumi Indonesia, kurasi produk yang baik, memiliki kategori yang luas serta membawa manfaat kesehatan.

    Dari sisi penjualan dan pemasaran, banyak hal yang sudah dilakukan Dari Bumi. Bermula dari marketplace, kini Dari Bumi juga melakukan penetrasi melalui acara-acara alternatif, modern market hingga pengembangan reseller (pengecer).

    Produk makanan yang ditawarkan Dari Bumi secara luring maupun daring di lokapasar, antara lain beras, madu, buah, bunga, rempah, kopi, gula, dedaunan dan minyak. Rentang harganya terjangkau antara Rp10.000-an hingga di bawah Rp100.000.

    Baca: Bioplastik, plastik yang disebut lebih ramah lingkungan

    Dalam proses produksinya Dari Bumi tak hanya menggandeng para petani di seluruh Indonesia tetapi juga membangun interaksi dengan para konsumennya. 

    “Kami juga mempopulerkan cerita proses melalui konten-konten edukasi, agar penikmatnya (market) mengetahui dari mana makanannya berasal dan cerita-cerita di baliknya,” jelas penggagas Dari Bumi, Agung sebagaimana dikutip Antaranews beberapa waktu lalu.

     

    Agung menambahkan, pembeda Dari Bumi dengan produk UMKM lain adalah kurasi ketat pada setiap produk yang akan dipasarkan.

    Dari Bumi memulai dengan observasi dan minim proses dan menjaga higinitas bahan bakunya sehingga tidak mengurangi manfaatnya saat sampai ke tangan konsumen.

    Baca: Seperti ini ciri-ciri produk ramah lingkungan

    Dari Bumi, jelas Agung, membangun value dalam bentuk pengangkatan cerita, sejarah dan hasil observasi kepada teman-teman semua, masyarakat Indonesia.

    “Kenal maka sayang. Harapannya teman-teman akan turut mempopulerkan kebaikan-kebaikan hasil bumi, dan martabat petani dan bentuk-bentuk apresiasi yang lain,” katanya.

    Dari Bumi memasarkan produknya melalui marketplace, tokotalk daribumi.id serta memaksimalkan aset-aset digital untuk mempopulerkan cerita-cerita dari para petani.

    Dari Bumi juga membuka interaksi untuk warganet memberi masukan tentang potensi-potensi hasil bumi yang belum terekspos untuk diekplorasi dan diangkat.

    Baca: Ragam produk ramah lingkungan, reuseable dan tidak hasilkan sampah

     

    Dalam peluncurannya di Hari Tani Nasional 24 September tahun lalu, Dari Bumi mempublikasikan sebuah video di YouTube Dari Bumi yang berjudul “Terima Kasih Petani Indonesia”.

    Video yang berdurasi sekitar 2 menit tersebut menceritakan tentang Pak Rohman, seorang petani di Sine, Kaki Gunung Lawu. Ia seorang milenial yang memutuskan pulang dari ibukota ke desanya dan bertani. Bunga telang, rosella ungu dan daun kelor adalah hasil bumi yang diolah oleh Pak Rohman.

    Di video ini, Dari Bumi mengajak semua untuk mengapresiasi kekayaan hasil bumi Indonesia, mempopulerkannya ke circle terdekat, menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Seperti itulah cari Dari Bumi menghargai keringat para petani di seluruh Indonesia.

    Baca: Lima prinsip utama frugal living 

  • Angkat Tema Kedaulatan Pangan untuk Kesejahteraan Rakyat, Rakernas PDIP Sebut Food Estate Harus Dievaluasi

    Angkat Tema Kedaulatan Pangan untuk Kesejahteraan Rakyat, Rakernas PDIP Sebut Food Estate Harus Dievaluasi

    7cloud.asia – Rakernas IV PDIP resmi dibuka pada Jumat (29/9/2023). Rakernas PDIP ini akan berlangsung hingga Minggu (1/10/2023).

    Dalam Rakernas PDIP kali ini akan mengangkat tema “Kedaulatan Pangan untuk Kesejahteraan Rakyat” 

    Rakernas PDIP yang berlangsung di Kemayoran, Jakarta Pusat ini mengundang 4000 petani dan nelayan.  

    Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mendapat mendapat kesempatan pertama untuk menyampaikan pidato politiknya.

    Baca: Duet Ganjar Pranowo-Prabowo tergantung sepenuhnya pada PDIP

    Dalam kesempatan itu Mega mengatakan pentingnya untuk mempertahankan lahan pertanian terutama lahan yang subur dari alih fungsi lahan. 

    Mega juga menegaskan petani dan nelayan harus menjadi sentral dalam perumusan kebijakan terkait ketahanan pangan. 

    Setelah Mega, pidato disusul bakal calon presiden PDIP Ganjar Pranowo dan Presiden Joko Widodo. 

    Jokowi menyebut tema yang diangkat sangat relevan dengan masalah yang dihadapi Indonesia dan dunia, yang menurutnya tidak mudah untuk diselesaikan.

    “Perubahan iklim, kenaikan suhu bumi dan El Nino telah mengancam produksi pangan dunia,” ujarnya.

    Baca: Jawaban Ganjar Pranowo soal tudingan politik identitas dan petugas partai

    Ditambah konflik Ukraina mengakibatkan kekurangan pasokan pangan sehingga harga pangan terutama beras melonjak tajam. 

    Karena itu Jokowi berpesan kepada Calon Presiden yang diusung PDIP, Ganjar Pranowo untuk segera bertindak merumuskan kebijakan terkait kedaulatan pangan untuk mengamankan produk pangan nasional. 

    “Pak Ganjar begitu dilantik, segera lakukan itu,” ujarnya yang langsung direspon dengan senyuman dan anggukan kepala dari Ganjar Pranowo.

    Jokowi juga mengungkapkan keyakinannya bahwa Ganjar Pranowo bisa melakukan itu, untuk mewujudkan kedaulatan pangan. 

    Mengutip pernyataan Presiden pertama, Soekarno, Jokowi menegaskan kedaulatan pangan sangat menentukan kelangsungan satu bangsa. 

    Baca: Meski disorot Food Estate akan dilanjutkan, ada alokasi dana di APBN 2024

    Food Estate akan dievaluasi. 

    Sebelumnya, dalam jumpa pers terkait pelaksanaan Rakernas PDIP ini, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan bahwa program food estate atau lumbung pangan yang saat ini dijalankan di bawah koordinasi Prabowo Subianto perlu dievaluasi.

    Pasalnya, menurut Hasto program tersebut saat ini tidak mencapai tujuan awal dicanangkan.

    “Itu akan terus kita evaluasi. Food estate itu untuk rakyat. Food estate itu bukan untuk sekelompok orang per orang apalagi untuk pihak-pihak yang mau mengambil manfaat melalui proyek food estate,” ujar Hasto dalam keterangan pers jelang Rakernas PDIP, di Jakarta, Kamis, 28 September 2023

    Baca: Panen jagung di food estate Keerom

    Hasto menyebut bahwa pihaknya akan melakukan tinjauan ulang terhadap program kerja lumbung pangan dalam Rapat Kerja Nasional atau Rakernas PDIP. 

    Selain itu, Hasto turut mengklaim bahwa program lumbung pangan merupakan bagian dari sarana perjuangan PDIP.

    Hasto juga menyebut bahwa sejak awal, partainya mengusung filsafat pembebasan petani, yang berasal dari sosok Marhaen, petani yang ditemui Sukarno dan menjadi cikal bakal penamaan ideologi Marhaenisme.

    Seperti dilansir dari laman Pdiperjuangan.id, agenda lumbung pangan merupakan salah satu agenda dalam Rakernas IV PDIP.

    Lebih lanjut, agenda lumbung pangan akan menjadi topik utama pada hari pertama Rakernas yang secara garis besar akan membahas mengenai isu pertanian.

    Baca: Food estate ada sejak jaman Soeharto tapi gagal

    Sementara itu, pada hari kedua akan membahas berisi pembekalan caleg dan hari ketiga akan diisi pembicaraan tentang pilpres. Ketua Umum PDI Perjuangan, yakni Megawati Soekarnoputri dan Presiden Jokowi dijadwalkan akan menyampaikan arahan dalam forum tersebut.

    Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristyanto mengatakan bahwa Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III berlangsung tertutup.

    Sebelumnya, PDI telah melaksanakan agenda Rakernas III PDIP yang diadakan di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan mulai dari 6 -8 Juni 2023. Dalam Rakernas III PDIP tersebut, menghasilkan 57 poin rekomendasi internal dan 17 poin rekomendasi eksternal.

    17 poin rekomendasi tersebut dibacakan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani. Salah satu poin rekomendasi yang dihasilkan yakni komitmen PDI Perjuangan dalam memenangkan bakal calon presiden Ganjar Pranowo.

    Baca: PSI cabut dukungan ke Ganjar Pranowo, begini respon PDIP

    Lebih lanjut, Puan menjelaskan bahwa kader PDI Perjuangan yang berada di setiap tingkatan partai diinstruksikan oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat, partai politik, dan relawan untuk memenangkan bacapres Ganjar Pranowo.

    Ganjar Pranowo telah ditetapkan sebagai bakal calon presiden yang diusung oleh PDIP pada 21 April 2023 melalui keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan.

    Dalam agenda Rakernas III PDIP itu disinggung pula mengenai strategi pencitraan yang akan diterapkan kepada Capres Ganjar Pranowo. Ketua Umum PDIP menyebut bahwa Ganjar mestinya tampil otentik dan apa adanya.

    Dalam agenda pembahasan citra politik Ganjar, Megawati mencontohkan sosok Bung Karno yang sejak muda tampil sebagai dirinya sendiri. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa persatuan dengan rakyat alias akar rumput merupakan senjata yang maha dahsyat.

     

  • Alih Fungsi Lahan Pertanian Picu Krisis Harga Pangan

    Alih Fungsi Lahan Pertanian Picu Krisis Harga Pangan

    Ilustrasi alih fungsi lahan. Foto: greenIndonesia

    7cloud.asia – Alih fungsi lahan pertanian di Indonesia sudah harus jadi perhatian serius. Alih fungsi lahan pertanian ini menjadi salah satu pemicu kenaikan harga pangan.

    Menurut data Kementerian Pertanian (Kementan), alih fungsi lahan pertanian mencapai 90.000 hingga 100.000 hektare (ha) setiap tahun. 

    Saat ini diketahui, luas lahan baku sawah (LBS) terus mengalami penyusutan akibat alih fungsi lahan pertanian.

    Alih fungsi lahan pertanian ini terjadi di 8 provinsi sentra beras nasional, yakni Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

    Baca: El Nino picu kenaikan harga beras, warga beralih konsumsi palawija

    Terlihat pada 2019, total LBS di 8 provinsi itu mencapai 3,97 juta hektare (ha), sedangkan pada 2021 susut menjadi 3,84 juta ha.

    Ketua DPR, Puan Hamarani mengatakan, banyaknya alih fungsi lahan harus menjadi pengingat agar Pemerintah membuat pemetaan baru serta regulasi khusus yang berkaitan dengan zonasi lahan subur.

    “Tujuannya agar zonasi tersebut diperuntukkan untuk lahan pertanian dan mencegah terjadinya alih fungsi lahan,” ujarnya sebagaimana dikutip Parlementaria.  

    Baca: Kekeringan akibat El Nino bisa mempengaruhi hasil panen

    Menurut Puan maraknya alih fungsi lahan telah mengakibatkan krisis harga pangan. 

    Hal ini ditandai dengan lonjakan harga pangan seperti beras dan gula yang  terjadi saat ini. 

    “Sistem pangan yang belum betul-betul efektif menimbulkan konflik agraria, kemiskinan, kelaparan, stunting, obesitas, perubahan iklim, dan kerusakan alam,” ujar Puan di Jakarta, Selasa (17/10/2023).

    Baca: Demi bendungan Karian, ratusan rumah di Lebak ditenggelamkan

    Mengutip catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Puan menyebut, rata-rata harga semua jenis beras pada minggu pertama Oktober 2023 mencapai Rp 13.674 per kilogram (kg).

    Harga ini naik lebih dari Rp 1.500 per kg dibanding minggu pertama September 2023 yang masih berada di bawah Rp 11.900 per kg.

    Inflasi beras secara bulanan pada September 2023 mencapai angka 5,61 persen, sekaligus menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. 

    Baca: El Nino mengancam ketersediaan pangan, ini yang dilakukan Kementan

    Bahkan, harga beras kualitas medium tahun ini mengalami kenaikan yang tidak biasa, yakni tembus Rp 12.685 per kilogram atau naik 29,6 persen sepanjang 2023.

    Sementara, pantauan harga pada Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), terdapat 338 kota dan kabupaten di Indonesia yang mengalami lonjakan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras dan gula beberapa tahun terakhir.

    Berkaca pada hal itu, Puan mengingatkan Pemerintah memperhatikan apa penyebab melambungnya harga pangan ini.

    Baca: Musim kemarau memuncak harga beras dan cabai melonjak

    Ia menilai salah satunya karena kendala alih fungsi lahan sawah yang terjadi secara masif. 

    “Kurangnya produksi pangan yang diakibatkan krisis lahan juga ditambah fenomena kekeringan yang berkepanjangan membuat produksi pangan seperti beras juga mengalami penurunan drastis,” tuturnya. 

     

     

     

  • Perairan Pertanian Tercemar Limbah Pabrik Coklat, DLHK Tangerang Turun Tangan

    Perairan Pertanian Tercemar Limbah Pabrik Coklat, DLHK Tangerang Turun Tangan

    7cloud.asia – Perairan pertanian di Desa Talagasari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten tercemar limbah pabrik coklat. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Tangerang akan segera melakukan pemeriksaan.

    Kepala Bidang Bina Hukum dan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) DLHK Kabupaten Tangerang, Ari Marogo menjelaskan pemeriksaan ini untuk memastikan laporan warga mengenai pencemaran.

    “Dari laporan yang diterima kami, adanya dugaan pencemaran olah pabrik coklat itu nanti akan segera kami tindaklanjuti (pemeriksaan),” katanya dikutip Antaranews.

    Lebih jauh Ari menjelaskan pihaknya melakukan pemeriksaan dengan cara mengecek setiap kegiatan produksi.

    baca: Pencemaran Udara Kategori Bahaya, Pemprov Sumsel Lakukan Penyemprotan Ekoenzim

    Pemeriksaan dilakukan sejak proses awal produksi hingga menjadi limbah serta pemeriksaan di seluruh area pabrik itu.

    “Nanti kita akan turunkan tim untuk cek pabrik coklat itu, dan sudah kita jadwalkan untuk ke lapangan,” ungkapnya.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, sejumlah petani di Desa Talagasari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten mengeluhkan pencemaran dari limbah pabrik coklat milik PT Federal Food Internusa.

    baca: Limbah Pabrik Coklat Mencemari Aliran Irigasi Pertanian, Petani Mengeluh

    Salah seorang petani sayur, M. Rohman (50), menjelaskan pencemaran limbah coklat ini sebenarnya sudah lama terjadi.

    “Soal pencemaran air limbah coklat ini memang sudah lama terjadi. Dan ini sudah kita keluhkan ke perusahaan, tapi tidak ada tanggapan. Selama ini saya terpaksa juga memanfaatkan air limbah ini karena di musim kemarau sudah tidak ada sumber air lagi yang bisa dimanfaatkan,” jelas Rohman.

    Menurutnya, lima tahun lalu dirinya pun sudah merasakan dampak dari pencemaran limbah pabrik tersebut.

    “Karena sejak saya garap lahan sayur ini pun sudah ada pencemaran. Apa lagi sekarang kan musim kemarau, dampak limbah itu semakin parah saja,” ucapnya.

    Pencemaran limbah ini tak hanya berdampak langsung pada lahan pertanian. Tetapi juga mengakibatkan pencemaran air galian warga yang berada di dekat aliran sungai setempat.

    baca: dari tragedi teluk minamata lahirlah hari lingkungan hidup sedunia
    “Memang air limbah ini kalau ke tumbuhan tidak mematikan. Tapi, kalau hasil panen atau kualitas sayur maupun padi itu jelek. Seperti saya tanam timun itu hasilnya tidak normal, biasanya panen satu kuintal sekarang hanya 50 kilogram saja. Terus, selain ke tumbuhan air galian untuk air bersih juga jadinya terdampak jadi bau,” paparnya.

    Sementara itu, di lokasi pabrik pengelolaan coklat terlihat aliran irigasi di sekitarnya dipenuhi busa dengan berwarna hitam pekat. Bahkan dari limbah tersebut berbau tak sedap hingga mengganggu pernafasan.

    Kemudian, saat mencoba mengelilingi sekitar bangunan pabrik, terlihat juga adanya kandungan seperti minyak yang mengakibatkan rumput dan tumbuhan di sekitar irigasi mati.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Upaya Kampung Kita Depok Ubah Lahan Tidur Jadi Lahan Pertanian Kota

    Upaya Kampung Kita Depok Ubah Lahan Tidur Jadi Lahan Pertanian Kota

    7cloud.asia – Komunitas yang peduli dengan lingkungan hidup, kebersihan, penghijauan dan penataan kota, Kampung Kita Depok (K3D) mengubah lahan tidur menjadi lahan pertanian sayuran maupun buah-buahan di tengah Kota Depok, Jawa Barat.

    Pendiri dan Pembina K3D, Sungkowo Pudjodinomo mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya terutama terkait penataan kawasan Jalan Raya Juanda, Kota Depok.

    “Di beberapa area telah dilakukan upaya penghijauan dan pembersihan kawasan tersebut,” kata sungkowo yang akrab disapa Pakde Bowo di sela-sela acara Grand Launching Urban Farming di Jalan Juanda Depok, Sabtu (18/11)2023).

    Baca: 8 Elemen yang membuat kota ramah lingkungan

    Pembangunan lahan pertanian di tengah pusat kota menjadi proyek lumbung pangan atau food estate yang merupakan salah satu program Pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan.

    “Pembangunan Food Estate di lahan tidur akan menempati lahan seluas 20 ribu meter persegi atau 2 hektar di tengah Kota Depok,” jelas Pakde.

    Lahan semak belukar yang berada di Jalan Juanda di depan Mal Pesona Square yang berada di tengah Kota Depok itu dibabat habis.

    Baca: Slow city, konsep baru pengelolaan kota yang ramah lingkungan

    Nantinya lahan ini akan ditanami beragam tanaman sayuran dan buah-buahan seperti cabai besar jenis cabai gandewa, cabai keriting jenis cabai keriting gada dan cabai kastilo.

    Selain itu cabai rawit jenis rawit pelita, rawit rawita, bayam maestro, kangkung bangkok, caisim tosakan dan selada grand.

    Padi dan tanaman buah seperti pohon alpukat, durian, pepaya, jambu, mangga dan rambutan.

    Baca: Mengenal desain biofilik yang memasukkan alam dalam kawasan terbangun

    Ketua K3D, Ibnu Haris Masnyur mengatakan selain itu di sisi sepanjang Jalan Juanda juga akan dibangun kafe sayuran dan buah dengan pemandangan lahan pertanian.

    Selain itu, pihaknya yang memiliki program mendukung penghijauan di Kota Depok dengan juga menanam pohon buah di sepanjang lahan tidur milik Tol Cijago tersebut.

    “Kalau sudah hijau semua, Food Estate ini akan terlihat fenomenal. Ada pertanian di tengah kota. Depannya ada mal dan kami juga akan membangun green house dan jogging track,” jelasnya.

    Baca: Mengenal infrastruktur ramah lingkungan

    Pakde mengatakan sudah banyak yang diperbuat K3D untuk berperan serta menata Kota Depok.

    Di tangan K3D,  sejumlah kawasan kumuh di kota Depok berhasil ‘disulap’ menjadi hijau, tertata dan bersih.

    Diantaranya Taman Bonsai di kawasan Jalan Margonda, Taman dan Wisata Air di Situ Pangarengan Jalan Juanda, Taman Pintu Masuk Tol Jalan Margonda, Taman Bermain Anak, Seni dan Budaya di Kolong Fly Over Arief Rahman Hakim.

    Baca: Tantangan membangun infrastruktur ramah lingkungan

    Pakde Bowo yang tak pernah lelah terus berupaya menghijaukan Jalan Margonda dan Juanda.

    Dan, Pakde Bowo mengumpulkan warga Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang ada di Kota Depok untuk mengembangkan pertanian perkotaan di kawasan Jalan Juanda.

    Sumber: Antaranews.com

     

  • Mengenal Fenomena Embun Es di Dieng dan Dampak Buruknya pada Pertanian

    Mengenal Fenomena Embun Es di Dieng dan Dampak Buruknya pada Pertanian

    7cloud.asia – Fenomena embun es atau frost di Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah kerap terjadi pada musim kemarau.

    Sektor pertanian perlu mengantisipasi dampak negatif dari fenomena embun es atau frost ini.

    Menurut Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ardhasena Sopaheluwakan fenomena embun es tersebut memiliki dampak yang signifikan pada berbagai sektor kehidupan

    “Fenomena embun es Dieng perlu dimitigasi dampak negatifnya, khususnya pada sektor pertanian yang dapat menyebabkan tanaman menjadi layu, mati, dan juga mengering,” jelas Ardhasena dalam seminar ilmiah bertajuk ‘Mengenal Fenomena Embun Es Dieng: Kemunculan dan Dampaknya’.

    Baca: perubahan iklim akibat emisi gas rumah kaca dapat memicu krisis air

    Lebih jauh Ardhasena menjelaskan fenomena embun es di Dieng muncul saat suhu udara sangat dingin dan embun yang terkondensasi membeku.

    Akibatnya, lapisan es yang muncul akan menutupi tumbuhan dan permukaan tanah.

    Fenomena embun es di Dieng ini tidak selalu dapat ditemukan. Biasanya berlangsung pada musim kemarau (Juni – Oktober).

    Walaupun Indonesia merupakan negara tropis dengan iklim hangat (warm climate), frost dapat terjadi pada wilayah dataran tinggi apabila beberapa kondisi cuaca terpenuhi.

    Baca: ikan-ikan kecil menepi di pinggir pantai bengkulu ini penyebabnya

    “Fluktuasi kejadian fenomena embun es Dieng ini diperkirakan juga dipengaruhi oleh adanya fenomena iklim global seperti El Nino dan La Nina serta adanya perubahan iklim,” ujar Ardhasena.

    Di sisi lain, fenomena embun es ini meninggalkan keunikan yang dapat dijadikan wisata bagi masyarakat.

    Jika fenomena kemunculan embun es ini dapat dikelola dan dipromosikan dengan baik, dapat menjadi potensi wisata unik di Dieng.

    “Atraksi ini dapat mendatangkan lonjakan kunjungan wisatawan yang signifikan dan meningkatkan perekonomian lokal,” terangnya.

    Baca: di tengah fenomena el nino bmkg ingatkan perlunya penguatan manajemen air

    Sementara itu, Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bidang Manajemen Krisis, Fadjar Hutomo menjelaskan fenomena embun es bisa mengakibatkan lonjakan wisatasan yang signifikan.

    “Pariwisata di indonesia utamanya memang keindahan yang dijual, tapi itu saja tidak cukup, pariwisata tidak hanya tentang keindahan tapi juga tentang keamanan” katanya.

    Kawasan dataran tinggi Dieng telah ditetapkan sebagai warisan geologi atau geoheritage di tahun 2022 oleh Kementerian ESDM.

    Saat ini kawasan Dieng sedang dalam proses pengusulan menjadi kawasan geopark nasional.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Pertanian Indonesia Pengguna Pestisida Terbesar di Dunia, Apa Dampaknya pada Lingkungan?

    Pertanian Indonesia Pengguna Pestisida Terbesar di Dunia, Apa Dampaknya pada Lingkungan?

    7cloud.asia –  Indonesia merupakan salah satu dari tiga negara pertanian pengguna pestisida terbesar di dunia pada 2021, setelah Brasil, dan Amerika Serikat.

    Sebagai negara pertanian yang besar, penggunaan pestisida Indonesia tercatat mencapai 283 kiloton pada 2021. Lantas seperti apa dampaknya pada lingkungan?

    Pestisida digunakan untuk membasmi atau mengendalikan hama seperti gulma, ulat, jamur, dan bakteri pada tanaman pertanian dan perkebunan.

    Penggunaan pestisida dalam jumlah besar ini berisiko menjadi cemaran bahan kimia di lingkungan yang dapat berujung pada paparan residu bahan beracun pada produk makan.

    Riset menunjukkan cemaran pestisida telah terdeteksi di beberapa daerah pertanian di Indonesia seperti di Indramayu dan Brebes.

    Baca: BRIN kembangkan pestisida ramah lingkungan

    Riset juga menunjukkan pestisida jenis organoklorin mencemari perairan laut dan kerang hijau Perna viridis di pesisir Tambak Lorok Semarang.

    Riset sejenis sangat penting karena jumlah studi topik pencemaran oleh pestisida masih sedikit di Indonesia.

    Dalam studi-studi tersebut, level cemaran dianggap bisa diabaikan dampaknya pada manusia, tapi berpotensi menimbulkan dampak pada ekosistem perairan dalam jangka panjang.

    Jika tidak diawasi dan dikontrol dengan baik, penggunaan pestisida dapat berisiko menganggu ekosistem air dan pertanian.

    Bukan tidak mungkin akan muncul gangguan kesehatan yang disebabkan oleh akumulasi cemaran pestisida dalam bahan pangan atau air.

    Baca: Pengolahan tanah sembarangan berdampak serius pada lingkungan

    Risiko cemaran pestisida
    Memperhatikan risiko ini, Indonesia seharusnya mempunyai urgensi untuk mengurangi cemaran pestisida dan efeknya.

    Sebagian besar pestisida organik sintetis yang umum digunakan petani, seperti organoklorin, sangat stabil di lingkungan dan sulit terurai.

    Hal ini dapat menyebabkan terakumulasi dan berpotensi menimbulkan gangguan metabolisme bagi makhluk hidup ke depan.

    Bagi hewan, paparan pestisida bisa berdampak, antara lain, timbulnya gangguan ginjal dan hati, juga potensi obesitas.

    Sementara, pada manusia, walaupun jumlah studi masih terbatas, beberapa studi menunjukkan paparan pestisida meningkatkan risiko hipertensi, resistensi insulin, dan diabetes.

    Baca: Sawit, antara ketahanan pangan dan dampaknya pada lingkungan

    Indonesia juga perlu menguji potensi efek pestisida pada ekosistem dan organisme yang hidup di dalamnya.

    Kita membutuhkan sistem dan juga riset lebih banyak untuk mendeteksi efek cemaran pestisida di lingkungan, khususnya di ekosistem pertanian dan air tawar.

    Uji toksisitas dengan hewan model merupakan salah satu metode mendasar untuk menganalisis efek pestisida pada makhluk hidup.

    Akan tetapi, organisme yang berbeda akan memberikan respons dan ambang batas yang berbeda.

    Misalnya, penggunaan herbisida atrazine yang utamanya ditujukan untuk memberantas gulma tanaman, dapat memberikan dampak seperti gangguan endokrin yang mengganggu regulasi hormon pada hewan.

    Baca: Dampak pertanian monokultur pada lingkungan

    Contoh yang cukup terkenal adalah atrazine ditemukan memberi efek feminisasi atau timbulnya ciri-ciri khusus kelamin betina.

    Seperti turunnya level testosterone dan spermatogenesis pada katak Afrika jantan (Xenopus laevis).

    Penurunan ini berdampak pada menurunnya perilaku kawin dan berkurangnya kesuburan.

    Uji toksisitas biasanya dilakukan dalam konsentrasi yang cukup tinggi dan sebenarnya cukup jarang ditemukan di lingkungan.

    Uji dengan konsentrasi tinggi dapat menunjukkan efek yang terlihat jelas, seperti pengurangan populasi hewan model (baik karena kematian generasi pertama atau generasi selanjutnya).

    Baca: Negara penyumbang deforestasi terbesar

    Sementara jika pencemaran terjadi dalam konsentrasi rendah, yang muncul adalah efek sublethal, atau efek yang tidak menimbulkan kematian.

    Beberapa contoh efek sublethal adalah berkurangnya kemampuan reproduksi, berubahnya tingkah laku (misalnya kemampuan berenang pada ikan), dan juga berubahnya regulasi hormonal pada hewan model.

    Efek-efek seperti ini dapat timbul setelah akumulasi yang cukup lama atau banyak, sehingga kita perlu mendeteksi efek ini dengan level yang lebih rendah, yaitu level molekular. Hal ini akan diuraikan dalam tulisan selanjutnya

    Artikel ini ditulis Pijar Religia, Specially Appointed Researcher, Osaka Universitytelah dan telah terbit di The Conversation.

     

  • Program Ganjar di Bidang Pertanian Ternyata Terinspirasi dari Ibunya

    Program Ganjar di Bidang Pertanian Ternyata Terinspirasi dari Ibunya

    7cloud.asia – Beberapa program pasangan calon presiden Ganjar Pranowo dan calon wakil presiden Mahfud MD adalah soal pertanian. Hal ini tak terlepas dari kebiasaan ibunya yang kerap menjual hasil tanamannya ke pasar. 

    Hal ini diungkapkan Ganjar Pranowo saat mengunjungi rumah masa kecilnya yang sederhana di Jalan Nano, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.

    Calon presiden nomor urut 3 ini merupakan anak dari seorang polisi berpangkat letnan satu (Lettu) atau kini disebut inspektur polisi satu (Iptu).

    “Bapak saya polisi, ibu senang berkebun terus hasilnya dijual ke pasar. Rumah ini seingat saya dulu tidak sebesar ini, kompornya masih pakai kayu dan dinginnya minta ampun,” ujarnya seperti yang dikutip Antaranews pada Senin (25/12/2023).

    Baca: Sri Mulyani tagih program kerja Ganjar

    Sambil mengelilingi rumahnya, Ganjar bercerita ibunya yang senang berkebun dan menanam bunga di halaman.

    Ganjar mengatakan, dulu ibunya dulu senangnya menanam mawar, bunga-bunga, macam-macamlah ya, banyak di halaman itu bunga-bunga hiasan, begitu nanti dibeli orang.

    “Jadi, saya ini anak gunung makanya programnya banyak soal tani, soal tanam-menanam,” jelas Ganjar.

    Kemudian ia mengajak awak media berkeliling halaman rumahnya yang didominasi warna coklat dan putih itu.

    Baca: Ganjar-Mahfud kenalkan KTP Sakti

    Udara sejuk, hujan rintik dengan pemandangan pegunungan menghiasi suasana rumah capres dari PDI Perjuangan itu.

    Dulu Ganjar lahir di rumah itu. Kira-kira sampai kelas 5 SD, terus pindah sekitar 200 meter dari sana.

    “Dulu di sini mengontrak, terus bapak ibu karena menabung bisa membeli rumah di tanah sebelah rumah yang di sana. Nanti kalau teman-teman mau tidur bisa di sana,” kata Ganjar. 

    Rumah yang kini sudah dimiliki dan ditinggali keluarga besarnya itu, Ganjar menyebut rumah masa kecilnya itu sebagai bagian dari proses perjalanan hidup.

    Dia bahkan mengingat bagaimana dari depan rumahnya itu dapat melihat pemandangan bukit Mogol.

     

    Baca: Ganjar-Mahfud akan evaluasi UU Cipta Kerja

    Dari rumah ini pula Ganjar belajar hidup mandiri dan memahami bagaimana kebutuhan pokok bisa diambil dari kebun sendiri.

    “Dari kecil diajari masak dan cuci piring. Itu berguna karena ketika sudah dewasa bisa mandiri. Lalu dari kebun itu hampir semua kebutuhan sehari-hari ambil di situ, bahkan orang datang membeli hasil panen atau sekadar berbagi hasil panen dengan tetangga,” paparnya.

    Selanjutnya Ganjar menceritakan saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar, banyak warga negara Jepang yang datang ke Tawangmangu untuk menerapkan teknologi pertanian infus jeruk.

    Kegiatan warga negara Jepang itu sempat membuat Ganjar kecil saat itu bingung, tetapi dia berteman dengan anak-anak orang Jepang itu dan bertukar kirim lukisan.

    Baca: 21 Program SatSet Ganjar-Mahfud

    Ganjar masih ingat, dulu waktu jeruk kena virus itu datang tim dari Jepang. Saya masih ingat betul, itu waktu SD. Baru tahu ternyata pohon jeruk itu diinfus, termasuk jeruk yang di rumah ini dulu ditempeli infus.

    “Apakah itu eksperimen atau memang tenaga yang disiapkan untuk merawat dan menghidupkan kembali pohon yang diserang virus itu,” kenang Ganjar.

    Pada kesempatan itu, salah seorang teman masa kecilnya, Agus Maryono menyapanya di depan pagar.

    “Ini teman, teman saya kecil, tapi satu tahun di atas saya, jadi kakak kelas,” kata Ganjar kepada awak media yang diajaknya berkunjung ke Karanganyar, Jawa Tengah.

    Baca: Keluarga Ganjar jadi idola perempuan dan pemilih muda

    Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode sejak 2013 hingga 2023 itu mengenang hobinya bermain kelereng bersama Agus Maryono dan teman-temannya yang lainnya yang rumahnya berdekatan.

    “Tapi, sekarang beliau katanya tinggal di Yogyakarta, mungkin lagi mudik di sini. Rumahnya di belakang ini, masuk gang,” ujarnya.

    Bertepatan dengan perayaan Natal, Ganjar mengucapkan selamat Natal kepada masyarakat Indonesia yang merayakan Natal dengan pulang ke kampung halaman pada Senin.

    “Selamat Natal kepada yang merayakan hari ini, jika sedang mudik ingat hati-hati berkendara. Selamat sampai tujuan,” katanya. 

    Reporter:Nurakhmayani

  • Laboratorium Ini Buktikan Sistem Tumpang Sari Tak Hanya Ramah Lingkungan Tapi Juga Hasilkan Produk Premium

    Laboratorium Ini Buktikan Sistem Tumpang Sari Tak Hanya Ramah Lingkungan Tapi Juga Hasilkan Produk Premium

    7cloud.asia – Sejumlah negara di Eropa mulai mengembangkan laboratorium hidup untuk mencari format pertanian yang berkelanjutan dan lebih ramah lingkungan

    Aspek kunci dari laboratorium hidup adalah menentukan apakah suatu praktik baru pertanian yang ramah lingkungan ini layak secara ekonomi.

    Untuk itu dibutuhkan pengembangan pengalaman di tingkat petani, seperti cara terbaik menanam, memanen, dan memproses tanaman komersial yang ditanam bersama.

    “Membersihkan gandum hasil panen ganda (tumpangsari) untuk dijual adalah pekerjaan yang stabil dan cukup lambat,” kata Dougal Hosford, seorang petani  yang mengelola laboratorium hidup LEGUMINOSE di Dorset, Jerman.

    Ia menambahkan bahwa mereka masih melakukan “pekerjaan yang cukup baik” meskipun ini adalah pertama kalinya mereka melakukan hal itu.

    Hosford mengaku dirinya masih terus belajar solah pertanian tumpang sari ini.

     

    Baca: Laboratorium ini kenalkan pertanian organik di Eropa

    Namun ditegaskannya, setiap kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan dari sistem tumpang sari ini menempatkan pertanian lebih dekat ke tujuan yang diinginkan.

    “Kami sangat antusias untuk mengambil bagian dalam setiap kesempatan untuk melakukan uji coba menanam dua tanaman atau lebih secara bersamaan,” kata Hosford.

    Ia memaparkan, laboratorium hidup membantu pertaniannya dalam “perjalanan menuju pertanian regeneratif” – dan jauh dari sistem yang mahal dan bergantung pada input agrokimia.

    Di Inggris, jaringan laboratorium hidup juga terhubung dengan mitra rantai pasokan, seperti pabrik penggilingan dan pembeli, yang menganalisis kualitas hasil panen,

    Jaringan ini juga membantu menentukan nilai pasar baru, yang sudah ada, atau yang sedang berkembang.

    Produsen yang membantu menyesuaikan praktik untuk memastikan panen seefisien mungkin, seperti membuat pemanen lebih baik dalam mengumpulkan, memisahkan, dan membersihkan biji-bijian atau kacang-kacangan dari ladang.

    Baca: Degradasi tanah akibat penggunaan pupuk kimia

    Pembelajaran ini membantu petani merencanakan perubahan lebih lanjut dengan kecepatan yang lebih mudah dikelola secara finansial daripada mengalihkan seluruh sistem mereka ke satu praktik sekaligus.

    Hal ini juga memberikan wawasan yang menjanjikan yang dapat dimasukkan ke dalam pendekatan laboratorium hidup dan mengembangkan solusi yang lebih efektif, misalnya. 

    Dalam laboratorium hidup pertamanya, peternakan Hosford di Bryanston Estate mencatat sedikit peningkatan pada protein gandum, hal ini menunjukkan bahwa lahan tumpang sari dapat menghasilkan lebih banyak keuntungan di masa depan.

    Hasil ini memungkin dengan menanam lebih banyak legum di lahan yang sama untuk panen berikutnya. menyediakan dua hasil panen untuk dijual tetapi juga berarti ada jalan menuju produk gandum yang lebih bagus.

    “Satu percobaan tidak pernah cukup,” kata Hosford. “Kami telah menanam tanaman ganda musim dingin berupa kacang-kacangan dan gandum musim dingin pada musim gugur 2023 dan akan menanam tanaman musim semi serupa lainnya pada tahun 2024.

    Kami, lanjutnya juga akan melakukan uji coba kacang-kacangan dan oat serta tanaman musim semi. jelai dan kacang polong.”

    Baca: Sepertiga tanah di planet Bumi rusak akibat penggunaan pupuk kimia

    Ke depan, LEGUMINOSE akan mengambil temuan dari semua laboratorium hidup di seluruh negara target dan mengkonsolidasikannya ke dalam keluaran yang berbeda untuk meningkatkan penerapan tumpangsari.

    Hal ini dimulai dari rekomendasi kebijakan hingga alat berbasis web yang dapat digunakan petani untuk memilih kombinasi tumpang sari yang optimal untuk lingkungan lokal mereka.

    Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membantu para petani meningkatkan kinerja lingkungan mereka

    Juga meningkatkan kinerja ekonomi mereka – yang mana hal ini sangat penting untuk memajukan pertanian yang lebih berkelanjutan.

    “Kita perlu menemukan cara bertani yang dapat terus memberikan penghidupan yang layak bagi semua orang yang bekerja di pertanian, memberi makan masyarakat, dan membuat planet ini menjadi tempat yang lebih baik,” simpul Hosford.

    Sumber: earth,org