Alih Fungsi Lahan Pertanian Picu Krisis Harga Pangan

Written by

in

Ilustrasi alih fungsi lahan. Foto: greenIndonesia

7cloud.asia – Alih fungsi lahan pertanian di Indonesia sudah harus jadi perhatian serius. Alih fungsi lahan pertanian ini menjadi salah satu pemicu kenaikan harga pangan.

Menurut data Kementerian Pertanian (Kementan), alih fungsi lahan pertanian mencapai 90.000 hingga 100.000 hektare (ha) setiap tahun. 

Saat ini diketahui, luas lahan baku sawah (LBS) terus mengalami penyusutan akibat alih fungsi lahan pertanian.

Alih fungsi lahan pertanian ini terjadi di 8 provinsi sentra beras nasional, yakni Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Baca: El Nino picu kenaikan harga beras, warga beralih konsumsi palawija

Terlihat pada 2019, total LBS di 8 provinsi itu mencapai 3,97 juta hektare (ha), sedangkan pada 2021 susut menjadi 3,84 juta ha.

Ketua DPR, Puan Hamarani mengatakan, banyaknya alih fungsi lahan harus menjadi pengingat agar Pemerintah membuat pemetaan baru serta regulasi khusus yang berkaitan dengan zonasi lahan subur.

“Tujuannya agar zonasi tersebut diperuntukkan untuk lahan pertanian dan mencegah terjadinya alih fungsi lahan,” ujarnya sebagaimana dikutip Parlementaria.  

Baca: Kekeringan akibat El Nino bisa mempengaruhi hasil panen

Menurut Puan maraknya alih fungsi lahan telah mengakibatkan krisis harga pangan. 

Hal ini ditandai dengan lonjakan harga pangan seperti beras dan gula yang  terjadi saat ini. 

“Sistem pangan yang belum betul-betul efektif menimbulkan konflik agraria, kemiskinan, kelaparan, stunting, obesitas, perubahan iklim, dan kerusakan alam,” ujar Puan di Jakarta, Selasa (17/10/2023).

Baca: Demi bendungan Karian, ratusan rumah di Lebak ditenggelamkan

Mengutip catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Puan menyebut, rata-rata harga semua jenis beras pada minggu pertama Oktober 2023 mencapai Rp 13.674 per kilogram (kg).

Harga ini naik lebih dari Rp 1.500 per kg dibanding minggu pertama September 2023 yang masih berada di bawah Rp 11.900 per kg.

Inflasi beras secara bulanan pada September 2023 mencapai angka 5,61 persen, sekaligus menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. 

Baca: El Nino mengancam ketersediaan pangan, ini yang dilakukan Kementan

Bahkan, harga beras kualitas medium tahun ini mengalami kenaikan yang tidak biasa, yakni tembus Rp 12.685 per kilogram atau naik 29,6 persen sepanjang 2023.

Sementara, pantauan harga pada Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), terdapat 338 kota dan kabupaten di Indonesia yang mengalami lonjakan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras dan gula beberapa tahun terakhir.

Berkaca pada hal itu, Puan mengingatkan Pemerintah memperhatikan apa penyebab melambungnya harga pangan ini.

Baca: Musim kemarau memuncak harga beras dan cabai melonjak

Ia menilai salah satunya karena kendala alih fungsi lahan sawah yang terjadi secara masif. 

“Kurangnya produksi pangan yang diakibatkan krisis lahan juga ditambah fenomena kekeringan yang berkepanjangan membuat produksi pangan seperti beras juga mengalami penurunan drastis,” tuturnya. 

 

 

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *