Tag: pmi

  • Sebanyak 67 PMI asal NTT Meninggal di Malaysia dalam 6 Bulan Terakhir

    Sebanyak 67 PMI asal NTT Meninggal di Malaysia dalam 6 Bulan Terakhir

    7cloud.asia – Sebanyak 4 Jenazah Pekerja Migran Indonesia atau PMI asal Nusa Tenggara Timur (NTT) tiba di bandara El Tari Kupang pada Sabtu (24/6/2023). 
     
    Dalam surat pengiriman jenazah dari KBRI di Kuala Lumpur dan Konsul Jenderal RI di Kota Kinabalu, Malaysia, penyebab kematian empat PMI asal NTT ini karena menderita sakit. 
     
    Dilansir katongntt.com, jenazah paling muda bernama Teodorus Tuke, yang berumur 23 Tahun asal Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka NTT.
     
    Berdasarkan surat bukti pencatatan kematian KBRI Kuala Lumpur, Teodorus yang beberapa waktu terakhir bekerja sebagai PMI di Malaysia meninggal disebabkan oleh komplikasi buah pinggang pada 20 Juni 2023. 
     
     
    Jenazah kedua bernama Mardiana Ngongo, PMI perempuan berumur 34 tahun asal Desa Badu Hulla, Kecamatan Lamboya. Kabupaten Sumba Barat NTT.
     
    Mardiana meninggal disebabkan right middle cerebral artery stroke, atau biasa dikenal dengan stroke.
     
    Jenazah ketiga Gregorius Halla, juga PMI berumur 55 tahun asal Desa Angkeas, Kecamatan Weliman Kabupaten Malaka. Meninggal disebabkan disebut sebagai coronary artery disease.
     
    Jenazah keempat, adalah PMI bernama Yosep Lalus asal Desa Oetulu, Kecamatan Musi, Kabupaten Timor Tengah Utara.
     
    Yosep bekerja sebagai PMI buruh lading, meninggal disebabkan septic shock with multiorgan failure secondary to meliodosisi bacteremia. 
     
     
    Sebelum empat jenazah PMI ini dibawa dengan empat mobil ambulan menuju rumah keluarganya masing-masing, Suster Laurensia mendaraskan doa.
     
    Suster Laurensia yang dikenal sebagai suster kargo itu didampingi oleh Pendeta Emi Sahertian dari Gereja Masehi Injil di Timor (GMIT).
     
    Setelah itu empat ambulan pembawa jenazah beriringan meninggalkan terminal Cargo Bandara El Tari Kupang dengan diringi suara sirine membelah Kota Kupang.
     
    Jenazah itu selanjutnya dimakamkan di kampungnya masing-masing. 

     
     
     
    Kedatangan 4 jenazah PMI, ini menambah panjang jumlah PMI asal NTT yang meninggal di Malaysia.
     
    Berdasarkan catatan Balai Pelayanan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT, dalam enam bulan ini, sudah 67 PMI NTT yang meninggal di Malaysia.
     

    Sebagian besar PMI asal NTT yang meninggal ini bekerja di Malaysia secara nonprosedural.
     
    Bertujuan mencari kehidupan yang lebih baik dengan menjadi PMI di Malaysia, tidak sedikit warga NTT yang justru menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). 
     
     
    Sebelumnya, Direskrimum Polda NTT Kombes Pol Patar Silalahi, saat menjemput jenazah PMI pada 9 Juni 2023 mengatakan Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) telah melakukan penyelidikan terkait banyaknya warga NTT yang bekerja sebagai PMI ilegal di Malaysia. 
     
    Penyelidikan ini diawali dengan pendataan ke daerah-daerah yang menjadi kantung PMI.

    Ia menegaskan pihaknya terus mengimbau hingga edukasi masyarakat di desa-desa untuk tidak tergiur dengan iming-iming gaji besar dengan bekeraj sebagai PMI di Malaysia secara ilegal.

    Satgas TPPO, ujarnya, juga mendatangi kantong yang sering digunakan sebagai tempat penampungan sementara PMI untuk memastikan pengiriman PMI asal NTT dilakukan secara legal sehingga para PMI terlindungi. 

    Sumber: KatongNTT, baca artikel asli di sini

     
  • Bantu Pengungsi Gaza, PMI Lakukan Layanan Kesehatan Keliling

    Bantu Pengungsi Gaza, PMI Lakukan Layanan Kesehatan Keliling

    7cloud.asia – Berbagai cara dilakukan pemerintah Indonesia untuk membantu para pengungsi di Gaza. Salah satunya dengan melakukan layanan kesehatan keliling secara door to door dari tenda ke tenda.

    Layanan kesehatan ini dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) bekerjasama dengan Lembaga Bantuan Medis di Gaza dengan target melayani 1.000 pengungsi.

    “Target layanan kesehatan keliling PMI tahap pertama ini ditargetkan untuk 1.000 pasien. Setelah target tercapai, PMI akan terus melanjutkan layanan kesehatan tersebut dan menyasar ke beberapa penampungan darurat lainnya,” jelas Ketua Tim Kemanusiaan PMI untuk Gaza, Arifin Muh Hadi seperti yang dikutip Antaranews.

    Baca: PBB prihatin dengan serangan Israel ke Rafah

    Selanjutnya Arifin menjelaskan dirinya beserta beberapa anggota PMI tengah berada di perbatasan Rafah Palestina sengaja memberi pelayanan kesehatan keliling secara door to door. 

    Hal ini untuk mempermudah para pengungsi mengakses layanan Kesehatan. Apalagi banyak pengungsi yang tidak dapat beranjak untuk menuju ke fasilitas layanan Kesehatan darurat.

    “Layanan Kesehatan Keliling ini merupakan upaya PMI dalam mendekatkan layanan kesehatan bagi warga pengungsi yang sakit. Bagi warga yang sakit namun tidak memungkinkan beranjak ke fasilitas kesehatan darurat, mereka mendapatkan layanan door to door,” terangnya.

    Menurutnya layanan kesehatan keliling yang dilakukan oleh PMI ini sangat efektif mengingat terbatasnya fasilitas kesehatan di Gaza tidak sebanding dengan membludaknya jumlah pasien.

    Baca: Serangan Israel tewaskan lebih dari 27 ribu warga Palestina

    “Pendekatan layanan kesehatan keliling ini sangat efektif mengingat jumlah rumah sakit yang beroperasi semakin berkurang, sementara itu kapasitas tampung pasien di rumah sakit yang ada juga sangat terbatas,” urainya.

    Sementara itu, Kepala Penanggulangan Bencana PMI Pusat, Ridwan Sobri Carman menyatakan, dalam memberikan layanan kesehatan, relawan PMI dibagi ke dalam 2 tim.

    Tim tersebut terdiri dari 1 dokter dan 2 perawat dan beroperasi di Rafah dan Khan Younis. “Tim Medis mitra PMI di Wilayah Gaza yang kami mobilisasi terdiri dari 2 tim, masing masing tim didukung oleh satu dokter dan dua perawat. Kedua tim medis ini terus menyasar beberapa penampungan pengungsi di Rafah, Gaza maupun Younis”, ungkap Ridwan.

    Baca: Israel sebut Rafah sasaran berikutnya

    Bantuan medis door to door PMI ini sejalan dengan harapan WHO yang menekankan perlunya peningkatan cakupan imunisasi rutin.

    Selain itu, penyediaan obat penyakit tidak menular, psikotropika, dan anestesi untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat dan mencegah penyebaran penyakit menular.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, sejak konflik Israel-Hamas pecah pada 7 Oktober 2023 sejumlah infrastruktur di wilayah Gaza hancur total.

    Termasuk di dalamnya sejumlah rumah sakit yang tidak luput dari sasaran serangan dan pengeboman tentara Israel.

    UNRWA dalam laporan resminya menyampaikan bahwa akibat serbuan Israel fungsi dan akses pelayanan kesehatan sangat terganggu akibat terbatasnya akses listrik dan air.

    Kini hanya empat dari 22 pusat layanan kesehatan UNRWA beroperasi. Kondisi ini tentu saja menimbulkan bencana kesehatan yang luar biasa.

    Apalagi cuaca dingin dan buruknya sistem sanitasi membuat banyak pengungsi yang jatuh sakit. Sehingga, layanan kesehatan bagi warga Gaza di pengungsian menjadi kebutuhan primer.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • PMI Kembali Distribusikan Paket Kebersihan Pengungsi Warga Palestina di Rafah

    PMI Kembali Distribusikan Paket Kebersihan Pengungsi Warga Palestina di Rafah

    7cloud.asia – Palang Merah Indonesia (PMI) bekerjasama dengan Lembaga Bantuan Kemanusiaan di Rafah, Gaza kembali mendistribusikan paket kebersihan dari tenda ke tenda.

    Kegiatan ini seiring agresi militer Israel yang terus meningkat di wilayah pemukiman pengungsi.

    Kepala Markas PMI Pusat, Arifin Muh Hadi, melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (17/02/2024) menjelaskan bahwa paket kebersihan ini sangat diperlukan oleh pengungsi.

    Sebab mereka kesulitan membeli peralatan paket kebersihan mandi, cuci dan kakus lantaran tidak mempunyai uang dan juga stok barang yang terbatas.

    “Kami berharap dengan adanya paket kebersihan ini, para pengungsi tetap dapat menjaga kebersihan dan kesehatan dirinya sehari-hari. Pendistribusian paket kebersihan ini adalah bagian dari upaya proteksi untuk memastikan setiap orang mendapatkan akses kebutuhan dan mendorong mereka untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” kata Arifin.

    Baca: Serangan Israel tewaskan 27 ribu lebih warga Palestina

    Arifin yang juga Ketua Tim PMI untuk Misi Kemanusiaan Gaza, menjelaskan bahwa pendistribusian paket kebersihan merupakan kali kedua.

    Tim Kemanusiaan PMI sebelumnya juga mendistribusikan paket kebersihan serupa bagi para pasien dan keluarganya yang di rawat di Rumah Sakit Palestina di Kairo, Mesir beberapa waktu yang lalu.

    “Walaupun situasinya sangat sulit, namun kami tetap berupaya agar bantuan kemanusiaan ini tetap terus dapat disalurkan,” ucapnya.

    Sementara itu, Kepala Divisi Penanggulangan Bencana, Ridwan Sobri Carman menyatakan bantuan paket hygiene kits untuk keluarga dikemas dan didistribusikan dalam plastik.

    Paket tersebut berisikan tisu, handuk, sikat gigi, pasta gigi, sandal, sabun mandi, sabun cuci, sampo, dan lainnya.

    Baca: Mungkinkah mewujudkan Palestina yang merdeka dan berdaulat

    “Pendistribusian hygiene kits untuk paket keluarga ini kami lakukan secara langsung bagi warga pengungsi di Rafah Gaza yang saat ini masih tinggal di tenda tenda pemukiman darurat,” jelasnya.

    Meningkatnya serangan udara di Kamp Pengungsian di Rafah telah meningkatkan kekhawatiran yang selanjutnya akan sangat menghambat upaya kemanusiaan.

    Hampir 1,5 juta orang tinggal di Rafah, meningkat lebih dari enam kali lipat populasinya dibandingkan sebelum 7 Oktober.

    Mengutip pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat, Martin Griffiths, operasi militer di Rafah dapat menyebabkan pembantaian di Gaza dan menempatkan operasi kemanusiaan yang rapuh di ambang kematian.

    Baca: Akibat serangan Israel lebih dari 17 ribu anak hidup tanpa pendampng

    Skenario biadab dan tidak berperikemanusiaan tersebut kini telah berlangsung dengan gerakan dan kecepatan yang mengkhawatirkan.

    Lebih dari satu juta orang atau separuh penduduk Gaza berdesakan di Rafah menghadapi kematian,

    “Mereka hanya punya sedikit makanan, hampir tidak ada akses terhadap perawatan medis, tidak ada tempat untuk tidur, tidak ada tempat yang aman untuk dituju,” katanya.

    Sumber: Antaranews

  • PMI Tewas Karena Ditembak Otoritas Malaysia: Penyaluran PMI Jalur Nonprosedural Jadi Akar

    7cloud.asia – Wakil Ketua DPR koordinator bidang kesejahteraan rakyat (kesra) Cucun Ahmad Syamsurijal mengecam penembakan terhadap 5 (lima) orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) oleh otoritas Malaysia yang menewaskan seorang PMI.

    Terkait hal ini Cucun menyoroti soal masih banyaknya PMI non prosedural. Menurut Cucun, masih banyakya PMI jalur nonprosedural menyebabkan dampak-dampak turunan kepada pekerja migran Indonesia.

    “Kita berharap Kementerian Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) bisa segera menyelesaikan banyaknya pekerjaan rumah terkait PMI, termasuk pekerja yang berangkat ke luar negeri tanpa jalur resmi seperti ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Parlementaria, Selasa (28/1/2025).

    Diberitakan sebelumnya, insiden penembakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi pekerja migran ditembak di Perairan Tanjung Rhu, Malaysia pada Jumat (24/1/2025) oleh otoritas Maritim Malaysia, yaitu Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM).

    Akibat penembakan, satu PMI meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka, termasuk satu orang kritis. Mereka yang terluka dikabarkan merupakan warga Aceh, sementara korban meninggal dunia berasal dari Riau.

    Penembakan terjadi saat para PMI nonpresuderal yang berjumlah 26 orang hendak keluar dari Malaysia secara ilegal menggunakan perahu. Di tengah perjalanan, boat yang mereka tumpangi dikejar kapal patroli APMM.

    Baca: Pekerja Migran Indonesia yang bekerja secara ilegal capai jutaan

    Petugas APMM disebut melepaskan tembakan membabi buta ke arah boat dari jarak 20 meter hingga 25 meter.

    Dia meminta instansi terkait memberikan perlindungan bagi korban yang saat ini masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan di Malaysia.

    “Duka cita mendalam bagi PMI yang menjadi korban tewas dan luka-luka akibat penembakan di Perairan Tanjung Rhu, Malaysia. Kita mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan personel dari otoritas Malaysia tersebut,” katanya.

    Cucun menilai penggunaan senjata api oleh APMM tidak dapat dibenarkan dan terlalu berlebihan.

    “Kalau memang harus dilakukan peringatan dan tindakan, semestinya gunakan cara-cara soft approach. Penggunaan senjata api oleh aparat kepada warga sipil sangat berlebihan,” ungkap Legislator dari Dapil Jawa Barat II itu.

    Untuk itu, Cucun mendukung langkah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur yang mengirimkan nota diplomatik kepada Pemerintah Malaysia.

    Baca: Perjuangan panjang kelas pekerja untuk kerja layak

    Hal ini untuk mendorong dilakukannya penyelidikan atas insiden tersebut, termasuk kemungkinan penggunaan kekuatan secara berlebihan atau excessive use of force dalam kasus ini.

    “Indonesia harus meminta pertanggungjawaban dari Malaysia terkait dengan masalah penembakan yang menghilangkan nyawa warga kita,” ujarnya.

    Cucun menilai dibentuknya kementerian khusus terkait PMI menunjukkan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi para pekerja migran Indonesia yang jumlahnya sangat besar.

    Selain isu kekerasan, masalah besar yang saat ini banyak menimpa PMI adalah penyekapan hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO) WNI di sejumlah negara yang dipaksa bekerja sebagai admin judi online.

    “Harus ada terobosan untuk menyelamatkan warga kita agar tidak semakin banyak yang tergiur bekerja di luar negeri secara unprocedural, yang kemudian banyak menjadi korban perdagangan orang, bahkan hingga kekerasan,” tutup Politisi PKB ini.

    Kementerian Luar Negeri bersama KBRI dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) serta atase kepolisian pun diminta untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Malaysia terkait penanganan bagi para korban.

    Saat ini Pemerintah tengah melakukan koordinasi dengan otoritas di Malaysia agar bisa mendampingi penanganan jenazah maupun PMI yang dirawat di rumah sakit.

  • Pemerintah Bersiap Cabut Moratorium Pengiriman PMI ke Arab Saudi, DPR Ingatkan Perlindungan

    Pemerintah Bersiap Cabut Moratorium Pengiriman PMI ke Arab Saudi, DPR Ingatkan Perlindungan

    7cloud.asia – Pemerintah Indonesia bersiap mencabut moratorium pengiriman Pekerja Migran Indonesia ke Arab Saudi setelah Komisi IX DPR memberikan dukungan dengan sejumlah catatan.

    Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, menegaskan bahwa pembukaan kembali penempatan Pekerja Migran Indonesia harus disertai jaminan pelindungan maksimal bagi tenaga kerja Indonesia.

    Dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX pada Senin (28/4/2025), Menteri Karding menyampaikan, ada syarat penting yang harus dipenuhi Arab Saudi seperti perjanjian kerja yang adil dengan pemberi kerja berbadan hukum

    Juga, sistem pemantauan evaluasi, jaminan sosial, gaji minimum, jam kerja layak, serta hak-hak PMI yang terintegrasi dengan hukum Arab Saudi dan standar internasional.

    “Saya bersyukur teman-teman Komisi IX mengapresiasi dan memberi dukungan serta beberapa catatan untuk tema yang kami sampaikan. Soal moratorium Arab Saudi dan kesimpulan-kesimpulannya juga dapat diteruskan, karena itu kan kita melanjutkan SPSK (Sistem Penempatan Satu Kanal),” kata Karding saat ditemui usai rapat di DPR, Senin (28/4/2025).

    Baca: Pekerja Migran Indonesia dipaksa jadi PSK di Dubai 

    Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani Aher menegaskan pentingnya perjanjian bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi sebelum pemerintah mencabut moratorium pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke negara tersebut.

    Perjanjian bilateral tersebut, menurutnya sangat penting untuk menghindari terulangnya kasus kekerasan dan ketidakadilan yang dialami para pekerja migran Indonesia di sana.

    ”Kita harus belajar dari pengalaman pahit yang menjadi dasar diberlakukannya moratorium pada 2015,” ujar Netty melalui keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Jumat (2/5/2025).

    Netty mengingatkan, pencabutan moratorium tanpa landasan hukum yang jelas dan kuat sama saja dengan melepas anak bangsa ke dalam risiko eksploitasi.

    “Jangan ulangi sejarah kelam, di mana PMI kita diperlakukan semena-mena tanpa perlindungan hukum yang memadai,” tegasnya.

    Baca: Pemerintah kurang maksimal antisipasi kasus perdagangan orang

    Sejak diberlakukannya moratorium pada 2015, tercatat banyak kasus kekerasan, penyiksaan, hingga kematian yang dialami PMI yang bekerja di sektor domestik asal Indonesia di Arab Saudi.

    Karena itu, Netty juga mempertanyakan kelanjutan Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK) yang sebelumnya menjadi skema resmi antara kedua negara.

    “Kalau SPSK mau dihapus atau diubah, mana kajian resminya? Bagaimana evaluasi pelaksanaannya? Jangan sampai kita membuka kembali ruang praktik ilegal, calo, dan perdagangan manusia terselubung,” ujar legislator dari Dapil Jawa Barat VIII ini.

    Netty menekankan bahwa pencabutan moratorium harus disertai dengan komitmen nyata dari pemerintah Arab Saudi dalam bentuk perjanjian yang menjamin perlindungan hak-hak PMI secara setara dan adil.

    Dia mengingatkan, apa yang dikirim bukan mesin tetapi manusia yang mempunyai jiwa, nyawa dan sanak keluarga.

    Baca: Ketidakadilan iklim bisa memicu kasus perdagangan orang

    ”Sebagian dari mereka adalah ibu dari anak-anak, tulang punggung keluarga, dan warga negara yang punya hak untuk dilindungi,” katanya.

    Ia menambahkan bahwa perjanjian bilateral tersebut harus memuat sejumlah poin penting, seperti standar perlindungan hak asasi PMI, pengaturan jam kerja yang manusiawi, tempat tinggal yang layak.

    Juga, jaminan kesehatan, mekanisme penyelesaian sengketa yang adil dan cepat, akses terhadap bantuan hukum, serta sistem perekrutan yang transparan dan bebas praktik percaloan.

    “Tanpa semua itu, mencabut moratorium sama saja dengan menempatkan PMI kita dalam bahaya,” pungkas Netty.

  • PMI Distribusikan 250 Ribu Liter Air untuk Korban Bencana di Padang

    PMI Distribusikan 250 Ribu Liter Air untuk Korban Bencana di Padang

    7cloud.asia – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang sejak 25 November lalu telah mendistribusikan 250 ribu liter air bersih kepada sejumlah titik pelayanan.

    Pendistribusian ini dilakukan pasca banjir bandang dan longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Sumatera Barat hingga masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih.

    Dalam rilis yang diterima 7cloud.asia, distribusi air bersih tersebut dilakukan menggunakan 1 unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter ke sejumlah tempat.

    Diantaranya RSUP Dr. M. Djamil Padang, RSUD dr. Rasidin, RS Hermina Padang, serta permukiman warga di Kuranji, Surau Gadang, Kurao Pagang, Kampung Lapai, dan Alai Parak Kopi.

    Baca: Sebelum Bencana di Sumatera, BMKG Berkali-kali Keluarkan Peringatan Dini

    Untuk memenuhi kebutuhan air bersih tersebut, warga menggunakan ember, galon, dan wadah air lain. Sedangkan distribusi air untuk musholla dan rumah sakit menggunakan toren-toren berkapasitas besar.

    Menurut Redo Ilhamsahfitra, Staf PMI Kota Padang, air yang didistribusikan PMI ini bersumber dari sumur bor PDAM di Sungai Sapih dan Durian Tarung di Kelurahan Kuranji, serta sumur bor PDAM di Kelurahan Pisang.

    “Sebagian besar wilayah Kota Padang mengalami kelumpuhan sumber air karena banyak sarana air bersih yang terdampak banjir bandang dan tertutup lumpur. Untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, PMI mengandalkan sumber air dari sumur bor PDAM untuk menyediakan air bersih bagi warga,” jelasnya.  

    Baca: Pasca Bencana di Sumatera, Ini Rencana BNPB

    Pendistribusian air bersih di Kota Padang ini, PMI dibantu oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pekerjaan Umum (PU), dan Pemadam Kebakaran (Damkar).

    Selain menggunakan truk tangki, PMI juga menempatkan dua unit toren berkapasitas 1.000 liter di sejumlah titik pengungsian. Hal ini untuk memastikan masyarakat di lokasi pengungsian tetap memiliki akses terhadap air bersih.

  • Tangani Masyarakat Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh, PMI Kerahkan Tim Mobile Clinic

    Tangani Masyarakat Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh, PMI Kerahkan Tim Mobile Clinic

    7cloud.asia – Palang Merah Indonesia (PMI) mengirimkan Tim Mobile Clinic untuk menangani masalah kesehatan yang dialami masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh.

    Tim ini terdiri dari tenaga medis dan non-medis, termasuk dokter, perawat, bidan, koordinator lapangan, serta personel dukungan psikososial

    Total personel yang dikerahkan yaitu 25 orang, terdiri dari 5 dokter, 10 perawat, 4 bidan, 4 koordinator, dan 2 personel dukungan psikososial (PSP).

    Pengiriman pertama dilakukan oleh RS PMI Bogor, yang berangkat pada Jumat dini hari (12/12/2025) melalui jalur udara.

    Baca: PMI Distribusikan 250 Liter Air untuk Korban Bencana di Padang

    Selanjutnya, tim dari PMI Solo, PMI Provinsi DIY, PMI Kabupaten Bantul, dan PMI Provinsi Banten diberangkatkan pada Sabtu (13/12/2025).

    Tim mobile clinic membawa sejumlah peralatan medis serta obat-obatan untuk menangani kasus-kasus yang saat ini paling banyak terjadi, seperti ISPA, diare, penyakit kulit, gatal-gatal, demam, dan flu.

    Berdasarkan data Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes per 10 Desember, jumlah kasus kesehatan di Aceh meliputi ISPA 4.727 kasus, penyakit kulit 4.199 kasus, diare 761 kasus, flu 694 kasus, dan demam 188 kasus.

    Sekretaris Jenderal PMI, A.M. Fachir, menjelaskan penguatan tenaga kesehatan dari luar Sumatera perlu dilakukan pada fase ini.

    Baca: Banjir Sumatera adalah Dampak Resentralisasi Kekuasaan

    “Pada awal respon, kami memaksimalkan tenaga kesehatan lokal di Pulau Sumatera. Namun kini sudah memasuki minggu ketiga setelah bencana, dan banyak tenaga lokal mulai kelelahan. Karena itu, saatnya kami mengerahkan tenaga kesehatan dari luar Sumatera, terutama dari lokasi-lokasi terdekat,” jelas Fachir.

    Tim Mobile Clinic PMI, kata Fachir, akan bertugas selama 14 hingga 21 hari di tiga wilayah terdampak, yaitu Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Aceh Utara.

    Hingga Jumat (12/12/2025), PMI telah memberikan layanan kesehatan dan dukungan psikososial di sejumlah wilayah di tiga provinsi terdampak.

    Sebanyak 2.701 jiwa menerima layanan kesehatan, 2.318 jiwa menerima dukungan psikososial, dan 1.225 jiwa menerima layanan promosi kesehatan.

  • Gembiranya Anak-anak di Padang Saat Boneka Mengedukasi Korban Banjir

    Gembiranya Anak-anak di Padang Saat Boneka Mengedukasi Korban Banjir

    7cloud.asia – Canda, tawa dan celoteh anak-anak korban banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat ini mewarnai sesi edukasi cuci tangan di Batipuh Panjang pada Selasa (9/12/2025) lalu.

    Sekitar 25 anak berkumpul di sebuah lapangan. Mata mereka tertuju pada sebuah boneka, Dodo berwajah lucu yang dimainkan oleh staf PMI Brebes, Safa’atulloh.

    Safaat, sapaan akrab pria berusia 30 tahun ini, menggunakan kemampuan ventriloquist atau seni berbicara dengan menggerakkan boneka tidak hanya sekedar memberikan hiburan.

    Safaat bersama tim dari PMI juga memberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama tentang cara cuci tangan pakai sabun kepada anak-anak korban bencana.

    Baca: PMI Distribusikan 250 Liter Air Bersih untuk Korban Bencana di Padang

    Anak-anak yang hadir tampak antusias mendengar penjelasan dari Safaat dan Dodo. Seperti yang diungkapkan oleh Kuin. Bocah berusia 5 tahun ini tampak begitu bersemangat. “Aku seneng dan gemes sama Dodo, soalnya mukanya lucu!” celoteh Kuin. 

    Sementara itu, Deni (6 tahun) mengangkat tangan ketika ditanya siapa yang rutin menjaga kebersihan. “Aku selalu nurut sama orangtua. Aku sikat gigi dan cuci tangan sebelum makan,” jawabnya bangga.

    Di tengah kerja teknis tim air dan sanitasi, dari menyalurkan air bersih hingga mengelola air bersih, kehadiran Dodo memberi sentuhan berbeda.

    Baca: PMI Kerahkan Tim Mobile Clinic untuk Korban Bencana Banjir di Aceh 

    Ia membantu menjembatani komunikasi antara relawan dan anak-anak, yang biasanya rentan secara psikologis setelah bencana.

    “Selama ada Dodo, anak-anak lebih fokus dan suasana jadi lebih cair. Mereka lebih berani menjawab dan bertanya,” kata Safaat.

    Kisah Safaat dan Dodo menunjukkan bahwa aksi kemanusiaan tak hanya soal logistik. Ia juga tentang cara kreatif menjangkau masyarakat, terutama mereka yang paling rentan dan paling membutuhkan perhatian. 

  • Kunjungi Aceh, JK: Bantuan Asing Boleh Masuk Selama untuk Kemanusiaan

    Kunjungi Aceh, JK: Bantuan Asing Boleh Masuk Selama untuk Kemanusiaan

    7cloud.asia – Ketua umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla menegaskan bantuan asing untuk korban bencana dan pemulihan wilayah Sumatera seharusnya dapat masuk ke Indonesia dalam rangka kemanusiaan.

    Di sela-sela kunjungannya ke Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pria yang akrab disapa JK ini mengatakan bantuan tersebut harus dikoordinasikan dengan baik oleh pemerintah.  

    “Nanti tergantung dari pemerintah menghitung semuanya. Kalau sanggup ya kami buktikan dengan anggaran yang besar. Tapi kalau ini terlalu tinggi, tidak perlu minta, kalau ada masyarakat yang ingin bantu, tentu baik saja sebagai kemanusiaan. Dan kemanusiaan itu tidak ada batas wilayah,” jelas JK pada Jumat (19/12/2025).

    Baca: PMI Distribusikan 250 Liter Air untuk Korban Bencana di Padang

    Pada kunjungannya tersebut, JK melihat kondisi sejumlah rumah roboh dan rusak. Lumpur masih menggenangi rumah mereka dan kayu-kayu berserakan hingga memenuhi sungai.

    “Banjir itu akibat merusak yang banyak. Salah satu sebabnya ialah karena banyak kayu yang masuk ke sungai akibat perusakan lingkungan diatas, gitu kan? Jadi semua ini harus dibersihkan,” terangnya.

    Menurut mantan wakil presiden ini, kayu-kayu yang memenuhi sungai tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat setempat.   

    Baca: Tangani Korban Banjir, PMI Luncurkan Mobile Clinic

    “(Kayu) dipotong, angkut. Yang bisa dimanfaatkan ya manfaatkan. Yang tidak bisa, buang di suatu tempat tertentu. (Kayu) bisa dimanfaatkan untuk masyarakat untuk bikin meja, kursi. Agar mengurangi kesulitan masyarakat,” jelas JK.

    Pada kesempatan tersebut JK mendengar berbagai keluhan masyarakat yang berada di pengungsian. Mereka mengungkapkan hingga kini kebutuhan makanan, minuman, obat-obatan, peralatan dapur hingga kebutuhan sehari-hari masih kurang.

    Baca: Pemerintah Diminta Segera Buka Keran Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera

    Mendengar keluhan tersebut, Jk berjanji melalui PMI akan segera menyalurkan bantuan kepada para korban.  

    “PMI akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa bantuan dapat segera disalurkan kepada para korban. Kami akan memberikan bantuan yang diperlukan, mulai dari kebutuhan dasar hingga peralatan yang dapat membantu pemulihan pasca-bencana,” kata JK.