Tag: polusi

  • Polusi dan Suhu Tinggi Picu Perkembangan Nyamuk Malaria

    Polusi dan Suhu Tinggi Picu Perkembangan Nyamuk Malaria

    7cloud.asia – Pada 2017, malaria membunuh 435 ribu orang di seluruh dunia. Sebagian besar kasus kematian – 403 ribu – terjadi di benua Afrika. Mayoritasnya di Afrika sub-Sahara.

    Saya dan kolega di Institut Nasional untuk Penyakit Menular melacak kasus malaria dan perilaku nyamuk di Afrika Selatan.

    Kami, dalam penelitian, mengamati tiga aspek utama. Salah satunya adalah pengaruh aktivitas manusia terhadap biologi nyamuk. Di sini kami melihat efek polusi logam berat pada berbagai ciri riwayat hidup serta ekspresi resistensi insektisida di Anopheles arabiensis, yang merupakan salah satu spesies nyamuk yang menularkan penyakit malaria.

     

    Kami juga melakukan penelitian mengenai dampak perubahan iklim terhadap kemanjuran insektisida yang ditujukan untuk vektor malaria.

    Kami kemudian melihat bagaimana efek suhu yang hangat pada vektor malaria utama, An. arabiensis.

    Nyamuk An. arabiensis sangat sulit dikendalikan. Selain resistensi insektisida yang sudah dilaporkan, mereka cenderung menghindari jaring dan dinding yang diberi insektisida. Nyamuk ini juga cenderung menggigit orang di luar ruangan, tempat ini hanya sedikit yang bisa dilakukan untuk perlindungan.

    Riset kami bertujuan untuk memahami aspek biologi nyamuk kompleks ini untuk melacak bagaimana perubahan lingkungan mempengaruhi perilaku hewan ini. Mudah-mudahan ini akan menginformasikan strategi pengendalian malaria dan membawa kita lebih dekat untuk menghilangkan penyakit ini.

    Racun-racun

    Tahap larva nyamuk adalah akuatik atau hidup dekat air. Tahap rentan ini sangat penting untuk kesejahteraan nyamuk dewasa. Ini mirip dengan kesehatan bayi manusia akan menentukan kesehatan masa depan orang dewasa.

    Banyak faktor lingkungan larva memiliki efek mendalam pada kesejahteraan nyamuk dewasa. Ini termasuk suhu lingkungan, tingkat kepadatan, dan akses nutrisi. Namun, aktivitas manusia telah mengakibatkan peningkatan tingkat polusi air, dan jentik nyamuk terpapar lebih banyak racun.

    Hal ini berdampak besar pada nyamuk penular malaria. Serangga ini biasanya berkembang biak di air bersih, tapi telah beradaptasi dengan berkembang biak di air yang tercemar. Ini berarti vektor malaria sekarang berpotensi meningkatkan jangkauan mereka ke daerah yang malaria biasanya tidak terjadi.

    Penelitian kami menunjukkan bahwa sumber air yang tercemar menjadi tempat berkembang biak nyamuk yang toleran atau tahan terhadap berbagai racun. Kami menemukan bahwa nyamuk dewasa yang terpapar logam sejak tahap larva menjadi resisten terhadap insektisida.

    Saat ini kami tidak tahu apakah nyamuk yang resisten terhadap insektisida atau rentan lebih baik dalam menularkan malaria. Tapi aktivitas pencemaran menghasilkan perluasan jangkauan dan perubahan prosedur seleksi pada nyamuk.

    Suhu pada insektisida dan nyamuk

    Penelitian lebih lanjut yang kami lakukan menunjukkan bahwa suhu tinggi juga mempengaruhi kemanjuran (efikasi) insektisida tertentu.

    Insektisida umumnya digunakan sebagai intervensi kesehatan masyarakat terhadap vektor malaria di beberapa negara Afrika seperti Afrika Selatan, Kamerun, dan Kenya. Mereka adalah bagian penting dari kebijakan dan strategi pengendalian malaria untuk menghilangkan penyakit tersebut.

    Temuan kami penting dalam upaya menentukan kemanjuran insektisida yang saat ini digunakan. Namun, penelitian kami berbasis di laboratorium dalam kondisi terkontrol sehingga masih harus diuji dalam kehidupan nyata. Pasalnya, suhu yang berbeda dapat memiliki efek yang berbeda. Kondisi lingkungan juga bervariasi dan dapat berdampak pada kemanjuran insektisida.

    Terkait nyamuk, penelitian kami menunjukkan bahwa suhu dapat berdampak signifikan pada siklus hidup serangga ini. Misalnya, perubahan iklim dapat mempengaruhi distribusi vektor malaria. Kami mempelajari bagaimana kenaikan suhu mempengaruhi vektor utama malaria. Kami berfokus secara khusus pada bagaimana vektor yang resisten terhadap insektisida terpengaruh vektor yang rentan terhadap insektisida.

    Nyamuk yang mengembangkan resistensi lebih toleran atau mampu bertahan terhadap  suhu tinggi dibandingkan nyamuk yang tidak resisten. Ini berarti bahwa ketika suhu naik, maka nyamuk bisa kebal terhadap insektisida. Ini akan mempersulit pengendalian malaria.

    Mengapa kita harus khawatir

    Aktivitas manusia mendorong evolusi nyamuk. Kegiatan pencemaran mengakibatkan nyamuk penular malaria meluas ke daerah yang sebelumnya tidak ada. Adaptasi terhadap polusi air menghasilkan peningkatan toleransi terhadap pestisida.

    Nyamuk yang tahan insektisida atau toleran lebih baik mengatasi polutan yang lebih beracun. Saat ini tidak diketahui apakah nyamuk ini lebih mungkin menularkan malaria daripada nyamuk yang rentan terhadap insektisida.

    Para ilmuwan baru mulai mengungkap apa artinya ini bagi pemberantasan malaria.

     Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris di The Conversation, untuk memperingati Hari Malaria Sedunia, 25 April.

  • Polusi dan Perubahan Iklim Picu Infertilitas pada Laki-laki

    Polusi dan Perubahan Iklim Picu Infertilitas pada Laki-laki

    7cloud.asia – Infertilitas saat ini menjadi satu masalah serius di dunia. Dari penelitian terungkap, infertilitas pria berkontribusi sekitar setengah dari semua kasus infertilitas dan mempengaruhi 7% populasi pria.

    Namun, infertilitas pria jauh lebih sedikit dibahas daripada infertilitas perempuan, salah satunya karena tabu sosial dan budaya yang mengelilinginya.

    Bagi sebagian besar pria yang memiliki masalah kesuburan atau infertilitas , penyebabnya tetap tidak dapat dijelaskan dan stigmanya berarti banyak yang menderita dalam kesunyian.

    Penelitian menunjukkan masalahnya mungkin berkembang. Faktor-faktor termasuk polusi telah terbukti mempengaruhi kesuburan pria, dan khususnya, kualitas sperma – dengan potensi konsekuensi yang sangat besar bagi individu, dan seluruh masyarakat.

    Masalah infertilitas ini mengemuka menyusul melambannya pertumbuhan penduduk dunia. Seperti diketahui, populasi global telah meningkat drastis selama abad terakhir. Padahal 70 tahun yang lalu – dalam masa hidup manusia – hanya ada 2,5 miliar orang di Bumi.

    Pada 2022, populasi global mencapai delapan miliar. Namun, laju pertumbuhan penduduk melambat, terutama karena faktor sosial dan ekonomi.

    Tingkat kelahiran di seluruh dunia mencapai rekor terendah. Lebih dari 50% populasi dunia tinggal di negara-negara dengan tingkat kesuburan atau inferrylitas di bawah dua anak per perempuan.

    Hal itu mengakibatkan populasi yang tanpa migrasi secara bertahap akan menyusut.

    Alasan-alasan di balik penurunan angka kelahiran ini termasuk perkembangan positif, seperti kemandirian finansial perempuan yang lebih besar dan kendali atas kesehatan reproduksi mereka.

    Di sisi lain, di negara-negara dengan tingkat kesuburan rendah, banyak pasangan ingin memiliki lebih banyak anak, penelitian menunjukkan, tetapi mereka mungkin menunda karena alasan sosial dan ekonomi, seperti kurangnya dukungan keluarga.

    Pada saat yang sama, mungkin juga ada penurunan kesuburan yang berbeda, yang dikenal sebagai fekunditas – artinya, kemampuan fisik seseorang untuk menghasilkan keturunan.

    Secara khusus, penelitian menunjukkan seluruh spektrum masalah reproduksi pada pria meningkat, termasuk penurunan jumlah sperma, penurunan kadar testosteron, dan peningkatan level disfungsi ereksi dan kanker testis.

    Baca: Polusi akibatkan 7 juta kematian dini per tahun

    Sarah Martins Da Silva, seorang pembaca klinis kedokteran reproduksi di University of Dundee, sekaligus seorang ginekolog menemukan perubahan kecil dapat memiliki efek yang kuat pada sel-sel yang sangat terspesialisasi ini, dan terutama, kemampuannya untuk membuahi sel telur.

    Aspek penting untuk kesuburan adalah kemampuannya untuk bergerak secara efisien (motilitas), bentuk dan ukurannya (morfologi), dan berapa banyak mani yang ada dalam jumlah tertentu (dikenal sebagai jumlah sperma).

    Itu adalah aspek-aspek yang diperiksa ketika seorang pria melakukan pemeriksaan kesuburan atau infertilitas.

    “Secara umum, ketika Anda mendapatkan kurang dari 40 juta sperma per mililiter mani, Anda mulai melihat masalah kesuburan,” kata Hagai Levine, profesor epidemiologi di Hebrew University of Jerusalem.

    Jumlah sperma, jelas Levine, memiliki hubungan yang erat dengan peluang kesuburan. Sementara jumlah sperma yang lebih tinggi tidak selalu berarti kemungkinan pembuahan yang lebih tinggi, di bawah ambang batas 40 juta/mililiter kemungkinan pembuahan turun dengan cepat.

    Pada 2022, Levine dan kolaboratornya menerbitkan ulasan tentang tren global dalam jumlah sperma. Ini menunjukkan bahwa jumlah sperma turun rata-rata 1,2% per tahun, antara 1973 hingga 2018, dari 104 menjadi 49 juta/mililiter.

    Sejak tahun 2000, laju penurunan ini meningkat menjadi lebih dari 2,6% per tahun.

    Levine berpendapat percepatan ini bisa disebabkan oleh perubahan epigenetik. Artinya, perubahan cara kerja gen yang disebabkan oleh faktor lingkungan atau gaya hidup.

    Tinjauan lainnya juga menunjukkan epigenetik dapat berperan dalam perubahan sperma dan infertilitas laki-laki.

    “Ada tanda-tanda bahwa itu bisa terakumulasi lintas generasi,” katanya.

    Gagasan bahwa perubahan epigenetik dapat diwariskan lintas generasi bukannya tanpa kontroversi, tetapi ada bukti yang menunjukkan bahwa hal itu mungkin terjadi.

    “Ini [penurunan jumlah sperma] adalah penanda buruknya kesehatan pria, bahkan mungkin umat manusia,” kata Levine. “Kita menghadapi krisis kesehatan masyarakat – dan kita tidak tahu apakah itu dapat dibatalkan.”

    Penelitian menunjukkan infertilitas pria dapat memprediksi masalah kesehatan di masa depan, meskipun kaitan pastinya belum sepenuhnya dipahami.

    Salah satu kemungkinannya adalah faktor gaya hidup tertentu dapat menyebabkan infertilitas dan masalah kesehatan lainnya.

    “Meskipun pengalaman menginginkan anak dan tidak bisa hamil sangat menghancurkan, ini adalah masalah yang jauh lebih besar,” kata Da Silva.

    Perubahan gaya hidup individu mungkin tidak cukup untuk menghentikan penurunan kualitas sperma. Semakin banyak bukti yang menunjukkan ancaman lingkungan yang lebih luas: polutan beracun.

    Dunia yang beracun
    Rebecca Blanchard, rekan pengajar kedokteran hewan dan peneliti di University of Nottingham, Inggris, sedang menyelidiki pengaruh bahan kimia lingkungan yang ditemukan di dalam rumah terhadap kesehatan reproduksi pria.

    Dia menggunakan anjing sebagai ‘prajurit penjaga’ – semacam sistem alarm peringatan dini untuk kesehatan manusia.

    “Anjing itu berbagi lingkungan dengan kita, ” katanya. “Dia tinggal di rumah yang sama dan terpapar kontaminan kimia yang sama dengan kita. Jika kita melihat anjingnya, kita bisa melihat apa yang terjadi pada manusia.”

    Penelitiannya berkonsentrasi pada bahan kimia yang ditemukan dalam plastik, penghambat api, dan barang-barang rumah tangga biasa.

    Beberapa dari bahan kimia ini telah dilarang, tetapi masih tertinggal di lingkungan atau barang-barang yang lebih tua.

    Penelitiannya telah mengungkapkan bahwa bahan kimia ini dapat mengganggu sistem hormonal kita dan membahayakan kesuburan anjing dan manusia.

    “Kami menemukan penurunan motilitas sperma pada manusia dan anjing,” kata Blanchard. “Ada juga peningkatan jumlah fragmentasi DNA.”

    Fragmentasi DNA sperma mengacu pada kerusakan pada materi genetik sperma. Hal ini dapat berdampak di luar pembuahan: karena tingkat fragmentasi DNA meningkat, jelas Blanchard, begitu pula kasus keguguran dini.

    Temuan ini sejalan dengan penelitian lain yang menunjukkan kerusakan kesuburan yang disebabkan oleh bahan kimia yang ditemukan dalam plastik, obat-obatan rumah tangga, rantai makanan, dan udara.

    Ini mempengaruhi pria maupun perempuan, dan bahkan bayi. Karbon hitam, PFAS (per- and polyfluoroalkyl substances), dan ftalat, semuanya telah ditemukan bisa menjangkau bayi dalam kandungan.

    Perubahan iklim juga dapat berdampak negatif terhadap kesuburan laki-laki. Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan sperma sangat rentan terhadap efek peningkatan suhu.

    Gelombang panas telah terbukti merusak sperma pada serangga dan dampak serupa telah diamati pada manusia.

    Sebuah penelitian pada 2022 menemukan suhu lingkungan yang tinggi – karena pemanasan global, atau bekerja di lingkungan yang panas – berdampak negatif pada kualitas sperma.

    Pola makan yang buruk, stres dan alkohol
    Bersamaan dengan faktor lingkungan ini, masalah individu juga dapat membahayakan kesuburan laki-laki, seperti pola makan yang buruk, gaya hidup yang tidak aktif, stres, serta penggunaan alkohol dan obat-obatan.

    Dalam beberapa dekade terakhir telah terjadi pergeseran tentang penuaan. Sementara perempuan sering diingatkan tentang jam biologis mereka, usia dianggap tidak menjadi masalah bagi kesuburan pria.

    Namun sekarang, gagasan itu berubah. Usia paternal seorang pria dikaitkan dengan kualitas sperma yang lebih rendah dan berkurangnya kesuburan.

    Ada seruan yang berkembang untuk pemahaman yang lebih baik tentang infertilitas pria dan pendekatan baru untuk pencegahan, diagnosis, dan pengobatannya – serta peningkatan kesadaran akan kebutuhan mendesak untuk mengatasi polusi.

    Sementara itu, adakah yang dapat dilakukan seseorang untuk melindungi atau meningkatkan kualitas spermanya?

    Olahraga dan pola makan yang lebih sehat mungkin merupakan awal yang baik, karena dikaitkan dengan peningkatan kualitas sperma.

    Blanchard merekomendasikan untuk memilih makanan organik dan produk plastik yang bebas BPA (Bisphenol A), bahan kimia yang terkait dengan masalah kesuburan pria dan perempuan.

    “Ada hal-hal kecil yang dapat Anda lakukan,” katanya.

    Dan, kata Hannington, jangan menderita dalam diam.

    Setelah lima tahun perawatan dan tiga putaran ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection), teknik IVF di mana satu sperma disuntikkan ke pusat sel telur, dia dan istrinya memiliki dua orang anak.

    Bagi orang yang harus membayar perawatan kesuburan sendiri, prosedur seperti itu mungkin tidak terjangkau.

    Di AS, satu putaran IVF dapat menelan biaya hingga 30.000 dolar AS (senilai Rp452 juta) dan perlindungan asuransi untuk IVF dapat bergantung pada negara tempat Anda tinggal dan siapa pemberi kerja Anda.

    Bagaimanapun, Hannington mengatakan dia masih merasakan penderitaan mental dari cobaan yang dia hadapi.

    “Setiap hari saya bersyukur karena sudah memiliki anak, tetapi saya tidak lupa,” katanya. “Itu akan selalu menjadi bagian dari diri saya.”

    Versi bahasa Inggris dari artikel ini, How pollution is causing a male fertility crisis bisa Anda baca di laman BBC Future.

     
  • Ilmuwan AS Gunakan Tanaman dan Jamur untuk Membersihkan Polusi Tanah

    Ilmuwan AS Gunakan Tanaman dan Jamur untuk Membersihkan Polusi Tanah

    7cloud.asia – Para ilmuwan dari University of California Riverside, AS sedang mengembangkan penelitian dengan menggunakan tanaman dan jamur untuk ‘membersihkan’ lingkungan yang mengalami polusi cukup parah.

    Mereka menyebarkan tanaman dan jamur yang dipilih secara hati-hati di bekas lokasi industri di Los Angeles yang mengalami polusi parah. Tujuan mereka adalah menghilangkan logam berat dan petrokimia yang telah mencemari daerah tersebut selama puluhan tahun. 

    Di suatu lahan telantar bekas kawasan industri di Los Angeles, Kreigh Hampel mencungkil sorgum hitam California dengan garu untuk mengetahui berapa banyak timbel yang diserapnya.

    Bunga-bunga putih dan merah muda tanaman itu memiliki kemampuan membersihkan yang menakjubkan, yang menurut para ilmuwan dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan polutan berbahaya – dan bahkan mendaur ulangnya.

    Hampel, sukarelawan proyek ini, mengatakan, ”Tanaman benar-benar dapat melakukan pembersihan, mereka tahu bagaimana caranya, mereka telah melakukannya berkali-kali selama jutaan tahun.”

    Baca: Polusi terbukti menurunkan kesuburan laki-laki

    Eksperimen ini adalah bagian dari proyek yang dijalankan University of California Riverside, yang telah menyebarkan tanaman dan jamur yang dipilih dengan hati-hati di bekas lokasi industri tersebut untuk membersihkan logam berat dan petrokimia yang telah mencemari daerah itu selama puluhan tahun.

    Danielle Stevenson, yang memimpin penelitian itu, mengatakan, teknik-teknik pembersihan hayati seperti itu jauh lebih hemat biaya daripada teknik biasa.

    “Kami membersihkan lokasi-lokasi ini dengan menggunakan jamur dan tanaman. Metode pembersihan konvensional hanyalah menggali semua tanah yang terkontaminasi dan membuangnya di tempat lain.”

    Menurutnya, pendekatan konvensional tidak benar-benar menyelesaikan masalah polusi dan biayanya pun besar sekali.

    Baca: Polusi dan kenaikan suhu dorong perkembangan nyamuk malaria

    Proyek Stevenson, yang dilakukan di tiga lokasi di Los Angeles dan sekitarnya, menganggarkan biaya sekitar USD 200.000.
     
    Sejauh ini, hasilnya sangat menggembirakan. Dalam tiga bulan, proyek itu telah mengurangi 50 persen petrokimia dan untuk beberapa jenis logam, level itu akan tercapai dalam enam bulan, ujarnya.

    Stevenson, seorang pakar jamur, memilih senjata antipolusinya dengan hati-hati. Jamur tiram ditanam ke tanah karena peran alaminya dalam penguraian; miselium, bagian jamur yang terpendam, menyerap solar.

    Di alam, jamur ini akan memakan pohon mati. Di tanah, jamur ini akan mengenali minyak solar, misalnya, sebagai sumber makanan.

    Beberapa tanaman asli California, termasuk telegraph weed dan bunga matahari semak California, sangat baik dalam menyerap logam berat.

    “Cara kerjanya adalah tanaman itu saya anggap sebagai penyedot debu bertenaga surya. Pada dasarnya tanaman menyedot logam, seperti timbel, ke tubuh mereka. Jadi ketika kita mencabut tanaman, kita menyingkirkan timbel dari tanah. Jadi tanah dibersihkan dari logam berbahaya,” jelasnya.

    Baca: Polusi udara akibatkan 7 juta kematian dini setiap tahunnya

    Timbel dan logam lainnya kemudian dapat diperoleh dari tanaman tersebut dan bahkan digunakan kembali.

    Di seluruh AS dan negara industri, tempat komersial yang telah tercemar setelah lewat masa pakainya kerap kali ditelantarkan begitu saja, kata Stevenson. Tanggung jawab untuk membenahinya jatuh pada otoritas lokal yang tidak memiliki cukup dana atau perlengkapan.

    Di AS, di mana Badan Perlindungan Lingkungan Hidup mencatat hampir 1.900 lokasi bermasalah, hanya sejumlah kecil proyek pembersihan dilakukan setiap tahun, kata Stevenson.

    Ia berharap metode yang lebih murah akan memungkinkan lebih banyak lagi lokasi yang dibersihkan.

    Para aktivis mengatakan penggunaan pembersihan hayati tidak terbatas untuk memperbaiki bekas lokasi industri. Proses ini juga dapat digunakan untuk membantu membersihkan abu beracun sisa kebakaran hutan – masalah tahunan di California yang rawan kebakaran.

    Baca: Kampanye iklim harus tumbuhkan kesadaran bukan kengerian

    Sementara itu, Stevenson menunjuk pada prasangka tak sehat mengenai jamur – seperti jamur menakutkan yang menginfeksi zombie dalam serial di HBO, “The Last of Us.”

    “Saya selalu ditanya: ‘Kalau kita gunakan jamur untuk membersihkan suatu tempat, apakah jamur ini akan mengambil alih, memakan rumah kita dan menguasai dunia?” katanya dan dengan cepat ia menjawab, “Tidak akan.”

    Inilah sebabnya mengapa penting untuk melakukan eksperimen semacam itu di dunia nyata, bukan hanya di laboratorium.

    Stevenson berpendapat, jika lebih banyak tes lapangan untuk metode ini dilakukan, orang akan semakin yakin untuk memilih pendekatan semacam ini. 

    Sumber: VOA Indonesia

  • Perbaiki Kualitas Udara, Pemprov DKI Jakarta Tanam 200 Pohon Langka

    Perbaiki Kualitas Udara, Pemprov DKI Jakarta Tanam 200 Pohon Langka

     

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih tetap melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki kondisi udara Jakarta. Salah satunya adalah dengan menanam 200 pohon langka.

    Penananaman pohon langka tersebut dilakukan oleh Pejabat (Pj) Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Heru Budi Hartono bersama jajaran Forkopimko Jakarta Selatan di Jalan Sirsak, RT 10/04, Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa pada Jumat (15/09/2023).

    Dikutip dari beritajakarta, penanaman pohon langka tersebut dilakukan di lahan milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta seluas 9.000 meter persegi.

    Baca: Pemkot Jakarta Timur sediakan lahan 8,5 hektere untuk hutan kota

    Pohon-pohon tersebut merupakan pohon buah lokal yang saat ini sulit dijumpai. Diantaranya adalah pohon kecapi, buni, gowok, dan lainnya.

    “Ada tambahan lahan seluas 9.000 meter persegi yang didapat dari penyerahan kewajiban pengembang. Hari ini kita tanam tanaman-tanaman langka. Terima kasih, dan ini menjadi patron kita selalu bersama Forkopimda menanam pohon,” jelas Heru.

    Selanjutnya Heru memaparkan pihaknya sengaja menanam pohon buah langka, agar masyarakat dapat lebih mengenal buah lokal langka ini.

    Baca: Jakarta akan tambah 800 ruang terbuka hijau

    Penanaman poho langka ini juga sengaja dilakukan di lahan milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta agar memudahkan petugas untuk merawat dan melestarikannya.

    “Warga juga bisa melihat, oh ini pohon buni, pohon kecapi dan seterusnya. Mereka sambil lari pagi, olahraga kalau ada buahnya ambil saja, gratis,” katanya.

    Sebelumnya sejak bulan Juli, Pemprov DKI Jakarta menanam pohon untuk menghijaukan Jakarta.

    Baca: Terkait polusi udara di Jakarta, Pemerintah diminta tak kasih solusi palsu

    Dalam kurun waktu satu bulan tersebut, sebanyak 25.000 pohon setinggi tiga meter telah ditanam, seperti Ketapang Cendana dan Tabebuya.

    Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga telah menanam 1000 pohon Ketapang Kencana di kolong Tol Becakayu sepanjang 4,2 kilometer.

    Baca: Hutan Kota GBK, tempat asyik melepas stres di tengah kota

    Menurut Heru, memperbaiki kualitas udara di Jakarta perlu kerjasama yang masif dari semua pihak. Karena itu ia mengimbau seluruh stakeholder yang ada di Jakarta untuk ikut mengampanyekan gerakan memperbaiki kualitas udara.

    “Dalam hal ini, kita butuh kerja sama yang besar, sehingga dalam menjaga kualitas udara di Jakarta menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Heru.

    Reporter: Nurakhmayani

  • KLHK Ancam Hukuman Berat Bagi Pelanggar Emisi Udara

    KLHK Ancam Hukuman Berat Bagi Pelanggar Emisi Udara

    7cloud.asia – Berbagai upaya dilakukan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi DKI Jakarta agar kualitas udara membaik. 

    Di antaranya penegakan hukum berupa sanksi bagi pelanggar emisi udara.

    Hukuman penjara dan denda hingga miliaran siap menanti siapapun yang emisi udara nya melanggar baku mutu udara. Hal ini dilakukan agar kualitas udara Jakarta membaik.

    “Di bawah UU Lingkungan Hidup, melanggar baku mutu udara bisa berujung pada hukuman yang serius,” ucap Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK, Rasio Ridho Sani seperti yang dikutip Antaranews.

    Baca: Menghijaukan kembali Jakarta dengan ruang terbuka hijau

    Para pelanggar emisi udara, lanjut Rasio dapat dikenai hukuman pidana hingga tiga tahun penjara dan denda mencapai Rp3 miliar.

    Dari 504 jumlah kegiatan usaha yang ada di Jabodetabek, sebanyak 59 di antaranya mempunyai emisi udara yang tinggi.

    Sedangkan 49 jenis kegiatan usaha menggunakan pembangkit listrik sendiri dengan pembakaran batu bara.

    Rasio menyebutkan pihaknya mengidentifikasi 45 perusahaan yang berpotensi mencemari udara.

    Baca: DKI Jakarta akan tambah 800 ruang terbuka hijau

    Sebanyak 21 perusahaan diantaranya telah diberikan sanksi tegas berupa penyegelan dan pemasangan palang penghentian usaha.

    Selain itu terdapat sembilan sanksi administrasi yang telah diberlakukan serta dua Pulbaket dan 26 perusahaan dalam proses sanksi administrasi dan 10 dalam pengawasan.

    Hal ini, kata Rasio, sesuai dengan Pasal 22 angka 17, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023.

    “Menteri memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan terhadap ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang telah memperoleh izin dari pemerintah daerah,” urai Rasio.

    Baca: Tilang uji emisi dibatalkan

    Sanksi yang diberlakukan bagi pelanggar aturan emisi udara ermacam-macam bentuknya.

    Mulai dari sanksi administratif yakni penghentian kegiatan, paksaan pemerintah, dan bahkan pembekuan atau pencabutan izin usaha serta sanksi hukum pidana.

    “Ada juga opsi gugatan perdata yang dapat mengakibatkan tuntutan ganti rugi dan pemulihan lingkungan,” jelasnya.

    Penerapan hukum pidana penjara dan denda biasanya diberlakukan untuk kasus yang lebih serius. Selain itu, ada pidana tambahan untuk korporasi yang terbukti melakukan pelanggaran yang merugikan lingkungan.

    Baca: Untuk atasi poluis udara Pemprov DKI Jakarta bisa belajar dari China

    Selain menindak tegas pelanggar emisi udara, KLHK bersama dengan BRIN, BMKG dan BNPB juga telah melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

    Dengan demikian, KLHK berharap kondisi udara di Jakarta dapat membaik dengan tingkat polusi yang rendah.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Kondisi Udara Jakarta Rabu Malam Tidak Sehat

    Kondisi Udara Jakarta Rabu Malam Tidak Sehat

    7cloud.asia – Kondisi udara di Jakarta pada Rabu (20/09/2023) masih tidak sehat bagi kelompok sensitif. Dilihat dari situs IQAir pada pukul 20.20 WIB, Jakarta berada di posisi ke delapan dengan indeks kualitas udara 102.

    Peringkat ini berada di bawah kota Lahore, Pakistan dengan indeks kualitas udara berada pada angka 104 dengan status yang sama dengan Jakarta.

    Di situs tersebut terpantau di Jakarta nilai konsentrasi polutan PM 2,5 di Jakarta saat ini 7.2 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO. Posisi pertama indeks kualitas udara terburuk adalah kota Kuching, Malaysia IQAir 157.

    Humas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Yogi Ikhwan menjelaskan dengan kualitas udara seperti ini setiap orang masih dapat beraktivitas di luar tanpa masker.

    Tetapi untuk kelompok sensitif diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar serta tetap menggunakan masker saat di luar ruangan.  

    “Artinya, tingkat kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika,” ungkap Yogi.

    Selanjutnya Yogi menjelaskan Pemprov DKI Jakarta telah melakukan berbagai usaha untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta.

    Diantaranya melakukan razia emisi yang harus memenuhi baku mutu pada emisi bergerak.

    Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan tempat pelaksanaan uji emisi di 333 bengkel untuk kendaraan roda empat dan 107 bengkel untuk kendaraan roda dua.

    Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan penertiban kepada industri yang tidak melaksanakan perawatan dan pengelolaan pada cerobong untuk emisi tidak bergerak.

    Berdasarkan data Satgas Pengendalian Pencemaran Udara DKI Jakarta per 15 September 2023 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan maupun DLH Provinsi DKI Jakarta telah menertibkan enam perusahaan stockpile batu bara.

    Selain itu, tiga perusahaan juga telah dilakukan legal sampling pengukuran emisi cerobong serta dilakukan penyegelan karena belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Upaya lain yang dilakukan untuk mengurangi polusi udara adalah melakukan Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) dengan melakukan hujan buatan.

    Pemprov DKI Jakarta juga mengimbau gedung-gedung tinggi di Jakarta memasang pompa air bertekanan tinggi (water mist generator).

    Penyiraman jalan-jalan protokol juga masih dilakukan sejak pertengahan Agustus lalu. Hingga kini sudah 215 lokasi yang disiram, melibatkan 270 mobil dan personel sekitar 800 orang.

    Tak hanya itu, Pemprov DKI juga masih menerapkan kebijakan 50 persen WFH bagi pegawai di lingkungan kerja Pemprov DKI Jakarta selama dua bulan ini.

    “Kebijakan ini diterapkan dalam menyikapi masalah polusi udara di Jakarta,” kata Yogi.

    Repoter: Nurakhmayani

     

     

     

  • Dosen ITB Soroti Polusi Udara di Jakarta, Ini Solusinya

    Dosen ITB Soroti Polusi Udara di Jakarta, Ini Solusinya

    7cloud.asia – Polusi udara di Jakarta masih tinggi seiring dengan musim kemarau yang kini tengah melanda. Ada beberapa solusi dalam mengatasi polusi tersebut. Diantaranya memperketat standar emisi.

    Hal ini dikatakan oleh dosen Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Puji Lestari dalam dialog polusi udara di Jakarta.

    “Sumber polusi udara di Jakarta sudah saya hitung lama sebelum pandemi. Saya sudah melakukan kajian ini di Jakarta,” ujar Puji yang dikutip Antaranews.

    Berdasarkan studi yang ia lakukan selama lima tahun (2018-2022), terungkap bahwa konsentrasi polusi udara tertinggi terjadi pada Juni-Juli tahun 2019 dengan konsentrasi rata-rata hampir 60 mikrogram per meter kubik.

    Kemudian konsentrasi polusi udara menurun pada tahun 2020, 2021, dan 2022, saat terjadi pandemi. Sedangkan konsentrasi terendah tercatat pernah terjadi pada tahun 2022.

    Puji memaparkan polutan PM2,5 bersumber dari kendaraan bermotor sebanyak 46 persen, industri 43 persen, pembangkit listrik 9 persen, dan pemukiman 2 persen.

    Sedangkan Nitrogen Okside (NOx) lebih didominasi oleh sektor transportasi 57 persen, industri 15 persen, pembangkit listrik 24 persen, dan pemukiman 4 persen.

    Sementara Belerang dioksida (SO2) dihasilkan oleh sektor industri mencapai 67 persen, pembangkit listrik 24 persen, pemukiman 6 persen, dan transportasi 3 persen.

    PM10 disumbangkan oleh transportasi sebanyak 43 persen, industri 45 persen, pembangkit listrik 10 persen, dan pemukiman 2 persen.

    “Data meteorologi sangat berpengaruh terhadap potensi sumber pencemaran di Jakarta yang membawa polutan lintas batas,” kata Puji.

    Karena itu Puji menyarankan agar memperketat standar emisi dan segera memberlakukan kebijakan tersebut, menyediakan bahan bakar yang bersih untuk mendukung implementasi Euro IV.

    Selain itu,  percepatan adopsi kendaraan listrik khususnya kendaraan angkutan berat atau penerapan Euro yang lebih tinggi, memperhatikan emisi dari sepeda motor dalam uji emisi, dan adaptasi untuk publik pindah mode transportasi.

    Sedangkan untuk sektor industri dan pembangkit perlu penerapan alat pengendali pencemaran udara untuk partikulat seperti electrostatic precipitator (ESP), fabric filterwet scrubber atau cyclone perlu diwajibkan dan diawasi ketat.

    Penerapan flue gas desulfurization (FGD) untuk industri juga perlu diterapkan bagi industri yang melewati ambang batas baku mutu untuk polutan SO2.

    Ketua Kelompok Keahlian Pengelolaan Kualitas Udara dan Limbah ITB itu menjelaskan paparan debu dengan partikel udara 2,5 mikrometer atau lebih kecil adalah siklus rutin saat kemarau.

    “Kalau kita lihat gambaran PM2,5 di Jakarta, kita lihat tren dari tahun ke tahun menunjukkan tren yang sama bulan Juni, Juli, Agustus. Saat musim kemarau tren selalu tinggi dan selalu naik, kemudian turun lagi (saat musim hujan),” jelasnya.

    Selanjutnya Puji menjelaskan polusi udara akibat adanya senyawa atau substansi di udara ambien yang tidak diinginkan dalam jumlah yang dapat menyebabkan terganggunya kesehatan manusia dan lingkungan.

    Karena itu, ia meminta semua pihak khususnya Jakarta untuk mencermati fenomena peningkatan polutan PM2,5 saat musim kemarau. 

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • TMC Diklaim Efektif Turunkan Polusi Udara, BRIN Ingatkan Jangan Jadikan Upaya Permanen

    TMC Diklaim Efektif Turunkan Polusi Udara, BRIN Ingatkan Jangan Jadikan Upaya Permanen

    7cloud.asia – Beberapa kali pemprov DKI Jakarta berupaya memperbaiki kondisi udara di Jakarta dengan teknologi  modifikasi cuaca (TMC). Cara ini diklaim efektif menurunkan indeks polutan yang mencemari udara di Jabodetabek.  

    Hal ini diungkap oleh Koordinator Laboratorium Pengelolaan Teknologi Modifikasi Cuaca pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Budi Harsoyo dalam sebuah dialog tentang polusi udara, Sabtu (23/09/2023).

    “Hujan paling efektif meluruhkan indeks kualitas udara menjadi lebih baik, tapi ini tidak bisa terjadi setiap hari,” ungkap Budi yang dikutip Antaranews.

    Selama pelaksanaan operasi teknologi modifikasi cuaca pada 24 Agustus sampai 10 September 2023 lalu, hujan-hujan banyak terjadi di wilayah Bogor.  

    Menurut Budi, kondisi ini normal sebab Bogor merupakan daerah dengan topografi tinggi, sehingga awan potensial yang terbentuk di daerah Bogor hampir setiap hari ada karena terbentuk oleh proses orografis.  

    Proses orografis adalah proses pembentukan awan yang terjadi karena bertemu dengan topografi tinggi, sehingga terjadi pengangkatan masa udara dan di situ terbentuk awan konvektif atau awan kumulus.  

    Saat musim kemarau, awan yang terbentuk memiliki kandungan uap air sedikit. Hal ini terlihat dari profil kelembapan udara di lapisan atas yang sangat kering.

    “Sehingga kalau menjadi hujan, maka hujannya hanya dengan intensitas ringan dan durasi pendek,” jelasnya.

    Hujan cukup deras sempat terjadi tanggal 20 Agustus 2023 di wilayah Bogor sampai ke Depok.

    Kemudian, hujan deras juga terjadi pada tanggal 27 Agustus 2023 sampai ke wilayah Jakarta Selatan dan meluas hingga Bandara Soekarno-Hatta.

    Distribusi hujan terkonsentrasi di Kota Bogor karena hampir setiap hari di sana ada awan kumulus yang terbentuk karena proses orografis. 

    Hasil hujan paling signifikan terjadi di tanggal 27 Agustus 2023 mencapai 64,2 milimeter dan tanggal 8 September 2023 mencapai 45,6 milimeter.

    Pada 27 Agustus 2023, hujan intensitas tinggi di Bogor bahkan sampai ke Jakarta berhasil menurunkan konsentrasi PM2,5.

     

    Berdasarkan data stasiun pemantauan indeks kualitas udara di Cibinong, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, sebelum hujan turun konsentrasi PM2,5 mencapai 97 mikrogram per meter kubik.

    Setelah hujan deras selama 1,5 jam, konsentrasi PM2,5 berubah ke angka 20 mikrogram per meter kubik.

    Selain itu, hujan deras juga menurunkan konsentrasi polutan PM2,5 di Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat, dari sebelumnya 87 mikrogram per meter kubik menjadi 12 mikrogram per meter kubik.

    Sementara wilayah Jakarta, Bekasi dan sekitarnya indeks kualitas udara tidak terlalu membaik karena hujan yang turun saat itu intensitas ringan.

    Kemudian 8 September 2023, hujan deras kembali terjadi di Bogor, namun Jakarta tidak kebagian hujan. Hujan saat itu juga menurunkan konsentrasi PM2,5 terutama di wilayah Bogor.

    Meski dianggap cukup ampuh menurunkan hujan dan menurunkan polusi udara, Budi mengingatkan agar TMC tidak dijadikan sebagai upaya permanen untuk menurunkan hujan.

    Menurutnya, akar masalah polusi udara di Jabodetabek harus dicarikan akar masalahnya agar kejadian serupa tidak rutin terulang setiap tahun.

    “Kenapa teknologi itu dimanfaatkan? Karena paling tidak adalah upaya yang paling bisa dengan cepat membuat indeks kualitas udara menjadi lebih baik,” kata Budi.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

     

     

  • Palembang Diselimuti Kabut Asap, Jam Sekolah Berubah

    Palembang Diselimuti Kabut Asap, Jam Sekolah Berubah

     

    7cloud.asia – Kabut asap masih menyelimuti Kota Palembang sehingga membuat kualitas udara di Palembang sangat tidak sehat. Dinas Pendidikan (Disdik) Palembang mengubah jam masuk sekolah siswa.

    Dalam surat edaran Disdik Palembang No 420/3409/2023 tentang Perubahan Jadwal Belajar Mengajar sebagai dampak buruk bahaya kabut asap, ada 4 poin yang berubah.

    Diantaranya jam masuk masuk sekolah berubah pukul 09.00 WIB dan meniadakan aktivitas luar ruangan seperti, upacara, olahraga hingga ekstrakurikuler.

    Baca; Mengapa Gerakan 30 September punya nama beragam

    Melansir Tribun Sumsel, Kepala Disdik Kota Palembang, Ansori menjelaskan keputusan tersebut merupakan hasil rapat bersama antara Pemkot Palembang dan stakeholder terkait jam belajar mengajar di sekolah pada Jumat (29/9/2023).

    Ansori menjelaskan seluruh Satuan Pendidikan Tingkat SPNF SKB / TK / SD / SMP Negeri / Swasta Sederajat di Kota Palembang mengurangi waktu setiap Jam Pelajaran (JP) di sekolah masing- masing dikurangi 10 menit.

    “Belajar disekolah dimulai Pukul 09.00 Wib dan tidak diadakan kegiatan diluar ruangan, seperti jam istirahat dihilangkan, upacara, olahraga maupun ekstrakulikuler maupun kegiatan lainnya,” jelas Ansori.

    Baca: Membaca pemikiran Kartini

    Tidak hanya jam belajar yang berubah. Dalam surat edaran tersebut, Disdik juga meminta kepada seluruh warga sekolah untuk tetap memakai masker selama diluar ruangan.

    Mengingat, kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Dampak Buruk Kabut Asap dan Kewaspadaan Dini Dengue Terkait Perubahan Iklim El Nino.

    “Kebijakan ini berlaku mulai 30 September 2023 sampai dengan ditetapkan ketentuan berikutnya,” katanya.

    Baca: Kekeringan di Bali meluas

    Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, belum ada peningkatan status Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

    “Dalam waktu dekat kita akan adakan salat istisqa,” kata Herman.

    Berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kota Palembang kualiras udara di Palembang pada Rabu (27/9/2023) pagi hari masih di atas 200 mikro gram per meter kubik.

    Baca: Kebakaran lahan akibat El Nino harus dibayar mahal

    Kondisi udara seperti ini masuk dalam kategori sangat tidak sehat.

    “Saat ini kategori udara di kota Palembang sangat tidak sehat masih diatas 200,” kata Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran DLHP Provinsi Sumsel Rezawahya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Rabu Pagi, Kondisi Udara Jakarta Tidak Sehat Masuk Peringkat 3 Dunia

    Rabu Pagi, Kondisi Udara Jakarta Tidak Sehat Masuk Peringkat 3 Dunia

    7cloud.asia – Jakarta menempati peringkat ketiga dunia dengan kondisi udara terburuk pada Rabu (04/10/2023) pagi. Dari situs IQAir pukul 06.33 WIB, indeks kualitas udara berada pada angka 158 dan masuk kategori tidak sehat.

    Kualitas udara di Jakarta nilai konsentrasi polutan PM 2,5 saat ini 13.9 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO.  

    Artinya tingkat kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif.

    Sebab, dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

    Humas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Yogi Ikhwan menjelaskan dengan kualitas udara seperti ini setiap orang masih dapat beraktivitas di luar tanpa masker.

    Tetapi untuk kelompok sensitif diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar serta tetap menggunakan masker saat di luar ruangan. 

    “Artinya, tingkat kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika,” ungkap Yogi.

    Peringkat Jakarta berada di bawah Delhi, India dengan indeks kualitas udara berada pada angka 160 dengan status yang sama dengan Jakarta.

    Sementara peringkat satu kota dengan kondisi udara terburuk di dunia adalah kota Lahore, Pakistan. Indeks kualitas udara di kota ini 189.

    Selain kualitas udara tidak sehat, ada beberapa kategori tingkat kualitas udara.

    Kategori baik, tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.

    Pada kategori sedang, kualitas udara tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.

    Sedangkan kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada manusia maupun hewan.

    Pada kategori berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.

    Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta telah melakukan berbagai usaha untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta.

    Diantaranya melakukan penertiban kepada industri yang tidak melaksanakan perawatan dan pengelolaan pada cerobong untuk emisi tidak bergerak.

    Berdasarkan data Satgas Pengendalian Pencemaran Udara DKI Jakarta per 15 September 2023 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan maupun DLH Provinsi DKI Jakarta telah menertibkan enam perusahaan stockpile batu bara.

    Reporter: Nurakhmayani