Kondisi Udara Jakarta Rabu Malam Tidak Sehat

Written by

in

7cloud.asia – Kondisi udara di Jakarta pada Rabu (20/09/2023) masih tidak sehat bagi kelompok sensitif. Dilihat dari situs IQAir pada pukul 20.20 WIB, Jakarta berada di posisi ke delapan dengan indeks kualitas udara 102.

Peringkat ini berada di bawah kota Lahore, Pakistan dengan indeks kualitas udara berada pada angka 104 dengan status yang sama dengan Jakarta.

Di situs tersebut terpantau di Jakarta nilai konsentrasi polutan PM 2,5 di Jakarta saat ini 7.2 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO. Posisi pertama indeks kualitas udara terburuk adalah kota Kuching, Malaysia IQAir 157.

Humas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Yogi Ikhwan menjelaskan dengan kualitas udara seperti ini setiap orang masih dapat beraktivitas di luar tanpa masker.

Tetapi untuk kelompok sensitif diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar serta tetap menggunakan masker saat di luar ruangan.  

“Artinya, tingkat kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika,” ungkap Yogi.

Selanjutnya Yogi menjelaskan Pemprov DKI Jakarta telah melakukan berbagai usaha untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta.

Diantaranya melakukan razia emisi yang harus memenuhi baku mutu pada emisi bergerak.

Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan tempat pelaksanaan uji emisi di 333 bengkel untuk kendaraan roda empat dan 107 bengkel untuk kendaraan roda dua.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan penertiban kepada industri yang tidak melaksanakan perawatan dan pengelolaan pada cerobong untuk emisi tidak bergerak.

Berdasarkan data Satgas Pengendalian Pencemaran Udara DKI Jakarta per 15 September 2023 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan maupun DLH Provinsi DKI Jakarta telah menertibkan enam perusahaan stockpile batu bara.

Selain itu, tiga perusahaan juga telah dilakukan legal sampling pengukuran emisi cerobong serta dilakukan penyegelan karena belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Upaya lain yang dilakukan untuk mengurangi polusi udara adalah melakukan Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) dengan melakukan hujan buatan.

Pemprov DKI Jakarta juga mengimbau gedung-gedung tinggi di Jakarta memasang pompa air bertekanan tinggi (water mist generator).

Penyiraman jalan-jalan protokol juga masih dilakukan sejak pertengahan Agustus lalu. Hingga kini sudah 215 lokasi yang disiram, melibatkan 270 mobil dan personel sekitar 800 orang.

Tak hanya itu, Pemprov DKI juga masih menerapkan kebijakan 50 persen WFH bagi pegawai di lingkungan kerja Pemprov DKI Jakarta selama dua bulan ini.

“Kebijakan ini diterapkan dalam menyikapi masalah polusi udara di Jakarta,” kata Yogi.

Repoter: Nurakhmayani

 

 

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *