Tag: puasa

  • Penetapan 1 Ramadhan di Indonesia Kembali Berbeda, Adakah Jalan Tengahnya?

    Penetapan 1 Ramadhan di Indonesia Kembali Berbeda, Adakah Jalan Tengahnya?

    7cloud.asia – Bagi umat Islam, penentuan awal bulan Ramadhan dan bulan 1 Syawal cukup krusial.

    Pasalnya, hukum Islam mewajibkan ibadah puasa sejak 1 Ramadhan (hari pertama puasa). Islam pun mengharamkan Muslim berpuasa pada 1 Syawal.

    Syawal adalah bulan kesepuluh dalam kalender Islam, yang datang tepat setelah bulan suci Ramadhan. Hari pertama di bulan Syawal inilah yang kita rayakan sebagai Hari Raya Idulfitri.

    Penentuan tanggal 1 Syawal yang tepat dan akurat menjadi penting untuk memastikan ibadah sesuai dengan waktunya.

    Selama ini, sebagian besar umat Muslim merujuk pada penentuan awal dan akhir Ramadhan dari dua sumber mainstream, yakni pemerintah – yang diikuti oleh organisasi Nahdlatul Ulama (NU) – dan organisasi Muhammadiyah.

    Baca: 1 Ramadhan 1445 Hijriah di Indonesia kemungkinan tidak dirayakan berbarengan   

    NU dan Muhammadiyah merupakan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia. Keduanya sering menetapkan tanggal awal dan akhir Ramadan yang berbeda karena memiliki metode penentuan yang tidak sama.

    Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang mengusung upaya tajdid (pembaruan) hukum Islam menggunakan metode Hisab. Sedangkan NU menerapkan metode rukyat.

    Untuk tahun ini, Muhammadiyah telah menentukan 1 Ramadhan jatuh pada 11 Maret 2024. Sementara Kemenag menyatakan baru akan melakukan sidang isbat pada Minggu (10/3/2024).

    Lantas adakah jalan tengah untuk dua hal ini? Dalam salah satu tulisannya, ahli hukum Islam terkemuka di Indonesia, Afifuddin Muhajir, mengutip pendapat dari pakar hukum Islam klasik yakni Taqiyuddin as-Subki.

    Baca: Mengapa sering terjadi perbedaan pendapat dalam menentukan awal Ramadhan

    Dia menyatakan bahwa ada kemungkinan untuk mencari jalan tengah (al-manhaj al-wasathi) antara pengadopsi metode Hisab dan Rukyat.

    Jalan tengah yang dapat ditempuh adalah pemerintah mengakomodasi ide Hisab dengan mempertimbangkan posisi ilmu astronomi yang bisa divalidasi secara saintifik dan matematis ketimbang metode Rukyat.

    Ketika mencapai derajat kepastian yang lebih tinggi, Hisab bisa menggeser Rukyat sebagai metode yang valid.

    Di beberapa negara mayoritas Muslim lain, seperti Turki, pemerintahnya melakukan penyatuan kalender Hijriah.

    Baca: Tradisi buka puasa bersama di Indonesia

    Dalam beberapa tahun belakangan, Turki mengadakan Konferensi Internasional Penyatuan Kalender Hijriah sebagai upaya mengembangkan metode Hisab yang universal dan bisa diterima oleh otoritas Muslim sedunia.

    Terlepas dari segala macam ketidaksepakatan, ada satu kaidah hukum Islam yang perlu diingat umat Muslim sedunia dalam perbedaan kalender Hijriah, yakni “la yunkaru mukhtalaf fihi, wa innama yunkarul mujma’ ‘alaihi ” .

    Dalam hal Hisab dan Rukyat, kaidah tersebut bermakna bahwa perbedaan itu niscaya sehingga tidak boleh diingkari sampai muncul kesepakatan yang bisa diterima oleh otoritas Muslim sedunia.

    Zuliyan M. Rizky dari Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia (UII) ikut berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

  • Awal Puasa Ramadhan 1445 Hijriah Berpotensi Tidak Bersamaan

    Awal Puasa Ramadhan 1445 Hijriah Berpotensi Tidak Bersamaan

     

    7cloud.asia – Masyarakat Indonesia kemungkinan akan mengawali puasa Ramadhan 1445 H/2024 M tidak bersama-sama. Mayoritas umat Islam akan mengawali puasa Ramadhan 1445 H pada 11 atau 12 Maret 2024.

    Majelis Tarjih Pengurus Pusat Muhammadiyah sudah mengumumkan awal puasa Ramadhan pada 11 Maret 2024.

    Ada juga kelompok jamaah yang sudah mulai puasa pada 7 Maret. Ada juga yang akan mulai berpuasa pada 10 Maret mendatang.

    Sedangkan pemerintah baru akan menggelar sidang isbat awal Ramadhan 1445 H pada 10 Maret 2024.

    Baca: Mengapa sering terjadi perbedaan menentukan 1 Syawal  

    “Sidang akan memutuskan apakah puasa Ramadhan tahun ini akan dimulai pada 11 atau 12 Maret,” kata Juru Bicara Kemenag Anna Hasbie di Jakarta, Jumat (8/3/2024). 

    Kementerian Agama mengimbau umat Islam untuk mengedepankan dialog serta saling menghormati terhadap potensi perbedaan awal puasa Ramadhan 1445 Hijriah/2024 Masehi.

    “Kita hormati pilihan dan keyakinan umat Islam dalam mengawali puasa Ramadhan 1445 H/2024 M. Sikap saling menghormati perlu dikedepankan dalam menyikapi perbedaan-perbedaan,” ujar Anna

    Dalam semangat saling menghormati itu, kata Anna, ruang dialog tetap harus dibuka sebab ilmu pengetahuan sudah semakin maju dan berkembang, termasuk terkait dengan astronomi.

    Baca: Pemerintah diminta dengarkan NU dan Muhammadiyah

    Ia mengatakan, penentuan awal bulan Hijriah bisa didekati secara empiris melalui hisab dan atau rukyatul hilal, tidak semata berdasar keyakinan spiritual, sehingga argumentasi tentang hal itu juga ilmiah.

    “Kemenag terus membuka ruang dialog dan diskusi terkait penentuan awal Ramadhan. Dari situ diharapkan akan terjadi proses tukar informasi dan pemahaman terkait pilihan dalam mengawali puasa Ramadhan,” kata dia.

    Muhammadiyah, misalnya, menetapkan Ramadhan pada 11 Maret karena argumentasi hisab wujudul hilal.

    Baca: Intepretasi agama yang mendiskreditkan perempuan

    Sedangkan pemerintah menggunakan pendekatan hisab sebagai informasi awal dan rukyatul hilal ​​sebagai konfirmasi.

    “Bagaimana argumentasi awal Ramadhan 1445 H pada 7 Maret atau 10 Maret? Kita bisa diskusikan agar bisa saling memberikan pemahaman,” kata Anna.

  • Sidang Isbat Kemenag: Puasa Ramadhan 1445 H Mulai Selasa 12 Maret 2024

    Sidang Isbat Kemenag: Puasa Ramadhan 1445 H Mulai Selasa 12 Maret 2024

    7cloud.asia – Kementerian Agama menggelar Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1445 H pada Minggu (10/3/2024) dan memutuskan ibadah puasa Ramadhan dimulai pada Selasa (12/3/2024).

    Anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag) Cecep Nurwendaya  usai memaparkan posisi hilal di Auditorium HM Rasjidi, Kemenag, Jakarta Pusat, Minggu (10/3/2024).

    “Akhirnya saya simpulkan, berdasarkan kriteria MABIMS, 3 ketinggian dan elongasi 6,4 tanggal 29 Sya’ban 1445 H 10 Maret 2024 Masehi, posisi hilal di seluruh wilayah NKRI belum masuk kriteria minimum tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat,” ujar Cecep di Auditorium H.M Rasjidi Kementerian Agama, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.

    Sebelumnya, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kamaruddin Amin mengatakan, Sidang Isbat ini digelar secara hybrid, daring dan luring.

    “Sidang Isbat ini merupakan salah satu layanan keagamaan bagi masyarakat untuk mendapat kepastian mengenai pelaksanaan ibadah,” papar Dirjen pada Rapat Persiapan Penetapan Awal Ramadan di Jakarta, Senin (19/2/2024).

    Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag, Adib menambahkan, Sidang Isbat akan melibatkan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

    Baca: Awal puasa Ramadhan di Indonesia berpotensi tidak bersamaan

    Sidang Isbat ini juga dihadiri para duta besar negara sahabat dan perwakilan ormas Islam.

    Perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan undangan lain juga hadir dalam sidang Isbat ini. 

    “Kami juga mengundang pimpinan MUI dan Komisi VIII DPR RI untuk hadir dalam sidang,” katanya.

    Sidang Isbat dibagi menjadi tiga tahap. Pertama, pemaparan posisi hilal awal Ramadan 1445 H berdasarkan hasil hisab (perhitungan astronomi). Pemaparan dilakukan Tim Hisab dan Rukyat Kemenag mulai pukul 17.00 WIB.

    Baca: Mengapa penetapan 1 Ramadhan dan 1 Syawal sering berbeda

    “Sesi ini terbuka untuk umum dan akan disiarkan secara live di Channel Youtube Bimas Islam,” ujar Adib.

    Kedua, Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1445 Hijriah yang digelar secara tertutup setelah Salat Magrib.

    Selain data hisab (informasi), sidang isbat juga akan merujuk pada hasil rukyatulhilal (konfirmasi) yang dilakukan Tim Kemenag pada 134 lokasi di seluruh Indonesia.

    “Tahap ketiga, konferensi pers hasil sidang isbat yang juga disiarkan melalui media sosial Kemenag,” pungkasnya.

  • Penelitian Ungkap Ibadah Puasa Bisa Redakan GERD dan Maag

    Penelitian Ungkap Ibadah Puasa Bisa Redakan GERD dan Maag

    7cloud.asia – Sejumlah penelitian mengungkap ibadah puasa ramadhan dapat mengurangi keparahan dari maag atau GERD karena makan di waktu yang sama setiap harinya.

    Dokter spesialis Penyakit Dalam RS Cipto Mangunkusumo dr. Muhammad Firhat Idrus, SpPD, K-GEH mengatakan, yang seringkali tercetus maagnya adalah saat awal puasa yang tadinya makan tiga kali sehari jadi dua kali sehari

    ”Tapi setelah puasa berjalan itu gejalanya malah akan mengalami perbaikan,” kata Firhat dalam diskusi kesehatan yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa.

    Firhat mengatakan puasa “memaksa” seseorang untuk makan secara teratur di jam yang sama yakni saat buka puasa dan makan sahur. Hal itu justru memperbaiki gejala maag atau GERD yang sering muncul di masyarakat.

    Baca: Beda maag dengan GERD

    Maag, atau dalam bahasa medis disebut dispepsia adalah suatu sindrom yang memiliki gejala khas seperti rasa tidak nyaman, mual, nyeri, muntah, kembung dan cepat kenyang.

    Di antara gejala tersebut, bisa semakin parah di mana asam lambung bisa naik ke kerongkongan yang disebut Gastroesophageal reflux disease (GERD).

    Dengan pola makan yang teratur, maka asam akan keluar dari lambung di jam yang tepat dengan asupan makanan yang cukup sehingga tidak menyebabkan nyeri atau rasa tidak nyaman.

    Meskipun makan sudah di jam yang tepat, jika mengonsumsi makanan terlalu berlebihan juga dapat menyebabkan asam lambung naik dan terjadi maag dan GERD berkepanjangan saat bulan puasa.

    Baca: Ini bahayanya terlalu banyak konsumsi garam

    Firhat mengatakan, maag pada bulan puasa sering kambuh, karena konsumsi semua jenis makanan penyebab maag dan GERD di waktu yang sama dalam jumlah yang banyak.

    Jadi lambung mendapatkan semua jenis pemicu asam lambung di waktu yang sama, itu bisa jadi penyebab utamanya,” katanya.

    Firhat menyarankan untuk tidak mengonsumsi berbagai jenis gorengan, santan, makanan pedas maupun berminyak saat berbuka puasa maupun sahur.

    Selain itu juga hindari makanan jeroan, gajih, dan kopi jika tidak ingin maag kambuh di tengah ibadah puasa.

    Baca: Kualitas air minum bisa picu masalah kesehatan

    Makanan pedas dan kopi dalam jumlah yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko asam lambung naik ke kerongkongan.

    “Selain itu banyak yang suka coklat terutama anak muda, makan asam seperti jeruk, lemon atau anggur, minuman bersoda yang di anak muda, itu yang mayoritas (pemicunya),” tambah Firhat.

    Jika tergoda ingin mengonsumsi makanan tersebut, perlu kebijaksanaan untuk membagi porsinya pada salah satu jam makan yakni antara buka puasa atau sahur saja. Tingkatkan makanan rebus atau bakar dan perbanyak makan sayur.

    Kunyah makanan secara perlahan dan tidak terburu-buru juga bisa jadi cara lambung agar tidak bekerja keras dan asam lambung menjadi naik.

    Sumber: Antaranews.com

  • Gorengan, Makanan Lezat Ini Perlu Dihindari Saat Puasa Ramadhan

    Gorengan, Makanan Lezat Ini Perlu Dihindari Saat Puasa Ramadhan

    7cloud.asia – Makanan yang digoreng atau gorengan termasuk salah satu santapan yang disarankan untuk dihindari saat berbuka puasa dan sahur selama Ramadhan.

    Pakar Gizi Klinik dari Rumah Sakit Ciptomangunkusumo Dr. dr Fiastuti Witjaksono MSc, MS, Sp.GK mengatakan, menghindari gorengan saat puasa ini demi kenyamanan dan kesehatan lambung.

    “Gorengan sebaiknya tidak dikonsumsi supaya lambung tidak merasa kurang nyaman. Lambungnya tidak enak, pengosongan lambung jadi lebih lambat,” katanya dalam sebuah webinar kesehatan beberapa waktu lalu.

    Dilansir Antaranews.com, selain gorengan, makanan berlemak tinggi juga perlu dihindari saat puasa Ramadhan.

    Pasalnya, jenis makanan ini dapat mengganggu atau menghambat pengosongan lambung.

    Baca: Puasa ramadhan ternyata bagus bagi penderita maag dan GERD

    Fiastuti juga menyarankan untuk menghindari makanan yang dapat merangsang asam lambung atau merusak lambung seperti makanan pedas, asam sebaiknya dikurangi terutama diawal-awal puasa.

    “Kalau sudah beberapa hari, biasanya saluran cerna sudah beradaptasi, bisa kembali menerima makanan biasa,” kata Fiastuti.

    Dia juga menyarankan menghindari makanan-makanan yang menghasilkan gas seperti makanan berlemak, minuman bersoda, sayuran tertentu semisal kol dan sawi.

    Menurutnya, makanan yang menghasilkan gas di lambung dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, kemudian buah-buah tertentu seperti nangka dan pisang ambon.

    Baca: Beda maag dan GERD

    Anda pun sebaiknya menghindari makanan atau minuman yang merangsang keluarnya asam lambung seperti kopi, minuman beralkohol dan jeruk yang sangat asam.

    “(Hal ini dilakukan) supaya puasa menghasilkan luaran yang lebih sehat tanpa dibebani beberapa kondisi yang ganggu lambung,” tutur Fiastuti.

    Kemudian, demi meningkatkan daya tahan tubuh selama puasa Fiastuti tidak menyarankan sahur semata teh manis.

    Namun perlu asupan makanan lengkap semisal mencakup protein seperti ikan, ayam, daging, tahu, tempe, susu serta sayur dan buah yang menjaga rasa kenyang lebih lama sehingga tidak mudah lapar saat berpuasa.

     

    Baca: Pengaruh kualitas air minum untuk kesehatan

    Mereka dengan kondisi medis tertentu, diabetes misalnya, sebaiknya berbuka puasalah dengan makanan manis cukup sekali supaya kadar gula darah optimal saja, setelah itu jangan makan manis lagi.

    Apabila Anda memiliki penyakit hipertensi, kurangi makanan yang terlalu asin. Kemudian bila kadar kolesterol Anda tinggi maka hindari lemak jenuh seperti kulit ayam dan gorengan.

    Terakhir, selama berpuasa untuk mencegah dehidrasi, Anda harus cukup minum yakni sekitar 6-8 gelas per hari.

    “Cairan bisa air putih, bisa dikombinasi dengan susu,” demikian pesan Fiastuti.

  • Ini Saran Ahli Gizi Saat Sahur dan Berbuka Puasa

    Ini Saran Ahli Gizi Saat Sahur dan Berbuka Puasa

    7cloud.asia – Saat berbuka puasa banyak orang yang menyantap makanan manis, bersantan dan gorengan serta mengabaikan gizi seimbang dan lengkap nutrisinya. Akibatnya timbul berbagai masalah kesehatan usai puasa.

    Dokter spesialis gizi klinik, dr. Marya Haryono M.Gizi Sp.GK menjelaskan untuk menghindari berbagai masalah kesehatan saat puasa, ia mengimbau agar selalu mengonsumsi makanan yang menganut diet gizi seimbang dan lengkap.

    Diet seimbang saat puasa itu adalah dengan mengonsumsi makanan terdiri dari karbohidrat, protein dan lemak dalam komposisi yang baik dan sumber yang baik.

    Selain mencukupi makronurtrien, mikronutrien juga harus dipenuhi seperti vitamin dan mineral, tidak hanya dari buah dan sayur.

    Baca: Lima kombinasi makanan ini sangat bermanfaat bagi tubuh

    Tetapi bisa juga dari bahan makanan lainnya yang mengandung mineral dari protein seperti ikan dan kacang-kacangan.

    “Vitamin dan mineral bisa kita cukupkan dari bahan-bahan yang mengandung protein misalnya ikan, itu ada mineralnya, kemudian kita konsumsi kacang-kacangan ada mineralnya,” terang Marya seperti yang dilansir Antaranews.

    Selanjutnya dokter yang praktik di RS Bunda Jakarta dan Siloam Kebun Jeruk ini menjelaskan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan lengkap juga perlu dilakukan saat sahur.

    Untuk mencegah dehidrasi selama 12-13 jam berpuasa, maka cairan di dalam tubuh harus terpenuhi.  

    Baca: Mulai sekarang stop kebiasaan makan yang buruk

    Cairan tidak hanya didapatkan dari air yang diminum, tetapi bisa juga diselipkan dari makanan yang berkuah atau dari buah yang mengandung banyak air seperti jeruk, mangga dan buah naga yang diblender menjadi smoothies.

    Dokter lulusan Universitas Indonesia ini menganjurkan agar menutup sahur dengan mengonsumsi semangkuk sedang buah agar memenuhi asupan serat yang dapat menahan rasa kenyang lebih lama.

    Ia menyarankan satu porsi buah di saat berbuka seperti saat makan malam dan satu porsi saat sahur kira-kira satu mangkok ukuran sedang,

    “Aneka macam buah lebih direkomendasikan daripada hanya mengkonsumsi satu jenis buah yang monoton setiap hari,” jelasnya.

    Baca: Meski berlemak tinggi, makan ini menyehatkan

    Selain itu, hal terpenting yang harus diperhatikan adalah cara pengolahan makanan selama puasa.

    “Pengolahannya diperhatikan, makan umbi-umbian tapi tiap hari bersantan, bergula merah, bukan nggak boleh tapi kalau ini terus-menerus ada akhirnya ini menjadi potensi-potensi gula darah terganggu,” ujarnya.

    Pengolahan makanan yang tidak tepat dapat menyebabkan masalah kesehatan di akhir bulan puasa yang tidak diharapkan seperti tingginya kadar gula darah yang berujung diabetes.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Tetap Segar Saat Puasa Lagi Bebas dari Ancaman Dehidrasi

    Tetap Segar Saat Puasa Lagi Bebas dari Ancaman Dehidrasi

    7cloud.asia – Saat puasa kita harus menahan diri untuk tidak makan dan tidak minum sepanjang hari. Tisak jarang, puasa dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan sehingga berpotensi mengalami dehidrasi.

    Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh selama puasa bulan Ramadhan agar tidak sampai mengalami dehidrasi.

    Cara paling efektif untuk mencegah dehidrasi selama puasa adalah dengan meminum cukup air, agar kebutuhan cairan dalam tubuh kita tetap terpenuhi.

    Secara umum, setiap orang disarankan untuk minum delapan gelas air setiap hari. Mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana kita bisa tetap puasa tetapi kebutuhan tubuh akan air tetap terpenuhi.

    Dilansir ayosehat.com, ada strategi yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air selama puasa Ramadhan.

    Baca: Diet seimbang yang disarankan saat puasa Ramadhan

    Untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh saat puasa, Anda bisa menerapkan pola 2-4-2, yaitu cukup minum air saat buka, makan malam dan sahur.

    Yang pertama adalah minum dua gelas air saat berbuka. Saat berbuka puasa, pastikan untuk minum sedikitnya dua gelas air putih sesuai dengan kebutuhan. Satu gelas saat adzan Maghrib dan satu gelas menjelang adzan Isya.

    Minum cukup air putih saat berbuka puasa membantu mengganti cairan tubuh yang hilang setelah seharian tidak minum.

    Biasakan untuk berbuka puasa dengan minum air putih baru dilanjut dengan makanan lainnya.

    Pola kedua adalah minum 4 gelas air putih saat makan malam hingga menjelang tidur.

    Baca: Penelitian mengungkap ibadah puasa bisa redakan maag dan Gerd

    Disarankan pola 4 gelas air tidak tidak dilakukan sekaligus, tetapi secara berkala saat malam hari hingga menjelang tidur.

    Anda bisa membagi 4 gelas air putih ini menjadi dua gelas air putih saat makan, satu gelas saat istirahat dan satu gelas sisanya  menjelang tidur.

    Minum air putih sebelum makan dan sesudah makan bisa membantu melancarkan proses pencernaan makanan.

    Yang terakhir adalah 2 gelas air saat sahur. Sahur sangat penting untuk memberi energi tubuh selama puasa.

    Saat sahur setidaknya minum dua gelas air putih, bisa dibagi dengan satu gelas saat bangun tidur dan satu gelas setelah makan sahur.

    Baca: Kualitas air bisa memicu masalah kesehatan

    Dengan terpenuhinya kebutuhan cairan kita selama berpuasa, diharapkan tubuh dapat terhindar dari dehidrasi.

    Sehingga kita bisa menjalankan puasa dengan sehat dan tetap semangat tanpa mengganggu aktivitas rutin kita.

    Ingat! Ibadah puasa juga bukan alasan untuk tidak menerapkan perilaku hidup sehat, untuk itu tetap terapkan perilaku hidup sehat dengan memilih menu buka puasa dengan gizi seimbang dan melakukan aktivitas fisik ringan setiap harinya.

     

  • 10 Kudapan Ringan yang Direkomendasikan Saat Sahur

    10 Kudapan Ringan yang Direkomendasikan Saat Sahur

    7cloud.asia – Kudapan yang sehat disarankan untuk dikonsumsi saat sahur dan membuat seseorang tetap kenyang selama menjalani puasa Ramadhan,

    Kudapan sehat ini disarankan untuk memastikan tubuh tetap mendapat cukup asupan protein, karbohidrat, vitamin, mineral, serat dan air saat puasa sehingga bisa berfungsi secara efisien.

    Ahli gizi Cloudnine Group of Hospitals Abhilasha V memandang perencanaan sahur yang baik adalah kunci menjaga kesehatan fisik dan mental selama bulan suci.

    Kudapan yang disarankannya ini dapat memberikan keseimbangan karbohidrat, protein, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral untuk membantu mempertahankan tingkat energi sepanjang hari puasa.

    Selain itu untuk menyesuaikan ukuran porsi sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pribadi serta menjaga tubuh terhidrasi dengan baik selama sahur untuk mencegah dehidrasi di siang hari.

    Berikut 10 camilan lezat untuk waktu sahur yang juga menyehatkan tubuhyang rekomendasi Cloudnine Group of Hospitals Abhilasha V seperti disiarkan laman Hindustan Times, Senin.

    1. Oatmeal dengan buah dan kacang-kacangan
    Di dalam panci, didihkan satu cangkir susu atau air. Masukkan setengah cangkir oat gulung dan kecilkan api.

    Masak selama kurang lebih lima menit, aduk sesekali, hingga oat empuk dan adonan mengental. Pindahkan oatmeal ke dalam mangkuk dan taburi dengan irisan buah dan kacang pilihan.

    Baca: Penjelasan mengapa gorengan sebaiknya dihindari saat puasa

    2. Parfait yoghurt Yunani
    Dalam gelas atau mangkuk, lapiskan yoghurt Yunani, granola, buah beri segar, dan sedikit madu atau sirup maple. Ulangi lapisan sesuai keinginan.

    3. Roti panggang telur dan alpukat

    Panggang sepotong roti gandum utuh hingga berwarna cokelat keemasan. Hancurkan setengah buah alpukat dan oleskan ke roti panggang. Taburi dengan irisan telur rebus, garam, merica, dan perasan jus lemon

    4. Smoothie

    Dalam blender, campurkan satu cangkir buah beku, setengah cangkir yoghurt Yunani, segenggam bayam atau kangkung, dan sedikit susu atau jus.

    Blender hingga halus, tambahkan lebih banyak cairan jika perlu untuk mencapai konsistensi yang diinginkan.

    Baca: Kiat 2-4-2 untuk hindari dehidrasi saat puasa 

    5. Puding biji chia

    Dalam mangkuk atau wadah toples, campurkan seperempat cangkir biji chia, satu cangkir susu (atau alternatif susu), dan pemanis sesuai selera.

    Tutup dan dinginkan semalaman, atau minimal dua jam, hingga adonan mengental. Sebelum disajikan, taburi dengan irisan buah atau beri.

    6. Panekuk gandum utuh

    Campurkan satu cangkir tepung gandum utuh, satu sendok makan madu, satu sendok teh baking powder, sedikit garam, satu butir telur kocok, dan susu secukupnya untuk membuat adonan halus.

    Panaskan wajan anti lengket dengan api sedang dan olesi sedikit dengan minyak atau semprotan masak.

    Tuang seperempat cangkir adonan ke dalam wajan untuk membuat setiap panekuk dan masak hingga terbentuk gelembung di permukaannya, lalu balik dan masak hingga sisi lainnya berwarna cokelat keemasan.

    Baca : Puasa ternyata bagus untuk penderita Gerd dan Maag

    7. Salad quinoa

    Bilas satu cangkir quinoa dengan air dingin, lalu masak sesuai petunjuk kemasan. Dalam mangkuk besar, campurkan quinoa matang dengan sayuran potong dadu, bumbu, perasan jus lemon, garam, dan merica. Aduk untuk digabungkan.

    8. Hummus dan stik sayuran

    Sajikan hummus yang dibeli di toko atau buatan sendiri dengan berbagai macam stik sayuran, seperti wortel, seledri, mentimun, dan paprika.

    9. Biskuit gandum utuh dengan keju cottage

    Oleskan biskuit gandum utuh dengan keju cottage dan taburi dengan irisan tomat, mentimun, atau lobak.

    10. Energy Bites

    Dalam mangkuk pencampur, campurkan satu cangkir oat, setengah cangkir selai kacang, seperempat cangkir madu, dan bahan tambahan seperti biji chia, buah kering, atau keping coklat.

    Aduk hingga tercampur rata, lalu gulung menjadi bola-bola seukuran gigitan. Lalu tempatkan bola-bola tadi di atas loyang yang dilapisi kertas roti dan dinginkan di lemari es setidaknya selama 30 menit sebelum disajikan.

    Baca: Dit seimbang saat ibadah puasa

  • Tetap Segar Saat Puasa, Pilih Jenis dan Waktu yang Tepat untuk Berolahraga

    Tetap Segar Saat Puasa, Pilih Jenis dan Waktu yang Tepat untuk Berolahraga

    7cloud.asia – Menjalankan ibadah puasa Ramadhan seharusnya tidakmenjadi penghalang untuk berolahraga.

    Justru olahraga saat puasa dapat membantu tubuh tetap bugar, selama dilakukan dengan waktu dan jenis yang tepat.

    Mungkin ada pembaca yang bertanya-tanya olahraga yang tepat saat puasa atau dalam kondisi kita tidak bisa minum dengan leluasa.

    Berikut jawaban dari tim dokter Siloams Hospital mengenai waktu yang pas serta jenis olahraga yang disarankan saat berpuasa.

    Baca: Tetap segar saat puasa bebas ancaman dehidrasi

    Jenis Olahraga saat Puasa

    Saat puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman seharian. Sehingga, Anda mungkin tidak memiliki cukup energi untuk menjalani aktivitas yang berat.

    Agar tetap aktif, Anda dapat menyiasatinya dengan melakukan jenis olahraga ringan berikut ini.

    1. Yoga
    Yoga merupakan olahraga ringan yang bisa dilakukan di rumah dan tidak begitu menguras energi.

    Gerakan yoga berfokus pada teknik pernapasan untuk meregangkan otot dan membuat otak lebih rileks. Tidak hanya itu, manfaat yoga lainnya adalah membantu menenangkan pikiran dan meningkatkan kualitas tidur.

    2. Jalan Santai
    Jenis olahraga saat puasa yang direkomendasikan berikutnya adalah jalan santai. Aktivitas fisik ini termasuk ringan, sehingga tidak akan membuang banyak energi ataupun menyebabkan keringat berlebihan.

    Rutin melakukan jalan santai bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh, terutama bagian jantung, tulang, dan otot.

    Baca: Diet seimbang agar tetap fit saat puasa

    3. Pilates
    Selain yoga, pilates juga bisa menjadi alternatif olahraga ringan selama berpuasa. Jenis olahraga ini dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing orang.

    Pilates bermanfaat untuk memperbaiki postur tubuh, mengatasi stres, serta meningkatkan kekuatan otot.

    4. Bersepeda
    Bersepeda saat puasa bisa dilakukan dengan jarak dekat, sehingga tidak begitu melelahkan.

    Selain membantu membakar lemak dan kalori, olahraga ini juga bermanfaat menyehatkan jantung dan mengencangkan otot.

    Bersepeda santai saat sore hari menjelang berbuka juga bisa membuat pikiran lebih tenang sehingga rasa stres bisa mereda.

    5. Jogging
    Jika Anda memiliki energi lebih, cobalah melakukan jogging dengan intensitas ringan.

    Anda dapat melakukannya di pagi hari (saat masih banyak energi tersimpan) atau sore hari (menghabiskan sisa tenaga menjelang berbuka). Lakukan jogging selama 30 menit, namun segera berhenti jika Anda merasa lelah.

    Baca:Kudapan rekomendasi saat sahur

    6. Tai Chi
    Tai chi juga termasuk salah satu jenis olahraga saat puasa yang dapat Anda coba. Olahraga ini memiliki intensitas ringan, sehingga tidak mudah menyebabkan haus.

    Anda bisa melakukannya sebelum sahur atau pagi hari sebelum beraktivitas. Beberapa manfaat melakukan tai chi adalah meningkatkan kestabilan otot, fungsi kognitif, dan fleksibilitas tubuh.

    7. Sit Up dan Push Up
    Sit up maupun push up merupakan olahraga yang bisa dilakukan saat sedang berpuasa. Anda pun bisa melakukannya di sela-sela waktu santai.

    Sit up bermanfaat untuk meningkatkan fleksibilitas, membentuk otot perut, dan mengurangi risiko nyeri pinggul. Sementara itu, push up dapat menjaga stabilitas tubuh dan menguatkan otot dada.

    Baca: Mengapa gorengan tak disarankan saat puasa  

    Waktu Olahraga saat Puasa
    Olahraga saat berpuasa memang dianggap aman, namun Anda perlu mempertimbangkan waktu yang tepat untuk olahraga saat puasa, yaitu sebelum sahur, sebelum berbuka, setelah berbuka, atau sebelum tidur.

    1. Sebelum Sahur
    Olahraga saat puasa dapat dilakukan setengah jam sebelum sahur. Iringi dengan asupan cairan yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi.

    Dengan berolahraga sebelum sahur, tubuh akan terasa lebih segar untuk beraktivitas di pagi hari.

    2. Jelang Buka Puasa
    Anda juga bisa memanfaatkan waktu singkat sekitar 30 menit sebelum berbuka puasa untuk berolahraga.

    Anda dapat melakukan jalan santai atau bersepeda dengan jarak sedang. Jika dilakukan secara rutin, aktivitas ini akan membuat tubuh lebih bugar.

    3. Setelah Buka Puasa
    Apabila ingin berolahraga saat berbuka, tunggulah sampai makanan tercerna dengan baik.

    Atau, Anda juga bisa berbuka dengan makanan ringan, kemudian mengonsumsi makanan berat setelah berolahraga.

    4. Sebelum Tidur
    Sebelum waktu tidur tiba, makanan yang dikonsumsi saat berbuka puasa sudah dicerna dengan baik, sehingga Anda memiliki energi yang optimal untuk berolahraga.

    Anda dapat melakukannya selama 30 menit sebelum tidur. Olahraga saat puasa tidak disarankan dilakukan lebih dari satu jam.

  • Kiat Bugar untuk Penderita Asam Lambung selama Puasa Ramadhan

    Kiat Bugar untuk Penderita Asam Lambung selama Puasa Ramadhan

    7cloud.asia – Penelitian menyebut ibadah puasa Ramadhan bagus untuk penderita maag dan asam lambung (Gerd)

    Namun demikian ada trik khusus yang harus diperhatikan mereka yang memiliki gangguan asam lambung ini, terutama terkait pilihan makanan saat buka maupun sahur. 

    Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi lulusan Universitas Airlangga dr. Agus Prasetyo, Sp.KFR memberikan sejumlah kiat untuk menjaga kesehatan diri selama berpuasa terutama bagi orang yang menderita asam lambung atau gerd.

    “Bagi penderita gerd yang penting itu waktu sahur dan buka, makan secukupnya dan jangan berlebihan atau kurang. Lalu usahakan makan yang lunak dulu seperti jeli baru yang keras-keras,” kata dr. Agus Prasetyo, Sp.KFR dlansir Antaranews.com, Selasa (26/3/2024).

    Baca: Penelitian ungkap puasa Ramadhan bagus untuk penderita Gerd dan Maag

    Laki-laki yang akrab disapa sebagai Dokter Pras di platform digital TikTok itu menuturkan selama berpuasa penderita asam lambung dianjurkan untuk makan secukupnya baik saat sahur maupun berbuka puasa.

    Dia menganjurkan untuk memulai berbuka dengan air putih biasa atau hangat, agar lambung tidak kaget setelah dalam keadaan kosong berjam-jam. Untuk minuman, Pras menyarankan agar tidak mengonsumsi minuman berkafein atau soda.

    Sama halnya dengan minuman, akan lebih baik bila memulai dengan makanan jenis lunak seperti bubur atau jeli.

    Adapun jenis makanan yang harus dihindari adalah makanan yang memicu sakit lambung seperti makanan yang pedas, asam dan berlemak tinggi seperti nangka muda dan goreng-gorengan.

    Baca: Mengapa gorengan disarankan dihindari saat puasa Ramadhan

    “Pilih makanan yang tepat seperti daging tanpa lemak, buah-buahan yang tidak asam, sayuran, karbohidrat kompleks misal nasi merah dan oatmeal. Akan lebih baik jika memproses makanan dengan cara dipanggang, rebus, atau kukus,” kata dia.

    Hal yang sama juga berlaku pada takjil yang dikonsumsi, penderita asam lambung bisa memakan takjil yang mengandung buah atau sayuran sesuai dengan kondisinya atau kurma yang sudah terbukti bagus bagi lambung.

    “Selain itu jangan lupa tidak boleh dehidrasi. Ingat metode 2-4-2. Minum dua gelas ketika sahur, waktu buka puasa empat gelas dan dua gelas sebelum tidur sesudah sholat isya, jadi cairan dapat terpenuhi,” ucapnya.

    Pras menyarankan agar penderita asam lambung tidak langsung tidur usai menghabiskan makanan baik saat sahur atau makan malam.

    Baca: Saran ahli gizi soal pilihan makanan saat puasa Ramadhan

    Sebab, butuh waktu minimal dua jam untuk makanan berat dan satu jam untuk makanan seperti buah dan sayur dicerna oleh lambung.

    Menurutnya selain mengatur pola makan, kondisi penderita asam lambung akan lebih terjaga bila penderitanya dapat mengelola stres dan emosi dengan baik.

    Kalaupun penyakit itu kambuh, penderita dapat meminum obat lambung jika diperlukan atau berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat yang tepat.

    “Jangan lupa perbanyak ibadah. Ibadah dapat membantu menenangkan pikiran dan meredakan stres,” kata dokter yang kini bekerja di RSUD Koja Jakarta Utara itu.

    Baca: Metode 2-4-2 untuk cegah dehidrasi saat puasa Ramadhan