Tag: sri mulyani

  • Usman Hamid: Saya Terbuka Minta Bu Sri Mulyani dan Bung Teten Mundur dari Kabinet

    Usman Hamid: Saya Terbuka Minta Bu Sri Mulyani dan Bung Teten Mundur dari Kabinet

    7cloud.asia – Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid mendesak pada menteri-menteri Kabinet Indonesia maju yang masih setia pada demokrasi dan konstitusi untuk mundur dari jabatannya.

    Hal ini diungkapkan oleh Usman Hamid di sela-sela seminar Seret Penculik ke Penjara bukan ke Istana yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (24/01/2024).

    “Saya terbuka minta Sri Mulyani (Menteri Keuangan) mundur, minta Teten (Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah) juga mundur dari kabinet jika masih konsisten menjunjung demokrasi,” tegas Usman.

    Menurutnya, Jokowi sebagai presiden telah merusak nilai-nilai demokrasi dan reformasi’98 yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata.

    Baca: Sri Mulyani dan Basuki dikabarkan akan mundur dari kabinet

    Seperti yang terjadi saat ini. Menurut Usman, pesta demokrasi yang sedang berlangsung saat ini sebenarnya tidak menjadi pesta, tetapi bisa menjadi bencana.

    Karena penyelenggara negara yang seharusnya netral justru telah melakukan intervensi dengan mengambil langkah-langkah keberpihakan terhadap salah satu kontestan pemilu.

    “Kita punya pemimpin yang curang, pemimpin yang membawa banyak konflik kepentingan. Dan mungkin sudah saatnya dimakzulkan sebagaimana para ahli hukum tata negara menyampaikan,” katanya.

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, sejumlah menteri dari Kabinet Indonesia Maju berencana mundur dari jabatannya.

    Hal ini diungkap ekonom senior Faisal Basri dalam sebuah acara diskusi di Jakarta baru-baru ini.

    Baca: Mahfud MD akan mundur dari jabatannya

    Faisal Basri menyebut Menteri Keuangan Sri Mulyani adalah menteri yang secara moral paling siap untuk mundur dari Kabinet Indonesia Maju.

    Selain Sri Mulyani, Faisal juga menyebut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono siap mundur dari Kabinet Indonesia Maju.

    Menurut Faisal, menteri dari kalangan teknokrat itu siap mundur karena perkembangan politik terkini yakni dukungan Presiden ke salah satu paslon di pilpres 2024.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Menkeu Sri Mulyani Diisukan Mundur, Nilai Rupiah Melemah

    Menkeu Sri Mulyani Diisukan Mundur, Nilai Rupiah Melemah

    7cloud.asia – Nilai tukar rupiah makin melemah seiring makin kuatnya isu akan mundurnya Menteri Keuangan Sri Mulyani dari Kabinet Indonesia Maju. 

    Pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (26/1/2024) Rupiah ditutup pada posisi Rp15.825 per dolar AS jelang pertemuan The Fed pekan depan.

    Posisi ini menguat tipis 0,01% atau 1,0 poin dibanding posisi pembukaan yang berada di level Rp15.831 per dolar AS.

    Sementara itu, mata uang Asia terpantau bervariasi, sedangkan dolar AS menguat sore ini.

    Baca: Sri Mulyani dikabarkan akan mundur, begini tanggapan Jokowi

    Berdasarkan data Bloomberg pukul 15.00 WIB, rupiah ditutup  Sementara itu, indeks mata uang Negeri Paman Sam terpantau menguat 0,10% ke posisi 103,67 pada Jumat sore ini.  

    Untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah diprediksi fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp15.820—Rp15.890.

    Nilai rupiah ini merupakan yang terlemah sejak Nopember tahun lalu di kala mata uang Asia kebanyakan berhasil menguat terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

    Sumber Bloomberg menyebutkan, Sri Mulyani sedang mempertimbangkan untuk mengundurkan diri dari kabinet menyusul sikap Presiden Joko Widodo yang telah secara gamblang mendukung salah satu kandidat capres-cawapres.

    Baca: Perludem minta Jokowi tarik ucapannya

    Isu mundurnya Sri Mulyani membuat pelaku pasar gugup. Terlebih beberapa menteri lain seperti Menteri Luar Negeri Retno Marsudi serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono juga diperkirakan akan mengundurkan diri.

    Menurut sumber Bloomberg, situasi saat ini sangat dinamis dan para menteri bisa memutuskan untuk tetap tinggal.

    “Pengunduran diri tidak akan segera diumumkan karena khawatir akan potensi dampak buruk terhadap riupiah dan pasar,” kata sumber tersebut

  • Sri Mulyani Ikut Was-was Terkait Kenaikan Harga Beras yang Cetak Rekor Tertinggi

    Sri Mulyani Ikut Was-was Terkait Kenaikan Harga Beras yang Cetak Rekor Tertinggi

    7cloud.asia – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut was-was dengan melonjaknya harga beras beberapa waktu belakangan ini.

    Sri Mulyani menilai kenaikan harga beras yang mencapai 7,7 persen year to date (ytd) perlu diwaspadai.

    Menurut Sri Mulyani, kenaikan harga beras yang gila-gilaan tak hanya membuat rakyat menderita tetaijuga mempunyai potensi untuk menyumbang peningkatan inflasi terhadap volatile food.

    Ia mencatat, hingga 21 Februari, harga beras secara nasional rata-rata telah berada di angka Rp 15.175 per kilogram.

    Baca: DPR ingatkan pemerintah untuk stabilkan harga beras

    Antrean panjang untuk membeli beras dengan harga murah terjadi di sejumlah daerah.

    “Ini yang memberikan kontribusi terhadap inflasi volatile food di dalam headline inflasi kita,” kata Sri Mulyani saat konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, dilansir Kompas.com. 

    Sri Mulyani mencatat hingga akhir Januari 2024, inflasi terhadap volatile food Indonesia di angka 7,2 persen secara tahunan (yoy).

    Baca: Kelangkaan dan melambungnya harga beras diduga akibat jor-joran bansos jelang Pemilu 

    Namun demikian, Sri Mulyani menekankan, saat ini tingkat inflasi Indonesia masih relatif aman, bahkan cenderung lebih rendah dibandingkan negara-negara maju lainnya.

    Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan Indonesia tercatat sebesar 2,57 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,19, naik dari 102,55 pada Januari 2023.

    Sementara pedagang pasar tradisional menyebut kenaikan harga beras yang terjadi belakangan adalah yang tertinggi dalam sejarah di era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    Baca: Melonjaknya anggaran bansos ditengarai untuk dongkrak elektabilitas Gibran 

    Kenaikan harga beras ini jauh melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah dan mencetak rekor baru, tembus hingga Rp18 ribu per kilogram.

    Dilansir CNN Indonesia, Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Reynaldi Sarijowan mengatakan sulit mendapatkan beras medium dan premium.

    “Kalaupun ada, harga beras premium di pasar sebesar Rp18.500 per kilogram (kg),“ ujarnya.

    “Ya (harga beras premium Rp18.500 per kg tertinggi di era Presiden Jokowi). Hati-hati, jika pasar tradisional stok berasnya tidak melimpah tentu akan terganggu distribusi pangan rakyat yang ada di pasar,” ujarnya kepada CNN Indonesia.com beberapa waktu lalu.

  • Program Makan Siang Gratis Masuk RAPBN 2025, Ini Respon Sri Mulyani

    Program Makan Siang Gratis Masuk RAPBN 2025, Ini Respon Sri Mulyani

    7cloud.asia – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara soal program makan siang gratis yang masuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. 

    Sri Mulyani Indrawati mengatakan, program makan siang gratis harus dikaji seksama, termasuk potensi defisit yang dapat terjadi terhadap APBN 2025 nanti.

    Defisit APBN 2025, dipatok pada rentang 2,45%-2,8% dari PDB. Semakin lebar defisit, artinya jumlah utang yang akan ditarik akan semakin besar.

    Oleh sebab itu, ia kembali menekankan dalam sebulan ke depan pemerintah akan tetap melakukan pembahasan mengenai pagu indikatif dari masing-masing Kementerian/Lembaga.

    Ini sebagai ancar-ancar pagu anggaran yang tepat untuk melaksanakan program makan siang gratis yang diusung Paslon 02 tersebut.

    Baca: Risiko di balik program makan siang gratis

    “Kan ini masih dalam program. Kalau detail ya nanti kita lihat dalam pembahasan mengenai pagu indikatif dari masing-masing kementerian/lembaga,” kata Sri Mulyani di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/2/2024) seperti dikutip detik.com.

    Program-program baru yang masuk, kata Sri Mulyani, akan dihitung termasuk terkait program makan siang gratis.

    Perhitungan memakan waktu beberapa bulan ke depan sambil menunggu hasil resmi Pemilu 2024 dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

    Untuk detailnya, Sri Mulyani menyebut, masih ada sebulan dan untuk menghormati proses Pemilu. Semua pihakmasih menunggu bagaimana hasil yang sudah formal.

    Baca: Pembagian bansos jadi penentu pemilih memilih capres

    “Tapi pada saat ini semua persiapan tetap dilakukan sehingga nanti pada Maret kita melakukan rapat lagi untuk sidang kabinet mengenai pagu indikatif sudah mulai bisa diidentifikasikan program-program yang memang menjadi prioritas dari pemerintah selanjutnya namun masih dalam konteks wadah APBN yang sehat,” ucapnya.

    Sri Mulyani mengatakan defisit APBN 2025 dirancang 2,45-2,8% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

    Rasio itu naik dibandingkan target yang ditetapkan tahun ini 2,29% dari PDB, namun masih di bawah batas 3%.

    “Defisitnya antara 2,45-2,8% dari GDP. Bapak presiden meminta agar itu betul-betul dikendalikan dari sisi defisitnya sehingga dalam situasi global suku bunga tinggi dan gejolak dari sisi geopolitik, kepercayaan terhadap APBN masih bisa tetap dijaga,” kata Sri Mulyani.

     

    Baca: DPR sudah ingatkan agar Bansos tak jadi aset elektoral

    Saat ditanya apakah defisit itu sudah memperhitungkan program makan siang dan susu gratis yang diusung paslon 02, Sri Mulyani menyebut itu sudah termasuk seluruh kebutuhan kementerian/lembaga (K/L) dan berbagai komitmen yang ada di 2025.

    “Semuanya sudah harus masuk di situ. Jadi dalam defisit itu sudah termasuk seluruh kebutuhan kementerian/lembaga dan berbagai komitmen yang ada,” ucapnya.

     

  • Sidang Sengketa Hasil Pilpres 2024: Menkeu Bilang Pembagian 10 Kilogram Beras untuk 6 Bulan Bukan dari Dana Perlinsos

    Sidang Sengketa Hasil Pilpres 2024: Menkeu Bilang Pembagian 10 Kilogram Beras untuk 6 Bulan Bukan dari Dana Perlinsos

    7cloud.asia – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengakui bahwa bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) berupa pembagian beras 10 kilogram untuk enam bulan tidak dianggarkan sebagai dana perlindungan sosial.

    Sri Mulyani mengatakan, hal itu dianggap sebagai bagian dalam fungsi ekonomi untuk penguatan ketahanan dan stabilitas harga pangan.

    Hal itu disampaikan Sri Mulyani saat memenuhi panggilan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang lanjutan sengketa hasil Pilpres 2024, Jumat (5/4/2024) di Gedung MK Jakarta.

    “Penyaluran bantuan pangan yang dilakukan melalui Bapanas bukan merupakan bagian dari perlindungan sosial, namun ditujukan untuk penguatan ketahanan pangan dan stabilitas harga pangan,” kata Sri Mulyani.

    Baca: Empat menteri hadir di sidang sengketa hasil Pilpres 2024

    Di dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), ujar Sri Mulyani, pembagian beras 10 kilogram yang didistribusikan jelang pemungutan suara ini masuk fungsi ekonomi, bukan fungsi perlinsos (perlindungan sosial)

    Bendahara negara ini berujar, pada 2023, Bapanas diberi anggaran Rp 10,2 triliun. Total bantuan pangan yang disampaikan mencapai 21,53 juta keluarga penerima manfaat melalui Perum Bulog pada September-November 2023.

    “Dalam proses pencairan alokasi bantuan pangan yang dimohonkan oleh Bapanas diperlukan review BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) untuk menjamin akuntabilitas dari permohonan yang diajukan,” ujar Sri Mulyani.

    Sementara itu, pada 2024, Sri Mulyani menyatakan bahwa anggaran Bapanas justru merosot 30 persen dibandingkan 2023. Badan tersebut hanya dianggarkan dana Rp 6,71 triliun pada 2024.

    Baca: Penjelasan Menkeu dan Mensos di sidang sengketa hasil Pilpres 2024

    Sebagai informasi, hari ini MK memanggil empat menteri Kabinet Indonesia Maju untuk memberikan keterangan  seputar bantuan sosial (bansos) atas permintaan pemohon.

    Dalam dalil yang diajukan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud dikatakan bansos telah dipolitisasi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memenangkan Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024.

    Kedua pemohon mempersoalkan, salah satunya, mengapa anggaran perlindungan sosial melonjak dibandingkan dua tahun sebelumnya, bahkan hampir menyamai jumlah saat pandemi Covid-19 melanda pada 2020.

    Selain Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, serta Menteri Sosial Tri Rismaharini duduk bersisian di satu meja yang sama.

    Baca: Pemohon tak diberi kesempatan bertanya kepada para menteri

    Mereka dijadwalkan menyampaikan paparan awal, sebelum kemudian majelis hakim dapat melontarkan pertanyaan.

    Namun, hanya majelis hakim yang boleh bertanya kepada keempatnya. Para pihak dalam sidang ini juga dilarang menyampaikan interupsi.

    Saat pendalaman, Hakim Konstitusi Saldi Isra menanyakan kepada Sri Mulyani soal bansos yang dibagikan Presiden Jokowi serta preseden penahanan anggaran di awal tahun seperti di tahun 2024 ini.

    Sumber: Kompas.com

     

  • Sri Mulyani: Butuh Mobilisasi Dana Triliunan Dolar untuk Hadang Perubahan Iklim

    Sri Mulyani: Butuh Mobilisasi Dana Triliunan Dolar untuk Hadang Perubahan Iklim

    7cloud.asia – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan perlu mobilisasi anggaran hingga triliunan dolar AS untuk menahan laju perubahan iklim.

    Anggaran ini, menurut Sri Mulyani, sekaligus untuk mendorong pembangunan ekonomi yang berketahanan dari dampak perubahan iklim.

    “Kita harus memobilisasi dan mengarahkan triliunan dolar AS untuk memerangi perubahan iklim dan mendorong pembangunan yang berketahanan,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam Business Session Dewan Gubernur Asian Development Bank (ADB) di Tbilisi, Georgia, Minggu (5/5/2024).

    Business session tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pertemuan Tahunan Ke-57 ADB yang diselenggarakan pada 2-5 Mei 2024.

    Baca: Negara miskin butuh bantuan untuk  hadapi perubahan iklim

    Sri Mulyani mengatakan, ASEAN dan dunia tidak hanya menghadapi tantangan ekonomi, namun juga tantangan perubahan iklim. 

    Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, diperlukan investasi keuangan yang besar dan operasi yang efektif.

    “Perubahan iklim adalah tanggung jawab kita bersama. Itu sebabnya ADB harus bekerja sama dengan pemerintah, sektor swasta, filantropis, dan sumber keuangan lainnya untuk menciptakan blended finance yang paling efektif,” katanya.

    ADB telah meningkatkan komitmennya untuk menyediakan pembiayaan iklim senilai 100 miliar dolar AS bagi negara-negara berkembang anggotanya untuk periode 2019-2030.

    Baca: Negara miskin paling merasakan dampak perubahan iklim

    Pembiayaan iklim tersebut diharapkan dapat bertemu dengan proyek-proyek iklim yang berkualitas dan efektif.

    “Persoalannya kini lebih pada persiapan proyek yang berkualitas dan efektif (terkait perubahan iklim),” kata Menkeu Sri Mulyani.

    Pada kesempatan itu, Menkeu menyampaikan apresiasi kepada ADB atas dukungan berkelanjutannya kepada Indonesia melalui kemitraan di berbagai bidang pembangunan.

    Menurut dia, ADB terus berupaya mengatasi masalah perubahan iklim, kesehatan, kesetaraan gender, pendidikan, dan ketahanan pangan.

    Baca: Terdampak perubahan iklim Indonesia berpeluang dapatkan dana loss and damage

    Lebih lanjut ia menuturkan kawasan ASEAN masih menjadi bright spot bagi perekonomian dunia, terutama didorong oleh permintaan domestik, serta inflasi yang moderat.

    Posisi fiskal juga relatif hati-hati, terutama bagi Indonesia yang sedang menjalani konsolidasi fiskal pasca ekspansi di masa pandemi.

    Sri Mulyani juga mendukung reformasi ADB agar menjadi bank pembangunan multilateral yang lebih besar, lebih baik, dan lebih efektif.

    “Lebih besar berarti memiliki kemampuan finansial yang lebih banyak melalui optimalisasi yang seimbang,” pungkasnya

    Sumber:Antaranewws.com

  • Sri Mulyani Sebut Program Makan Siang Gratis Berkontribusi pada Pertumbuhan Ekonomi, Cek Faktanya di Sini

    Sri Mulyani Sebut Program Makan Siang Gratis Berkontribusi pada Pertumbuhan Ekonomi, Cek Faktanya di Sini

    7cloud.asia – Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dalam Rapat Paripurna DPR ke-19 Masa Persidangan V 2023-2024, Selasa (4/6/2024) mengatakan program makan siang gratis berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.

    Sri Mulyani menyampaikan ini sebagai tanggapan pemerintah atas pandangan Fraksi PDI Perjuangan terhadap kerangka RAPBN 2025 dalam rapat paripurna DPR ke-19 masa persidangan V tahun sidang 2023-2024.

    Sri Mulyani mengatakan, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi ke level 8persen, wajib adanya peningkatan kontribusi dari produktivitas. Hal ini dapat diperoleh melalui investasi SDM dan transformasi ekonomi.

    Dengan demikian, lanjutnya, program perbaikan SDM termasuk melalui program makanan bergizi dan perbaikan reformasi kesehatan, perbaikan kualitas pendidikan, penyempuranan jaring pengaman sosial menjadi sangat penting dalam meningkatkan produktivitas SDM.

    ”Seperti halnya Korea Selatan serta Taiwan yang konsisten berinvestasi terhadap SDM dan meningkatkan produktivitasnya. Dalam 15 tahun menuju negara maju, investasi dan peranan sektor manufaktur di Korea Selatan tumbuh di atas 10persen setiap tahunnya. Taiwan, untuk menjadi negara maju, investasi tumbuh 20persen dan sektor manufaktur tumbuh di atas 8persen.” ujarnya.

    Baca Juga: Airlangga Hartarto Klaim Program Makan Siang Gratis Tak Akan Memicu Pembengkakan Anggaran, Benarkah?

    The Conversation Indonesia menghubungi Alexander Michael Tjahjadi, peneliti dari Think Policy dan M. Rizki Pratama, dosen Kebijakan Publik dari Universitas Brawijaya untuk menganalisis klaim Sri Mulyani mengenai kaitan program makan siang gratis dengan pertumbuhan ekonomi.

    Michael dan M. Rizki Pratama menilai bahwa tak semudah itu program makan siang gratis akan serta merta mendorong pertumbuhan ekonomi.

    Menurut Michael, makan siang gratis tak bisa langsung dikaitkan dengan efek berganda perekonomian karena butuh waktu yang panjang untuk menilainya.

    Terkait dengan manfaat makan siang terhadap pengembangan kapasitas sumber daya manusia, misalnya, sebuah studi di New York menunjukkan bahwa program makan siang gratis di sana berhasil meningkatkan standar deviasi matematika hingga 0,083 dari satu tahun masa sekolah (equal year of schooling/EYOS) bagi para pelajar miskin.

    EYOS merujuk pada perolehan pembelajaran relatif terhadap seberapa banyak yang dipelajari siswa selama satu tahun ajaran. Sebuah studi menunjukkan bahwa rata-rata, satu standar deviasi pembelajaran setara dengan 4,7 dan 6,5 tahun masa sekolah.

    Baca Juga: Perhimpunan Guru Tolak Makan Siang Gratis, Ini Alasannya

    Angka deviasi dari studi New York ini terbilang rendah jika dibandingkan, misalnya, dengan eksperimen program instruksi berbasis teknologi di India yang meningkatkan standar deviasi matematika hingga 0,6 dalam rentang waktu 90 hari.

    Michael menambahkan, riset dari Korea Selatan, salah satu negara yang disebut Sri Mulyani, sebenarnya menunjukkan bahwa makan siang gratis tidak memberikan efek dalam perkembangan anak sekolah.

    Program makan siang gratis justru menimbulkan stigma negatif terhadap para penerimanya, yang berdampak buruk terhadap performa pelajar tersebut di sekolah.

    Hal ini terutama terjadi di sekolah-sekolah yang proporsi penerima programnya cenderung kecil dibandingkan jumlah keseluruhan siswa.

    Terkait, Rizki memaparkan bahwa kontribusi program makan siang gratis terhadap perekonomian sangat bergantung pada desain programnya.

    Baca Juga: Cek Fakta Benarkah Program Makan Siang Gratis yang Ditawarkan Prabowo Bisa Dorong Ekonomi Tumbuh 2 Persen

    Sebab, kebijakan makan siang gratis bertujuan meningkatkan pendidikan dan kesehatan anak sebagai prioritas utama dan bukan yang lain.

    Program makan siang gratis–yang dalam literatur dikenal dengan berbagai konsep–bertujuan memberikan pangan bergizi pada pelajar ketika mereka berada di sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan anak untuk dapat belajar secara efektif yang tidak akan terjadi jika anak mengalami malnutrisi dan kelaparan.

    Asupan gizi yang layak di sekolah juga memberikan manfaat bagi kesehatan anak. Sebuah studi juga menunjukkan ada dampak lain seperti keberlanjutan karena sekolah dapat memilih menu makanan lokal dan organik serta mengurangi sampah makanan.

    Meski beberapa studi menunjukkan dalam jangka panjang terdapat peningkatan penghasilan populasi yang terpapar program makan siang gratis, sulit untuk bisa memverifikasi apakah program ini akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi.

    Artikel ini merupakan hasil kolaborasi program Panel Ahli Cek Fakta The Conversation Indonesia bersama Kompas.com dan Tempo.co, didukung oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

  • Kemenkeu Finalisasi Daftar Barang Mewah yang Terkena PPN 12 Persen, Pakar: Harus Segera Dijelaskan Agar Rakyat Tidak Bingung

    Kemenkeu Finalisasi Daftar Barang Mewah yang Terkena PPN 12 Persen, Pakar: Harus Segera Dijelaskan Agar Rakyat Tidak Bingung

    7cloud.asia – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pihaknya sedang memfinalisasi daftar barang mewah yang akan dikenakan kenaikan pajak pertambahan nilai atau PPN 12 persen per 1 Januari 2025.

    Sri Mulyani Indrawati menegaskan pengumuman soal daftar barang mewah yang terkena PPN 12 persen tersebut akan disampaikan dalam waktu dekat bersama Menko Perekonomian.

    “Beberapa arahan dan juga dalam hal ini diskusi sedang terus kita lakukan. Ini dalam tahap finalisasi nanti kami akan segera mengumumkan bersama Menko Perekonomian mengenai keseluruhan paket tidak hanya mengenai PPN 12 persen,” ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Rabu (11/12/2024).

    Sri Mulyani menambahkan, pemerintah dalam menjalankan UU termasuk untuk penerapan PPN 12 persen terus memberikan pemihakan kepada masyarakat luas dan menegakkan asas keadilan.

    Selain itu, katanya, pemerintah di saat yang bersamaan juga akan tetap menjaga kebijakan fiskal yang ada.

    Baca: PPN 12 persen diterapkan secara selektif

    Dalam kesempatan ini, Sri Mulyani juga menekankan bahwa barang kebutuhan pokok dan berbagai jasa akan tetap bebas dari PPN 12 persen.

    Ia menuturkan potensi penerimaan negara dari barang dan jasa yang tidak dipungut PPN pada tahun ini diperkirakan mencapai Rp231 triliun dan untuk tahun depan potensinya bisa mencapai Rp265,6 triliun.

    Karena sekarang juga ada wacana untuk PPN kenaikan yang 12 persen hanya untuk barang mewah, kami sedang menghitung dan menyiapkan.

    Barang-barang yang tidak terkena PPN tadi tetap akan dipertahankan namun sekarang juga ada wacana dan aspirasi adalah PPN naik ke 12 persen hanya untuk barang-barang yang dianggap mewah, yang dikonsumsi oleh mereka yang mampu.

    “Kami akan konsisten untuk asas keadilan itu akan diterapkan, karena ini menyangkut pelaksanaan UU di satu sisi. Tapi juga dari sisi asas keadilan aspirasi masyarakat tapi juga keadaan ekonomi dan kesehatan APBN kami harus mempersiapkan secara teliti dan hati-hati,” tegasnya.

     

    Baca: Kebutuhan pokok tidak terkena PPN 12 persen

    Ekonom dari Universitas Brawijaya Prof Chandra Prananda mengungkapkan pemerintah harus secepatnya menjelaskan kepada publik kategori barang mewah apa saja yang akan dikenakan PPN 12 persen.

    Menurutnya, ini penting agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat terutama di kalangan pengusaha. Pemerintah harus menjelaskan yang disebut dengan barang mewah itu apa?

    “Ini sebenarnya yang berbahaya adalah mindset bahwa ini akan dikenakan sehingga kecenderungan berkonsumsi menjadi dalam tanda petik menurun. Sementara konsumsi menjadi andalan ekonomi kita. Secepatnya pemerintah harus menjelaskan produk-produk apa saja yang memang akan dikenakan 12 persen sementara yang lain tidak,” ungkap Chandra.

    Chandra juga menilai bahwa kebijakan tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap kalangan masyarakat menengah dan bawah, karena barang mewah yang jumlah dan konsumsinya terbatas oleh kalangan tertentu tidak akan meningkatkan inflasi.

    Selain itu, katanya, karena kebanyakan barang mewah itu adalah impor maka menurutnya hal ini juga akan berdampak cukup baik terhadap penerimaan negara dari sisi bea cukai.

     

    Baca: Buruh dan pengusaha menolak PPN 12 persen

    Senada dengan Chandra, ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai pemerintah perlu menjabarkan lebih detil terkait barang-barang mewah yang akan dikenakan kenaikan PPN 12 persen. Hal ini, ujarnya, untuk meminimalisasi dampak kekacauan yang akan terjadi di masyarakat.

    “Namun, kategori ‘barang mewah’ yang belum final perlu diawasi agar tidak terjadi pergeseran dampak yang merugikan kelompok menengah atas (misalnya, barang semi-premium yang dibeli kalangan menengah),” ungkap Josua.

    Meski begitu ia menilai kebijakan tersebut sudah mencerminkan asas keadilan, karena nantinya masyarakat dengan daya beli tinggi (konsumen barang mewah) akan membayar pajak lebih besar sesuai dengan kemampuan mereka.

    “Masyarakat kelas menengah dan bawah, diperkirakan tidak akan terdampak karena barang kebutuhan dasar seperti beras, listrik, pendidikan, dan layanan kesehatan tetap bebas PPN 12 persen. Kebijakan PPN 12 persen juga diarahkan pada barang konsumsi yang lebih relevan untuk golongan kaya,” tegasnya.

    Namun, dia memberikan beberapa catatan yakni jika inflasi meningkat akibat mekanisme pasar, dampak tidak langsung bisa dirasakan oleh semua golongan, termasuk kelas bawah dan menengah.

    Transparansi dalam menetapkan kategori barang mewah juga sangat penting untuk memastikan perlindungan terhadap daya beli masyarakat umum.

  • Masih Awal Tahun APBN Sudah Defisit Rp31,2 Triliun, Ini Penyebabnya

    Masih Awal Tahun APBN Sudah Defisit Rp31,2 Triliun, Ini Penyebabnya

    7cloud.asia – Mencermati kinerja APBN hingga 28 Februari 2025, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa telah terjadi defisit Rp31,2 triliun atau 0,13 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

    “APBN 2025 didesain dengan defisit Rp616,2 triliun. Jadi, ini defisit 0,13 persen tentu masih di dalam target desain APBN sebesar 2,53 persen dari PDB,” ungkap Menkeu Sri dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (13/3/2025).

    Menkeu Sri Mulyani menjelaskan, meskipun terjadi defisit, APBN 2025 masih mencatatkan keseimbangan primer dalam posisi surplus Rp48,1 triliun.

    Lebih jauh, mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini menjabarkan realisasi penerimaan negara hingga akhir Februari mencapai Rp316,9 triliun atau 10,5 persen dari target APBN.

    Ia menjelaskan, penerimaan negara dari sisi perpajakan mencapai Rp240,7 triliun yang terdiri dari pajak Rp187,8 triliun dan bea cukai Rp42,6 triliun.

    Baca: Beban Utang yang Harus Dibayar Pemerintah pada 2025 Capai Rp1200 Triliun

    Sedangkan dari sisi penerimaan negara bukan pajak (PNPB) tercatat sudah mencapai Rp76,4 triliun.

    Realisasi yang terjadi untuk belanja negara hingga akhir Februari dengan telah terjadinya efisiensi dan lain-lain kita masih melihat belanja negara Rp348,1 triliun atau 9,6 persen dari target total belanja tahun ini.

    Ini terdiri dari belanja pemerintah pusat yang mencapai Rp211,5 triliun atau 7,8 persen dari target, belanja KL Rp83,6 triliun, dan belanja non KL Rp127,9 triliun.
    “Sedangkan untuk transfer ke daerah, sampai akhir Februari telah mencapai Rp136,6 triliun,” jelasnya.

    Disrupsi Global, Kebijakan Trump
    Menkeu Sri juga menyinggung situasi global yang diliputi ketidakpastian terutama pengaruh kebijakan Amerika Serikat setelah Donald Trump menjabat presiden untuk yang kedua kali.

    “Semenjak Presiden Trump dilantik hingga sekarang, begitu banyak kebijakan executive order Presiden Trump yang terus menerus menimbulkan gejolak sehingga gejolak ini dirasakan oleh seluruh dunia,” tuturnya.

    Baca: Jokowi Wariskan Utang Pemerintah Sebesar Rp 8.461,93 Triliun

    Gejolak atau dinamika ini, kata Sri, tercermin dalam pergerakan nilai tukar rupiah yang melemah hingga Rp16.340 per USD hingga akhir Februari.

    Gejolak juga tampak pada pergerakan yield (keuntungan yang didapat dari) surat berharga negara hingga harga minyak.

    “Yield surat berharga negara sama seperti yang terjadi dengan disrupsi akibat berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh Presiden Trump 2.0 dan juga ada interaksi, reaksi dari negara-negara blok besar, entah itu Kanada, Eropa, RRT, Meksiko, telah menimbulkan suatu dinamika atau gejolak volatilitas di nilai tukar dan yield di semua negara,” jelasnya.

    Sri Mulyani menambahkan pertumbuhan ekonomi tanah air pada tahun 2024 yang cenderung stagnan pada level lima persen, tepatnya 5,03 persen.

    Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tersebut masih merupakan suatu prestasi tersendiri di tengah kondisi perekonomian global yang masih menghadapi berbagai ketidakpastian dari segala sisi.

    “Saya ingin menyampaikan bahwa ini adalah sebuah tingkat yang tidak mudah bagi semua negara untuk menjaga pertumbuhan ekonomi pada level di atas lima persen, di mana kondisi perekonomian global disrupsinya sungguh luar biasa,” katanya.

    Baca: Dampak besarnya utang pada ekonomi nasional