Tag: tanah datar

  • Banjir Bandang Terjang Tanah Datar, Pemerintah Tetapkan Masa Tanggap Darurat 14 Hari

    Banjir Bandang Terjang Tanah Datar, Pemerintah Tetapkan Masa Tanggap Darurat 14 Hari

    7cloud.asia – Banjir bandang menerjang Nagari Barulak, Kecamatan Tanjung Baru, Tanah Datar, Sumatera Barat pada Jum’at, (23/2) lalu. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari.

    “Selepas kita mendengarkan analisa, masukan dan saran dari Forkopimda dan instansi terkait, maka ditetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari ke depan,” ujar Bupati Tanah Datar, Eka Putra di Batusangkar, Minggu (25/02/2024).

    Melansir Antaranews, Eka menjelaskan sebelum penetapan status ini, pihaknya telah melakukan berbagai upaya penanganan awal bagi warga yang terdampak.

    Baca: Banjir di Bandar lampung mulai surut

    Diantaranya memberikan bantuan awal melalui Dinas Sosial dan BPBD Tanah Datar.

    Dalam masa tanggap darurat ini ia berharap tidak terjadi bencana susulan sehingga memudahkan petugas membersihkan material.

    “Kita telah mengambil langkah-langkah strategis dalam penanganan musibah ini, semoga beberapa hari ke depan cuaca baik, sehingga tidak terjadi bencana susulan,” jelasnya.

    Sementara Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar, dr. Ermon Revlin menjelaskan banjir bandang pada Jumat lalu berdampak pada tiga Jorong di Nagari Barulak.

    Baca: Curah hujan tinggi, waspada bencana

    Berdasarkan data BPBD sebanyak 27 unit rumah, dua mushala, dan puluhan hektar lahan pertanian terkena dampak banjir bandang di Nagari Barulak tersebut.

    “Sampai saat ini, diperkirakan 27 rumah, dua mushala, lima jembatan dan puluhan hektar lahan pertanian dan perkebunan masyarakat yang terdampak, dan saat ini petugas kami terus mendata terhadap potensi kerugian yang ditimbulkan musibah ini,” unkap Ermon.

    Reporter: Nurakhmayani
     

     

  • Masih Ada 10 Orang Hilang, Masa Tanggap Darurat Bencana di Tanah Datar Diperpanjang 14 Hari

    Masih Ada 10 Orang Hilang, Masa Tanggap Darurat Bencana di Tanah Datar Diperpanjang 14 Hari

    7cloud.asia – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat memperpanjang masa tanggap darurat bencana selama 14 hari, hingga 8 Juni mendatang. Salah satu pertimbangannya masih ada 10 orang yang hilang

    Keputusan ini diambil setelah rapat evaluasi yang dilakukan Bupati Tanah Datar, Eka Putra bersama instansi terkait lainnya mengenai penanganan bencana dan kondisi terbaru bencana banjir bandang.

    “Setelah menerima saran, masukan dan pertimbangan dari Forkopimda, BMKG, Bazarnas dan instansi terkait lainnya, maka diputuskan masa tanggap darurat bencana di Tanah Datar diperpanjang 14 hari lagi hingga 8 Juni 2024,” jelas Eka seperti yang dilansir Antaranews .

    Baca: Banjir di Sumatera Barat, 27 orang tewas

    Masa tanggap darurat bencana banjir bandang dan lahar dingin pertama sebenarnya berakhir pada hari ini, Sabtu (25/05/2024). Namun masa tanggap darurat diperpanjang dengan mempertimbangkan beberapa hal.

    Menurut Eka, salah satu pertimbangannya adalah masih adanya korban hilang yang belum ditemukan. Selain itu, banyaknya rumah masyarakat yang butuh penanganan tim untuk dibersihkan.

    “Saat ini 10 orang korban masih dinyatakan hilang dan selain itu ada rumah masyarakat yang butuh dibersihkan, sehingga masih perlu dilanjutkan untuk pencarian dan pembersihan,” ujarnya.

    Baca: Korban banjir bandang di Sumbar bertambah, Walhi nilai pemerintah lalai

    Pihaknya, lanjut Eka, juga melakukan berbagai langkah antisipasi yang dilakukan bersama dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

    Di antaranya, Pemkab Tanah Datar bersama BNPB akan memasang early warning system (EWS) di beberapa titik.

    EWS merupakan sistem untuk memberitahukan akan timbulnya kejadian alam berupa bencana maupun tanda-tanda alam lainnya agar masyarakat segera mengetahui ketika terjadi bencana.

    Selain itu, Pemkab Tanah Datar bersama BNPB juga akan membangun sabo dam serta memecahkan batu besar yang saat ini menjadi penghalang yang ada di hulu sungai.

    Baca: Cegah banjir susulan pemerintah lakukan modifikasi cuaca

    “Kami bersama BNPB akan memasang berupa peringatan dini dan sabo dam di beberapa titik,” ujarnya.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, banjir bandang melanda tiga wilayah di Sumatera Barat sejak Sabtu (11/05/2024).

    Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat sebanyak 32 orang meninggal dunia dan 10 orang hilang. Sementara infrastruktur yang terdampak yakni 36 jembatan rusak berat, 30 unit rumah hanyut, 88 unit rumah rusak berat.