7cloud.asia – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat memperpanjang masa tanggap darurat bencana selama 14 hari, hingga 8 Juni mendatang. Salah satu pertimbangannya masih ada 10 orang yang hilang
Keputusan ini diambil setelah rapat evaluasi yang dilakukan Bupati Tanah Datar, Eka Putra bersama instansi terkait lainnya mengenai penanganan bencana dan kondisi terbaru bencana banjir bandang.
“Setelah menerima saran, masukan dan pertimbangan dari Forkopimda, BMKG, Bazarnas dan instansi terkait lainnya, maka diputuskan masa tanggap darurat bencana di Tanah Datar diperpanjang 14 hari lagi hingga 8 Juni 2024,” jelas Eka seperti yang dilansir Antaranews .
Baca: Banjir di Sumatera Barat, 27 orang tewas
Masa tanggap darurat bencana banjir bandang dan lahar dingin pertama sebenarnya berakhir pada hari ini, Sabtu (25/05/2024). Namun masa tanggap darurat diperpanjang dengan mempertimbangkan beberapa hal.
Menurut Eka, salah satu pertimbangannya adalah masih adanya korban hilang yang belum ditemukan. Selain itu, banyaknya rumah masyarakat yang butuh penanganan tim untuk dibersihkan.
“Saat ini 10 orang korban masih dinyatakan hilang dan selain itu ada rumah masyarakat yang butuh dibersihkan, sehingga masih perlu dilanjutkan untuk pencarian dan pembersihan,” ujarnya.
Baca: Korban banjir bandang di Sumbar bertambah, Walhi nilai pemerintah lalai
Pihaknya, lanjut Eka, juga melakukan berbagai langkah antisipasi yang dilakukan bersama dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.
Di antaranya, Pemkab Tanah Datar bersama BNPB akan memasang early warning system (EWS) di beberapa titik.
EWS merupakan sistem untuk memberitahukan akan timbulnya kejadian alam berupa bencana maupun tanda-tanda alam lainnya agar masyarakat segera mengetahui ketika terjadi bencana.
Selain itu, Pemkab Tanah Datar bersama BNPB juga akan membangun sabo dam serta memecahkan batu besar yang saat ini menjadi penghalang yang ada di hulu sungai.
Baca: Cegah banjir susulan pemerintah lakukan modifikasi cuaca
“Kami bersama BNPB akan memasang berupa peringatan dini dan sabo dam di beberapa titik,” ujarnya.
Seperti yang diwartakan sebelumnya, banjir bandang melanda tiga wilayah di Sumatera Barat sejak Sabtu (11/05/2024).
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat sebanyak 32 orang meninggal dunia dan 10 orang hilang. Sementara infrastruktur yang terdampak yakni 36 jembatan rusak berat, 30 unit rumah hanyut, 88 unit rumah rusak berat.

Leave a Reply