Tag: titik panas

  • BMKG: Dampak El Nino 2023 Masih Terkendali

    BMKG: Dampak El Nino 2023 Masih Terkendali

    7cloud.asia – Dampak fenomena El Nino seperti kebakaran hutan, kekeringan, petani gagal panen masih dirasakan masyarakat. Dampak El Nino tahun ini disebut masih lebih kecil dan terkendali.

    Hal ini diungkapkan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati usai konferensi pers Rapat Koordinasi Lintas Kementerian/Lembaga di Jakarta, Senin (09/10/2023).

    “Dampaknya lebih kecil dan terkendali dibandingkan El Nino pada 2015 dan 2019,” kata  Dwikorita dikutip Antaranews.

    Baca: BRIN perkirakan El Nino akan berlangsung hingga Mei 2024

    Fenomena El Nino menyebabkan adanya perubahan pola curah hujan, suhu udara yang meningkat, dan kecenderungan peningkatan titik panas di wilayah yang rawan kebakaran hutan dan lahan.

    Terkait karhutla, Dwikorita mengatakan pemerintah sudah berupaya membasahi lahan gambut sejak Februari sampai hari ini dengan melakukan TMC (teknologi modifikasi cuaca) yang fokus ke lahan yang berpotensi terbakar.

    “Meskipun masih ada yang terbakar karena pengaruh tangan manusia,” jelasnya.

    Baca: BMKG perkirakan musim kemarau akan berlangsung hingga akhir Oktober

    Menurut Dwikorita, dengan membasahi lahan gambut tersebut maka muka air tanah tidak kekurangan yang akhirnya dapat memicu karhutla.

    Selain itu, lanjut Dwikorita, TMC tidak hanya untuk membasahi lahan gambut, tapi juga menjaga kualitas udara di sekitar titik panas (hot spot) tidak semakin memburuk.

    Pemerintah melihat kualitas udara yang memburuk ini berkorelasi dengan titik api, tapi yang paling penting bagaimana mencegah titik api menyebar agar kualitas udara juga dipulihkan.

    Baca: Modifikasi dilakukan di kawasan rawan terjadi kebakaran lahan

    “Jadi TMC sasarannya tidak hanya mengantisipasi karhutla tapi juga memulihkan kualitas udara,” urainya.

    Meski beberapa daerah sudah mulai memasuki musim hujan, tetapi fenomena El Nino masih terus berlangsung hingga awal tahun 2024.

    “Saat musim hujan, pengaruh El Nino tidak sedahsyat saat ini. Diharapkan sesuai prediksi kemarau panjang ini berakhir di Oktober dan mulai transisi di November,” katanya.

    Baca: El Nino percepat cairnya salju abadi di Puncak Jaya

    El Nino merupakan fenomena cuaca yang terjadi akibat peningkatan suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur yang menjadi lebih hangat dari biasanya.

    Biasanya terjadi setiap 5 atau 7 tahun sekali. Fenomena alami ini menyebabkan perubahan pola cuaca global, yang berdampak signifikan pada iklim di berbagai wilayah di dunia, termasuk di Indonesia.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Wilayah Kaltim Mulai Hujan, Tetapi Titik Panas Meningkat

    Wilayah Kaltim Mulai Hujan, Tetapi Titik Panas Meningkat

    7cloud.asia – Meski hujan sudah mengguyur beberapa wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim), namun titik panas masih dijumpai. Bahkan jumlahnya meningkat menjadi 34 titik panas.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui stasiun di Balikpapan, pada Mingu (24/12/2023) mendeteksi 26 titik pada Minggu (24/12), kemudian meningkat menjadi 34 titik pada Senin (25/12).

    “Sebanyak 34 titik panas ini terdeteksi sepanjang Senin kemarin mulai pukul 01:00 – 24:00 WITA,” kata Koordinator Bidang Data Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Diyan Novrida pada Selasa (26/12/2023) seperti dilansir Antaranews.

    Titik panas tersebut tersebar di empat kabupaten, yakni Kabupaten Paser 1 titik, Kutai Barat 1 titik, Kutai Timur 23 titik, dan Kabupaten Kutai Kartanegara 9 titik.

    Baca: BMKG Ingatkan kebakaran hutan di sejumlah wilayah

    Sementara rincian per kecamatan adalah satu titik di Paser berada di Kecamatan Pasir Belengkong, satu titik di Kutai Barat berada di Kecamatan Bongan. Semuanya memiliki tingkat kepercayaan menengah.

    Kemudian sembilan titik di Kabupaten Kutai Kartanegara tersebar di enam kecamatan yakni Kembang Janggut dua, Tenggarong Seberang satu, Anggana satu, Marangkayu dua.

    Selain kecamatan Muara Badak satu, dan Kecamatan Muara Kaman dua yang semuanya memiliki tingkat kepercayaan menengah.

    Baca: Kebakaran hutan dan lahan akibat El Nino harus dibayar mahal

    “Sedangkan 23 titik di Kutai Timur, tersebar pada enam kecamatan yakni tujuh titik di Kecamatan Bengalon, Kecamatan Busang satu, Long Mesangat dua, Muara Bengkal dua, Sangkulirang dua, Teluk Pandan satu, dan Kecamatan Telen delapan titik, semuanya juga memiliki tingkat kepercayaan menengah,” kata Diyan.

    Sebaran titik panas ini, lanjut Diyan langsung disampaikan kepada pihak terkait, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat provinsi maupun kabupaten masing-masing.

    Dengan adanya peningkatan titik panas ini, ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk membantu mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Baca: Kerugian ebakaran Gunung Bromo akibat prewedding capai 54 milyar

    Diyan menjelaskan pencegahan yang dapat dilakukan misalnya dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan.

    Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak membakar saat membersihkan atau membuka lahan, karena daun dan ranting kering rawan menyebarkan kebakaran lebih luas.

    Diyan mengakui wilayah Kalimantan Timur memang sudah turun hujan, namun masih ada sejumlah kawasan yang tidak terjadi hujan dalam beberapa hari.

    Hal ini menyebabkan daun dan ranting mengering sehingga mudah terbakar.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Musim Hujan, Masih Ada 28 Titik Panas di Kalimantan Timur

    Musim Hujan, Masih Ada 28 Titik Panas di Kalimantan Timur

    7cloud.asia – Meski hujan sudah mengguyur sebagian besar wilayah di Indonesia, tetapi, masih ditemukan titik panas di Kalimantan Timur. Jumlahnya mencapai 28 titik panas.

    Hal ini berdasarkan hasil pemnatauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).

    “Sebanyak 28 titik panas ini terpantau sepanjang Rabu, 10 Januari 2024 mulai pukul 01.00 hingga 24.00 WITA,” kata Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan BMKG Balikpapan, Diyan Novrida seperti yang dilansir Antaranews.

    Baca: Kabut asap menyelimuti Kota Padang

    Sebanyak 28 titik panas yang terpantau tersebut tersebar di empat kabupaten.

    Yaitu Kabupaten Kutai Barat satu titik, Kutai Timur 21 titik, Kutai Kartanegara 5 titik dan Berau 1 titik yang memiliki tingkat kepercayaan menengah.

    Rincian satu titik di Kutai Barat berada di Kecamatan Jempang, 21 titik di Kutai Timur tersebar di enam kecamatan yakni Kecamatan Bengalon delapan titik, Kaubun 1 titik, Kongbeng 4 titik.

    Selain itu Muara Wahau 6 titik, Rantau Pulung 1 titik, Teluk Pandan 1 titik dan Telen 1 titik.

    Di Kabupaten Kutai Kartanegara terdapat lima titik panas yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kembang Janggut dua titik, Loa Kulu 2 titik dan Muara Kaman 1 titik. Di Kabupaten Berau terdapat satu titik di Kecamatan Kelay.

    Baca: Pengolahan lahan gambut picu kebakaran lahan

    Pihaknya, lanjut Diyan, telah menyampaikan ke pihak terkait tentang titik panas ini.

    Diantaranya adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat provinsi maupun kabupaten masing-masing agar dapat dilakukan tindakan lebih lanjut.

    Memang, Diyan mengakui meski telah masuk musim hujan, namun masih ada sejumlah kawasan yang tidak terjadi hujan dalam beberapa hari.

    Hal ini menyebabkan daun dan ranting di hutan maupun lahan yang mengering, sehingga mudah terbakar.

    Untuk itu, ia mengimbau semua pihak tetap waspada dan sama-sama mencegah agar tidak terjadi penambahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti tidak melakukan pembakaran di hutan maupun lahan.

    Baca: Titik panas di Sumatera bertambah

    Sebab, menurut Diyan, masih banyak daun dan ranting kering di lahan yang mudah terbakar.

    “Pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat, antara lain dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak melakukan pembakaran saat membersihkan atau membuka lahan, karena daun dan ranting kering rawan menyebabkan kebakaran lebih luas,” kata Diyan.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Sebagian Wilayah Hujan, Titik Panas di Kalimantan Timur Justru Bertambah

    Sebagian Wilayah Hujan, Titik Panas di Kalimantan Timur Justru Bertambah

    7cloud.asia – Meski beberapa wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim)sudah diguyur hujan, namun masih ditemukan sebanyak 121 titik panas di wilayah ini.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan memantau jumlah ini meningkat dari hari sebelumnya, Selasa (30/01/2024) sebanyak 114 titik panas.

    “Sebanyak 121 titik panas ini terpantau sepanjang Rabu (31/1) mulai pukul 01.00 hingga 24.00 WITA,” kata Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan BMKG Balikpapan, Diyan Novrida pada Kamis (01/02/2024).

    Melansir Antaranews, 121 titik yang terpantau kemarin (31/01/2024) tersebar di empat kabupaten yakni Kutai Barat (7), Kutai Timur (94), Kutai Kartanegara (18), dan Kabupaten Berau (2).

    Baca: Pengolahan lahan gambut sering memicu kebakaran lahan

    Rinciannya adalah tujuh titik di Kutai Barat tersebar pada empat kecamatan yakni Bongan (2), Jempang (1), Muara Lawa (3), dan Kecamatan Siluq Ngurai (1), semuanya memiliki tingkat kepercayaan menengah.

    Di Kutai Timur yang terdeteksi 94 titik dengan sebaran di Kecamatan Bengalon (26), Kaubun (8), Kongbeng (20), Muara Ancalong (8), Muara Bengkal (2), Muara Wahau (6), Rantau Pulung (19), dan Kecamatan Telen (5) dengan tingkat kepercayaan menengah dan tinggi.

    Kabupaten Kutai Kartanegara yang terpantau 21 titik tersebar di delapan kecamatan yakni Kembang Janggut (3), Kenohan (1), Marangkayu (2), Muara Badak (2).

    Selain itu, titik panas juga terpantau di Muara Kaman (7), Sangasanga (1), Sebulu (1), dan Tabang (1), dengan tingkat kepercayaan menengah.

    “Sedangkan Kabupaten Berau yang terdeteksi dua titik panas, tersebar di Kecamatan Segah dan Kelay, dengan tingkat kepercayaan menengah,” jelas Diyan.

    Baca: Titik panas di Sumatera bertambah

    Pihaknya, lanjut Diyan, akan menyampaikan informasi ini ke pihak terkait, termasuk ke Manggala Agni.

    Selain itu, pihaknya juga akan menyampaikan informasi ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi serta kabupaten/kota  agar dapat dilakukan tindakan lebih lanjut.

    Agar jumlah titik panas tidak bertambah, BMKG mengimbau semua pihak agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran hutan.

    Selain itu BMKG juga mengajak masyarakat bersama-sama mencegah agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti tidak melakukan pembakaran di hutan maupun lahan.

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, pada Selasa (30/01/2024) BMKG mendeteksi 114 titik panas.

    Titik panas tersebut tersebar di lima kabupaten yakni Paser (2), Kutai Barat (2), Kutai Timur (84), Kutai Kartanegara (21), dan Kabupaten Berau (5). 

    Reporter: Nurakhmayani

  • Sebanyak 40 Titik Panas di Riau, Pemerintah Tetapkan Status Siaga Darurat

    Sebanyak 40 Titik Panas di Riau, Pemerintah Tetapkan Status Siaga Darurat

    7cloud.asia – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali marak terjadi di beberapa wilayah meski masih musim hujan. Propinsi Riau menjadi terbanyak titik panas, yaitu 40 titik. Status siaga darurat kebakaran hutan pun diberlakukan.

    Melansir Antaranews, penetapan status ini dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Kota Dumai dan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu.

    Dengan status ini pemerintah setempat dapat dengan mudah memetakan kondisi dan keadaan terdapat potensi bencana guna menangani dampak buruk yang ditimbulkan.

    Selain itu, penetapan kondisi siaga darurat itu dilakukan karena saat ini tim gabungan dari TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat peduli api, masih terus melakukan pemadaman karhutla beberapa titik di Riau.

    Baca: Pemprov Riau tetapkan status darurat kebakaran hutan

    Tetapi ada juga beberapa daerah yang terjadi karhutla tersebut yang sudah dalam tahap pendinginan.

    “Saat ini tim gabungan masih memadamkan karhuta seperti di Pelalawan yakni di kawasan Teluk Meranti, berikut di Kota Dumai, namun sudah dalam tahap proses pendinginan,” jelas Kepala Pelaksana Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Riau, M Edy Afrizal.

    “Pendinginan juga dilakukan di Kabupaten Indragiri Hulu sedangkan di Kabupaten Kepulauan Meranti juga sudah muncul Karhutla,” sambungnya.

    Selanjutnya Edy mengungkapkan beberapa waktu lalu karhutla di Dumai dan Meranti memang sempat padam.

    Namun beberapa hari terakhir muncul kembali titik karhutla yang baru, seperti di Kota Dumai karhutla baru terjadi di Bukit Kapur.

    Baca: Pengolahan lahan gambut sering memicu kebakaran lahan

    Beruntung karhutla tersebut dapat segera ditangani dan kini masuk tahap pendinginan.

    Daerah yang sudah menetapkan status siaga ada tiga yakni Siak, Bengkalis dan Dumai dan untuk daerah lain belum ada.

    Propinsi Riau memang menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak. Hingga Kamis (21/03/2024) tolal titik panas di wilayah Sumatera ada 139 titik.

    Jumlah ini  tersebar di Bengkulu 31 titik, Jambi 6, Sumatera Barat 32, Sumatera Selatan 1, Sumatera Utara 1, Kepulauan Riau 27, Bangka Belitung 1.

    Untuk Propinsi Riau mencapai 40 titik tersebar di wilayah Dumai 4, Pelalawan 20, Rokan Hilir 1, Siak 5, Indragiri Hulu 6, Kepulauan Meranti 3, Kuantan Singingi 1 titik. 

    Sementara itu, forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Pekanbaru, Gita Dewi S memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang melanda sebagian wilayah Riau.

    Baca: Titik panas di Sumatera bertambah

    Yaitu sebagian wilayah Indragiri Hilir, Rokan Hulu, Indragiri Hulu pada Kamis (21/03/2024) pagi hingga malam hari.

    Pada malam hari katanya menyebutkan hujan juga diprakirakan akan mengguyur Rokan Hilir.

    Suhu udara hari ini berkisar antara 23.0 hingga 32.0 °C dengan kelembapan udara mencapai 55 hingga 99 persen.

    Angin bertiup dari arah barat laut menuju timur dengan kecepatan antara 10 hingga 30 km/jam. Prakiraan tinggi gelombang di perairan Provinsi Riau berkisar antara 0.50

    – 1.25 meter (rendah).

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • BMKG: Titik Panas di Riau Meningkat Jadi 124 Titik

    BMKG: Titik Panas di Riau Meningkat Jadi 124 Titik

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan jumlah titik panas di Provinsi Riau menjadi 124 titik.

    Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi lokasi terbanyak yakni 58 titik panas dari data yang diperbarui, Minggu (24/03/2024) sore.

    Prakirawan BMKG Pekanbaru, Sanya G, menyampaikan, selain Kepulauan Meranti jumlah titik panas yang banyak lainnya juga terdapat di Kota Dumai sebanyak 36 titik.

    Kemudian Kabupaten Bengkalis 13 titik, Pelalawan (8), Inderagiri Hilir (4), Siak (3), dan masing-masing satu di Rokan Hilir dan Kuantan Singingi.

    Baca: Riau tetapkan status darurat kebakaran hutan

    “Ada sebanyak 99 titik panas dengan 14 tingkat kepercayaan rendah, 101 sedang dan sembilan yang tinggi. Tersebar di delapan kabupaten/kota di Riau,” katanya.

    Jumlah titik panas tersebut meningkat dari Minggu pagi yang berjumlah 79 titik. Ketika itu jumlah titik panas terbanyak juga terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kota Dumai.

    Saat ini di Kota Dumai kabut asap yang pekat terlihat menyelimuti daerah tersebut akibat kebakaran lahan di sana.

    Berdasarkan laporan harian kebencanaan, kebakaran hutan dan lahan terjadi di sejumlah lokasi ada seluas 37 hektare.

    Baca: Sejumlah wilayah berpotensi kebakaran hutan

    Sementara di Kepulauan Meranti juga terjadi karhutla yang luasnya mencapai 40 ha lebih. Itu terjadi di Pulau Rangsang pada lima titik yakni di Desa Telesung, Penyagun, Sungai Gayung Kiri, Renak Dungun dan perbatasan di Mantiasa.

    Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti, Muhlisin, belum bisa memastikan berapa luas kebakaran secara keseluruhan.

    Namun untuk dua titik yaitu di Desa Telesung dan Penyagun saja diperkirakan sudah mencapai 40 hektar.

    Baca: Menteri LHK bantah ada asap yang melintas ke Malaysia

    Sementara itu secara keseluruhan di Pulau Sumatera terdapat 199 titik panas. Selain Provinsi Riau yang menjadi lokasi terbanyak, titik panas dalam jumlah mencolok lainnya terdapat di Bangka Belitung dengan 43 titik.

    Selanjutnya ada 7 titik panas di Sumatera Selatan, masing-masing 5 di Kepulauan Riau dan Jambi.

    Lalu masing-masing dua di Nangroe Aceh Darussalam dan Lampung serta masing-masing 1 di Sumatera Barat dan Sumatera Utara

    Sumber: Antaranews

  • Titik Panas di Kalimantan Timur Meningkat Jadi 169 Titik

    Titik Panas di Kalimantan Timur Meningkat Jadi 169 Titik

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mendeteksi sebanyak 169 titik panas tersebar di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

    Sehingga semua pihak terkait diharap melakukan penanganan sesuai prosedur.

    “Sebanyak 169 titik panas ini terpantau sepanjang Kamis (11/4) kemarin mulai pukul 01.00 hingga 24.00 WITA,” ujar Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balikpapan Diyan Novrida di Balikpapan, Jumat (12/04/2024).

    Sebaran titik panas ini telah disampaikan ke pihak terkait seperti Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Penyelamatan dan Pemadaman Kebakaran baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, agar dapat dilakukan tindakan sesuai prosedur.

    Jumlah titik panas sebanyak ini mengalami kenaikan drastis ketimbang hari sebelumnya, Rabu (10/4) yang terpantau 32 titik dan tersebar di dua kabupaten, yakni Kutai Timur sebanyak 31 titik dan di Kutai Kartanegara ada satu titik panas.

    Mengingat jumlah titik panas mengalami peningkatan, maka semua pihak diminta selalu waspada dan saling mengingatkan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti tidak melakukan pembakaran saat mengelola lahan.

    “Kewaspadaan perlu dilakukan karena sejumlah kawasan masih mengalami cuaca panas dalam beberapa hari berturut-turut, sehingga hal ini menyebabkan dahan, ranting, dan daunnya mengering yang rawan terjadi kebakaran,” katanya.

    Ia melanjutkan, sebanyak 169 titik panas yang terpantau kemarin tersebar di lima kabupaten/kota, yakni di Kota Bontang (2), Kabupaten Kutai Barat (40), Kutai Timur (86), Kutai Kartanegara (37), dan Kabupaten Berau (4) titik panas.

    Rinciannya, di Bontang yang terpantau dua titik berada di Kecamatan Bontang Selatan dengan tingkat kepercayaan menengah, di Berau dengan empat titik tersebar di Kecamatan Kelay dua dan Segah dua dengan tingkat kepercayaan menengah dan rendah.

    Di Kutai Barat dengan 40 titik tersebar pada tiga kecamatan, yakni Muara Pahu (37), Jempang (1), Kecamatan Penyinggahan (2) titik dengan tingkat kepercayaan menengah dan rendah.

    Di Kutai Timur yang terpantau 86 titik tersebar pada 14 kecamatan yakni Sangatta Utara (6), Bengalon (25), Busang (3), Karangan (1), Kongbeng (8), Muara Wahau (3), Rantau Pulung (8), Sangkulirang (4), Telen (5), Kongbeng (2), Long Mesangat (13), Muara Bengkal (2), Muara Wahau (3), dan Teluk Pandan (3) titik dengan tingkat kepercayaan menengah dan rendah.

    “Di Kutai Kartanegara yang terpantau 37 titik tersebar pada delapan kecamatan, yakni Muara Muntai (14), Muara Kaman (8), Muara Jawa (1), Marang Kayu (7), Loa Kulu (2), Kota Bangun (1), Kenohan (2), dan Kecamatan Anggana (2) dengan tingkat kepercayaan menengah,” ujar Diyan.

    Sumber: Antaranews

  • Suhu Panas Landa Sumatera Utara, Terdeteksi 105 Titik Panas

    Suhu Panas Landa Sumatera Utara, Terdeteksi 105 Titik Panas

    7cloud.asia – Suhu panas melanda wilayah Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya sebanyak 105 titik panas atau hotspot terpantau di wilayah ini.

    “Ke-105 titik panas tersebut terpantau berdasarkan pantauan sensor medis yakni Satelit Tera, Aqua, SNPP, dan NOAA20,” ungkap prakirawan cuaca Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) wilayah I Medan, Martha Manurung seperti yang dikutip Antaranews.

    Selanjutnya Martha menjelaskan 105 titik panas tersebut masing-masing terpantau 3 titik di Humbang Hasundutan, 1 di Labuhanbatu Selatan, 7 di Labuhanbatu Utara, 1 di Mandailing Natal, 2 di Padang Lawas Utara.

    Selain itu tedapat 2 titik panas di Padang Lawas dan satu titik di Pakpak Bharat, 3 di Serdang Bedagai, 6 di Tapanuli Selatan, 4 di Tapanuli Utara, 13 di Toba, 2 di Asahan, 4 di Dairi, satu di Deli Serdang, 6 di Karo.

    Baca: Waspada suhu panas hingga 37 derajat celsius di wilayah Sumatera Utara

    Titik panas terbanyak terdeteksi di wilayah Labuhanbatu 35 titik, 2 titik di Langkat dan 12 titik panas di Samosir.

    “Informasi mengenai keberadaan titik panas tersebut juga sudah disampaikan kepada pemangku kepentingan agar dapat menjadi perhatian,’ ujarnya.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca pada Kamis (25/7/2024) pagi sebagian besar wilayah Sumatera Utara berawan.

    Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang terjadi pada siang dan sore hari di wilayah Humbang Hasundutan dan sekitarnya.

    Kemudian malam harinya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang terjadi di wilayah Humbang Hasundutan Sibolga, Langkat, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara.

    Baca: Titik panas di Riau capai 124 titik

    Suhu udara diperkirakan berkisar antara 15 hingga 36 derajat celcius dengan tingkat kelembapan udara antara 50 hingga 90 persen. Angin bertiup dari Tenggara-Barat Daya dengan kecepatan 05 – 15 km/jam.

    “Waspada potensi suhu udara yang cukup panas dan gerah di wilayah dataran rendah, perkotaan, dan pesisir pantai Sumatera Utara,” ucapnya.

    Dia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membersihkan lahan karena sebagian wilayah Sumatera Utara sudah memasuki musim kemarau.

     

  • Curah Hujan Berkurang, Titik Panas di Riau Mulai Muncul

    Curah Hujan Berkurang, Titik Panas di Riau Mulai Muncul

    7cloud.asia – Meski belum memasuki musim kemarau, tetapi curah hujan sudah mulai berkurang di beberapa wilayah. Kondisi ini memicu munculnya titik panas (hotspot). Seperti wilayah Riau.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Riau memantau ada titik hotspot di wilayah Riau, yaitu di Kota Dumai 2 titik dan di Kabupaten Pelalawan 1 titik.

    Kepala Stasiun Meteorologi BMKG SSK II Pekanbaru, Irwansyah Nasution menjelaskan ketiga titik tersebut masih belum besar.

    “Di Riau ini masih rendah, dibandingkan Sumatera Selatan. Di Riau sudah ada beberapa tapi belum besar, ada tiga titik hotspot di Pelalawan 1, di Dumai 2, nggak terlalu besar,” jelas Irwansyah seperti yang dilansir detik.com.

    Baca: BMKG prediksi musim kemarau 2025 lebih pendek

    Jumlah hotspot ini berpotensi bertambah di saat musim kemarau nanti, apalagi saat memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan akan terjadi pada Juni-Juli 2025.

    Menurut Irwansyah, wilayah Riau saat ini memasuki transisi dari musim hujan ke kemarau. BMKG memprediksi musim kemarau di wilayah Riau terjadi pada pertengahan Mei 2025.

    Sama seperti sebagian besar wilayah lainnya di Indonesia, durasi musim kemarau tahun ini singkat. “Juni-Juli puncaknya, tapi kemungkinan tahun ini tidak terlalu lama. Sekitar 3 bulanan,” katanya.

    Baca: Musim kemarau mulai Mei 2025, masyarakat diimbau antisipasi dampaknya

    Sebelumnya Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengungkapkan ada beberapa faktor yang menyebabkan musim kemarau 2025 lebih singkat.

    Yaitu adanya fenomena iklim global seperti El Nino-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada dalam fase netral. Artinya tidak adanya gangguan iklim besar dari Samudra Pasifik maupun Samudra Hindia hingga semester II tahun 2025.

    Namun, suhu muka laut di wilayah Indonesia cenderung lebih hangat dari normal dan diperkirakan bertahan hingga September, yang dapat memengaruhi cuaca lokal di Indonesia.

     

     

     

  • Memasuki Kemarau Puluhan Titik Panas Terpantau di Pulau Sumatera

    7cloud.asia – Kondisi cuaca panas di musim kemarau mengakibatkan peningkatan jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera.

    Secara keseluruhan, Pulau Sumatera mencatat 164 titik panas. Sumatera Utara menyumbang angka tertinggi dengan 71 titik, diikuti Jambi 18 titik dan Sumatera Barat 13 titik.

    Provinsi lainnya seperti Bengkulu, Lampung, dan Sumatera Selatan juga mencatatkan sejumlah titik panas, namun jumlahnya tidak terlalu signifikan.

    BMKG mengingatkan, tren ini perlu diwaspadai, karena bisa menjadi indikator awal potensi kebakaran hutan dan lahan.

    Baca: Titik panas mulai bermunculan di Riau

    BMKG mengimbau seluruh pihak, terutama yang berada di daerah rawan, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas pembakaran terbuka.

    Dilansir iniriau.com, BMKG Stasiun Pekanbaru mencatat, Provinsi Riau menjadi salah satu daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 39 titik, berdasarkan pantauan satelit per Kamis (10/7/2025) pukul 23.00 WIB.

    “Data terbaru menunjukkan Riau kembali masuk dalam zona rawan karhutla dengan puluhan titik panas yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota,” ujar Putri Santy, prakirawan BMKG Pekanbaru.

    Kabupaten Kampar, Siak, dan Rokan Hulu tercatat masing-masing memiliki tujuh titik panas. Disusul Rokan Hilir dengan enam titik, Dumai lima titik, Bengkalis dan Kepulauan Meranti masing-masing tiga titik, serta Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Kuantan Singingi satu titik.

    Baca: Musim kemarau 2025 diprediksi berlangsung lebih singkat

    Sementara itu, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I menyebutkan sebanyak 26 titik panas atau hot spot terpantau di sejumlah wilayah di Sumatera Utara.

    “Titik panas tersebut terpantau berdasarkan pantauan sensor Satelit Tera, Aqua, SNPP, dan NOAA20,” kata Prakirawan BBMKG Wilayah I Tri Anggun Lestari di Medan, Jumat (11/7/2025) seperti dilansir Antaranewws.com

    Sebanyak 26 titik panas tersebut paling banyak ditemukan di Kabupaten Padang Lawas yakni sebanyak 6 (enam) titik, disusul Padang Lawas utara (5 titik),

    Adapun titik panas lainnya masing-masing terpantau tiga di Tapanuli Tengah, dua di Samosir, dua titik di Humbang Hasundutan, dua di Labuhanbatu, satu di Labuhanbatu Utara, satu di Mandailing Natal, satu di Samosir, satu di Tapanuli Selatan, satu di Karo, dan satu di Toba.