Wilayah Kaltim Mulai Hujan, Tetapi Titik Panas Meningkat

Written by

in

7cloud.asia – Meski hujan sudah mengguyur beberapa wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim), namun titik panas masih dijumpai. Bahkan jumlahnya meningkat menjadi 34 titik panas.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui stasiun di Balikpapan, pada Mingu (24/12/2023) mendeteksi 26 titik pada Minggu (24/12), kemudian meningkat menjadi 34 titik pada Senin (25/12).

“Sebanyak 34 titik panas ini terdeteksi sepanjang Senin kemarin mulai pukul 01:00 – 24:00 WITA,” kata Koordinator Bidang Data Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Diyan Novrida pada Selasa (26/12/2023) seperti dilansir Antaranews.

Titik panas tersebut tersebar di empat kabupaten, yakni Kabupaten Paser 1 titik, Kutai Barat 1 titik, Kutai Timur 23 titik, dan Kabupaten Kutai Kartanegara 9 titik.

Baca: BMKG Ingatkan kebakaran hutan di sejumlah wilayah

Sementara rincian per kecamatan adalah satu titik di Paser berada di Kecamatan Pasir Belengkong, satu titik di Kutai Barat berada di Kecamatan Bongan. Semuanya memiliki tingkat kepercayaan menengah.

Kemudian sembilan titik di Kabupaten Kutai Kartanegara tersebar di enam kecamatan yakni Kembang Janggut dua, Tenggarong Seberang satu, Anggana satu, Marangkayu dua.

Selain kecamatan Muara Badak satu, dan Kecamatan Muara Kaman dua yang semuanya memiliki tingkat kepercayaan menengah.

Baca: Kebakaran hutan dan lahan akibat El Nino harus dibayar mahal

“Sedangkan 23 titik di Kutai Timur, tersebar pada enam kecamatan yakni tujuh titik di Kecamatan Bengalon, Kecamatan Busang satu, Long Mesangat dua, Muara Bengkal dua, Sangkulirang dua, Teluk Pandan satu, dan Kecamatan Telen delapan titik, semuanya juga memiliki tingkat kepercayaan menengah,” kata Diyan.

Sebaran titik panas ini, lanjut Diyan langsung disampaikan kepada pihak terkait, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat provinsi maupun kabupaten masing-masing.

Dengan adanya peningkatan titik panas ini, ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk membantu mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca: Kerugian ebakaran Gunung Bromo akibat prewedding capai 54 milyar

Diyan menjelaskan pencegahan yang dapat dilakukan misalnya dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan.

Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak membakar saat membersihkan atau membuka lahan, karena daun dan ranting kering rawan menyebarkan kebakaran lebih luas.

Diyan mengakui wilayah Kalimantan Timur memang sudah turun hujan, namun masih ada sejumlah kawasan yang tidak terjadi hujan dalam beberapa hari.

Hal ini menyebabkan daun dan ranting mengering sehingga mudah terbakar.

Reporter: Nurakhmayani

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *