Tag: tnbts

  • Kebakaran Hutan di Lereng Bromo Menghanguskan 274 Hektare

    Kebakaran Hutan di Lereng Bromo Menghanguskan 274 Hektare

    uangkota.com – Kebakaran yang terjadi membakar hutan dan lahan (karhutla) kawasan Gunung Bromo terlihat di Pos Jemplang, Malang, Jawa Timur.

    Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, hingga Sabtu (9/9/2023),  luas kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sejak 30 Agustus itu sekitar 274 hektar dan diduga sumber api akibat suar yang dinyalakan pengunjung.

    Sebelumnya, pihak berwenang telah merilis imbauan kepada semua pihak untuk berhati-hati dan tidak membuat api di sekitar kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)

    Imbauan ini dirilis Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS Septi Eka Wardhani di Kota Malang, Jawa Timur, menyusul kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sejak Jumat (18/8/2023) lalu.

    Septi mengingatkan kondisi sangat kering akibat musim kemarau di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) rentan memicu kebakaran.

    Baca: Pemanasan suhu bumi picu kebakaran kian sering terjadi

    Kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terjadi di sejumlah titik dan menghanguskan vegetasi alang-alang, semak, serasah dan sebagian pohon cemara gunung.

    Sebagian savana di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) juga dilaporkan mengering akibat frost (keadaan dingin) beberapa waktu lalu. 

    Puluhan petugas dikerahkan untuk memadakan kebakaran lahan ini. Tim gabungan tersebut terdiri dari petugas TNBTS, dibantu Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Ranupani, Desa Ngadas, dan Desa Argosari, serta TNI/Polri dan sejumlah unsur terkait.

    Baca: PBB ingatkan periode 2023-2027 bakal jadi periode yang panas

    Berdasarkan pemantauan Sistem Pengawasan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi), pada 18 Agustus 2023 tampak beberapa titik api di kawasan TNBTS di blok Oro-Oro Ombo di bawah puncak Gunung Semeru.

    Septi menjelaskan area yang terbakar tersebut masuk dalam Resor Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Wilayah Ranupani Lumajang. Vegetasi yang terbakar berupa alang-alang, semak, serasah dan sebagian pohon cemara gunung.

    Petugas TNBTS melakukan pemantauan dan pengecekan langsung di lapangan dan ditemukan kebakaran di areal tersebut.

    Baca: Emisi gas rumah kaca cetak rekor tertinggi pada 2022

    Selain itu petugas juga telah membuat aliran api dan diklaim berhasil melokalisir api pada Sabtu, 19 Agustus 2023.

    “Itu dilakukan untuk mencegah api merambat ke Panggonan Cilik Ranu Kumbolo. Saat ini petugas gabungan masih berada di lokasi untuk pendinginan pemadaman sekitar Jambangan dan Keling,” ujarnya.

    Tim kedua dikirimkan pada Minggu, 20 Agustus 2023 untuk memperkuat tim sebelumnya.

    Baca: Fenomena El Nino dan dampaknya bagi lingkungan

    Penyebab kebakaran tersebut hingga kini masih belum diketahui dan masih dalam proses identifikasi.

    “Penyebab kebakaran dan luas area masih dalam proses identifikasi,” ucap Septi seperti dikutip Antaranews.com.

    Akibat kebakaran ini, hingga kini pendakian Gunung Semeru masih ditutup. Setelah dilakukan cek jalur trekking ditemukan sejumlah spot yang berpotensi jadi kendala bagi pendaki.

  • Minimalkan Kerusakan Lingkungan, Pendakian Gunung Semeru Wajib Gunakan Pendamping

    Minimalkan Kerusakan Lingkungan, Pendakian Gunung Semeru Wajib Gunakan Pendamping

    7cloud.asia – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mewajibkan penggunaan Pendampingan Pemandu Gunung Semeru Terdaftar (PPGST) bagi wisatawan yang ingin mendaki Gunung Semeru.

    Kebijakan Balai Besar TNBTS ini sebagai upaya meminimalisasi terjadinya kecelakaan dan kerusakan lingkungan akibat kegiatan pendakian Gunung Semeru.

    Adapun besarnya biaya yang ditetapkan untuk penggunaan PPGST di Gunung Semeru ini adalah Rp200 ribu per hari.

    Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, mengatakan setiap kelompok pendaki Gunung Semeru wajib menggunakan jasa pendamping dari PPGST atau Pendamping Pendakian Gunung Semeru Terdaftar yang beranggotakan masyarakat sekitar.

    “Pendamping ini telah menjalani bimbingan teknis dari TNBTS untuk dapat bertanggungjawab serta memastikan seluruh pendaki menjalankan SOP yang diberlakukan TNBTS,” kata Endrip dalam keterangan pers, seperti dilansir metrotvnews.com, Desember lalu

    Baca: Ratusan kilogram sampah plastik terkumpul dari aksi bersih-bersih Gunung Semeru

    Endrip menerangkan tarif jasa pendamping sepenuhnya merupakan tanggungjawab dari PPGST. Ia menambahkan untuk informasi tarif jasa pendamping dapat diakses melalui unggahan pada akun Instagram PPGST, @ppgst_tnbts.

    “Tarif diluar dari biaya tiket pendakian Gunung Semeru. Tarif pendamping sepenuhnya diterima dan dikelola oleh PPGST dan tidak ada yang masuk ke kas negara,” jelasnya.

    Berdasarkan informasi pada akun Instagram @ppgst_tnbts, pendamping bertugas mendampingi pendaki selama pendakian Gunung Semeru. Tujuannya untuk meningkatkan keselamatan, terutama di jalur pendakian dengan medan yang sulit dan risiko tinggi, serta menjaga kelestarian lingkungan.

    Selain itu kebijakan ini akan mendukung perekonomian lokal dengan memberdayakan masyarakat lokal dan mitra TNBTS sebagai PPGST.

    Regulasi ini juga diharapkan dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan dan kerusakan lingkungan yang terjadi akibat adanya kegiatan pendakian.

    Baca: Aktivitas wisatawan akibatkan Kawasan Wisata Bromo rawan banjir

    Peran PPGST adalah memastikan kenyamanan dan keselamatan serta mengawasi agar pendaki tidak melanggar peraturan selama pendakian. PPGST bukan guide atau porter.

    Pendaki yang sudah menggunakan jasa open trip, guide dan porter tetap diwajibkan menggunakan jasa PPGST yang sudah terdaftar di TNBTS. Wadah PPGST berbentuk paguyuban yang berada dibawah binaan atau pengawasan TNBTS.

    Ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi sebelum melakukan pendakian Gunung Semeru.

    1. Pendaki wajib melakukan reservasi secara online melalui website resmi Balai Besar TNBTS (bookingsemeru.bromotenggersemeru.org).

    2. Pendaki wajib menggunakan jasa PPGST.

    3. Kuota ditentukan berdasarkan ketersediaan jumlah PPGST.

    Baca: Tips asyik wisata ramah lingkungan

    4. Setiap grup atau kelompok pendakian minimal terdiri dari 2 orang dan maksimal 10 orang per pendamping.

    5. Pendaki tidak dapat melakukan pergantian personil. Keenam, setiap pendaki diwajibkan membawa identitas asli (KTP/KK) sesuai dengan data saat melakukan reservasi.

    Tarif tiket mendaki dan berkemah di Gunung Semeru sesuai dengan PP Nomor 36 Tahun 2024, untuk Wisatawan Nusantara sebesar Rp73 ribu (2 Hari Kerja), Rp83 ribu (1 Hari Kerja 1 Hari Libur), dan Rp93 ribu (2 Hari Libur).

    Sedangkan untuk wisatawan mancanegara sebesar Rp435 ribu (Hari Kerja dan Hari Libur).

    Untuk tarif porter saat ini berada di kisaran Rp250 ribu-Rp300 ribu per hari serta guide Rp350 ribu per hari untuk wisatawan lokal dan Rp500 ribu per hari untuk wisatawan mancanegara. Sedangkan untuk biaya pendamping sebesar Rp300 ribu per hari

  • Hormati Ritual Yadnya Kasada, Kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru Akan Ditutup Selama 4 Hari

    Hormati Ritual Yadnya Kasada, Kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru Akan Ditutup Selama 4 Hari

    7cloud.asia – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan menutup aktivitas wisata di seluruh kawasan taman nasional tersebut, pada 10-13 Juni 2025 mendatang.

    Penutupan kawasan TNBTS ini untuk menghormati ritual tahunan Yadnya Kasada yang digelar masyarakat setempat.

    Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (30/5/2025) mengatakan, penutupan aktivitas wisata merupakan hasil kesepakatan bersama yang diputuskan melalui rapat koordinasi lembaga tersebut dengan pihak-pihak terkait.

    “Memperhatikan hasil rapat koordinasi, maka kawasan TNBTS ditutup untuk aktivitas wisata, pada Selasa (10/6/2025) pukul 00.01 hingga Jumat (13/6/2025) pukul 24.00 WIB. Penutupan ini sebagai bentuk menghormati upacara ritual Yadnya Kasada,” kata Rudi.

    Baca: Pendakian Gunung Semeru wajib gunakan pendamping tuk minimalkan kerusakan lingkungan

    Penutupan kawasan TNBTS dalam rangka menghormati upacara Yadnya Kasada telah diatur oleh lembaga tersebut di dalam Surat Pengumuman No. PG.8/T.8/BIDTEK/KSA.5.1/B/05/2025 tentang Penutupan Wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Pada Saat Upacara Ritual Yadnya Kasada Tahun 2025.

    Surat tersebut diterbitkan oleh Balai Besar TNBTS, pada Kamis (15/5/2025).

    Rudi mengatakan, selama pemberlakuan penutupan aktivitas wisata, kawasan TNBTS hanya boleh diakses oleh masyarakat yang akan mengikuti pelaksanaan ritual Yadnya Kasada.

    “Untuk upacara ritual Yadnya Kasadanya dilaksanakan pada 10-11 Juni 2025,” ujarnya.

    Kemudian, pada Kamis hingga Jumat (12-13/6/2025) akan dilaksanakan pembersihan seluruh kawasan TNBTS.

    Baca: Aktivitas wisatawan akibatkan kawasan wisata Bromo rawan banjir

    Rudi mengimbau kepada masyarakat hingga pelaku usaha jasa wisata bisa memperhatikan pengumuman menyoal penutupan kawasan ini.

    “Supaya aturan ini bisa dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” kata dia.

    Balai Besar TNBTS telah berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan pecalang untuk melakukan pengawasan serta penjagaan di masing-masing pintu masuk kawasan wisata alam tersebut.

    Selain itu, Balai Besar TNBTS memastikan tidak membuka kuota penjualan tiket kunjungan wisata, khususnya ke Gunung Bromo, saat tanggal pelaksanaan ritual Yadnya Kasada dan pembersihan kawasan.