Hormati Ritual Yadnya Kasada, Kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru Akan Ditutup Selama 4 Hari

Written by

in

7cloud.asia – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan menutup aktivitas wisata di seluruh kawasan taman nasional tersebut, pada 10-13 Juni 2025 mendatang.

Penutupan kawasan TNBTS ini untuk menghormati ritual tahunan Yadnya Kasada yang digelar masyarakat setempat.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (30/5/2025) mengatakan, penutupan aktivitas wisata merupakan hasil kesepakatan bersama yang diputuskan melalui rapat koordinasi lembaga tersebut dengan pihak-pihak terkait.

“Memperhatikan hasil rapat koordinasi, maka kawasan TNBTS ditutup untuk aktivitas wisata, pada Selasa (10/6/2025) pukul 00.01 hingga Jumat (13/6/2025) pukul 24.00 WIB. Penutupan ini sebagai bentuk menghormati upacara ritual Yadnya Kasada,” kata Rudi.

Baca: Pendakian Gunung Semeru wajib gunakan pendamping tuk minimalkan kerusakan lingkungan

Penutupan kawasan TNBTS dalam rangka menghormati upacara Yadnya Kasada telah diatur oleh lembaga tersebut di dalam Surat Pengumuman No. PG.8/T.8/BIDTEK/KSA.5.1/B/05/2025 tentang Penutupan Wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Pada Saat Upacara Ritual Yadnya Kasada Tahun 2025.

Surat tersebut diterbitkan oleh Balai Besar TNBTS, pada Kamis (15/5/2025).

Rudi mengatakan, selama pemberlakuan penutupan aktivitas wisata, kawasan TNBTS hanya boleh diakses oleh masyarakat yang akan mengikuti pelaksanaan ritual Yadnya Kasada.

“Untuk upacara ritual Yadnya Kasadanya dilaksanakan pada 10-11 Juni 2025,” ujarnya.

Kemudian, pada Kamis hingga Jumat (12-13/6/2025) akan dilaksanakan pembersihan seluruh kawasan TNBTS.

Baca: Aktivitas wisatawan akibatkan kawasan wisata Bromo rawan banjir

Rudi mengimbau kepada masyarakat hingga pelaku usaha jasa wisata bisa memperhatikan pengumuman menyoal penutupan kawasan ini.

“Supaya aturan ini bisa dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” kata dia.

Balai Besar TNBTS telah berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan pecalang untuk melakukan pengawasan serta penjagaan di masing-masing pintu masuk kawasan wisata alam tersebut.

Selain itu, Balai Besar TNBTS memastikan tidak membuka kuota penjualan tiket kunjungan wisata, khususnya ke Gunung Bromo, saat tanggal pelaksanaan ritual Yadnya Kasada dan pembersihan kawasan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *