Tag: TPN

  • Todung: Penguasa Jangan Ikut Campur Dalam Menentukan Pilihan Warga

    Todung: Penguasa Jangan Ikut Campur Dalam Menentukan Pilihan Warga

    7cloud.asia – Deputi Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud Md, Todung Mulya Lubis meminta agar aparat penegak hukum dan presiden netral tidak mencampuri pilihan warga dalam Pemilu 2024.

    Sebab, hal ini akan merusak kemurnian Pemilu 2024 yang akan berlangsung beberapa pekan lagi.

    “Penguasa siapa pun dia termasuk presiden, jangan ikut campur dalam menentukan pilihan dalam setiap warga negara,” tegas Todung saeperti yang dilansir JPNN.

    Selain itu, Todung mendesak Kapolri dan Bawaslu untuk melakukan penyidikan rekaman suara aparat untuk memenangkan paslon Prabowo-Gibran.

    Baca: Menkopolhukam, Mahfud MD: Kecurangan tidak akan menang

    “Lewat teman-teman media hari ini, saya minta Kapolri Jenderal Listyo untuk menginvestigasi keterlibatan aparatnya dalam konspirasi ini. Saya juga minta Jaksa Agung untuk melakukan hal yang sama. Saya minta pada Bawaslu karena kami sudah bertemu dengan Bawaslu meski belum tentu menerima laporan seperti ini, agar mereka proaktif mengambil inisiatif melakukan fact finding,” jelas Todung.

    Pihaknya, lanjut Todung juga tengah melakukan investigasi atau fact finding atas dugaan konspirasi pemilu tersebut. Dia optimis dalam waktu dekat akan mendapatkan jawaban atas peristiwa itu.

    Jika rekaman suara tersebut benar-benar terjadi, maka harus diusut dan diproses secara hukum.

    Sebab tindakan tersebut telah mencederai demokrasi dan semangat dalam membangun ekosistem pemilu yang bersih dan adil.

    “Jika konspirasi ini betul-betul terjadi, kami meminta untuk diproses secara hukum karena ini betul-betul merupakan suatu pelanggaran yang menciderai demokrasi,” tegasnya.

    Baca: Sekjen PDIP sebut banyak kepala daerah yang diancam dicopot

    Mantan Duta Besar Norwegia tersebut menjelaskan TKN Ganjar-Mahfud memiliki catatan tersendiri tentang adanya dugaan pelanggaran semacam ini.

    Catatan tersebut berupa data-data pelanggaran baik yang dilakukan paslon maupun oleh aparat sipil dan hukum terhadap paslon Ganjar-Mahfud.

    “Ini semua sudah terdokumentasi dengan baik. Dan kita mengeroscek, memverifikasi dan sedang mempersiapkan permohonan yang sedang kami ajukan ke Mahkamah Konstitusi. Jadi semua pelanggaran itu yang disebut TSM (Terstruktur, Sistematis, Masif), sedang dalam kajian yang dilakukan,” urai Todung.

    Sebelumnya di media sosial viral rekaman suara yang diduga suara Kajari Batubara dalam pertemuan tertutup dengan Pj Bupati Batubara, Kapolres dan Dandim Batubara.

    Baca: Gibran dan tiga caleg PAN langgar aturan

    Dalam rekaman tersebut, terungkap adanya arahan kepada seluruh Kepala Desa di Kabupaten Batubara mendukung pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

    Bahkan dalam rekaman tersebut juga terungkap agar kepala desa dapat menggunakan dana desa untuk memobilisasi dukungan ke putra Presiden Jokowi tersebut.

    “Di video bahkan silahkan gunakan, malah disebut angka Rp100 ribu, 50 ribu tinggal di desa 50 ribu dibagi sebagai biaya operasional. Saya tidak tahu biaya apa saja, atau paling tidak kita melihat dana desa dipakai untuk kampanye untuk memobilisasi ini kan tidak boleh,” ungkap Todung.

    Reporter: Nurakhmayani

  • TPN Sebut Ganjar Sangat Familiar dengan Tema Debat Pilpres Kelima

    TPN Sebut Ganjar Sangat Familiar dengan Tema Debat Pilpres Kelima

    7cloud.asia – Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Roby Muhammad mengatakan Ganjar Pranowo sangat familiar dengan tema Debat Pilpres Kelima.

    Hal ini karena capres nomor urut 03 tersebut sering menangani masalah terkait saat ia menjabat gubernur Jawa Tengah.

    “Selama 10 tahun menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, isu-isu yang menjadi tema debat ini sudah ditangani dan dihadapi oleh Mas Ganjar setiap hari. Tentu saja semua tema ini sudah beliau kuasai di luar kepala. Semuanya merupakan kekuatan Mas Ganjar,” kata Roby dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Minggu.

    Roby menilai tema debat kelima erat kaitannya dengan kerakyatan dan Ganjar sudah sejak lama dikenal sebagai sosok yang dekat dengan rakyat.

    Baca: Ganjar dan Mahfud kompak kenakan kemeja Mapala

    “Mas Ganjar sejak dulu sudah terkenal dekat dengan rakyat. Beliau lahir dari rakyat, dan terbukti berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyat. Prinsipnya, Tuanku ya Rakyat. Jadi performa beliau di panggung debat nanti sudah pasti akan maksimal,” katanya.

    Menurut Roby, Ganjar akan menceritakan apa saja yang sudah ia terapkan selama menjadi Gubernur terkait tema debat.

    Dari debat terakhir ini, ia berharap masyarakat semakin bisa menyaring capres mana yang berpengalaman dan dekat dengan rakyat.

    “Mas Ganjar yang paling mampu menyelesaikan isu-isu kerakyatan. Beliau presiden rakyat sebenarnya. Di acara debat nanti masyarakat bisa mendengar sendiri cerita tentang program-program yang sudah dilakukan saat menjabat Gubernur Jawa Tengah langsung dari Mas Ganjar,” tuturnya.

    Baca: Cak Imin dan Mahfud kompak sebut food estate proyek gagal

    Selepas debat pertama Pilpres 2024 pada 12 Desember 2023, debat kedua 22 Desember 2023, debat ketiga 7 Januari 2024, dan debat keempat pada 21 Januari 2024, KPU menggelar debat kelima di Balai Sidang Jakarta.

    Debat pemungkas Pilpres 2024 sekaligus menjadi debat ketiga yang mempertemukan para capres dan KPU menyelenggarakannya dengan tema meliputi pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, kebudayaan, teknologi informasi, serta kesejahteraan sosial dan inklusi.

    Sumber: Antaranews

  • TPN Ganjar-Mahfud Resmi Bentuk Tim Hukum Pembela Demokrasi dan Keadilan untuk Usut Kecurangan Pemilu 2024

    TPN Ganjar-Mahfud Resmi Bentuk Tim Hukum Pembela Demokrasi dan Keadilan untuk Usut Kecurangan Pemilu 2024

    7cloud.asia – Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud resmi membentuk tim hukum untuk mengusut dan mengumpulkan bukti dugaan kecurangan Pemilu 2024. 

    “Pembentukan tim hukum ini bertujuan untuk memperkarakan pemilu,” kata Calon Wakil Presiden nomor urut 3, Mahfud MD saat ditemui usai rapat terbatas di Gedung High End, Jakarta, Senin (19/02/2024)

    Tim yang diberi nama Tim Hukum Pembela Demokrasi dan Keadilan Ganjar-Mahfud ini diketuai oleh advokat senior Todung Mulya Lubis dan Henry Yosodiningrat sebagai wakil ketua.

    Melansir Antaranews, deputi 360 TPN Ganjar-Mahfud, Syafril Nasution mengatakan pembentukan tim hukum tersebut dilakukan berdasarkan arahan pasangan calon (paslon) Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

    Baca: Relawan Ganjar-Mahfud tolak hasil Pemilu 2024

    Selain itu juga berdasarkan arahan para ketua umum partai politik pengusung pasangan Ganjar-Mahfud, yakni PDI Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, dan Partai Perindo.

    “Tim ini akan bekerja menyusun suatu persiapan untuk dihadapi nanti ke depannya,” ujar Syafril.

    Tim hukum ini, lanjut Syafril sudah membahas beberapa temuan terkait kejanggalan dalam Pemilu 2024 yang dinilai  terstruktur dan masif.

    Berbagai temuan tersebut nantinya akan menjadi bukti TPN Ganjar-Mahfud untuk mengajukan gugatan sengketa Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

    Baca: Rincian data permasalahan Pemilu 2024

    Sebelumnya Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Prof Susi Dwi Harijanti mendesak agar Bawaslu RI menginvestigasi banyaknya kejanggalan dalam Pemilu 2024.

    Ia mengatakan, penanganan kejanggalan dan dugaan kecurangan ini bergantung pada hasil pemeriksaan Bawaslu karena saat ini tahapan Pemilu 2024 mulai masuk dalam tahap penghitungan suara dan mulai masuk juga ada penegakan hukum.

    “Jadi, sangat tergantung pada Bawaslu kemudian menangani, melakukan investigasi, pemeriksaan terhadap laporan yang masuk di Bawaslu,” jelas Susi.

    Bawaslu juga telah menerima berbagai laporan masyarakat tentang berbagai pelanggaran dan kecurangan tersebut.  

    Baca: 

    Karena itu, lanjut Susi, Bawaslu RI harus menginvestigas dan melakukan pemeriksaan atas laporan tersebut. Khususnya berkaitan rekapitulasi suara yang menimbulkan pro kontra tersebut.

    “Jadi, hari-hari ini adalah hari yang sangat berat juga bagi Bawaslu karena begitu banyaknya laporan dan dia harus memastikn bagaimana hasilnya, apakah perlu PSU ataukah bagaimana, itu sangat bergantung pada Bawaslu,” terangnya.

    Reporter: Nurakhmayani