Tag: ui

  • Akankah Polarisasi Politik Kembali Terjadi di Pemilu 2024?

    Akankah Polarisasi Politik Kembali Terjadi di Pemilu 2024?

    Ketua Laboratorium Psikologi Politik UI Profesor Hamdi Muluk dalam rilis hasil survei nasional bertajuk Polarisasi politik di Indonesia : Mitos atau Fakta? Maret lalu, mengatakan polarisasi politik masih kuat terjadi berdasarkan agama, polarisasi berbasis kepuasan kinerja pemerintah, berbasis sentimen anti luar negeri (asing dan Aseng).

    “Agama varian penyumbang terbesar polarisasi politik yang terjadi,” kata Hamdi sebagaimana dikutip ui.ac.id.

    Selain agama, tingkap kepuasan terhadap kinerja pemerintah juga dapat menjadi pemiu polarisasi politik. Hasil riset UI itu menunjukkan adanya sentimen berbasis anti luar negeri, yang kerap disebut masyarakat anti asing atau Aseng.

     
    Kesimpulan dalam rilis survei nasional oleh UI tersebut, polarisasi politik fakta terjadi di Indonesia, dan diprediksi kembali terjadi di Pemilu 2024 yang akan digelar pada Februari 2024.
     
    Baca: Ini alasan Jokowi atas sepak terjangnya jelang Pemilu 2024
     
    Hoaks menjadi salah satu ancaman terjadinya polarisasi politik, meski demikian, hal yang patut dihindari adalah politik polarisasi. Karena itu masyarakat diminta untuk jeli melihat calon dan elit politik yang memainkan politik polarisasi guna meminimalkan polarisasi politik. 
     
    Menanggapi terjadinya polraisasi politik ini,  Ketua Lakpesdam PBNU Ulil Abshar Abdallah  mengimbau kepada pemengaruh (influencer) agar tidak ikut dalam kontenstasi politik tersebut.

    Ia menyarankan para influencer untuk puasa dan menahan diri. Tidak ikut turun dalam acara dukung mendukung, melainkan justru mendinginkan suasana sehingga polarisasi politik bisa diminimalisir.

    “Saya mengajurkan tokoh-tokoh bisa disebut sebagai influencer itu sebaiknya tidak ikut terlibat dalam poltik dukung mendukung, untuk meminimalisir polarisasi politik ini,” kata Ulil.

     
    Baca: Jadwal dan Tahapan Pemilu 2024

    Namun, Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari khawatir saran Ulil terkait polarisasi politik ini tidak akan dijalankan oleh para influencer. Sebagai alasan. Qadari menyebut adanya sejumlah ulama yang ikut mendukung calon sehingga bisa memicu polarisasi politik.

    Sebagai solusi, Qodari memberikan saran paling fundamental untuk menghadang polarisasi politik yakni dengan mengubah desain konstitusi.

     
    “Antara lain dengan pemenang pilpres cukup mayoritas sederhana dengan 40 persen ataupun 35 persen suara dalam satu putaran,” ujarnya.

    Menurut Qodari, aturan mengenai pemenang pemilu presiden harus 50 persen plus 1 menjadi penyebab utama terjadinya polarisasi politik. Dengan aturan tersebut maka calon dipaksa menjadi dua kubu, karena sangat sulit bagi calon manapun untuk menang dalam satu putaran.

    Karena pemilihan diikuti multi partai, bila ada tiga calon dengan kekuatan relatif sama, sulit untuk bisa mencapai 50 persen plus satu dalam satu putaran. Yang pada akhirnya dibuat dua putaran. Jika ini terjadi maka akan mengalami pembelahan, dan polarisasi politi yang terjadi dengan dimensi keagamaan.

    “Menurut dari kaca mata ilmu politik saya salah satu penyebab pengutupan yang ekstrim itu adalah desain konstitusi atau desain aturan, dan itu harus diubah, kalau itu konstitusi lewat amandemen UU 1945,” kata Qodari.

     
    Baca:  Sudahkah kamu mengenali caleg yang akan kamu pilih?
     
    Menanggapi sentimen anti asing yang juga memicu polarisasi politik itu, Menteri Investasi dan kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menepis adanya isu investasi Indonesia dikuasai oleh asing.

    Bahlil selaku penanggap dalam rilis itu mengkonfirmasi bahwa investasi Indonesia dari total Rp 1.207 triliun di tahun 2022 di luar sektor migas, keuangan dan UMKM, itu 54 persen adalah investasi asing. Dari 54 persen itu negara paling besar yang masuk adalah Singapura sekitar Rp13 miliar USD.

    Namun, Bahlil menegaskan, bahwa nominal Rp13 miliar USD bukan sepenuhnya uang milik negara Singapura, tetapi juga sebagian berasal dari orang Indonesia yang ada di Singapura, karena di negara Singa Putih itu terdapat pula warga Timur Tengah, Eropa dan Asia.

    “Jadi investasi kita 1.207 itu, 54 persen PMA, 46 persen PMDN, jadi kalau digabung dikompair ke bawah, sebagian yang asing dari Singapura sebagian masuk ke Indoensaia, makan PMDN kita lebih besar daripada PMA, karena duitnya orang Indonesia. cuma kita dikompor-komporin seolah-olah ini China, Korea, jepang,” kata Bahlil.

     
    Baca: Upaya parpol penuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan di DPR

    Kemudian terkait isu ketenagakerjaan, Bahli menjelaskan, IUP tambang di Indonesia 80 persen milik dalam negeri. Yang dikuasai asing adalah smelter (pablik pelebur) nya. Penguasaan ini karena Indonesia belum memiliki teknologinya, biaya pendirian smelter yang mahal, pengusaha dalam negeri belum ada kepedulian ke arah tersebut, dan perbankan nasional yang tidak mau membiayai smelter.

    “Maka yang terjadi adalah, teknologinya kita bawa dari luar, kemudian uangnya kita bawa dari luar, terus kemudian kita anti asing. Kalau kita tidak mau asing masuk, berarti kita akan menjadi negara yang lambat dalam proses hilirisasinya,” terangnya.

    Bahlil juga mengingatkan, bahwa narasi-narasi negatif soal investasi asing juga dibangun oleh para elit politik yang dulunya juga mantan aktivis. Ia memastikan sebagai mantan aktivis yang kita berada di pemerintahan tidak akan melacurkan idealismenya.

     
    Baca: Puluhan orang tewas akibat konflik agraria dalam lima tahun terakhir

    Ia berpesan agar para elit politik untuk mencari narasi yang bagus dalam memenangkan kontestasi, agar tidak membuat pengkubuan di masyarakat yang berujung pada polarisasi politik. Karena di Indonesia, sebenarnya di Indonesia aman pertumbuhan ekonominya bagus, stabilitasnya bagus.

    “Tetapi kita ditipu dengan isu-isu polarisasi politik yang tidak masuk akal, kampret-cebong, kayak tidak ada tema-tema lain yang lebih cerdas, bukan berarti saya tidak mengakui adanya polariasasi, barang itu sudah ada sebelum kita lahir, sejak Adam dan Hawwa ada, cuma harus diperlukan kecerdasan kita dalam mengelola,” kata Bahlil.

     
    Sumber: ui.ac.id

  • Peran Tanaman Hias dalam Mengatasi Cuaca Panas Ekstrem

    Peran Tanaman Hias dalam Mengatasi Cuaca Panas Ekstrem

    7cloud.asia – Dosen Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI), Mega Atria mengimbau masyarakat menanam tanaman hias untuk menghadapi cuaca panas ekstrem.

    “Tanaman merupakan komponen utama penyerap karbon dan berperan sebagai penyedia jasa lingkungan yang berfungsi sebagai penghasil udara segar, peneduh, penyerap debu dan polutan, penyubur tanah.

    “Tanaman juga mengikat air tanah, sehingga eksistensinya sangat penting untuk kehidupan manusia,” katanya di kampus UI Depok, Jumat (27/10/2023)..

    Ia mengatakan tumbuhan dan tanaman adalah salah satu organisme penyedia jasa ekosistem bagi manusia dan lingkungan.

    baca juga: dapatkah tanaman membersihkan udara dalam ruangan kita

    Menurutnya, beberapa tanaman hias berdaun yang cocok untuk ditanam di suhu panas, antara lain Palem Hias, Nanas Bromeliad, Sirih Gading, dan Lidah Buaya, yang juga berfungsi untuk menyerap debu.

    Mega mengimbau masyarakat menanam tanaman yang tidak membutuhkan banyak air dan menyukai cahaya matahari.

    Tanaman hias kelompok Kaktus, Bougenvile, dan Kamboja memenuhi kriteria yang disebutkan Mega ini.. 

    Jenis non-tanaman hias yang juga bisa menjadi alternatif antara lain bambu dan jenis pohon peneduh dengan kanopi lebar dan dapat mengurangi efek suhu tinggi.

    baca juga: tanaman dalam ruangan yang bagus untuk lingkungan

    Ia berharap masyarakat bisa menyiapkan lahan untuk ditanami tumbuhan di hunian masing-masing. Kegiatan penanaman, lanjutnya, dapat dimulai dengan menanam aneka sayur dan buah untuk dikonsumsi sendiri.

    Dengan menerapkan konsep grow your own food, lanjutnya, masyarakat akan mampu mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari.

    Jika memiliki lahan yang cukup luas, masyarakat juga bisa menanam pohon buah atau peneduh.

    “Karena jika lingkungan kita banyak pohon atau tanaman bunga, maka kita berperan juga dalam memastikan proses ekologi dan siklus jasa ekosistem tetap terjaga, tentunya kita juga yang mendapat keuntungan,” kata Mega.

    Baca: 8 Tanaman yang efektif menyerap polusi udara

    Umumnya cuaca ekstrem dengan suhu yang tinggi dapat menghambat pertumbuhan flora. 

    Namun beberapa jenis tumbuhan  mampu beradaptasi dengan suhu tinggi, karena dapat mengurangi penguapan berlebihan, seperti tanaman hias dan tanaman obat.

    Tanaman-tanaman tersebut, lanjutnya, juga dapat membantu menanggulangi dampak cuaca ekstrem seperti polusi udara dan rendahnya kelembapan udara yang dapat mengakibatkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). 

    Sumber: Antaranews

  • Alumni UI Desak Pemerintah Hentikan Intimidasi

    Alumni UI Desak Pemerintah Hentikan Intimidasi

    7cloud.asia – Ratusan alumni Universitas Indonesia menandatangani petisi dukungan sebagai solidaritas kepada Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, Melki Sedek Huang yang mengalami intimidasi beberapa waktu lalu.

    Dalam petisi yang diinisiasi oleh Tomy Suryatama, alumni Fakultas Teknik angkatan 1989 ini menyebutkan bahwa kebebasan berpendapat dijamin oleh konstitusi seperti yang diatur dalam UUD 1945.

    “Ancaman kepada pihak-pihak yang kritis atas kebijakan yang menabrak etika berbangsa dan rasa keadilan adalah upaya pembungkaman yang berlawanan dengan prinsip negara demokrasi,” jelas Tomy.

    Menurut mereka, sikap kritis Melki Sedek Huang kepada penyelenggara negara seharusnya dilihat sebagai kepedulian dan partisipasi warga negara.

    baca: menkopolhukam bentuk tim untuk dalami intimidasi yang dialami melki sedek huang

    Karena itu, pemerintah harus menghentikan segala macam bentuk intimidasi kepada rakyat yang kritis menyuarakan pendapatnya.

    “Kami, alumni UI yang bertandatangan di bawah, menuntut pemerintah menghentikan segala bentuk intimidasi dan memberikan perlindungan kepada warga negara yang menyampaikan pandangan dan sikap kritisnya,” kata Tomy.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, Ketua BEM UI, Melki sadek Huang mendapatkan intimidasi dari orang yang mengaku sebgai anggota TNI/Polri.

    Namun, orang tersebut tidak pernah menyebutkan kesatuannya. Biasanya, kata Melki, dirinya mendapat telepon sehari sebelum aksi demonstrasi, diskusi atau mimbar bebas.

    baca: intimidasi terhadap oposisi mulai dari ketua bem ui hingga kantor dpc pdip

    Melalui telepon tersebut, orang yang mengaku dari TNI/Polri mengancam akan membubarkan aksi unjuk rasa atau mimbar bebas yang dilakukan BEM UI.

    Intimidasi ini diduga terkait dengan aksi unjuk rasa yang dilakukan BEM UI atas  putusan MK nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang batas usia minimal calon presiden dan calon wakil presiden.

    Tidak hanya Melky, keluarga dan gurunya di Pontianak, Kalimantan Barat juga ikut diintimidasi.

    “Paling parah Ibu saya di rumah Pontianak, didatangin sama orang berseragam TNI sama Polisi. Ditanya-tanyainlah kebiasaan Melki di rumah dulu ngapain, ibu saya itu kalau balik ke rumah pernah balik malam enggak, balik jam berapa. Ya menanyakan kebiasaan orang-orang di rumah,” katanya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Kemeriahan Pentas Seni Tradisional Menutup Gelaran Sedekah Hutan 2024

    Kemeriahan Pentas Seni Tradisional Menutup Gelaran Sedekah Hutan 2024

    7cloud.asia – Sedekah Hutan Universitas Indonesia (UI) 2024 di Kampus UI Depok resmi ditutup pada 5 Juni 2024 lalu. Penutupan ini dimeriahkan oleh berbagai pentas seni tradisional.

    Suara suling, kecapi, hingga karinding dari kelompok musik tradisional Eko Wiwid Arengga dkk berkolaborasi merdu dengan Angklungan Bakul Budaya.

    Acara penutupan juga dimeriahkan oleh tarian Modinggu. Salah satu tarian tradisional yang berasal dari Sulawesi Tenggara yang menggambarkan suasana dan aktivitas masyarakat saat musim panen, terutama musim panen padi.

    Tarian ini sangat dikenal di masyarakat Tolaki di Sulawesi Tenggara dan sering ditampilkan di berbagai acara seperti pesta panen raya, penyambutan, perayaan hari besar, festival budaya dan lain-lain.

    Baca: Begini cara komunitas bakul budaya UI melestarikan lingkungan

    Selain tarian, penutupan ini juga dimeriahkan oleh Paduan Suara Bakul Budaya di bawah pimpinan Iskandar Zulkarnain Matondang.

    Tak hanya pentas seni, pada acara penutupan juga diisi diskusi tentang kearifan lokal yang berperan penting dalam pelestarian alam dengan pembicara pakar psikologi lingkungan Ratna Djuwita dan Muhammad Said dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

    “Kami, Bakul Budaya, akan terus bergerak melestarikan seni dan budaya Nusantara dan tak akan lelah mengkampanyekan konservasi alam demi Bumi kita yang satu”, ujar Ketua Umum Bakul Budaya, Dewi Fajar Marhaeni, dalam pidato penutupan Sedekah Hutan 2024.

    Baca: Harapan penyelamatan hutan adat Suku Awyu

    “Sampai jumpa pada acara Sedekah Hutan Universitas Indonesia 2025!!”, teriak Dewi yang disambut gemuruh para hadirin.

    Acara yang diselenggarakan oleh komunitas Bakul Budaya FIB UI dan Makara Art Center Universitas Indonesia ini berlangsung sejak 1 Juni hingga 5 Juni 2024.

    Gelaran Sedekah Hutan 2024 diawali dengan kirab budaya dan ritual penanaman pohon pada 1 Juni 2024 yang melibatkan sekitar 500 orang masuk ke dalam hutan kota Universitas Indonesia.

    Kemudian 2 Juni hingga penutupan diselenggarakan berbagai workshop seperti ecobrick, upcycle, serta workshop gaya hidup slow living dan pembuatan kompos.

     

     

  • Keren! Seruan Peringatan Indonesia Darurat Warnai Prosesi Wisuda UI

    Keren! Seruan Peringatan Indonesia Darurat Warnai Prosesi Wisuda UI

    7cloud.asia – Beberapa waktu lalu viral seruan peringatan Indonesia Darurat. Bahkan seruan tersebut juga mewarnai prosesi wisuda Universitas Indonesia (UI) yang berlangsung di Balairung UI Depok pada Sabtu (24/08/2024).

    Dari sejumlah foto dan video yang beredar di media sosial, tampak para wisudawan/wisudawati terutama dari Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) mengacungkan kertas bertuliskan ‘Indonesia Darurat’.

    Tulisan yang berlatar warna biru tersebut juga tampak gambar Garuda Pancasila. Pada kertas tersebut ditambah keterangan #KAWALPUTUSANMK dan #DEMOKRASIDIKEBIRI.

    Baca: Ini arti seruan Indonesia Darurat bergambar Garuda biru

    Tak hanya itu, salah seorang wisudawati jurusan Hubungan Internasional, FISIP UI, Antonia Adela dalam pidato perwakilan wisudawan juga menyerukan semua pihak untuk mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

    “Sebagai mahasiswa Universitas Indonesia bersama saya mengajak kita semua untuk selalu membuka mata dan mengawal keputusan Mahkamah Konstitusi untuk Indonesia yang lebih baik dan demokratis,” kata Antonia yang disambut tepuk tangan dan gemuruh para wisudawan.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, sejak Rabu lalu (21/08/2024) viral seruan peringatan Indonesia Darurat. Hal ini buntut dari upaya pemerintah dan DPR RI yang merevisi UU Pilkada.

    Baca: Guru besar UI sebut DPR berkhianat

    Padahal UU Pilkada yang mengatur soal ketentuan persyaratan calon kepala daerah tersebut telah diputuskan MK pada Selasa (20/08/2024) lalu. 

    Putusan MK ini tidak hanya membawa angin segar bagi demokrasi di Indonesia. Tetapi juga dapat memupus harapan putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, di pilkada tahun ini.

    Karena itu, DPR Bersama pemerintah merevisi UU Pilkada dan seyogyanya akan disahkan pada Kamis lalu. Tindakan pembangkangan terhadap putusan MK ini memicu reaksi negative rakyat Indonesia.

    Ribuan massa dari berbagai elemen berunjuk rasa di depan Gedung MPR/DPR. Aksi serupa juga dilakukan serentak di sejumlah daerah. Tuntutan mereka sama, yaitu batalkan revisi UU Pilkada.

     

  • UI Menjadi Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2025

    UI Menjadi Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2025

     

    7cloud.asia – Universitas Indonesia (UI) tetap mempertahankan posisinya sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang berhasil menembus peringkat 1.000 universitas terbaik dunia versi Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2025.

    Pada tahun 2024 ini peringkat tersebut diraih di antara 2.092 universitas dari 115 negara di dunia, selain itu UI juga berhasil menduduki peringkat pertama perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan ke-8 di Asia Tenggara.

    Hal ini setelah UI mencapai kenaikan skor dan peringkat UI pada lima bidang utama kriteria penilaian THE WUR 2025,

    Rektor UI Prof Ari Kuncoro di Kampus UI Depok, Jumat (11/10/2024) memberikan apresiasi dan mengatakan ini menjadi bukti keseriusan UI untuk menjadi flag carrier pendidikan tinggi Indonesia di kancah internasional.

    “Jika kenaikan ini dilakukan secara konsisten, UI optimis dapat menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing global,” katanya.

    Baca: Universitas Utrecht sikapi pemeringkatan kampus

    Keberhasilan UI dalam THE World University Rankings 2025 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lainnya di Indonesia untuk terus meningkatkan mutu dan berkompetisi di tingkat dunia.

    Pemeringkatan THE WUR 2025 menggunakan metodologi baru yang dikenal dengan WUR 3.0, yang mengukur performa universitas dalam lima bidang utama yaitu pengajaran, lingkungan penelitian, kualitas penelitian, keterlibatan industri, dan pandangan internasional.

    Masing-masing bidang tersebut dinilai berdasarkan 18 indikator yang mencerminkan reputasi, produktivitas, dan dampak dari institusi yang bersangkutan.

    Dalam bidang pengajaran, UI memperoleh bobot penilaian sebesar 29,5 persen yang diukur dari berbagai faktor, seperti reputasi pengajar, rasio staf terhadap mahasiswa, serta pendapatan institusional.

    Baca: Dampak pemeringkatan kampus pada kualitas penelitian di Indonesia

    Lingkungan penelitian memberikan bobot 29 persen, sementara kualitas penelitian membawa bobot terbesar yaitu 30 persen yang dinilai dari kekuatan serta pengaruh penelitian yang dilakukan.

    Di bidang keterlibatan industri dan pandangan internasional masing-masing mendapat bobot 4 persen dan 7,5 persen.

    Peningkatan UI di THE WUR 2025 tidak hanya terlihat dalam skor tetapi juga pada peringkat di tiga bidang utama.

    Dalam bidang pengajaran, UI naik peringkat dari 198 menjadi 194. Keterlibatan industri mengalami kenaikan dari 773 menjadi 712, sementara pada pandangan internasional, UI naik dari peringkat 576 ke 527. (Sumber: Antaranews.com)

  • UI Tangguhkan Gelar Doktor Bahlil Lahadalia

    UI Tangguhkan Gelar Doktor Bahlil Lahadalia

    7cloud.asia – Universitas Indonesia (UI) menangguhkan pemberian gelar doktor kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia.

    Penangguhan ini dilakukan setelah tim investigasi melakukan audit investigatif terhadap penyelenggaraan Program Doktor (S3) di Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG).

    Audit investigatif ini mencakup pemenuhan persyaratan penerimaan mahasiswa, proses pembimbingan, publikasi, syarat kelulusan, dan pelaksanaan ujian.

    Dalam rilis pers yang diterima 7cloud.asia itu, berdasarkan hasil audit tersebut, maka UI memutuskan untuk menunda sementara (moratorium) penerimaan mahasiswa baru di Program Doktor (S3) SKSG.

    Moratorium diberlakukan hingga audit yang komprehensif terhadap tata kelola dan proses akademik di program tersebut selesai dilaksanakan.

    Baca: Guru besar UI sebut DPR berkhianat

    “Mengingat langkah-langkah yang telah diambil oleh UI, kelulusan BL mahasiswa Program Doktor (S3) SKSG ditangguhkan, mengikuti Peraturan Rektor Nomor 26 Tahun 2022, selanjutnya akan mengikuti keputusan sidang etik,” demikian rilis pers  yang ditandatangani oleh Ketua Majelis Wali Amanat UI, Dr. (HC) Yahya Cholil Staquf.

    Keputusan ini diambil pada Rapat Koordinasi 4 (empat) Organ UI, yang merupakan wujud tanggung jawab dan komitmen UI untuk terus meningkatkan tata kelola akademik yang lebih baik, transparan, dan berlandaskan keadilan.

    Selanjutnya Dewan Guru Besar (DGB) UI akan melakukan sidang etik terhadap potensi pelanggaran yang dilakukan dalam proses pembimbingan mahasiswa Program Doktor (S3) di SKSG.

    Baca: Seruan peringatan Indonesia darurat warnai proses wisuda UI

    UI mengakui permasalahan ini terjadi antara lain bersumber dari kekurangan UI sendiri, dan tengah mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya baik dari segi akademik maupun etika.

    Karena itu, UI meminta maaf kepada masyarakat atas permasalahan terkait Bahlil Lahadalia, mahasiswa Program Doktor (S3) SKSG.

    UI akan terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan untuk menjadi institusi pendidikan yang terpercaya berlandaskan 9 Nilai Universitas Indonesia.

    Selain itu, UI juga memastikan penyelenggaraan pendidikan di UI dilakukan secara profesional dan bebas dari potensi konflik kepentingan.

     

     

     

  • Cap Go Meh di UI, Bakul Budaya Rayakan Keberagaman Budaya Indonesia

    Cap Go Meh di UI, Bakul Budaya Rayakan Keberagaman Budaya Indonesia

    7cloud.asia – Sejak pagi ratusan orang dengan pakaian mayoritas berwarna merah atau cerah memenuhi pelataran Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) pada Rabu (12/02/2025). Mereka menghadiri “Cap Go Meh ala Bakul Budaya di Kampus UI”.

    Warna senada juga mendominasi tempat perayaan Cap Go Meh ini. Pernak pernik khas imlek berwarna merah menyala serta lampion bergantungan di berbagai sudut.

    Semakin siang, para pengunjung semakin ramai. Mereka merupakan civitas akademika UI, berbagai komunitas budaya, dan masyarakat umum.

    Apalagi dalam acara tersebut terdapat Pasar Bakul yang menjual berbagai kuliner dan fashion dari peranakan Tionghoa.

    Baca: Komunitas Bakul Budaya FIB UI rayakan HUT RI dengan tumpeng raksasa

    Berbagai kuliner yang menandai perayaan Cap Go Meh sebagai puncak sekaligus penutup rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek dijual di Pelataran FIB UI ini, seperti Lontong Cap Go Meh, Bakso, siomay, lumpia, empek-empek, Liang tea, jus jeruk.

    Tak hanya makanan dan minuman, Pasar Bakul ini juga menjual berbagai batik, kebaya encim, dan pernak-pernik lainnya.

    Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza dan dihadiri pula oleh Dekan FIB UI, Dr. Bondan Kanumoyoso.

    Dalam sambutannya, Bondan sangat mengapresiasi diadakannya perayaan Cap Go Meh di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI.

    “Kegiatan Cap Go Meh ini memguatkan jati diri bangsa Indonesia. Dan Bakul Budaya FIB UI secara kongkrit telah menunjukkan komitmrnnya yang teguh untuk terus memajukan Budaya Indonesia,” katanya.

    Baca: Meriah, sedekah hutan UI ditutup dengan pentas seni

    Sementara itu, Ketua Umum Bakul Budaya,  Dewi Fajar Marhaeni mengatakan cara Cap Go Meh ala Bakul Budaya ini sebagai bentuk perayaan keberagaman budaya di Indonesia.

    “Dengan  Cap Go Meh, kita merayakan keberagaman di negeri ini. Sesuai dengan misi Bakul Budaya –melestarikan budaya dan merajut kebhinekaan, slogan “Bhineka Tunggal Ika” harus diejawantahkan dan tidak jadi slogan kosong.

    Hal ini juga merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Bakul Budaya dalam pemajuan kebudayaan di akar rumput,” jelas Dewi.

    Tak hanya mengenalkan budaya, acara ini juga mengusung gerakan peduli lingkungan “Ramah dari Rumah,” yang mengajak peserta untuk membawa perlengkapan pribadi guna meminimalkan sampah.

    Baca: Mahfud terkenang Gus Dur saat hadir perayaan Cap Go Meh di Glodok

    Pengunjung yang hadir dapat menambah pengetahuan pula dengan mengikuti bincang-bincang Budaya bersama Dr. Rahadjeng Pulungsari Hadi (Dosen Prodi Cina FIB UI) dan Notty J. Mahdi (Antropolog, peneliti dan kolektor wastra Nusantara).

    Acara semakin meriah dengan adanya atraksi barongsai dan Peragaan Kain Batik Peranakan Tionghoa dan Kebaya Encim oleh mahasiswa Prodi Cina FIB UI.

    Sejumlah mahasiswa dan pengunjung lainnya tampak antusias menonton atraksi barongsai. Bahkan beberapa diantaranya tampak memberikan angpau kepada barongsai.

    Hingga acara berakhir dengan ditutup oleh penampilan Tari Yapong yang dibawakan oleh Namiyah (peserta termuda Bakul Budaya), Bakul Swara.

     

  • Usman Hamid: Prihatin Penculikan Kembali Terjadi

    Usman Hamid: Prihatin Penculikan Kembali Terjadi

     

    7cloud.asia – Direktur Eksekutif Amnesty International, Usman Hamid prihatin atas kasus penculikan disertai kekerasan yang dialami oleh salah satu mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Cho Yong Gi pada 27 Juli 2025.

    Menurut Usman, hal ini menunjukkan lemahnya perlindungan terhadap para korban, meski mereka telah melapor ke pihak kepolisian, Komnas HAM, LPSK.

    “Pemerintah dan aparat penegak hukum tampak mengabaikan tanggung jawab konstitusional mereka,” kata Usman Hamid saat dihubungi 7cloud.asia.

    Selanjutnya Usman menjelaskan seharusnya pihak berwenang dapat mencegah dan menyelidiki kekerasan yang dialami para korban.  

    “Yang pasti tindak kekerasan penculikan itu tidak bisa ditoleransi. Pihak berwenang harus mengusut dan menindaklanjuti laporan TAUD (Tim Advokasi Untuk Demokrasi),” tegasnya.

    Baca: Semester satu 2025, lebih dari 100 pembela HAM jadi korban serangan

    Sebelumnya salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UI, Cho Yong Gi pada 27 Juli 2025 pagi diculik oleh sekelompok orang tak dikenal. Mereka berbadan besar dan tegap.

    Cho Yong Gi yang tengah mengendarai motor di wilayah Kukusan, tak jauh dari kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, tiba-tiba ditabrak oleh sebuah mobil.

    Belum sempat menyadari apa yang terjadi, ia langsung diseret dan dipaksa masuk ke dalam mobil tersebut. Di dalam mobil, Cho Yong Gi mengalami berbagai tindak kekerasan.

    Para penculik tersebut menginterogasi dan menyundut tubuh Cho dengan rokok serta memukul apabila menolak menjawab pertanyaan.

    Baca: Forum alumni PRD desak pemerintah usut tuntas kasus penculikan aktivis dan pemerkosaan pada Mei 1998  

    Setelah puas, beberapa jam kemudian para penculik membebaskan Cho dengan menendangnya keluar mobil.

    Aksi penculikan disertai kekerasan ini sebagai buntut dari pelaporan yang dilakukan pada 16 Juni lalu oleh TAUD ke Mabes Polri.

    Laporan tersebut terkait dengan kekerasan dan kriminalisasi yang dilakukan polisi terhadap 14 peserta aksi May Day, termasuk Cho Yong Gi sebagai petugas medis saat aksi dan aktivis buruh, Teguh Aprianto.

    Baca: Amnesty International kecam pelanggaran HAM pada aksi damai buruh

    Melalui akun pribadi laman media sosial X, Teguh mengungkapkan sebelum penculikan dan tindak kekerasan tersebut terjadi, pihaknya kerap mendapatkan intimidasi.

    “Mulai dari dikuntit, tempat tinggal diawasi lalu dapat kiriman bangkai tikus,” ungkap Teguh dalam media sosial X.

    Meski demikian, Teguh menegaskan pihaknya tidak takut dan akan terus melawan. “Kami akan berjuang sampai menang agar tidak ada lagi massa aksi yang menjadi korban penyiksaan dikemudian hari. Brutalitas aparat harus dihentikan,” tegasnya.   

     

     

  • Komunitas Bakul Budaya UI Ajak Masyarakat untuk Ramah Hutan

    Komunitas Bakul Budaya UI Ajak Masyarakat untuk Ramah Hutan

    7cloud.asia – Kerusakan lingkungan memicu terjadinya berbagai anomali lingkungan. Perlu kesadaran dari seluruh lapisan masyarakat untuk lebih ramah hutan dan melestarikan lingkungan. Salah satunya sedekah hutan.

    Acara yang digelar oleh komunitas Bakul Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) ini rutin diadakan setiap tahun sebagai upaya melestarikan dan menjaga lingkungan.

    Kali ini tema yang diusung dalam sedekah hutan adalah “Ramah Hutan, Cerah Masa Depan”. Tema ini diangkat mengingat banyaknya deforestasi yang marak terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.

    Baca: Sedekah hutan, cara komunitas bakul budaya melestarikan lingkungan

    “Dengan acara ini, kita sadar pentingnya menjaga dan melestarikan hutan di Indonesia. Kita rawat hutan, kita rawat bumi dari kerusakan lingkungan,” kata Ketua Umum Bakul Budaya, Dewi Fajar Marhaeni adalam sambutannya pada Sabtu (09/08/2025).

    Pada kesempatan itu, hadir pula wakil Walikota Depok, Chandra Rahmansyah yang mendukung kegiatan ini. Apalagi sedekah hutan ini melibatkan pula anak-anak.  

     “Acara ini luar biasa yang melibatkan generasi muda, anak-anak sekolah. Jadi bagaimana menumbuhkan kesadaran terkait pelestarian lingkungan dari anak-anak, remaja. Jadi ini suatu kegiatan yang sangat positif,” kata Chandra kepada 7cloud.asia.  

    Baca: Cap Go Meh di UI, rayakan keberagaman Indonesia

    Menurutnya kampus-kampus lain yang berada di Depok dapat bergabung ke Komunitas Bakul Budaya. Dengan demikian, lanjut Chandra, kegiatan-kegiatan pelestarian lingkungan dapat dilakukan dikampus mereka masing-masing, seperti yang dilakukan di UI.

    Pihaknya memastikan Pemerintah Kota Depok akan mendukung penuh kegiatan tersebut. Sebab kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan dalam mengatasi kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini.

    Sedekah hutan dilaksanakan selama dua hari pada 8 hingga 9 Agustus 2025. Hari pertama diisi oleh pemutaran film dan diskusi tentang kondisi hutan di Kalimantan.

    Baca: Deforestasi melonjak tajam pada masa transisi pemerintahan

    Kemudian hari kedua, acara diiisi dengan kirab  sedekah hutan yang diikuti oleh wakil Walikota Depok beserta jajarannya, wakil Dekan FIB, Dr. Untung Yuwono, anggota Komunitas Bakul Budaya, pelajar dan mahasiswa, serta anggota komunitas lainnya yang peduli lingkungan.

    Kirab ini dilakukan menuju danau dengan melewati hutan UI. Di danau, para peserta kirab melakukan ritual doa bersama, melepaskan ikan-ikan ke danau serta melepaskan burung-burung ke alam bebas. Selain itu, dilakukan pula penanaman pohon mahoni di lingkungan FIB UI.

    Acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai tarian daerah dan lagu-lagu yang dibawakan oleh Komunitas Bakul Budaya.