Cap Go Meh di UI, Bakul Budaya Rayakan Keberagaman Budaya Indonesia

Written by

in

7cloud.asia – Sejak pagi ratusan orang dengan pakaian mayoritas berwarna merah atau cerah memenuhi pelataran Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) pada Rabu (12/02/2025). Mereka menghadiri “Cap Go Meh ala Bakul Budaya di Kampus UI”.

Warna senada juga mendominasi tempat perayaan Cap Go Meh ini. Pernak pernik khas imlek berwarna merah menyala serta lampion bergantungan di berbagai sudut.

Semakin siang, para pengunjung semakin ramai. Mereka merupakan civitas akademika UI, berbagai komunitas budaya, dan masyarakat umum.

Apalagi dalam acara tersebut terdapat Pasar Bakul yang menjual berbagai kuliner dan fashion dari peranakan Tionghoa.

Baca: Komunitas Bakul Budaya FIB UI rayakan HUT RI dengan tumpeng raksasa

Berbagai kuliner yang menandai perayaan Cap Go Meh sebagai puncak sekaligus penutup rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek dijual di Pelataran FIB UI ini, seperti Lontong Cap Go Meh, Bakso, siomay, lumpia, empek-empek, Liang tea, jus jeruk.

Tak hanya makanan dan minuman, Pasar Bakul ini juga menjual berbagai batik, kebaya encim, dan pernak-pernik lainnya.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza dan dihadiri pula oleh Dekan FIB UI, Dr. Bondan Kanumoyoso.

Dalam sambutannya, Bondan sangat mengapresiasi diadakannya perayaan Cap Go Meh di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI.

“Kegiatan Cap Go Meh ini memguatkan jati diri bangsa Indonesia. Dan Bakul Budaya FIB UI secara kongkrit telah menunjukkan komitmrnnya yang teguh untuk terus memajukan Budaya Indonesia,” katanya.

Baca: Meriah, sedekah hutan UI ditutup dengan pentas seni

Sementara itu, Ketua Umum Bakul Budaya,  Dewi Fajar Marhaeni mengatakan cara Cap Go Meh ala Bakul Budaya ini sebagai bentuk perayaan keberagaman budaya di Indonesia.

“Dengan  Cap Go Meh, kita merayakan keberagaman di negeri ini. Sesuai dengan misi Bakul Budaya –melestarikan budaya dan merajut kebhinekaan, slogan “Bhineka Tunggal Ika” harus diejawantahkan dan tidak jadi slogan kosong.

Hal ini juga merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Bakul Budaya dalam pemajuan kebudayaan di akar rumput,” jelas Dewi.

Tak hanya mengenalkan budaya, acara ini juga mengusung gerakan peduli lingkungan “Ramah dari Rumah,” yang mengajak peserta untuk membawa perlengkapan pribadi guna meminimalkan sampah.

Baca: Mahfud terkenang Gus Dur saat hadir perayaan Cap Go Meh di Glodok

Pengunjung yang hadir dapat menambah pengetahuan pula dengan mengikuti bincang-bincang Budaya bersama Dr. Rahadjeng Pulungsari Hadi (Dosen Prodi Cina FIB UI) dan Notty J. Mahdi (Antropolog, peneliti dan kolektor wastra Nusantara).

Acara semakin meriah dengan adanya atraksi barongsai dan Peragaan Kain Batik Peranakan Tionghoa dan Kebaya Encim oleh mahasiswa Prodi Cina FIB UI.

Sejumlah mahasiswa dan pengunjung lainnya tampak antusias menonton atraksi barongsai. Bahkan beberapa diantaranya tampak memberikan angpau kepada barongsai.

Hingga acara berakhir dengan ditutup oleh penampilan Tari Yapong yang dibawakan oleh Namiyah (peserta termuda Bakul Budaya), Bakul Swara.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *