Tag: who

  • Kondisi Udara Jakarta Rabu Malam Tidak Sehat

    Kondisi Udara Jakarta Rabu Malam Tidak Sehat

    7cloud.asia – Kondisi udara di Jakarta pada Rabu (20/09/2023) masih tidak sehat bagi kelompok sensitif. Dilihat dari situs IQAir pada pukul 20.20 WIB, Jakarta berada di posisi ke delapan dengan indeks kualitas udara 102.

    Peringkat ini berada di bawah kota Lahore, Pakistan dengan indeks kualitas udara berada pada angka 104 dengan status yang sama dengan Jakarta.

    Di situs tersebut terpantau di Jakarta nilai konsentrasi polutan PM 2,5 di Jakarta saat ini 7.2 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO. Posisi pertama indeks kualitas udara terburuk adalah kota Kuching, Malaysia IQAir 157.

    Humas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Yogi Ikhwan menjelaskan dengan kualitas udara seperti ini setiap orang masih dapat beraktivitas di luar tanpa masker.

    Tetapi untuk kelompok sensitif diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar serta tetap menggunakan masker saat di luar ruangan.  

    “Artinya, tingkat kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika,” ungkap Yogi.

    Selanjutnya Yogi menjelaskan Pemprov DKI Jakarta telah melakukan berbagai usaha untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta.

    Diantaranya melakukan razia emisi yang harus memenuhi baku mutu pada emisi bergerak.

    Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan tempat pelaksanaan uji emisi di 333 bengkel untuk kendaraan roda empat dan 107 bengkel untuk kendaraan roda dua.

    Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan penertiban kepada industri yang tidak melaksanakan perawatan dan pengelolaan pada cerobong untuk emisi tidak bergerak.

    Berdasarkan data Satgas Pengendalian Pencemaran Udara DKI Jakarta per 15 September 2023 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan maupun DLH Provinsi DKI Jakarta telah menertibkan enam perusahaan stockpile batu bara.

    Selain itu, tiga perusahaan juga telah dilakukan legal sampling pengukuran emisi cerobong serta dilakukan penyegelan karena belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Upaya lain yang dilakukan untuk mengurangi polusi udara adalah melakukan Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) dengan melakukan hujan buatan.

    Pemprov DKI Jakarta juga mengimbau gedung-gedung tinggi di Jakarta memasang pompa air bertekanan tinggi (water mist generator).

    Penyiraman jalan-jalan protokol juga masih dilakukan sejak pertengahan Agustus lalu. Hingga kini sudah 215 lokasi yang disiram, melibatkan 270 mobil dan personel sekitar 800 orang.

    Tak hanya itu, Pemprov DKI juga masih menerapkan kebijakan 50 persen WFH bagi pegawai di lingkungan kerja Pemprov DKI Jakarta selama dua bulan ini.

    “Kebijakan ini diterapkan dalam menyikapi masalah polusi udara di Jakarta,” kata Yogi.

    Repoter: Nurakhmayani

     

     

     

  • WHO Sebut Gaza Ingatkan Ancaman Penyakit di Gaza

    WHO Sebut Gaza Ingatkan Ancaman Penyakit di Gaza

    7cloud.asia – Gencatan senjata antara Israel dan Hamas berakhir hari ini, Jumat (1/12/2023) di tengah ancaman merebaknya penyakit di Gaza.

    Sementara Israel kembali memborbardir Gaza dengan serangkaian serangan mematikan, setelah tidak mencapai kesepakatan untuk memperpanjang waktu penerapan gencatan senjata. 

    Berlanjutnya kembali peperangan antara Hamas dan Israel dikhawatirkan akan memperburuk kondisi di Gaza.    

    Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan penyakit bisa menimbulkan ancaman yang lebih besar terhadap kehidupan manusia dibandingkan pemboman di Gaza.

    Baca: Dubes Palestina sebut gencatan senjata saja tak akan menyelesaikan masalah 

    Kepadatan penduduk dan kurangnya akses pada air minum bersih atau sistem sanitasi telah menyebabkan berkembangnya penyakit menular, terutama diare pada anak-anak.

    WHO menyebut berkembangnya penyakit menular di Gaza telah mencapai hampir 100 kali lipat dari tingkat normal.

    Juru bicara WHO Margaret Harris dalam laporan kepada PBB di Jenewa, Selasa (28/11/2023) mengatakan kematian akibat penyakit menular ini lebih berbahaya.

    “Pada akhirnya kita akan melihat lebih banyak orang meninggal karena penyakit dibandingkan dengan yang kita lihat akibat pemboman jika kita tidak mampu mengembalikan sistem kesehatan ini,” katanya 

    Baca: Gencatan senjata Israel-Hamas akan berakhir

    WHO mengatakan kekurangan pangan telah menambah risiko penyakit, sementara masyarakat semakin lemah karena kelaparan, sehingga menyebabkan mereka lebih rentan terhadap penyakit.

    Masyarakat di Gaza juga menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pengobatan, karena terbatasnya staf medis dan kurangnya akses terhadap obat-obatan dan vaksinasi.

    Gangguan dalam pengumpulan sampah dari tempat penampungan yang padat telah menambah kekhawatiran akan risiko penyakit.

    Dalam menanggapi kondisi di Gaza, Organisasi Kesehatan Dunia telah menyerukan gencatan senjata, “mempertahankan akses bantuan ke Gaza,”.

    Baca: WHO sebut setiap 10 menit satu anak meninggal di Gaza

    WHO juga menyerukan “perlindungan warga sipil dan layanan kesehatan,” dan “penghormatan terhadap hukum kemanusiaan internasional,” di platform media sosial X, sebelumnya bernama Twitter.

    Israel menyatakan perang terhadap Hamas (yang oleh AS dinyatakan sebagai kelompok teror) setelah serangan mengejutkan mereka pada tanggal 7 Oktober di Israel selatan yang menewaskan sekitar 1.200 orang.

    Dalam serangan itu, Hamas menyandera sekitar 240 orang.

    Kampanye Israel melawan militan Hamas telah menewaskan lebih dari 14.000 orang, menurut pejabat kesehatan Gaza.

    Sumber: VOA Indonesia

  • WHO: Sebanyak 80 Persen Penduduk Dunia Gunakan Obat Herbal Tradisional

    WHO: Sebanyak 80 Persen Penduduk Dunia Gunakan Obat Herbal Tradisional

    7cloud.asia – Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan sebanyak 80 persen penduduk dunia menggunakan obat herbal tradisional

    WHO juga menyebut sebanyak 20 persen penduduk di negara maju menggunakan obat dari tumbuhan atau herbal.

    Tingginya penggunaan obat herbal ini diungkapkan Kepala Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. dr. Raveinal SpPD KAI dalam diskusi “Forum Hilirisasi Fitofarmaka – Optimalisasi Penggunaan Fitofarmaka dalam Pelayanan Kesehatan” secara daring, awal pekan lalu. 

    Menurut Raveinal, di Amerika Serikat sebanyak 38,5 persen penjualan obat-obatan herbal mencapai sebesar 3,4 miliar dolar AS (Rp52,6 triliun) pada periode 1990-1997.

    Baca: UNESCO akui gaya hidup dengan minum jamu sebagai warisan budaya

    Sedangkan di Indonesia, penggunaan obat-obatan tradisional dari herbal sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu dan makin populer dengan berkembangnya industri obat tradisional.

    Raveinal menambahkan,  obat herbal adalah obat-obatan murni diambil dari sari pati tumbuhan yang mempunyai manfaat untuk pengobatan tanpa ada campuran bahan kimia buatan (sintetis) dan tanpa campuran hewan.

    Penggunaan obat-obatan herbal atau fitofarmaka sebagai imunomodulator bisa dimanfaatkan untuk mengatasi penyakit infeksi, kanker, dan penyakit autoimun.

    Imunofarmakologi merupakan cabang farmakologi yang berkembang dan bertujuan untuk memodulasi sistem imun secara farmakologi.

     

    Baca: Manfaat teh hijau untuk kesehatan

    Sejalan dengan hal itu maka imunomodulator memiliki kegunaan sebagai rekonstitusi defisiensi imun misalnya terapi AIDS, malnutrisi, keganasan, dan lainnya.

    Imunomodulator, juga menekan fungsi imun normal atau yang berlebihan seperti penatalaksanaan pada penolakan grafting atau penyakit autoimun.

    Imunomodulator secara alami juga hadir di dalam tubuh dan beberapa di antaranya tersedia dalam preparat farmakologis.

    “Ada beberapa produk herbal yang tidak hanya bersifat imunomodulator, namun juga berperan sebagai antioksidan, antiasma, antiaritmia, antifungi, cardiotonic, dan sebagainya,” kata dia.

     

    Baca: Manfaat meniran untuk kesehatan

    Meski terdapat manfaat dan bukti ilmiah, Raveinal mengingatkan perlunya kewaspadaan dan kemungkinan adanya efek samping dan efek simpang dari penggunaan obat herbal tersebut.

    Badan Pengawas Obat dan Makanan telah membuat tiga tingkatan obat herbal yaitu jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka.

    Jamu adalah ramuan berkhasiat berdasarkan empiris (pengalaman) turun-temurun secara tradisional dengan standardisasi kandungan kimia yang belum disyaratkan.

    Sementara obat herbal terstandar memiliki khasiat berdasarkan uji farmakologi dan uji toksisitas pada hewan uji dengan standardisasi kandungan kimia bahan baku penyusun formula.

    Baca: Manfaat temulawak untuk kesehatan

    Sementara fitofarmaka mempunyai khasiat berdasarkan uji farmakologis, uji toksisitas pada hewan uji dan uji klinis pada manusia dengan standardisasi kandungan kimia bahan baku dan sediaan.

    Sumber: Antaranews.com

  • Petugas Medis dari WHO Ditelanjangi, Digeledah dan Ditahan Israel Saat Menjalankan Tugas

    Petugas Medis dari WHO Ditelanjangi, Digeledah dan Ditahan Israel Saat Menjalankan Tugas

    7cloud.asia – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan para petugas medis di Jalur Gaza menghadapi tekanan dari Israel dalam menjalankan misi kemanusiaan di wilayah Palestina yang terkepung itu.

    “Staf WHO melihat salah satu dari mereka (staf Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina/PRCS) diminta berlutut sembari ditodong senjata dan kemudian dibawa ke tempat tertutup. Di sana dia dilecehkan, dipukuli, ditelanjangi dan digeledah,” kata WHO seperti diwartakan laman PBB.

    Perwakilan WHO di wilayah pendudukan Palestina, Richard Peeperkorn, mengungkapkan bahwa petugas medis di Jalur Gaza menghadapi kendala dalam menjalankan misi.

    Sebab tentara Israel menginspeksi staf medis di pos-pos pemeriksaan. Dua staf PRCS, yang sedang dalam perjalanan ke Gaza utara, ditahan selama lebih dari satu jam oleh tentara Israel, kata Peeperkorn.

    “Tidak boleh ada seorang pun petugas medis yang ditahan,” kata Peeperkorn.

    Baca: Gaza terputus dari bantuan makanan

    WHO juga mengungkapkan truk bantuan yang membawa pasokan medis dan salah satu ambulans yang membawa pasien dari Rumah Sakit Al-Ahli tertembak saat memasuki Kota Gaza dan dalam perjalanan kembali menuju Gaza selatan.

    “Iring-iringan medis kembali dihentikan di pos pemeriksaan yang sama, di mana staf PRCS dan sebagian besar pasien diharuskan meninggalkan ambulans untuk pemeriksaan keamanan,” sebut WHO.

    WHO mengungkapkan pasien-pasien kritis yang masih berada dalam ambulans digeledah oleh tentara bersenjata.

    Baca: Menlu RI, Israel bunuh ribuan warga sipl bukan untuk membela diri

    Salah seorang dari dua staf PRCS yang ditahan sebelumnya dibawa untuk diinterogasi untuk kedua kalinya. hal ini membuat misi kemanusiaan dan penyaluran bantuan di Gaza berjalan sangat lambat.

    “PRCS kemudian melaporkan bahwa selama proses pemindahan, salah satu pasien yang terluka meninggal dunia akibat lukanya tidak segera ditangani, kata WHO.

    Sementara itu, seorang staf PRCS yang sempat ditahan mengaku dipukuli dan dipermalukan, kemudian dibiarkan berjalan ke arah selatan dengan tangan terikat di belakang punggung, dan tanpa pakaian atau sepatu.

    Sumber: Antaranews

  • Sekjen WHO Sebut Situasi di Gaza Tak Bisa Terbayangkan

    Sekjen WHO Sebut Situasi di Gaza Tak Bisa Terbayangkan

    7cloud.asia – Sekjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut situasi kemanusiaan di Jalur Gaza “tak bisa terbayangkan”.

    Karenanya ia menyeru rezim pendudukan Israel memberikan akses pengiriman bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan ke Jalur Gaza kepada WHO dan lembaga PBB lainnya.

    Tedros mengakui bahwa tim organisasinya harus membatalkan enam misi ke Gaza utara sejak 26 Desember.

    Baca: Gaza tak layak ditinggali

    “Karena permintaan mereka ditolak dan tidak ada jaminan keamanan perjalanan”. Sementara itu, rencana misi pada Rabu juga dibatalkan.

    “Pendistribusian bantuan kemanusiaan di Gaza terus menghadapi tantangan yang hampir tidak dapat teratasi,” kata Tedros saat konferensi pers di Jenewa pada Rabu (10/01/2024).

    “Pemboman intens, pembatasan mobilitas, krisis bahan bakar dan komunikasi yang terputus membuat WHO dan mitra tidak mungkin menjangkau orang-orang yang membutuhkan bantuan,” katanya.

    “Kami memiliki pasokan, tim dan rencana. Yang tidak kami miliki yakni akses… Kami menyeru Israel agar menyetujui permintaan WHO dan mitra lainnya untuk mengirim bantuan kemanusiaan.”

    Baca: Konflik Palestina-Israel

    Menurut Tedros, hanya 15 rumah sakit di wilayah Palestina yang beroperasi meski hanya sebagian. Sementara itu, kurangnya sanitasi dan air bersih, serta kondisi hidup yang terlalu sumpek di jalur pantai mendukung penyebaran penyakit.

    “Warga mengantre berjam-jam untuk mendapatkan sedikit air, yang mungkin tidak bersih, atau roti, yang kurang bergizi,” katanya.

    Sumber: WAFA

  • Israel Akan Serang Kota Rafah, WHO Prihatin

    Israel Akan Serang Kota Rafah, WHO Prihatin

    7cloud.asia – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Selasa menyatakan keprihatinannya dengan rencana invasi darat Israel ke Kota Rafah di Gaza selatan yang dihuni lebih dari 1 juta warga Palestina yang berlindung dari perang Israel-Hamas.

    “Invasi besar-besaran di Kota Rafah akan menjadi bencana kemanusiaan. Kami minta Israel membatalkan (rencana) itu,” kata Tedros di platform media sosial X.

    “Kami mendesak semua pihak untuk mengusahakan gencatan senjata dan perdamaian yang kekal,” katanya, menambahkan.

    Baca: Lebih dari 10 ribu warga Palestina hilang akibat serangan Israel

    Pernyataan Tedros itu muncul setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa (30/4/2024) bersumpah akan menyerang Rafah,

    Rencana Israel untuk menyerang Rafah ini dilontarkan di tengah laporan tentang kemungkinan perjanjian gencatan senjata antara militer Israel dengan Hamas.

    Rafah menjadi tempat pertahanan dan perlindungan terakhir bagi warga Palestina di Gaza.

    Netanyahu mengatakan militer Israel akan mendatangi Rafah untuk menghancurkan pasukan Hamas di sana “dengan atau tanpa perjanjian”.

    Baca: Pejabat Israel dibayangi surat perintah penangkapan Mahkamah Kriminal Internasional

    Israel terus membombardir Gaza sebagai balasan atas serangan lintas batas Hamas pada 7 Oktober lalu yang menewaskan sekitar 1.200 orang.

    Lebih dari 34.500 warga Palestina, kebanyakan perempuan dan anak-anak, terbunuh dan ribuan orang lainnya terluka di tengah kehancuran massal dan krisis kebutuhan pokok.

    Selama lebih dari enam bulan perang Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur dan 85 persen penduduknya mengungsi di tengah kelangkaan bahan makanan, air bersih, dan obat-obatan akibat blokade oleh Israel, menurut PBB.

    Sumber: Anadolu

  • WHO Sebut 7 Ribu Pasien Palestina Perlu Evakuasi Medis Darurat

    WHO Sebut 7 Ribu Pasien Palestina Perlu Evakuasi Medis Darurat

    7cloud.asia – Sedikitnya 7 ribu hingga lebih dari 11 ribu pasien Palestina membutuhkan evakuasi medis darurat, kata pejabat di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (04/06/2024).

    Angka itu ditunjukkan oleh Hanan Balkhy, direktur regional WHO untuk Mediterania Timur, dalam pertemuan di Jenewa dengan Asosiasi Koresponden Terakreditasi untuk PBB.

    Balkhy mengatakan bahwa pasien-pasien yang membutuhkan evakuasi tersebut diharuskan untuk menerima pengobatan di rumah sakit khusus.

    Baca: Jurnalis gugur akibat serangan Israel 147 orang

    Dia juga menggarisbawahi efek berantai yang “signifikan” terhadap Mesir, Lebanon, dan Suriah sebagai negara tetangga yang langsung berdekatan dengan wilayah Palestina yang diduduki.

    “Jika Anda berbicara tentang perlunya tidak meninggalkan seorang pun, kami telah meninggalkan banyak orang di Gaza, dan itu terjadi ketika ada tekanan terhadap sistem kesehatan yang sudah rapuh di negara-negara tetangga,” jelasnya.

    “Jadi, kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” tambahnya.

    Baca: Dunia kecam serangan Israel ke kamp pengungsi

    “Jika kita tidak mencapai perdamaian, ini akan menjadi situasi yang sangat menantang. Kami membutuhkan perdamaian di dalam perbatasan agar (akses terhadap kesehatan) bisa terbuka,” katanya.

    Pekan lalu, WHO mengatakan bahwa semua evakuasi medis di Gaza telah “dihentikan secara tiba-tiba” sejak 7 Mei.

    Israel terus melanjutkan serangan brutal di Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober, meski resolusi Dewan Keamanan PBB menuntut gencatan senjata segera.

    Baca: Sebanyak 15 ribu anak tewas akibat serangan Israel

    Lebih dari 36.500 warga Palestina, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah tewas sejak saat itu, sementara hampir 83 ribu lainnya luka-luka, menurut otoritas kesehatan setempat.

    Hampir delapan bulan setelah perang Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur di tengah blokade yang melumpuhkan terhadap akses makanan, air bersih dan obat-obatan.

    Israel dituding melakukan genosida di Mahkamah Internasional, yang dalam putusan terbarunya memerintahkan Tel Aviv untuk segera menghentikan operasinya di Rafah, di mana lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum mereka diserang pada 6 Mei.

    Sumber: Anadolu

  • WHO Tetapkan Kegawatdaruratan Kesehatan Global Kasus Cacar Monyet

    WHO Tetapkan Kegawatdaruratan Kesehatan Global Kasus Cacar Monyet

    7cloud.asia – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan kasus cacar monyet ditetapkan sebagai kegawatdaruratan kesehatan publik berskala internasional, sesuai Regulasi Kesehatan Internasional (IHR) 2005.

    Penetapan ini berdasarkan naiknya kasus cacar monyet atau Monkeypox (Mpox) di Kongo dan sejumlah negara Afrika lainnya.

    Dikutip dari laman resmi WHO di Jakarta, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa penyebaran cacar monyet berisiko menyebar lebih luas sampai ke luar Afrika.

    Baca: Kasus cacar monyet di DKI meningkat, dinkes minta masyarakat waspada

    “(Mengingat) wabah grup cacar monyet di Kongo dan negara-negara lain di Afrika, jelas bahwa respon internasional yang terkoordinasi diperlukan guna menghentikan wabah-wabah ini dan menyelamatkan banyak nyawa,” kata Tedros.

    Dia menjelaskan, pihaknya mengambil keputusan tersebut setelah para ahli independen dari Komite Kegawatdaruratan IHR bertemu untuk mengulas data dari WHO.

    Selanjutnya, ujarnya, mereka akan mengumumkan hasil pertemuan dengan komite tersebut dan memberikan rekomendasi sementara bagi negara-negara lain.

    Dia menjelaskan bahwa pada bulan lalu, lebih dari 100 kasus cacar monyet klad 1b telah dikonfirmasi di laboratorium, dan kasus-kasus tersebut dilaporkan dari empat negara tetangga Kongo yang tidak pernah melaporkan penyakit itu sebelumnya.

    Baca: Kasus cacar monyet di Indonesia meningkat

    Para ahli, katanya, yakin bahwa angka kasus tersebut bisa lebih tinggi, karena kasus-kasus yang memiliki kecocokan secara klinis belum dites.

    Tedros menambahkan, ini adalah kali kedua penyakit tersebut ditetapkan sebagai situasi kegawatdaruratan.

    Pada Juli 2022, cacar monyet ditetapkan sebagai situasi kegawatdaruratan kesehatan publik berskala internasional, yang tersebar secara cepat melalui kontak seksual, di sejumlah negara.

    Cacar monyet dilaporkan di Kongo lebih dari satu dekade, dan selama 10 tahun itu, kasusnya selalu naik.

    Baca: Satu orang meninggal akibat cacar monyet

    Dia melaporkan bahwa tahun lalu, kasusnya naik secara signifikan, dan pada 2024 terdapat 15.600 kasus dan 537 kematian, lebih dari total pada tahun lalu.

    Pada minggu lalu, Tedros mencanangkan proses penggunaan vaksin darurat untuk cacar monyet, sebagai upaya memberikan akses ke vaksin bagi negara-negara berpenghasilan rendah yang belum mengajukan persetujuan regulasi nasional.

    WHO juga terus berkolaborasi dengan negara-negara dan produsen vaksin untuk donasi vaksin, serta berkoordinasi dengan jaringan penanganan medis untuk memfasilitasi akses ke vaksin, diagnosis, dan alat-alat kesehatan lainnya.

    Sumber: Antaranews

  • WHO: Konflik dan Perubahan Iklim Picu Kematian Akibat Wabah Kolera Melonjak Tajam pada 2023

    WHO: Konflik dan Perubahan Iklim Picu Kematian Akibat Wabah Kolera Melonjak Tajam pada 2023

    7cloud.asia – Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (4/9/2024) melaporkan jumlah kematian akibat wabah kolera di seluruh dunia yang dilaporkan pada 2023 melonjak 71persen dari tahun sebelumnya menjadi lebih dari 4.000 orang.

    Data awal untuk tahun 2024 menunjukkan wabah kolera masih terus berlanjut dengan wabah aktif yang tercatat di 22 negara, menurut WHO.

    Saat ini sudah tersedia vaksin kolera, tetapi dibuat oleh satu produsen yang belum mampu memenuhi permintaan. Tedros telah meminta perusahaan lain untuk mulai membuat vaksin tersebut.

    Pengobatan yang paling penting untuk atasi wabah kolera, menurut CDC, adalah terapi rehidrasi yang bertujuan untuk mengganti cairan yang hilang melalui diare dan muntah, tetapi WHO mengatakan persediaannya rendah.

    WHO mengatakan, pihaknya telah meminta dana sebesar 50 juta dolar untuk menangani wabah kolera ini, namun belum menerima dana tersebut. Ini adalah kebutuhan, kata WHO, yang “masih belum terpenuhi.”

    Baca: Benarkah perubahan iklim pengaruhi ibu hamil?

    Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyesalkan jumlah kematian akibat penyakit yang ia gambarkan sebagai “penyakit yang dapat dicegah dan mudah diobati.”

    “Konflik, perubahan iklim, air dan sanitasi yang tidak aman, kemiskinan dan pengungsian, semuanya berkontribusi pada meningkatnya wabah kolera,” tambahnya.

    Orang dapat tertular kolera melalui makanan atau air yang terkontaminasi bakteri kolera.

    Bakteri kolera dapat menyebar dari seseorang ke dalam pasokan air minum, atau air yang digunakan untuk menyiapkan atau menanam makanan.

    Baca: Perubahan iklim membuat masyarakat rentan dalam bahaya

    Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), gejala kolera meliputi diare yang sangat banyak, muntah, rasa haus yang meningkat, kram kaki, dan kegelisahan atau mudah tersinggung.

    Jumlah kasus kolera juga melonjak sebesar 13persen pada 2023, di mana 38persen kasus yang dilaporkan terjadi pada anak-anak di bawah usia lima tahun.

    Laporan WHO juga menunjukkan bahwa Afrika pada tahun lalu mengalami peningkatan kasus kolera sebesar 125persen, sementara kasus kolera di Timur Tengah dan Asia turun sebesar 32persen.

    WHO mengumpulkan statistik tentang penyakit kolera pada tahun 2023 dari 45 negara. Sebanyak 44 negara menyerahkan informasi pada tahun 2022, sementara 35 negara lainnya menyerahkan informasi tentang hal tersebut pada tahun 2021.

    Baca: Ini yang terjadi jika pemanasan golbal capai 2°C

    Dalam laporan tahun ini, WHO mengatakan untuk pertama kalinya beberapa negara melaporkan kematian akibat kolera yang tidak terjadi di fasilitas kesehatan.

    WHO mengatakan bahwa kematian yang terjadi di masyarakat merupakan indikasi “kesenjangan yang serius dalam akses terhadap pengobatan dan perlunya memperkuat area respons ini.”

    Pada tahun 2023, negara-negara yang melaporkan wabah kolera besar, baik yang dicurigai maupun yang telah dikonfirmasi, termasuk Afghanistan, Kongo, Malawi dan Somalia.

    Ethiopia, Haiti, Mozambique dan Zimbabwe juga melaporkan adanya lonjakan kasus kolera pada 2023.

    Sumber:VOAIndonesia

     

  • WHO Evakuasi 100 Korban Luka dari Gaza ke Uni Emirat Arab

    WHO Evakuasi 100 Korban Luka dari Gaza ke Uni Emirat Arab

    7cloud.asia – Badan Kesehatan Dunia (WHO), Kamis (12/9/2024) mengatakan pihaknya mengevakuasi hampir 100 orang dari Jalur Gaza ke Uni Emirat Arab.

    Dalam pernyataannya, WHO juga menyerukan adanya sistem transfer medis yang teratur dan berkelanjutan untuk membantu ribuan orang yang membutuhkan perawatan.

    “Gaza membutuhkan koridor medis. Kami membutuhkan sistem yang lebih terorganisir dan berkelanjutan,” kata Richard Peeperkorn, perwakilan WHO untuk wilayah pendudukan Palestina kepada wartawan.

    Ditambahkannya, saat ini ada sekitar 10.000 orang di Gaza yang menunggu pemindahan medis.

    WHO juga merilis laporan yang mengatakan seperempat dari mereka yang luka-luka dalam perang Gaza pada akhir Juli lalu “diperkirakan mengalami cedera yang mengubah hidup mereka sehingga saat ini dan di tahun-tahun mendatang memerlukan layanan rehabilitasi.”

    Baca: Konflik Hamas-Israel hancurkan masa depan anak-anak Palestina

    Cedera anggota tubuh yang parah merupakan kebutuhan utama untuk rehabilitasi, sementara jumlah cedera tulang belakang, cedera otak traumatis, dan luka bakar parah juga meningkat secara signifikan, kata WHO.

    Di antara korban luka-luka itu terdapat “ribuan perempuan dan anak-anak.”

    WHO juga menyoroti meningkatnya tantangan dalam menyediakan perawatan yang diperlukan karena ketidakamanan, kurangnya pasokan, serangan dan perintah evakuasi yang membuat banyak fasilitas medis tidak dapat berfungsi.

    Sementara perundingan untuk gencatan senjata terus berlanjut. Pada Rabu (11/9/2024) utusan kelompok Hamas bertemu mediator untuk membahas gencatan senjata di Gaza dan kemungkinan pertukaran sandera dan tahanan.

    Hamas mengatakan kepala negosiatornya Khalil al-Hayya bertemu Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani dan kepala intelijen Mesir, Abbas Kamel.

    Baca: Israel hanya sisakan 9,5 persen zona aman di Gaza

    Hamas mengatakan mereka telah membahas “perkembangan mengenai perjuangan Palestina dan agresi di Jalur Gaza” tanpa mengindikasikan bahwa pembicaraan telah menghasilkan terobosan.

    Berbulan-bulan negosiasi di balik layar yang dimediasi oleh Qatar, Mesir, dan AS gagal untuk mencapai kesepakatan dihentikannya pertempuran antara Hamas dan Israel.

    Satu-satunya yang dicapai dalam perang yang kini telah berlangsung selama 11 bulan tersebut hanyalah gencatan senjata selama satu minggu pada akhir November tahun lalu.

    Ketika itu, 105 sandera dibebaskan ke Israel dengan imbalan 240 tahanan Palestina berdasarkan kesepakatan yang dicapai para mediator.

    Sumber: VOA Indonesia