WHO Evakuasi 100 Korban Luka dari Gaza ke Uni Emirat Arab

Written by

in

7cloud.asia – Badan Kesehatan Dunia (WHO), Kamis (12/9/2024) mengatakan pihaknya mengevakuasi hampir 100 orang dari Jalur Gaza ke Uni Emirat Arab.

Dalam pernyataannya, WHO juga menyerukan adanya sistem transfer medis yang teratur dan berkelanjutan untuk membantu ribuan orang yang membutuhkan perawatan.

“Gaza membutuhkan koridor medis. Kami membutuhkan sistem yang lebih terorganisir dan berkelanjutan,” kata Richard Peeperkorn, perwakilan WHO untuk wilayah pendudukan Palestina kepada wartawan.

Ditambahkannya, saat ini ada sekitar 10.000 orang di Gaza yang menunggu pemindahan medis.

WHO juga merilis laporan yang mengatakan seperempat dari mereka yang luka-luka dalam perang Gaza pada akhir Juli lalu “diperkirakan mengalami cedera yang mengubah hidup mereka sehingga saat ini dan di tahun-tahun mendatang memerlukan layanan rehabilitasi.”

Baca: Konflik Hamas-Israel hancurkan masa depan anak-anak Palestina

Cedera anggota tubuh yang parah merupakan kebutuhan utama untuk rehabilitasi, sementara jumlah cedera tulang belakang, cedera otak traumatis, dan luka bakar parah juga meningkat secara signifikan, kata WHO.

Di antara korban luka-luka itu terdapat “ribuan perempuan dan anak-anak.”

WHO juga menyoroti meningkatnya tantangan dalam menyediakan perawatan yang diperlukan karena ketidakamanan, kurangnya pasokan, serangan dan perintah evakuasi yang membuat banyak fasilitas medis tidak dapat berfungsi.

Sementara perundingan untuk gencatan senjata terus berlanjut. Pada Rabu (11/9/2024) utusan kelompok Hamas bertemu mediator untuk membahas gencatan senjata di Gaza dan kemungkinan pertukaran sandera dan tahanan.

Hamas mengatakan kepala negosiatornya Khalil al-Hayya bertemu Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani dan kepala intelijen Mesir, Abbas Kamel.

Baca: Israel hanya sisakan 9,5 persen zona aman di Gaza

Hamas mengatakan mereka telah membahas “perkembangan mengenai perjuangan Palestina dan agresi di Jalur Gaza” tanpa mengindikasikan bahwa pembicaraan telah menghasilkan terobosan.

Berbulan-bulan negosiasi di balik layar yang dimediasi oleh Qatar, Mesir, dan AS gagal untuk mencapai kesepakatan dihentikannya pertempuran antara Hamas dan Israel.

Satu-satunya yang dicapai dalam perang yang kini telah berlangsung selama 11 bulan tersebut hanyalah gencatan senjata selama satu minggu pada akhir November tahun lalu.

Ketika itu, 105 sandera dibebaskan ke Israel dengan imbalan 240 tahanan Palestina berdasarkan kesepakatan yang dicapai para mediator.

Sumber: VOA Indonesia

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *