Blog

  • Ingin Tahu di Mana Lokasi Bank Sampah TerDekat? Cek di Aplikasi SMASH

    Ingin Tahu di Mana Lokasi Bank Sampah TerDekat? Cek di Aplikasi SMASH

    7cloud.asia – Beberapa bulan ini Lina, seorang ibu rumah tangga di Jakarta Barat kepikiran untuk ikut mengelola sampah rumah tangganya.

    Lina sudah mulai memilah sampah rumah tangga yang dihasilkannya, tetapi ia bingung apa yang harus dilakukan selanjutnya dan kepada siapa ia harus bertanya tentang keberadaan bank sampah terdekat drai rumahnya.

    Hingga pada satu hari, oleh seorang temannya ia diminta untuk membuka BankSampah.id, dan dari sana Lina menemukan aplikasi Sistem Online Manajemen Sampah (SMASH).

    SMASH adalah aplikasi terintegrasi untuk manajemen persampahan di seluruh Indonesia. Aplikasi SMASH ini mulai ada sejak Januari 2015, dan diharapkan bisa menjaid jawaban bagi masalah sampah di Indonesia. 

    “SMASH menggabungkan semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan sampah, baik masyarakat sebagai nasabah, pengelola bank sampah, serta pemerintah kota sebagai pengambil kebijakan,” demikian penjelasan yang dilansir di BankSampah.id

    Baca: 7 cara sederhana mengelola sampah rumah tangga

    Dengan aplikasi SMASH dari BankSampah.id maka operasional bank sampah bisa dilakukan lebih terpadu.

    Sementara bagi masyarakat sebagai nasabah sekaligus penghasil sampah bisa menghasilkan uang dari sampah rumah tangganya. 

    “Dengan SMASH pay dapat digunakan untuk pembayaran online,” demikian penjelasan di BankSampah.id. 

    Dengan mendaftar di aplikasi mysmash, berbasis mobile kita bisa mengecek lokasi bank sampah terdekat dari rumah kita, mengetahui kategori sampah dan harganya, penjemputan sampah dan reimburse sampah.

    Baca: Kurangi sampah plastik dengan sistem isi ulang dari Siklus

    Di BankSampah,id juga dipasarkan beragam hasil kerajinan dari pengolahan sampah seperti tas, sandal, dompet, topi dan sebagainya 

    Saat 7cloud.asia berselancar di laman BankSampah.id tercatat ada setidaknya 5,120 Bank Sampah yang telah tergabung.

    Bank sampah tak hanya berada di kota besar tetapi juga dapat ditemukan di sejumlah kota kabupaten yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia. 

    Baca: Insentif dibutuhkan untuk mendorong pasar kendaraan listrik

    Berikut manfaat yang bisa kita petik dari aplikasi SMASH dari BankSampah.id terkait pengelolaan sampah rumah tangga kita:

    Praktis

    Pengelolaan data dilakukan secara digital & dapat meningkatkan paperless activity.

    Transparan 

    Pengelola Bank Sampah dapat mengelola tabungan nasabah secara transparan.

    Aman

    Untuk keamanan data Anda, BankSampah.id menggunakan SSL/TLS untuk transaksi data dan enkripsi untuk penyimpanan data.

    Terintegrasi Nasional
     
    Data Bank Sampah yang tergabung sudah terintegrasi secara nasional, sehingga memudahkan proses pemantauan pengelolaan sampah & perencanaan pengembangan Bank Sampah secara nasional.
     
    Mobile Support
     
    Dengan menggunakan smartphone berbasis Android, Bank Sampah dapat melakukan transaksi dengan mudah dan nyaman.

     
    Offline Mode

    Melalui aplikasi BankSampah.id Mobile, Bank Sampah dapat melakukan aktivitas transaksi secara offline.

  • PSHK FH UII: Revisi UU TNI Berpotensi Hidupkan DwiFungsi TNI

    PSHK FH UII: Revisi UU TNI Berpotensi Hidupkan DwiFungsi TNI

    7cloud.asia – Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK) Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) menilai draf revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (Revisi UU TNI) berpotensi menghidupkan kembali Dwi Fungsi TNI.

    Penilaian ini didasarkan pada pasal-pasal yang mengandung perluasan jabatan untuk prajurit aktif TNI.

    Kepala Bidang Riset Edukasi PSHK FH UII dan Dosen FH UII, M Addi Fauzani mengatakan, draf revisi UU TNI ini memungkinkan prajurit TNI aktif untuk menjabat jabatan strategis di 18 instansi dan lembaga kenegaraan.

    Addi menilai draf revisi UU TNI ini menambahkan 8 usulan instansi lainnya, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

    Baca: Di depan finalis Puteri Indonsia Jokowi singgung Bonus Demografi

    Bahwa dalam tugas terkait keamanan draf revisi UU TNI juga menambahkan tugas-tugas baru bagi anggota TNI, termasuk mengatasi aksi terorisme, mendukung pemerintah menanggulangi ancaman siber dan mendukung pemerintah dalam penanggulangan penyalahgunaan narkotika.

    “Sehingga, anggota TNI dapat dilibatkan dalam penumpasan teroris, siber, narkotika dan tugas-tugas keamanan lainnya yang mengakibatkan tumpang tindih tugas antar TNI dengan Polri,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (26/5/2023).

    Menurutnya, wacana perluasan jabatan dan penambahan tugas keamanan berpotensi akan mengulangi pelaksanaan dwifungsi ABRI yang membuat TNI secara kelembagaan dan prajurit aktif TNI tidak fokus pada bidang utamanya yakni bidang pertahanan.

    Baca: Angka kemiskinan ekstrem turun signifikan, tapi standarnya disoal

    Selain itu, katanya, wacana penggunaan TNI di bidang keamanan oleh negara tersebut tentu berpotensi melanggar asas demokrasi, kedaulatan rakyat dan amanat reformasi 1998.

    “Hal ini disebabkan karena TNI akan digunakan untuk menghadapi masyarakat sipil. TNI sebaiknya fokus pada tugas yang telah diamanatkan oleh konstitusi sebagaimana diatur dalam Pasal 30 ayat (3) UD NRI 1945 ditegaskan bahwa Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan laut dan Angkatan Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara,” ucapnya.

    Addi menambahkan, draf revisi UU TNI juga berwacana melepaskan kebijakan penganggaran TNI yang tidak lagi di bawah Kementerian Pertahanan tetapi langsung kepada Kementerian Keuangan.

    Baca: Nama artis jejali daftar bakal caleg, siapa saja?

    Menurutnya, meskipun alasan wacana tersebut ingin memangkas proses birokrasi, tetapi pengawasan penganggaran oleh Kementerian Pertahanan masih diperlukan. Hal ini mengingat semakin banyak pihak yang terlibat dalam pengawasan maka sistem tersebut semakin baik.

    Disebutkan, draf revisi UU TNI juga berwacana ingin mencabut kewenangan Presiden atas TNI. Apabila ketentuan ini disahkan maka tentu akan sangat berbahaya. Karena pengerahan dan penggunaan TNI dilakukan di luar persetujuan dan kontrol Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan yang memegang daulat rakyat.

    “Padahal, dalam Pasal 10 UUD NRI 1945 dijelaskan bahwa Presiden memegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.” Apabila usulan tersebut tentu akan melanggar konstitusi,” katanya.

    Baca: Sejumlah menteri maju sebagai caleg, apa tanggapan Presiden?

    Menurutnya, draf revisi TNI juga berwacana ingin menambah jenis Operasi Militer selain Perang (OMSP). Revisi UU TNI ini menambah jenis OMSP menjadi 19 dari yang awalnya hanya 14.

    Hal ini mampu mendorong keterlibatan TNI meluas pada ranah sipil dan keamanan negeri, termasuk mengamankan proyek pembangunan pemerintah.

    “Apabila wacana tersebut diaplikasikan maka tentu akan berakibat fatal, karena TNI juga akan digunakan untuk menghadapi masyarakat,” ungkapnya.

    Karenanya, kata Addi, PSHK FH UII merekomendasikan kepada pembuat kebijakan untuk melibatkan partisipasi publik dan mengedepankan keterbukaan dalam proses revisi UU TNI maupun pembuatan kebijakan terkait pertahanan dan keamanan.

    “Pemerintah juga harus melakukan analisis dampak setiap perubahan dalam revisi UU TNI,” katanya

  • Kelompok Disabilitas Rentan Terdampak Perubahan Iklim Tetapi Tak Pernah Dilibatkan dalam Penanganan

    Kelompok Disabilitas Rentan Terdampak Perubahan Iklim Tetapi Tak Pernah Dilibatkan dalam Penanganan

    7cloud.asia – Yasinda Atok adalah saksi hidup apa yang dialami penyandang disabilitas saat badai Seroja menghantam sejumlah wilayah di Nusa Tenggara termasuk di kotanya di Malaka, Nusa Tenggara Timur pada 2021 silam.

    Di Kabupaten malaka, NTT, ada tiga kecamatan yang sangat merasakan dampak badai Seroja pada awal 2021 lalu.

    Di sela diskusi Webinar bertajuk Gerakan Perubahan Iklim di Indonesia: Sudah Terlibatkah Penyandang Disabilitas? pada Senin (21/5/2023) yang dihelat secara daring, Yasinda menceritakan apa yang dialami para penyandang disabilitas saat bencana alam yang menewaskan ratusan orang itu terjadi, 

    “Mereka terjebak di dalam rumahnya, tertinggal saat evakuasi saat para korban dievakuasi. Bahkan keluarganya melupakan mereka dan terjebak di rumah yang terendam banjir sampai banjir berlalu, ketika keluarganya kembali ternyata masih selamat,” ujarnya.

    Baca: Peran masyarakat adat hadapi perubahan iklim

    Sementara, kelompok disabilitas yang berhasil dievakuasi harus menghadapi tempat pengungsian yang tidaka inklusif.  

    “Saat ke toilet tidak tersedia fasilitas yang mereka butuhkan. Pun saat antri ambil makanan, juga harus secara umum, yang memakai tongkat/kursi roda kesulitan,” imbuhnya.

    Belajar dari pengalaman ini, Yasinda dan aktivis disabilitas kemudian melakukan edukasi kepada masyarakat apa seharusnya yang dilakukan saat bencana terjadi. kami, ujarnya, mengedukasi keluarga penyandang disabilitas untuk memprioritaskan anggota keluarganya yang disabilitas dan jangan sampai tertinggal.  

    Baca: Peringatan ancaman perubahan iklim sudah dirilis sejak 70 tahun silam

    Selain itu Yasinda bersama aktivis lainnya juga terus mendorong agar ke depan, saat kembali terjadi bencana, disiapkan pengungsian yang inklusif bagi semua kelompok termasuk penyandang disabilitas.

    Apa yang disampaikan oleh Yasinda mungkin menjadi potret bagaimana pengendalian dampak perubahan iklim di Indonesia. Di mana penanganan dan perumusan kebijakan justru sering tidak melibatkan kelompok yang paling rentan.

    Masih ada beberapa kelompok di masyarakat yang masih tertinggal serta belum terlibat secara penuh dalam perjuangan melawan krisis iklim. Salah satunya adalah kelompok penyandang disabilitas.

    Baca: Mengurai kemiskinan ekstrem di Indonesia

    Yeni Rosa Damayanti dari Perkumpulan Jiwa Sehat mengatakan, tak hanya dalam penanganan, pengenalan ancaman dan dampak perubahan iklim masih jauh untuk bisa diakses oleh kelompok disabilitas. 

    Ia memaparkan, tantangan tak hanya dihadapi kelompok disabilitas fisik, tetapi juga disabilitas netra, tuli dan sebagainya. Perangkat dan materi kampanye perubahan iklim yang ada sama sekali belum menyentuh kelompok ini.

    “Untuk kelompok disabilitas intelektual, belum ada instrumen yang bisa menjelaskan tentang perubahan iklim dan dampaknya dalam bahasa yang mudah dimengerti,” ujarnya.

    Baca: Peran pendidikan dalam menghadapi perubahan iklim

    Abdul Ghofar dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau Walhi mengatakan, Indonesia sebagai negara kepulauan menduduki posisi nomor tiga paling rentan akibat banjir dan kenaikan suhu.

    Ia memaparkan, dampak perubahan iklim akan makin terasa dalam beberapa dekade mendatang dan dampaknya tidak merata, berbeda antar kelompok, sehingga dalam merumuskan kebijakan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing kelompok. 

    Ghofar lantas menyebut sejumlah kelompok yang paling rentan, seperti negara berkembang dan negara miskin serta negara kepulauan.

    Sementara di masyarakat, masuk dalam kelompok rentan antar alain adalah kelompok disabilitas, anak-anak, masyarakat kurang mampu, masyarakat adat, orang tua, orang dengan masalah kesehatan, disabilitas, perempuan hamil dan menyusui.

    “Kelompok disabilitas memiliki risko empat kali lipat dibanding yang lain saat terjadi bencana,” ujar Ghofar. 

    Baca: Seperti ini seharusnya kampanye perubahan iklim dilakukan

    Namun sayangnya, hingga saat ini kelompok disabilitas nyaris ditinggalkan dalam  pembahasan konsep pengendalian perubahan iklim. Pembahasan masih terbatas di kalangan elit yang tidak merasakan dampak sebagaimana yang dirasakan kelompok rentan.

    Pembahasan konsep pengendalian perubahan iklim yang inklusif, ujarnya, tidak mungkin tanpa keterlibatan penyandang disabilitas karena penyandang disabilitas adalah salah satu kelompok yang paling rentan terhadap perubahan iklim.

    “Sayangnya sampai saat ini upaya untuk memberikan informasi yang cukup serta melibatkan penyandang disabilitas dalam isu perubahan iklim masih belum banyak dilakukan,” ujarnya. 

  • Sneakers Vokalis Coldplay Ini Dibuat dari 70 Sepatu Tua

    Sneakers Vokalis Coldplay Ini Dibuat dari 70 Sepatu Tua

    7cloud.asia – Grup musik dari Inggris Coldplay dikenal sangat peduli lingkungan. Dalam setiap turnya, Coldplay yang berdiri di London pada 1996 itu selalu berupaya menekan jejak karbon yang dihasilkan. 

    Tak hanya itu, sebagai bentuk kepedulian mereka pada kelestarian lingkungan manajemen Coldplay juga berjanji untuk menanam satu batang pohon untuk setiap tiket mereka yang terjual. 

    Ternyata aksi peduli lingkungan personel Coldplay juga berlaku dalam gaya berpakaian mereka. Seperti yang dilakukan vokalis Coldplay, Chris Martin. 

    Baca: Era baru thrifting, nggka cuma pakai baju second doang

    Chris Martin dalam sebuah acara di Perancis untuk promo album teranyar Coldplay bertajuk  “Music Of The Spheres”  pada 2021 mengungkapkan jika sepatu yang ia kenakan merupakan hasil rework atau daur ulang dari 70 pasang sepatu tua.

    Sepatu-sepatu itu diambil dari tempat sampah dan disatukan kembali menjadi sebuah sneakers warna-warni yang sangat catchy.

    “Sepatu saya dibuat dari 70 pasang sepatu tua yang dipungut dari tempat sampah dan dijadikan satu lagi,” demikian tulis Chris Martin di akun twitter resmi Coldplay @coldplayxtra pada 6 Oktober 2021.

    Baca: Lagi ngetrend, anak muda berburu barang second di thrifting store

    Sneakers hasil ulang tersebut tersebut tampil catchy, seolah menjadi aksen dari penampilan Chris Martin hari itu yang mengenakan celana panjang dan jaket hitam, yang dipadu dengan kaos abu-abu polos.

    Sneakers warna-warna itu bagian atasnya berwarna ungu, pink. Sedangkan di bagian bawah terdapat warna orange dan kuning. 

    Sepatu daur ulang tersebut akan dipakai Chris Martin dalam tur keliling dunia guna mempromosikan album terbaru Coldplay.

    Dan mungkin banget sepatu itu masih dikenakan Chris Martin saat Coldplay melakukan tur di Jakarta pada November 2023 mendatang. 

    Jadi, buat kamu yang lagi cari ide untuk aksi ramah lingkungan bisa tiru sikap keren dari vokalis Coldplay ini.

     

  • Indonesia Targetkan Hapus Kemiskinan Ekstrem pada 2024, Apa yang Harus Dilakukan?

    Indonesia Targetkan Hapus Kemiskinan Ekstrem pada 2024, Apa yang Harus Dilakukan?

    7cloud.asia – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menekankan pentingnya inovasi dalam penanganan kemiskinan ekstrem guna mencapai target nol persen pada tahun 2024 mendatang.

    “Pemerintah berharap pada tahun 2024 mendatang angka kemiskinan ekstrem dapat menjadi nol persen,” kata Muhadjir Effendy dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (26/5/2023).

    Dia menjelaskan berdasarkan informasi dari BPS per September 2022 angka kemiskinan ekstrem sudah turun menjadi 1,76 persen.

    Baca: Mencari solusi kemiskinan ekstrem di Indonesia

    Sementara menurut data Bank Dunia angka kemiskinan ekstrem di Indonesia tercatat 1,5 persen. Namun standard yang digunakan disoal karena dinilai terlalu rendah yakni 1,9 USD per kapita per hari.

    “Beberapa hari lalu telah dilaksanakan Rapat Pleno Perkembangan Penanganan Kemiskinan Ekstrem, dan bapak Wakil Presiden Ma’ruf Amin telah memberikan arahan dan persetujuan agar masyarakat dengan miskin ekstrem dapat memperoleh bantuan multi-program,” katanya.

    Beberapa program telah disiapkan pemerintah untuk mewujudkan target kemiskinan ekstrem tersebut. 

    Nantinya, kata dia, masyarakat akan dapat memperoleh bantuan dari Kemensos berupa program keluarga harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bantuan dari dana desa, bansos dari pemerintah daerah, atau bahkan dari CSR sekaligus.

    “Wapres juga mendorong perbaikan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem atau P3KE untuk terus disempurnakan,” katanya.

    Baca: Masih banyak kelompok menengah yang rentan kembali miskin

    Muhadjir menambahkan, perbaikan data diperlukan agar dapat ditindaklanjuti dengan intervensi yang tepat sasaran untuk menurunkan kemiskinan ekstrem.

    Muhadjir juga mengatakan bahwa pada saat ini pemerintah akan terus berupaya melakukan berbagai inovasi program dalam rangka mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem.

    “Salah satunya dengan memotong tahapan untuk mempercepat proses penanganan kemiskinan ekstrem,” katanya.

    Sementara itu, dia juga kembali mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan konvergensi program penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem secara simultan.

    “Konvergensi program dengan melibatkan semua pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam penghapusan kemiskinan ekstrem dan penurunan angka stunting,” katanya.

    Baca: PKBM, harapan bagi merek ayang telanjur putus sekolah

    Muhadjir menjelaskan bahwa permasalahan stunting dan kemiskinan ekstrem saling beririsan sehingga upaya penanganan yang dilakukan dapat berjalan simultan dan berkesinambungan.

    Konvergensi program, kata dia, merupakan pendekatan penyampaian intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terintegrasi, dan bersama-sama untuk mencegah stunting dan sekaligus menghapus kemiskinan ekstrem kepada sasaran prioritas.

  • Pengaruh El Nino Memuncak pada Juni-Juli 2023, Warga Diminta Mengantisipasi

    Pengaruh El Nino Memuncak pada Juni-Juli 2023, Warga Diminta Mengantisipasi

    7cloud.asia – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan Indonesia akan menghadapi ancaman pengaruh El Nino pada bulan Juni 2023, dengan dampak kekeringan meluas hingga bulan Juli 2023.

    Pulau Jawa diprediksi akan menjadi daerah paling terdampak kekeringan yang dipicu fenomena El Nino ini.

    Fenomena El Nino yang memicu musim kering juga berpotensi mendorong munculnya beragam penyakit yang dikhawatirkan bisa menjadi pandemi baru. Untuk itu, Ketua DPR  Puan Maharani meminta pemerintah aktif melakukan langkah mitigasi. 

    Mantan Menko PMK ini mengungkapkan, fenomena El Nino yang tengah dihadapi Indonesia memiliki dampak pada sektor pertanian dan perkebunan.

    Tanah yang kering dan kurangnya pasokan air, kata Puan, akan menghambat pertumbuhan tanaman, mengakibatkan gagal panen dan menurunkan produktivitas pertanian. 

    “Hal ini berdampak pada pasokan pangan, kenaikan harga bahan pangan, serta pengurangan pendapatan petani. Jika tidak diantisipasi, dampak kekeringan akan meluas ke sektor rumah tangga, seperti harga bahan pokok menjadi naik,” tutur Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

    Baca: Dampak perubahan iklim pada pola cuaca

    Berdasarkan studi, anomali perubahan iklim dan pemanasan global memang memungkinkan menimbulkan pandemi baru. Hal itu lantaran perubahan iklim memicu perpindahan habitat hewan liar ke daerah dengan populasi manusia yang besar yang berisiko menyebarkan virus.

    Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah memperingatkan masyarakat dunia soal kemungkinan munculnya Disease X yang berpotensi menyebabkan terjadinya pandemi selanjutnya.

    Disease X bukanlah nama penyakit tertentu melainkan istilah yang dipakai WHO untuk penyakit yang belum diketahui di masa depan. Penggunaan istilah itu juga sebagai bentuk kesiapsiagaan WHO mengatasi penyakit yang saat ini belum diketahui. 

    “Penyakit ini masih misterius dan tersembunyi, saya mendorong Pemerintah melakukan upaya mitigasi sambil menggencarkan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya penyakit tersebut. Jangan sampai kita kecolongan lagi karena kurangnya informasi,” ucap Puan dalam keterangan tertulis Jumat (26/5/2023).

    Disease X kemungkinan besar bersifat zoonosis yang disebabkan oleh patogen yang lompat dari hewan ke manusia. Sekitar 75 persen penyakit pandemi sebelumnya pun juga bersifat zoonosis, yaitu Ebola, HIV-AIDS, rabies, dan Covid-19.

    Baca: Ancaman perubahan iklim sudah diingatkan sejak 70 tahun lalu  

    Puan juga mengingatkan, berakhirnya pandemi Covid-19 sebagai darurat kesehatan global bukan berarti akhir dari segala ancaman kesehatan.

    Oleh karenanya, ia mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam memerangi setiap penyakit. 

    “Tetap disiplin protokol kesehatan lebih baik, kita tidak boleh lengah dalam menghadapi adanya ancaman kesehatan yang baru. Kita tidak perlu panik, tapi harus selalu siap terhadap skenario terburuk,” tandasnya.

    Dalam kesempatan itu Puan juga menyoroti perlunya kesadaran akan perubahan iklim global dan ancaman karena adanya fenomena El Nino. Ia menekankan pentingnya tindakan pencegahan yang matang untuk mengurangi dampak kekeringan.

    “Kekeringan yang diakibatkan oleh fenomena El Nino adalah ancaman serius untuk masyarakat. Oleh karena itu, Pemerintah harus berperan aktif dalam menyusun strategi antisipasi untuk mengurangi dampak buruknya,” ujar Puan 

    Baca: Cara efektif untuk tumbuhkan kesadaran perubahan iklim

     

    Selain itu, masalah air bersih juga kerap menjadi persoalan saat musim kemarau tiba. Oleh sebab itu DPR meminta Pemerintah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung untuk pasokan air bersih bagi masyarakat.

    “Pemerintah juga harus mendata sumber air bersih di setiap daerah kota/kabupaten. Jangan sampai ada warga yang kesulitan mendapatkannya untuk keperluan sehari-hari,” ucap Puan.

    Gangguan pada sumber air bersih juga meningkatkan potensi munculnya penyakit kulit dan penyakit lainnya. Untuk itu, Puan meminta respons cepat Pemerintah dalam menanggulangi permasalahan kesehatan ini.

    “Tenaga medis juga harus disiapkan Pemerintah untuk mengantisipasi munculkan wabah penyakit saat musim kemarau tiba. Selain itu peralatan di fasilitas kesehatan juga harus diperhatikan, apalagi fasilitas kesehatan yang berada di pedesaan,” terangnya

    Puan juga mendorong Pemerintah untuk menggencarkan edukasi ke masyarakat agar mempersiapkan musim kemarau sebagai upaya mengantisipasi kekeringan.

    Baca: BRIN kembangkan pestisida ramah lingkungan

    Edukasi seperti tentang konservasi air, pengelolaan sumber daya air yang bijaksana serta pengembangan sumber air alternatif dinilai menjadi hal yang perlu digaungkan oleh pemerintah.

    “Perlunya edukasi ke masyarakat khususnya para petani tentang bagaimana menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan. Dengan tujuan membangun ketahanan baik yang lebih baik serta meminimalisir gagal panen,” ungkap Puan.

    Dengan adanya tindakan pencegahan dan edukasi yang baik, cucu Bung Karno itu berharap musim kemarau tahun ini tidak menimbulkan dampak yang signifikan bagi keberlangsungan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Puan memastikan DPR akan terus memberi dukungan lewat fungsi dan kewenangannya.

    “Dalam menghadapi fenomena El Nino, solidaritas dan kerjasama seluruh stakeholder menjadi kunci untuk membangun ketahanan negara yang lebih kuat dan berkelanjutan,” tegasnya.

     

     

  • Gaikindo: Butuh Waktu Agar kendaraan Listrik Bisa Eksis di Indonesia

    Gaikindo: Butuh Waktu Agar kendaraan Listrik Bisa Eksis di Indonesia

    7cloud.asia – Pemerintah dalam beberapa tahun belakangan intensif mendorong terbangunnya ekosistem kendaraan listrik untuk mewujudkan target nol emisi.

    Berbagai insentif ditawarkan agar pasar kendaraan listrik terus berkembang. Namun, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi mengatakan bahwa perlu waktu yang cukup lama untuk kendaraan listrik bisa eksis di Indonesia.

    Meski demikian, Nangol tetap mengapresiasi langkah pemerintah memberikan insentif untuk kendaraan listrik. Menurutnya, pemberian subsidi untuk kendaraan listrik adalah salah satu langkah positif dari pemerintah dalam membentuk ekosistem hijau.

    Baca: IESR sebut insentif dibutuhkan untuk dorong pasar kendaraan listrik

    “Kalau elektrik (kendaraan listrik, red) ini kan barang baru. Teknologi Hidrogen jika disubsidi juga belum tentu laku di Indonesia, memang beda situasinya dengan konvensional. Meski begitu, langkah itu sudah betul dengan pemerintah kasih subsidi, dan infrastruktur juga perlu ditingkatkan serta edukasi juga penting ke masyarakat melalui auto show ini,” kata Yohannes Nangoi di Jakarta, Rabu (23/5/2023).

    Subsidi untuk kendaraan listrik ini memang berbeda kasusnya dengan apa yang disampaikan oleh Gaikindo kepada pemerintah beberapa waktu lalu, pada saat Indonesia dilanda COVID-19.

     
    Baca: Dua alasan beralih ke kendaraan listrik

    Gaikindo berkordinasi dengan pemerintah untuk memulihkan situasi industri otomotif pada saat itu, dengan memberikan potongan pajak barang mewah atau PPNBM kepada kendaraan-kendaraan yang memang sudah eksis di Indonesia.

     
    Sehingga, saat itu penerimaan dan sambutan dari konsumen itu jauh lebih agresif.

    “Insentif ini kan untuk pengurangan pajak ya, dengan harapan pajak berkurang penjualan akan naik. Kalau barang yang dikasih itu barang yang eksis di Indonesia, itu pasti jalan,” ucap dia.

     
    Baca: Menilik kesiapan infrastruktur kendaraan listrik 

    Nangol mencontohkan kejadian tahun 2022 pada saat pandemi, pihaknya berdiskusi dengan pemerintah.

     
    “Lalu di Januari 2021, akhirnya kita telurkan yang namanya subsidi PPNBM dan yang mendapat itu adalah kendaraan-kendaraan yang sudah dijual di Indonesia dan penjualannya langsung loncat kan,” tambah dia.

    Untuk itu, Gaikindo tidak tinggal diam dalam membantu menyuburkan ekosistem kendaraan hijau di Indonesia.

     
    Baca: Mengapa pengembangan energi terbarukan berjalan lamban
     
    Nangoi menuturkan bahwa pihaknya akan terus berkordinasi dengan para anggotanya untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kendaraan listrik.

    “Kita minta anggota-anggota kita itu aktif dalam promosi kendaraan listrik, seperti tahun lalu ada tempat spesial untuk tes kendaraan listrik, sambil kita edukasi ke masyarakat. Jadi kita berikan prioritas untuk produsen yang punya kendaraan listrik,” tutur dia.

  • Konsep IKN sebagai Kota Hutan, Ramah Tidak untuk Lingkungan?

    Konsep IKN sebagai Kota Hutan, Ramah Tidak untuk Lingkungan?

    7cloud.asia – Dalam penjelasan pemerintah, termasuk dokumen Bappenas, dipaparkan bahwa Ibu Kota Nusantara atau IKN adalah kota masa depan yang maju dan hijau, dengan 70 persennya merupakan kawasan hijau.

    Apakah konsep ini serta merta menjadikan IKN ramah lingkungan? Untuk menemukan jawabannya ikuti tulisan VOA Indonesia ini sampai habis.

    IKN dibangun di atas lahan yang berstatus hutan. Pakar menilai pembangunan ini sama saja dengan merusak kawasan meski pemerintah berkilah pembangunan tersebut justru membenahi hutan sejalan dengan visi ‘forest city.’

    Dosen Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwiko Budi Permadi, Ph.D, membuat ilustrasi sederhana terkait IKN dan klaim pelestarian hutan.

    Dalam penjelasan pemerintah, termasuk dokumen Bappenas, dipaparkan bahwa IKN adalah kota masa depan yang maju dan hijau, dengan 70 persennya merupakan kawasan hijau.

    Kebijakan ini sesuai dengan keinginan Presiden Jokowi untuk menjadikan IKN sebagai forest city atau kota hutan.

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

    Forest city seolah membuat IKN menjadi indah? Tapi menurut Dwiko, hal ini justru  menimbulkan pertanyaan kritis, karena status 256 ribu hektare itu adalah hutan.

    “Kalau dikatakan 70 persennya kawasan hijau, berarti melakukan deforestasi sebesar 30 persen. Berarti 30 persen itu adalah sedang dilaksanakan deforestasi untuk pembangunan infrastruktur dan sebagainya,” kata Dwiko dalam diskusi terkait IKN di Fisipol, UGM, Selasa (23/5/2023).

    Penilaian Dwiko didasarkan pada alasan bahwa kawasan IKN berstatus sebagai hutan. Jika nantinya hanya 70 persen area yang hijau setelah IKN jadi, maka bermakna 30 persen telah berubah fungsi.

    Pilihan kebijakan ini akan menjawab pertanyaan apakah IKN merusak paru-paru dunia atau tidak.

    “Kaidahnya adalah setiap perubahan landscape hutan secara kualitas maupun secara kuantitas, pasti akan mengubah kualitas dari paru-paru itu. Pasti akan merusak paru-paru itu,” ujarnya.

    Baca: Makna sumbu filosofi dalam tata ruang Kota Yogyakarta

    Rehabilitasi-Reboisasi Tugas Berat

    Ada dua bentuk perubahan hutan, yaitu deforestasi dan degradasi. Deforestasi adalah perubahan hutan menjadi nonhutan, seperti menjadi sebuah kota seperti IKN.

    Degradasi adalah penurunan kualitas hutan menjadi hutan tanaman, atau kebun atau mungkin menjadi lahan pertanian.

    Namun di sisi lain, Dwiko juga membaca laporan Bappenas yang menyatakan bahwa kondisi hutan di kawasan IKN memang tidak baik-baik saja. Dari 256 ribu hektare yang akan menjadi ibu kota, hanya 43 persen masih layak disebut hutan.

    Karena itu, jika targetnya adalah 70 persen kawasan hutan, pemerintah memiliki beban hampir 30 persen lahan harus dihutankan kembali.

    “Pertanyaannya, mampukah kita mentransformasi hutan produksi tanaman eukaliptus yang kualitasnya lebih rendah dari primer itu, menjadi hutan tropis yang betul-betul mampu menyuplai oksigen, menyupai biodiversitas, mempertahankan kelestarian hutan dan seterusnya,” tanya Dwiko.
     

    Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sejauh ini hanya memiliki kemampuan melakukan rehabilitasi dan reboisasi seluas 900 hektare per tahun. Itupun dengan tingkat keberhasilan yang rendah. “Setelah dihitung, membutuhkan waktu 88 tahun untuk bisa mentransformasi kawasan hutan IKN itu menjadi hutan kembali,” tegas Dwiko.

    Koordinator Gusdurian Peduli, A’ak Abdullah Al Kudus, turut mengkritisi problem lingkungan yang muncul dari pembangunan IKN ini. Dia mengakui Jakarta membutuhkan dana besar untuk mengatasi masalah lingkungan.

    “Apakah kemudian IKN yang akan kita bangun ini, tidak punya dampak yang lebih besar dibanding misalkan tetap di Jakarta atau di tempat lain,” kata Abdullah.

    Pertimbangan yang harus diperhatikan terkait posisi Kalimantan sebagai salah satu pemilik hutan tropis besar di dunia. Kawasan ini juga memiliki keanekaragaman flora dan fauna, serta masih lekat dengan kehidupan masyarakat adat.

    Baca: Empat kota dunia yang mengutamakan pejalan kaki

    Semua itu menjadi harga yang harus dibayar dalam proses pindahnya ibu kota ke IKN. Abdullah juga setuju bahkan menghutankan kembali kawasan yang sudah rusak bukan tugas mudah.

    “Kami di Gunung Lemongan (Jawa Timur-red), kalau tanam pohon seribu, paling yang hidup 30 atau 100 pohon, itu sudah hebat. Dengan sekian juta hektare itu apakah mungkin sampai 2045 ini menjadi hutan,” tandasya.

    Dia juga mempertanyakan, ke mana perginya para pengusaha yang memiliki konsesi di wilayah IKN. Jika mereka kehilangan lahan di Kalimantan, tentu akan ada konsesi baru yang juga bermakna rusaknya hutan di kawasan lain di Indonesia untuk mereka.

    Abdullah juga khawatir suku Dayak sebagai masyarakat adat setempat, akan tersingkirkan oleh perubahan yang terjadi.

    Pemerintah Tegaskan Komitmen

    Muhammad Nurdin dari Tim Gubernur untuk Pengawalan Percepatan Pembangunan Kalimantan Timur menyebut seluruh dokumen hukum pembangunan IKN telah selesai dibuat.

    Di dalamnya, termuat seluruh aspek pembangunan, termasuk komitmennya pada lingkungan. Dia mengajak seluruh pihak untuk memantau implementasinya di lapangan.

    Terkait kondisi di kawasan yang akan menjadi IKN, diakui Nurdin bahwa meski berstatus hutan, tetapi faktanya jauh dari status itu.

    “Seratus tiga puluh enam ribu hektare dari 256 ribu hektare seluruhnya itu pemukiman, termasuk di Pantai Samboja. Kita lihat dari jalan lama Bukit Soeharto, kawasan lindung itu ke pantai, itu kondisinya alang-alang hampir 80 persen. Kecuali di Bukit Soeharto, masih ada hutan termasuk yang mangrove sedikit di Teluk Balikpapan,” papar Nurdin.

    Nurdin, mewakili gubernur Kalimantan Timur, meyakini bahwa komitmen pembangunan ekonomi berkelanjutan dari pemerintah akan dipenuhi. Apalagi, Indonesia terikat dan sudah meratifikasi sejumlah kesepakatan internasional dalam isu lingkungan.

    Baca: Kisah keseharian disabilitas tuli di Kota Solo

    “Jadi, menurut saya, ancaman itu adalah tantangan buat kita semua, untuk generasi yang akan datang, mengawal dokumen-dokumen perencanazn, undang-undang, peraturan pemerintah, semua dokumen resmi pemerintah yang ada. Kita kawal 24 jam, kalau ada yang menyimpang dari komiten, harus kita perbaiki,” tegasnya.

    Dalam diskusi terpisah yang diselenggarakan Otoritas IKN, Dr Myrna Asnawati Safitri, selaku Deputi bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN mengakui kondisi kawasan IKN yang telah rusak.

    “Ketika kita berbicara tentang lingkungan dan ekosistem di wilayah IKN, kondisinya harus diakui adalah kondisi yang tidak seluruhnya baik-baik saja,” kata Myrna, Senin (22/5)

    Dia melanjutkan, “Kita berbicara pada wilayah, yang sebagian besar karena sejarah dari kebijakan pembangunan di masa yang lampau, yang sifatnya ekstraktif, akhirnya menyisakan wilayah-wilayah misalnya adanya kegiatan-kegiatan pertambangan, itu banyak sekali dan kita semua tahu.”

    Baca: Renovasi Jembatan Otista Bogor

    Konversi kawasan hutan menjadi bentuk pemanfaatan lain sudah terjadi sejak lama. Namun, Myrna menegaskan bahwa semua kondisi ini harus dilihat sebagai sebuah tantangan.

    Myrna meyakinkan semua pihak bahwa proses pembangunan IKN sangat memperhatikan lingkungan.

    “Lingkungan, masyarakat, dan tata kelola pemerintahan yang baik adalah hal yang tidak bisa ditawar dalam persiapan, pemindahan dan pembangunan serta penyelenggaraan pemerintahan khusus Ibu Kota Nusantara nantinya,” ujarnya.

    IKN didesain memiliki ruang hijau terlindungi jauh lebih besar dari rata-rata kota lain yang hanya 30-40 persen.

    Sejak proses pembangunan saat ini, isu lingkungan juga menjadi perhatian penting. Salah satunya, Kepala Otorita IKN telah mengeluarkan surat edaran untuk pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. Surat itu ditujukan kepada penanggung jawab proyek-proyek konstruksi.

    Otorita IKN juga mengeluarkan petunjuk teknis bagi pengelola proyek konstruksi untuk menjaga perilaku dan memperlihatkan dampak aktivitas mereka terhadap satwa setempat.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Riset: Usia 16-24 Tahun Adalah Masa Kritis untuk Kesehatan Mental

    Riset: Usia 16-24 Tahun Adalah Masa Kritis untuk Kesehatan Mental

    7cloud.asia – Masa transisi dari remaja menuju ke dewasa – yaitu antara usia 16-24 tahun – merupakan masa kritis bagi kesehatan mental seseorang.

    Masa transisi ini sangat menentukan kesehatan mental seseorang, karena di masa ini seseorang dihadapkan pada banyak tantangan dan pengalaman baru. 

    Selain mulai memiliki legalitas hukum dan tanggung jawab yang meningkat, remaja di periode ini juga masih mengalami perkembangan biologis, psikologis, dan emosional yang sangat besar pengaruhnya bagi kesehatan mental mereka.

    Masa kritis untuk kesehatan mental ini akan berlangsung hingga usia 20an. Dan, jika tidak tertangani dengan baik maka akan sangat menentukan kesehatan mental seseorang. 

     

    Sebuah riset yang dilakukan peneliti dari Universitas Indonesia (UI) pada 2021 terhadap 393 remaja berusia 16-24 tahun memperkuat asumsi tentang masa kritis bagi kesehatan mental di atas. Laporannya diunggah di The Conversation.

     
    Hasil riset ini  didukung temuan Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization (WHO)) yang mengatakan 1 dari 4 remaja di usia ini menderita gangguan kesehatan mental.
     
     

    Penyebab gangguan kesehatan mental ini beragam. Mulai dari aktifnya hormon reproduksi, perkembangan otak yang terus berlangsung, serta pembentukan identitas diri mereka. Hal ini tentu dapat disertai ketidakstabilan emosi atau pengambilan keputusan yang sering kali impulsif. 

    Penelitian itu menemukan bahwa banyak remaja Indonesia di periode transisi ini mengalami tantangan beradaptasi terhadap kehidupan mereka yang mulai berubah.

    Para remaja juga kesulitan mengatur waktu dan keuangan pribadi, serta mengalami peningkatan rasa kesepian saat belajar dan merantau di kota yang jauh dari tempat tinggal.

    Baca: Pentingnya sosialisasi kesehatan mental sejak dini

    Usia 16-24 tahun adalah periode kritis

    Riset di atas, yang dilakukan oleh tim Divisi Psikiatri Anak dan Remaja, Fakultas Kesehatan di Universitas Indonesia, mencoba untuk memetakan keresahan mental remaja di periode transisi 16-24 tahun dari seluruh Indonesia – terutama mahasiswa tahun pertama – melalui survey online.

    Sebanyak 95,4% responden menyatakan bahwa mereka pernah mengalami gejala kecemasan (anxiety), dan 88% pernah mengalami gejala depresi dalam menghadapi permasalahan selama di usia ini.

     

    Selain itu, dari seluruh responden, sebanyak 96,4% menyatakan kurang memahami cara mengatasi stres akibat masalah yang sering mereka alami.

    Pada periode ini, misalnya, banyak remaja tiba-tiba harus menjelajahi lingkungan yang baru, lingkaran pertemanan yang semakin luas, tuntutan pendidikan atau karier yang semakin berat, hingga budaya yang bisa jadi sangat berbeda – disertai dengan berbagai masalah dan konflik yang kerap muncul dari berbagai perubahan ini.

     

    Penyelesaian masalah yang paling sering mereka lakukan adalah bercerita pada teman (98,7%), menghindari masalah tersebut (94,1%), mencari informasi tentang cara mengatasi masalah dari internet (89,8%).

    Namun, sebagian juga berakhir dengan menyakiti diri mereka sendiri (51,4%), atau bahkan menjadi putus asa serta ingin mengakhiri hidup (57,8%).

    Berbagai masalah yang dalam masa transisi ini berisiko tinggi menjadi lebih buruk di kemudian hari apabila tidak ditangani dengan optimal.

    Baca: Kondisi lingkungan besar pengaruhnya bagi pasien asma

    Tidak banyak yang mencari bantuan

    Meskipun remaja periode transisi amat rentan mengalami masalah kesehatan mental, namun tidak banyak dari kelompok ini yang mengakses layanan kesehatan jiwa.

    Kurangnya layanan kesehatan mental di Indonesia – hanya sekitar 0,29 psikiater dan 0,18 psikolog per 100.000 penduduk – juga membawa tantangan tersendiri.

    Tapi, faktor lain yang juga menjadi penghambat, antara lain adalah layanan yang kurang sesuai dengan kebutuhan remaja di usia mereka.

    Dalam studi tersebut terungkap, para remaja mengatakan bahwa mereka mengharapkan layanan bantuan kesehatan mental yang menjamin kerahasiaan (99,2%), tidak menghakimi (98,5%), berkelanjutan untuk periode waktu tertentu (96%), serta dapat diakses online (84,5%).
     

    Mereka juga merasa berbagai layanan yang ada diisi oleh tenaga profesional yang kurang ramah (99,2%) dan belum terbuka untuk mendengarkan segala permasalahan yang mereka alami (99%).

    Baca: Mengapa ganja masih dilarang untuk pengobatan

    Stigma negatif tentang kesehatan mental yang berkembang di masyarakat, juga semakin menghambat remaja untuk mencari bantuan ke layanan kesehatan jiwa.

     

    Beberapa remaja usia transisi, misalnya, mengatakan takut menceritakan ke orang tua atau orang terdekat bahwa mereka datang ke layanan kesehatan mental karena takut dianggap sebagai orang dengan gangguan jiwa berat atau “kurang iman”.

    Selain itu, jawaban dari para responden kami juga mengindikasikan ada masalah kurangnya pengetahuan remaja usia transisi tentang masalah layanan kesehatan mental dan kemana mencari bantuan.

    Padahal, pemahaman remaja di periode ini tentang kesehatan mental sangat penting agar mereka dapat mengidentifikasi masalah sejak dini, sehingga mendapatkan bantuan yang sesuai.

     

    Meningkatnya ketahanan mental (resilience) seseorang pada periode ini akan berdampak positif tidak hanya terhadap kesejahteraan dan kebahagiaan mereka, tapi juga keberhasilan mereka secara akademis, di lingkungan kerja, dan masyarakat.

  • 5 Sosok Difabel yang Menginspirasi

    5 Sosok Difabel yang Menginspirasi

    7cloud.asia – Menjadi difable atau disabilitas tak menjadi halangan lima sosok ini untuk terus berkarya. Mereka memiliki semangat dan tekad yang kuat sukses membuat lima tokoh difabel ini layak dijadikan inspirasi.

    Para difabel ini tak hanya bisa hidup mandiri, mereka juga mengukir prestasi dalam hidupnya dan berkarya nyata bagi masyarakat di sekitarnya.

    Meski difabel mereka pantang menyerah untuk menghasilkan karya hingga menciptakan lapangan kerja bagi sesama.

    Mari segera mengenal lebih dekat sosok para penyandang difabel lewat artikel berikut ini!

     1. Angkie Yudistia 

    Sumber foto : angkie.yudistia

    Di balik kesuksesan Angkie Yudistia yang dikenal sebagai Staf Presiden RI, terselip banyak cerita yang sangat inspiratif. Perempuan kelahiran Medan, 5 Juni 1987 itu menjadi difabel tuli sejak usia 10 tahun.

    Meski menjalani masa pendidikan yang tidak mudah sejak SD, Angkie tidak menyerah dan berhasil menoreh banyak prestasi.

    Angkie sukses terpilih menjadi finalis Abang None Jakarta pada tahun 2008 mewakili Jakarta Barat, kemudian meraih penghargaan The Most Fearless Female Cosmopolitan 2008, Miss Congeniality dari Natur-e, dan berbagai prestasi lainnya.

    Selain itu Angkie juga mendirikan Thisable Enterprise pada tahun 2011, sebuah social enterprise yang bertujuan untuk memberdayakan, menegakkan, mencerahkan masa depan difabel di Indonesia.

     

    2. M. Ade Irawan

    Sumber foto : M Ade Irawan

    Mendapat julukan sebagai Stevie Wonder versi Indonesia, M. Ade Irawan atau yang kerap disapa Ade Irawan merupakan salah satu pianis kebangaan tanah air dengan sederet prestasi yang membanggakan.

    Laki-laki kelahiran Inggris pada 15 Januari 1994 tersebut telah belajar bermain piano sejak masih belia. Keterbatasan fisik sebagai penyandang tunanetra tidak membuat Ade Irawan berhenti mengasah bakat dan kecintaannya terhadap dunia musik.

    Berkat mengikuti kehidupan sang Ibunda yang bertugas di Chicago, Amerika Serikat, Ade memiliki banyak kesempatan belajar dari para musisi blues dan jazz. Dirinya bahkan berhasil tampil di panggung musik bergengsi, seperti Chicago Winter Jazz Festival pada tahun 2006 dan 2007.

    Kepiawaian Ade juga turut memikat perhatian penggemar jazz dalam negeri. Ia menggelar konser tunggal pada Juni 2010 serta berpartisipasi dalam Java Jazz Festival 2010.

     

    3. Namira Zania Siregar 

    Sumber foto : namirazaniaa

    Berhasil mematahkan stigma kecantikan, Namira Zania Siregar merupakan model down syndrome dengan keterbatasan fisik yang berhasil diubah menjadi prestasi.

    Dikelilingi lingkungan yang suportif membuat Namira bisa mengekspresikan ketertarikannya pada dunia model dan juga menari.

    Keahliannya ini sukses membawa Namira tampil di ajang Jakarta Fashion Week 2018 sebagai model down syndrome pertama di JFW dan menjadi model salah satu merek skincare lokal ternama di Indonesia.

    Tak sampai di situ, Namira pun pernah berkesempatan mewakili Indonesia dalam ajang Asean Youth Festival 2018 dan Extraordinary Celebration 2019, lho!

     

    4. Nina Gusmita 

    Sumber foto : ninagusmitaa

    Nina Gusmita mengalami kecelakaan pada usia 18 tahun hingga membuatnya kehilangan salah satu kakinya. Namun kondisi tersebut tidak membuat perempuan kelahiran Medan, 8 Agustus 1998 ini berhenti berolahraga.

    Nina merupakan seorang atlet voli junior yang tetap bersemangat meneruskan mimpi menjadi seorang atlet profesional di tengah keterbatasan fisiknya. Dengan berbagai usaha yang dicoba, dirinya berhasil menoreh prestasi yang membanggakan. 

    Pada ajang Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua tahun 2021, Nina sukses mencetak rekor nasional dengan menyabet tiga medali emas di tiga nomor pertandingan sekaligus dalam cabang olahraga atletik dengan klasifikasi kursi roda. Wih, keren banget ya!

     

    5. Panji Surya Sahetapy

    Sumber foto : suryasahetapy

    Terlahir sebagai difabel tuli tidak membuat Panji Surya Sahetapy patah semangat dalam menjalani hidupnya. Laki-laki yang akrab disapa Surya ini merupakan anak bungsu dari Dewi Yull dan Ray Sahetapy yang lahir pada 21 Desember 1993.

    Walau sempat mengalami kesulitan sewaktu mengenyam bangku sekolah di Indonesia, dirinya berhasil menoreh banyak prestasi yang membanggakan.

    Surya adalah salah satu delegasi tunarungu Indonesia yang telah berkunjung ke berbagai tempat bergengsi di dunia, sebut saja konferensi tuli internasional Inggris, NASA, hingga PBB. Prestasi akademisnya juga membanggakan, karena dirinya berhasil meraih beasiswa di Rochester Institute of Technology (RIT) dan lulus dengan gelar cumlaude.

    Di tanah air, Surya kerap membagikan kegiatannya sebagai aktivis dalam GERKATIN (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia) dan membuka kelas bahasa isyarat Indonesia (BISINDO) di beberapa kota di Indonesia.